Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 36: Valmar Nest And The Black Dragon King.



Wwwwhooossshhhh....


Aura Mana Virnir dan Baron Raven saling berbenturan, siapapun yang melihat Aura Mana mereka pasti membuat mereka takut karena betapa kuatnya mereka berdua.


Tap.. tapp....


Tak lama mereka saling menatap satu dengan yang lain dengan Aura Mana kuat mereka, seseorang menghampiri mereka dengan tenang.


“bisakah kalian tidak membuat keributan” bilang suara misterius tersebut.


Suara tersebut adalah suara seorang yang wanita yang anggun dan tanpa rasa takut, Baron Raven dan Virnir melihat sosok wanita dengan pakaian serba warna putih melihat mereka berdua.


Baron Raven dan Virnir pun mulai menghilangkan Aura Mana mereka yang sangat kuat, dan mereka pun bersikap menjadi tenang setelah ditegur wanita tersebut.


“Lama tak jumpa juga, Cithria” bilang Baron Raven.


“aaahhh...., istriku kau datang” bilang Virnir.


“*haaaa..*\, siapa yang tidak akan datang ketika kalian membuat Aura Mana yang sangat kuat” bilang Cithria sambil menghela nafasnya.


“ahahaha..., itu sudah menjadi kebiasaan kami ketika bertemu” bilang Virnir dengan bercanda.


“*haaaa...* baiklah\, bisakah kau merubah wujud mu dulu” bilang Cithria sambil menatap ke Virnir


“Baiklah” jawab Virnir.


Virnir kemudian merubah wujudnya menjadi manusia, wujud manusia Virnir seperti seorang bangsawan muda dengan berpakaian serba hitam.


Name : Virnir


Race : Dragonoid


Title: The Black Dragon King, King Of Valmar Nest


Name: Cithria


Race: Dragonoid


Title: Beauty Of Snow, Queen Of Valmar Nest.


Setelah Virnir berubah ke wujud manusianya, Baron Raven melihat ke arah Virnir.


“seperti biasa penampilan mu tidak pernah diubah” bilang Baron Raven ke Virnir.


“ya... karena aku sudah suka dengan penampilan ini” bilang Virnir.


“ahahaha.... seperti diri mu, dan lagi pula kau masih memiliki luka vertikal di mata”


“ahahaha.... aku tidak ingin menghilangkannya, karena luka ini adalah kenangan ketika kita pertama kali bertemu dan pertama kali bertarung”


“Dasar..., kau masih ingat saja”


Virnir memiliki luka verikal di matanya tapi tidak menyebabkan matanya menjadi buta, pada saat pertama kali mereka bertemu, terjadi perkelahian yang sangat besar antara Baron Raven dan Virnir, mereka berdua sama-sama kuat yang menyebabkan tidak ada seorang pun yang berani menggangu perkelahian mereka karena sangat berbahaya, akan tetapi perkelahian itu dimenangkan oleh Baron Raven dan meninggalkan luka permanen di mata Virnir.


Cithria yang melihat Virnir dan Baron Raven yang sedang asik mengobrol, Cithria merasa dihiraukan.


“Ehem...!” bilang Cithria


Baron Raven dan Virnir kemudian melihat ke arah Cithria, dan Cithria sepertinya sedikit kesal dengan mereka.


“ahahah...., maaf aku istriku” bilang Virnir berserta ketawa kecil.


“ahh..., sepertinya kami terlalu terbawa suasana” bilang Baron Raven.


“*haaa...* tidak apa-apa\, jadi aku langsung ke intinya saja\, kau kesini untuk meminta material kan?” bilang Cithria sambil menghela nafasnya.


“sepertinya kau sudah tau maksud kedatangan ku secara pribadi” bilang Baron Raven.


“kalau begitu ambil saja sisik milik ku ,berapa pun yang kau mau Raven” bilang Virnir.


