Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 54: High Risk Battle, Father VS Lyx



“Lepaskan anakku ku bajingan”


Sosok Lyx menahan serangan seorang pria, dia memakai dua belati miliknya untuk menyerang sosok Lyx, Lyx melihat sosok pria tersebut, pria tersebut berpakaian layaknya seorang bangsawan, dan pria tersebut tak lain adalah ayahnya Reinherz, Baron Raven.


“cih..., manusia sialan..” bilang sosok Lyx sambil mendecak.


Sosok Lyx menangkis serangan Baron Raven, mereka berdua mundur dan menjaga jarak, Lyx penasaran dengan sosok Baron Raven, dia memiliki kekuatan yang luar biasa.


“kamu bilang tubuh ini adalah anakmu..?!, apakah kamu yakin dia masih hidup AHAHAHA...!!” bilang sosok Lyx sambil tertawa.


Baron Raven yang mendengar sosok Lyx yang berbicara seperti itu tidak bisa di bantah, Baron Raven merasakan jantung Reinherz sudah melemah, Reinherz selamat bisa dikatakan berkat Lyx yang mengambil alih tubuhnya, akan tetapi Lyx bisa mengambil alih tubuh Reinherz seutuhnya, itulah yang Baron Raven tidak mau, tapi jika Reinherz mempunyai keinginan yang kuat, Reinherz bisa bebas dari Lyx, Baron Raven membutuhkan celah sedikit untuk membuat Reinherz sadar, dan membantu Reinherz terlepas dari Lyx dengan kekuatan Lyx milik Baron Raven.


“*haa..*\, apakah kau fikir aku akan takut dengan dirimu?\, hanya karena kau mengambil tubuh anakku?” bilang Baron Raven.


Whosh...


Baron Raven menyerang dengan cepat, sosok Lyx pun ikut menyerang, mereka berdua mengeluarkan Aura Mana yang sangat kuat.


Whosh...


Baron Raven dan sosok Lyx mengadu pedang mereka, mereka sama-sama kuat, walaupun sosok Lyx memiliki ukuran badan yang lebih kecil, akan tetapi kekuatan dari Lyx tidak bisa dipungkiri, Baron Raven hanya menyerang dengan satu belati miliknya, akan tetapi Baron Raven masih kuat.


“Aku tidak akan melepaskan mu sampai kau keluar dari tubuh anakku” bilang Baron Raven


“Tubuh anak ini sangat cocok dengan ku, kenapa aku harus melepaskannya?, lagi pula yang akan mati adalah kau disini” bilang sosok Lyx yang mengejek Baron Raven.


“menurut mu begitu?, apakah kau yakin?”.


Ketika mereka berdua sedang beradu pedang, Baron Raven melepaskan serangannya.


Baron Raven langsung menyerang dengan menendang perut sosok Lyx.


Whosh...


Brak...


“uuuggghhh...”


Sosok Lyx mundur terseret hanya beberapa meter, sosok Lyx bisa menahan kekuatan serangan tendangan Baron Raven, sosok Lyx langsung menyerang Baron Raven.


Whosh...


Stab...


Tap...


Baron Raven menghindari serangan sosok Lyx, kemudian Baron Raven memegang tombak sosok Lyx, sosok Lyx tidak bisa kemana-kemana, jarak mereka sangat dekat, Baron Raven mengepalkan tangan dan langsung memukul sosok Lyx dengan membidik di mukanya.


Whosh....


Whosh...


Sosok Lyx menghindari serangan Baron Raven, sosok Lyx kemudian meloncat sedikit dan langsung bermanuver menyerang Baron Raven dengan menendangnya, sosok Lyx membidik wajah Baron Raven.


Whosh...


Bbbrrraaaak...


Baron Raven terkena tendangan sosok Lyx tepat di pipi wajah bagian kanannya, akan tetapi Baron Raven tidak bergerak sedikit pun, hanya wajahnya saja yang bergerak akibat pukulan, tangan Baron Raven masih memegang tombak milik sosok Lyx.


Ketika sosok Lyx selesai menendang, Baron Raven langsung menyerang sosok Lyx dengan memukulnya dari atas.


Whosh...


Bbrrraaakkk...


Sososk Lyx terkena pukulan Baron Raven tepat di wajahnya, sosok Lyx jatuh ke ketanah, ketika jatuh ke tanah, sosok Lyx langsung menyerang Baron Raven dengan menendang kakinya dari samping.


Whosh..


Brraakk...


Baron Raven hilang keseimbangan dan akan jatuh, ketika sebelum menyentuh tanah, sosok Lyx menyerang dengan menendang Baron Raven di perutnya.


Whosh...


Brak...


Baron Raven langsung terpental akibat serangan Lyx yang sangat kuat, dan melepaskan tombak milik sosok Lyx.


“Cih..., dia sangat kuat” bilang sosok Lyx sambil berdiri.


Baron Raven yang di tendang langsung bermanuver dan langsung berdiri, tanpa jeda, Baron Raven langsung menyerang sosok Lyx.


Whosh....


Sosok Lyx menahannya lagi, kemudian mereka saling menyerang dan beradu pedang.


Whosh..


