
“Sudah lama aku tidak kesini, apakah mereka masih tidak ramah seperti bisa, kita lihat saja nanti” bilang Baron Raven sambil tersenyum dan mengeluarkan Aura Mana miliknya
Didepan Baron Raven terlihat bangunan menara perguruan dojo, menara tersebut tingginya sekitar 20 meter ke atas, bagunannya sangat terlihat jelas dari tempat Baron Raven berdiri, di setiap ujung atap menara terdapat patung naga.
Baron Raven yang melihat tujuannya sudah dekat, Baron Raven terus berjalan menuju ke arah menara tersebut.
Tap...
Tap...
Tak lama berjalan Baron Raven sudah dekat, Baron Raven melihat tembok berwarna cream, di atas tembok ada atapnya berwarna hijau, ada pintu masuk gerbang dengan berbahan kayu yang berwarna coklat, di tengah – tengah gerbang terdapat gambar wajah beruang, jika dibuk pintu wajah beruang tersebut terbelah dua. Di atas gerbang terdapat papan dengan tulisan yang besar, Ryujin Clan.
Di samping kiri dan kanan gerbang ada yang menjaga pintu masuk, orang tersebut berkulit red violet (merah violet), pupil mata mereka berwarna hitam sedangkan cornea mereka berwarna merah dan sclera mereka berwarna silver, mereka memakai baju kain sederhana berwarna emas, mereka memakai celana panjang berwarna emas juga, dan mereka memakai alas kaki sepatu kulit berwarna coklat sampai ke betis, mereka berdua memegang tombak di tangan kanan mereka.
Salah satu penjaga melihat Baron Raven berjalan menggunakan jubah dan bertudung, penjaga tersebut langsung curiga dengan identitas Baron Raven, dengan cepat kedua penjaga mengarahkan senjatanya ke Baron Raven yang memiliki jarak 20 meter dari mereka.
“Siapa kamu?, tunjukan identitas mu!!” bilang salah satu penjaga.
Baron Raven langsung berhenti melangkah ketika mendengar penjaga menyakan dia, akan tetapi Baron Raven tidak menjawabnya, melainkan Baron Raven meletakan jari telunjuknya di mulut miliknya.
“ssshhh...” bilang Baron Raven yang memberi isyarat untuk tidak berisik.
Kedua penjaga pun bertanya – tanya apa yang Baron Raven lakukan, mereka berdua saling menatap dan mengambil inisiatif menjadikan Baron Raven sebagai orang yang mencurigakan.
“siapa kamu...!!, atau kami aka...”
Belum salah satu penjaga menyelesaikan kalimatnya, Baron Raven dengan sangat cepat sudah di hadapan mereka, kedua penjaga pun kaget, dan langsung reflek menyerang, akan tetapi Baron Raven dengan cepat menyerang mereka dengan tangannya kosong nya, Baron Raven mengarahkan pukulannya di perut mereka berdua.
Wwwhhhoosshhh...
Bbrraakkk....
“uugghhh.....”
Kedua penjaga pun langsung pingsan terkena pukulan Baron Raven dan langsung tergeletak di tanah.
“lebih baik kalian tidak berisik” bilang Baron Raven sambil melihat dua penjaga yang tergeletak di tanah.
Baron Raven langsung mengambil tombak milik salah satu penjaga, kemudian Baron Raven mengaliri tombak dengan Aura Mana miliknya yang berwarna merah berlapis hitam.
Wwwwhhhoosshhh.....
“sepertinya memberikan kejutan adalah yang menyenangkan” bilang Baron Raven sambil tersenyum.
Baron Raven melakukan posisi melempar tombak dan membidik tombak miliknya ke salah satu lantai di menara, kemudian dengan sekuat tenaga Baron Raven meleparkan tombak miliknya ke menara.
Wwwwhhhhoossshhhh....
Lemparan tombak Baron Raven sangat kuat dan cepat, dan lemparan miliknya tepat sasaran ke lantai menara yang dia bidik.
Wwwhhoosshh...
Ddduurraaa...
Tombak Baron Raven menghantam menara dan terdengar suara tembok yang hancur sangat keras, ketika terjadi ledakan, didalam dojo menjadi ramai, dan Baron Raven mendengar suara dari dalam dengan sangat keras.
“Ada yang menyerang!!!, ada penyusup!!!” teriak orang – orang didalam dojo.
Tap...
Tap...
Baron Raven mendengar suara langkah kaki yang sangat banyak menghampiri dirinya, akan tetapi Baron Raven tidak pergi dari tempat dia berdiri.
Bbbrraaakkk....
Pintu gerbang dojo terbuka dengan sangat keras, orang – orang yang sama seperti penjaga keluar dari dalam, mereka ada memakai senjata pedang, tombak, sabit, dan ada juga yang memakai tangan kosong.