“terimakasih Virnir..., seperti biasa kau selalu membantu ku untuk mendapatkan material tinggi dengan mudah, akan tetapi....” bilang Baron.


Dragon Scale (Sisik Naga) adalah material yang sangat bagus untuk dijadikan Item Enchant, sisik naga bisa menampung banyak Mana yang bisa membuat senjata dilapisi Magic yang kuat.


Sisik naga didapatkan dengan cara membunuh naga atau mengambil dari naga, naga memiliki siklus untuk mengganti sisiknya yang sudah rusak atau usang, naga memiliki skill High Regeneration yang membuat naga cepat memulihkan sisik milik mereka, akan tetapi kebanyakan orang membunuh naga agar mendapatkan langsung sisiknya dengan banyak, bukan dengan cara menunggu mereka mengganti sisik lama menjadi baru, semakin kuat seekor naga maka akan semakin bagus material sisiknya.


Cithria dan Virnir saling menatap satu sama lain, mereka berfikir Baron Raven ada sesuatu yang dia minta.


“Ada apa Raven sepertinya kau membutuhkan sesuatu lagi” bilang Cithria.


Baron Raven kemudian menatap Cithria.


“Cithria bolehkah aku meminta sisik milikmu?” bilang Baron Raven.


“*haaa....*\, kenapa kau tidak bilang saja\, silahkan ambil sesuka mu\, dan baru kali ini kamu meminta sisik milikku” bilang Cithria sambil tersenyum.


“Ya..., soalnya aku membutuhkan bahan yang bagus untuk menampung banyak Mana, dan material yang bagus adalah sisik milik mu” bilang Baron Raven.


“baiklah kalau begitu, apakah kau ingin membuat senjata?” bilang Cithria.


“Tidak...., aku akan membuat material Item Defense untuk istriku dan dua anak perempuan ku” bilang Baron Raven.


“seperti biasa...., kau sangat sayang dengan keluarga mu” bilang Cithria sambil tersenyum lebar setelah mendengar alasan Baron Raven meminta sisik miliknya.


“terus kau meminta sisik milikku untuk apa?” bilang Virnir.


“sisik milikmu akan dijadikan material untuk membuat senjata anakku yang keempat Reinherz, dia belum menentukan senjatanya, dan aku lebih baik meminta sekarang untuk siap-siap, tapi untuk sekarang aku akan membuat Dagger of Moonlight Stone dulu untuknya” bilang Baron Raven.


“aaahhh..., baiklah kalau begitu silahkan ambil saja” bilang Virnir.


Baron Raven telah lama melakukan perdagangan dengan Valmar Nest, salah satunya melakukan barter sisik dan bahan logistik dari Phantom Harlow seperti makanan dan yang lain-lain, sisik naga digunakan Baron Raven untuk memperkuat senjata milik prajuritnya, akan tetapi tidak murni 100% bahan sanjata milik prajuritnya adalah sisik naga, yang membuat senjata milik prajuritnya tidak terlalu kuat dan juga tidak terlalu lemah.


“apakah kamu akan mengambilnya sekarang” tanya Cithria.


Baron Raven tiba-tiba teringat sesuatu sebelum dia datang ke istana Virnir.


“oohhh ya... aku lupa, aku membawa beberapa orang datang kemari, sebaiknya aku menemui mereka dulu” bilang Baron Raven.


“Hah..?, apakah bodyguard milik mu (Night Hawk)?, biasanya kau membuat mereka menunggu di luar sarang ku” bilang Virnir.


“Apakah kau ingat?, kau meminta bantuan ku untuk membuat senjata milik mu ketika kau dalam wujud manusia?” bilang Baron Raven.


“oooohhhh....!!!, apakah kau membawa dia?” bilang Virnir.


“ya..., dia adalah Dwarf yang sangat handal dalam membuat senjata, aku selalu serahkan kepadanya ketika aku membuat senjata khusus keluarga ku” bilang Baron Raven


“terus... dimana dia sekarang?” tanya Cithria.