Pertarungan antara Baron Raven dan sosok Lyx sangat sengit, mereka sama-sama kuat, akan tetapi sosok Lyx tidak melihat Baron Raven kelelahan sama sekali, semakin mereka bertarung, serangan Baron Raven menjadi sangat kuat.


Tap...


Tap...


Sosok Lyx kemudian mundur menjaga jarak dengan Baron Raven, kemudian sosok mengumpulkan Aura Mana di tombak miliknya.


Whosh...


Tombak miliknya dikelilingi Aura yang berwarna hitam pekat, aura yang dia keluarkan sangat tajam dan kuat, akan tetapi ketika sosok Lyx melihat Baron Raven, dia tidak ketakutan sama sekali, tapi sosok Lyx tidak memikirnya, dia mengumpulkan kekuatannya untuk melepaskan serangan yang sangat kuat.


“Rasakan ini, [Phantom Slash]” bilang sosok Lyx.


Whosh..


Sosok Lyx mengeluarkan tebasan aura horizontal yang sangat besar dan kuat, tebasan tersebut mengarah ke Baron Raven yang hanya berdiam diri.


Whosh...


“*haa..*\, sepertinya tidak ada pilihan lain\, keluarlah [Blood Twin Marry]”.


Whosh...


Duaarrr....


Terjadi ledakan akibat ketika [Phantom Slash] menyerang Baron Raven, debu-debu bertebaran, Lyx tidak melihat Baron Raven akibat debu yang tebal, akan tetapi dia masih bisa merasakan mana miliknya, tiba-tiba saja sosok Lyx merasakan sesuatu.


“perasaan ini jangan-jangan..?!” bilang sosok Lyx yang terkejut.


Whosh...


Debu-debu secara perlahan-lahan menghilang, sosok Lyx merasakan sesuatu yang ada di lokasi Baron Raven, kemudian sosok Lyx melihat Baron Raven sedang dalam posisi bertahan, Baron Raven bukan lagi menggunakan belati yang dia pakai ketika pertama kali melawan sosok Lyx, sosok Lyx melihat Baron Raven memegang belati berwarna merah darah, Aura yang dikeluarkan dua belati tersebut sangat familir bagi sosok Lyx.


“Bajingan..., jangan-jangan kau adalah Lyx Contract” bilang sosok Lyx.


“*haa..*\, sudah dari awal aku memang lebih unggul dari mu” bilang Baron Raven.


Sosok Lyx kemudian merasakan sesuatu di tangan miliknya, dia pun melihat tangan miliknya, dia melihat ada benang berwarna merah darah yang menempel di tangannya, dan benang darah tersebut terhubung ke Baron Raven.


“[Blood Thread]” bilang Baron Raven.


“sial..”


Baron Raven langsung menarik sosok Lyx menujunya.


Whosh...


Ketika sosok Lyx mendekati Baron Raven, Baron Raven langsung menangkap Lyx dan mencekik lehernya dengan satu tangannya, kemudian mengangkat Lyx ke udara, Lyx pun berusaha melepaskan cekikan Baron Raven tapi tak bisa.


“Bajingan lepaskan anakku” bilang Baron dengan ekpresi kesal.


“apakah kau fikir kau bisa melakukakannya?, aku akan tidak melepaskan tubuh anak ini AHAHAHA” bilang Lyx sambil tertawa sambil di cekik.


“Sepertinya aku tidak punya pilihan lain”.


Whosh...


Baron Raven mengeluarkan Aura yang sangat kuat di salah satu [Blood Twin Marry] miliknya, Baron Raven bermaksud untuk memusnahkan Lyx yang berada di tubuh Reinherz, akan tetapi yang dilakukan Baron Raven sangat beresiko, Reinherz juga bisa mati terkena serangan Baron Raven, akan tetapi Baron Raven tidak punya pilihan lain.


Whosh...


Akan tetapi ketika Baron Raven baru ingin menyerang, tiba-tiba muka sosok Lyx terbelah, sekarang muka setengah kiri muka Lyx dan muka setengah kanan Reinherz, Reinherz terlihat sadar dan melihat ayahnya.


“Ay..ah...” bilang Reinherz dengan nada pelan.


“Bocah sialan..!!!, kau ternyata memberontak, berikan saja tubuh mu dan matilah” bilang sosok Lyx yang kesal.


Baron Raven kaget melihat Reinherz yang masih hidup dan bertarung melawan Lyx dari dalam tubuhnya.


“Reinherz..!!!” bilang Baron Raven.


Sosok Lyx yang melihat merasa terpojok tidak punya pilihan lain, sosok Lyx langsung menggunakan cara terakhir miliknya, dan cara ini adalah cara yang menentuka hidup atau matinya Reinherz juga.


“sepertinya aku tidak punya pilihan lain, aku akan membuat mu jatuh dalam keputus asaan bocah” bilang Lyx yang marah.


Wwhhoosshh..


Tiba-tiba saja tubuh Reinherz dikelilingi Aura yang berwarna hitam, Baron Raven yang melihatnya, sudah tidak asing lagi.


“Bajingan jangan-jangan kau..” bilang Baron Raven yang kaget.


“AHAHAHAH..., jatuhlah dalam keputus asaan, [The Trial Of The Void]” bilang sosok Lyx


Whosh...


Sssrrraahhh....