Jumlah orang yang ada didepan Baron Raven sekitar tiga puluh lima orang, mereka semua bersiap untuk menyerang Baron Raven, Baron Raven yang melihat mereka sudah siap untuk menyerang, Baron Raven mengambil tombak penjaga yang tersisa, kemudian Baron Raven mematahkan mata tombaknya, Baron Raven sekarang hanya memegang sebatang kayu bukan tombak lagi.
“majulah kalian dasar bajingan” bilang Baron Raven sambil tersenyum mengejek.
Disisi lain di dalam menara.....
Didalam sebuah kamar seorang pria yang cukup tua sedang duduk di kursi, dia memiringkan kepalanya ke kiri karena tombak yang di lempar Baron Raven menancap tepat di belakang dia, pria tersebut di selimuti bayang – bayang dan tidak di ketahui perawakannya seperti apa.
Diluar kamar pria tua, ada sosok seorang pria juga yang bersender didepan pintu kamarnya, pria tersebut menaruh tangan di dadanya dan menyilangkannya, sosok pria tersebut sedang tersenyum tanpa melihat ke sosok pria tua.
“lebih baik aku saja yang turun, darah ku sudah lama tidak merasa sangat bersemangat, aku tak ingin melewatkannya” bilang sosok pria
“baiklah..., aku harap kamu bisa memberi pelajaran ke bajingan itu” bilang sosok pria tua.
Tap..
Tap...
Sosok pria langsung pergi tanpa berkata apapun lagi, kemudian sosok pria tua meletakan kepalanya ke tangan kiri milik yang menyentuh kursi miliknya, dan melihat ke arah depan kamarnya yang bolong dan hancur, dia bisa sampai melihat keluar apa yang sedang terjadi dengan matanya.
Di depan gerbang...
Wwwhhoosshh...
Slash....
Tap..
Tap..
Wwhhoosshh....
Baron Raven terus menghindari serangan orang – orang yang menyerangnya, Baron Raven hanya memegang batang kayu akan tetapi tidak ada yang bisa mengalahkannya, didepan Baron Raven ada beberapa orang yang pingsan akibat pukulan Baron Raven.
“apakah hanya segini kemampuan kalian” bilang Baron Raven dengan nada mengejek.
Orang – orang yang mendengarnya kesal dengan ucapan Baron Raven, mereka pun langsung menyerang dengan bersamaan.
“mati kau bajingan” bilang salah satu pria.
Whhhoosshh...
Wwhhoosshh....
Beberapa orang menyerang Baron Raven secara bersamaan, akan tetapi mereka tidak bisa mengenai Baron Raven, yang sedang tidak menyerang sadar kalau Baron Raven seolah – olah sedang berdansa.
“bajingan sialan berhenti menghindar – hindar” bilang salah satu wanita.
Bbrraakk...
Bbrraakkk...
Baron Raven dengan cepat memukul tongkat kayu di kepala dan di perut orang yang menyerangnnya.
“aaarrrgghhh... uughhhh....” teriak orang - orang kesakitan yang menyerang Baron Raven.
“*haa...*, sepertinya kalian harus banyak belajar” bilang Baron Raven sambil menghela nafas.
Orang – orang yang menyerang Baron Raven langsung ragu untuk menyerang, mereka tidak tahu siapa sosok Baron Raven, akan tetapi mereka hanya tahu satu hal, “dia sangat kuat”, ketika keadaan menjadi hening, tiba – tiba ada suara pria dari dalam gerbang.
“kalian tidak akan bisa mengalahkan dia”
Wwwhhhhoosshhh...
Tiba – tiba seseorang menyerang Baron Raven dengan kecepatan kilat, Baron Raven dengan cepat mengeluarkan dua belati miliknya untuk menahan serangan yang menyerangnya.
Wwwhhhosshhh...
Clang....
Baron Raven berhasil menahan serangan sosok tersebut, sosok tersebut adalah seorang pria, perawakan di hadapan Reinherz sama seperti penjaga gerbang, akan tetapi dia memiliki postur tubuh yang ramping dan berotot, rambutnya panjang sampai ke tengah - tengah punggungnya dan di kuncir pony tail, warna rambutnya biru kehijauan (Turquoise / Tosca), dia memakai baju kain berwarna hitam dan celannya juga hitam serta sendal miliknya berwarna coklat.
Dia memakai pedang katana yang di ujung – ujung katana miliknya bewarna merah api, di tengah katana ada tulisan berbentuk simbol, handle katananya berwarna merah.
Cclllaaannggg...
Baron Raven dan pria tersebut mundur untuk menjaga jarak, kemudian pria tersebut tersenyum ke Baron Raven.
“Lama tak jumpa.., Blood Crimson Murakhan” bilang sosok pria tersebut.
“sudah kubilang aku sudah membuang nama Murakhan, bukankah kah begitu, Eizarth Ryuji” bilang Baron Raven.