“aaahhhh....., aku menyuruhnya untuk menunggu diluar dulu, karena dia sangat keras kepala dan pemarah tapi juga cukup kuat, jika ras naga menghina dia, mungkin dia akan....”.


Ketika Baron Raven belum menyelesaikan perkataaan dia, mereka bertiga mendengar suara ledakan di depan Valmar Nest.


Duuuaaarrrr....


Wwwhhhhooossshhhh......


Duuuuaarrrr....


Baron Raven yang tahu apa yang terjadi, Baron Raven menepuk kepalanya dan menggeleng-geleng kan kepalanya dan menghela nafasnya.


“*haaa....*\, sudah kubilang untuk tidak membuat keributan” bilang Baron Raven dengan suara pelan.


“Raven... apakah kau tahu siapa yang melakukannya?” tanya Cithria.


“Lihat saja dengan [Dragon Eyes] kalian” bilang Baron Raven.


Virnir kemudian mengaktifkan skill [Dragon Eyes] miliknya untuk melihat dari kejauhan, Virnir melihat seorang Dwarf memakai Warhammer sedang melawan salah satu prajurit, dan dia melihat beberapa orang berpakaian yang tak asing baginya adalah anggota Night Hawk, mereka hanya melihat saja dan ada juga yang sedang membujuk Dwarf dan anak buah Virnir untuk berhenti bertarung, tapi mereka masih tetap bertarung.


“Kau melihat Dwarf kan?” bilang Baron Raven.


“ya..., apakah dia kenalan mu?” tanya Virnir.


“ya...., dia adalah Dwarf pandai besi yang paling ku percaya” bilang Baron Raven.


Cithria ingin melihat juga, kemudian Cithria menggunakan skill [Dragon Eyes] miliknya untuk melihat situasi.


“apakah kalian tidak menghentikannya?” tanya Cithria.


“hahaha...., kita tonton saja dulu, ketika sudah melewati batas aku dan Raven akan menghentikannya, benarkan Raven?” bilang Virnir.


“*haaa....* baiklah” bilang Baron Raven..


----------------------------------------------------------------------------------


Di gerbang depan Valmar Nest.


Whhhooossshhhhh......


Duuuuaaarrrr.....


Zeke sedang melawan seekor naga yang sedang terbang, mereka terlihat saling membenci satu sama lain, sehingga yang lainya tidak bisa mendamaikan mereka.


“Ciiiihhh.... Sialan, turun kesini naga bajingan!!!” bilang Zeke sambil menunjuk-nunjuk seekor naga yang dilawannya.


“Huh...?!, kenapa aku harus mendengar seorang kerdil?” hina seekor naga.


“Dasar naga sialan!!!” bilang Zeke dengan kesal.


Anggota Night Hawk sudah berusaha untuk menahan Zeke untuk menghindari perkelahian, dan diantara salah satu anggota Night Hawk ada Orlom yang ikut, Orlom sudah tidak bisa menahan Zeke lagi, dan membiarkan mereka bertarung dan sambil menunggu jika situasi sudah parah baru dia akan turun tangan.


“Paman Zeke..., berhenti berkelahi” bujuk salah satu anggota Night Hawk.


“aaarrrggghhhh..... sialan, maaf bocah aku tidak bisa diam jika ada yang menghina ku terlalu berlebihan” bilang Zeke dengan menunjukan ekpresi kesal.


Seekor naga yang dia atas membuka mulutnya dan akan menebakan api ke Zeke, Zeke kemudian melapisi dirinya dan Warhammer miliknya dengan Aura Mana yang kuat.


Wwwwhhhooohssss.....


Naga tersebut menebakan api ke arah Zeke, Zeke melakukan kuda-kuda yang kuat untuk membuat dirinya bisa menahan api dari naga dan tidak terpental, setelah melakukan kuda-kuda, Zeke melihat api dari naga semakin mendekat, Zeke memutar-mutar Warhammer miliknya.


Duuuuuuaaaarrrrr.....


Sssrraaaahhhh....


Ledakan tidak terlalu besar, akan tetapi tetap saja kerusakannya sangat parah, karena naga adalah ras yang kuat, seekor naga masih menahan dirinya agar tidak membuat kerusakan yang berlebihan, dan dengan kekuatan ledakan seperti itu sudah membuat manusia biasa tidak berdaya.


Wwwhhhooosshhh...


Setelah ledakan menghantam debu-debu bertebaran, akan tetapi lama-lama debu itu menghilang, dan naga tersebut tidak melihat ada Zeke sama sekali.


“Huh...?!, Dimana dia?, apakah dia sudah mati?, Huh... dasar kerdil sialan....., itulah yang terjadi jika kau melawan naga” bilang naga.


Ketika seekor naga tersebut berbicara dengan dirinya, seseorang muncul dari belakang dengan Aura Mana yang kuat.


“aku disini bajingan!” bilang Zeke.


“apa...?!”.


Bbbaaaammmm....


Ddduuuaaarrrr......


Zeke melompat tingggi dan memukul naga dengan sangat kuat menggunakan Warhammer miliknya, dan membuat dia jatuh menghantam tanah dengan kuat.


“Dasar...! naga bodoh, apakah kau tidak pernah bertarung sebelumnya?!, lihatlah diri mu jatuh ke tanah dengan sangat menyedihkan” hina Zeke.


Naga tersebut yang mendengar Zeke bilang seperti itu membuat dia menjadi marah besar.


“DASAR DWARF SIALAN!!!!” teriak naga.


Naga tersebut kemudian mengeluarkan Aura Mana yang sangat kuat, Zeke bisa merasakan Aura Mana yang kuat terpancar dari naga tersebut, akan tetapi Zeke melihat dia mengeluarkan Aura Mana yang kuat, Zeke malah tersenyum dan menjadi gembira.


“oi... oi..., bukankah kau terlalu serius?” bilang Zeke sambil tersenyum.


Naga kemudian membuka mulutnya dengan lebar, dan akan menembakan api yang besar dari sebelumnya.


Zeke yang melihat itu membuat dirinya menjadi gembira, karena sudah lama dia tidak bertarung dengan orang yang kuat, apalagi seekor naga.


“Ayo datanglah kepadaku..” bilang Zeke sambil mengacungkan jarinya dan menghina naga.


Wwwwhhhooossssshhhh......


Sssrrraaahhh.....


Naga pun menembakan api yang sangat besar dan kuat.


“MATI KAU SIALAN!!!” teriak naga.


Zeke pun melakukan melapisi dirinya dengan Aura Mana yang kuat, dan dia juga akan menggunakan moment ini untuk menyerang naga sampai dia tidak berdaya.


“AHAHAHA....., aku suka ini.., rasakan ini bajingan [Meteor Blow]” bilang Zeke.


Zeke pun maju ke arah api yang dikeluarkan naga, ketika Zeke akan bertabrakan dengan api naga tersebut, dua orang muncul di tengah-tengah mereka.


“[Aerial Barier]”


Ccclllaaangggg.....


Duuuuaarrrrrr.......


“SUDAH CUKUP!!” teriak salah satu diantara mereka.


-----------------------------------------


Skill Vocabulary.


- Name Skill: Dragon Eyes.


- Type: Passive


- Requirement: Dragonoid Race


- Description: Dragon Eyes adalah salah satu skill passive dari ras Dragonoid\, Dragon Eyes mampu melihat sesuatu dari jarak jauh dengan sangat jelas\, berbeda dari mata ras Elf yang bisa melihat jarak jauh juga\, jangkauan Dragon Eyes sangatlah jauh\, skill ini biasa digunakan Ras Dargonoid untuk memantau atau mencari musuh mereka dari kejauhan.