
Sosok seekor kuda bermata satu di tengah-tengah kepalanya, dan sosok manusia ditengah-tengah kuda menyatu dengan kuda tersebut, tangan kirinya memiliki bentuk senjata yang tajam, tangan kanannya memiliki tangan biasa disertai dengan kuku yang tajam dan panjang, kedua lengannya sangat panjang sampai hampir menyatu ke tanah, badan mereka hanya terlihat daging dan otot-otot, monster tersebut sangat menyeramkan dan kuat untuk dilawan.
“Sial…, itu adalah Nuckelavee”
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
RROOAARRR…
Whush…
Nuckelavee menghembuskan nafasnya dengan sangat berat, akan tetapi Reinherz melihat ada yang aneh dari Nuckelavee, biasanya tubuh Nuckelavee berwarna merah darah karena warna darahnya, akan tetapi Nuckelavee yang Reinherz lihat ini sangat berbeda, badan Nuckelavee menjadi warna ungu kehitam-hitaman, dan mengeluarkan Aura yang sangat tajam.
Kaki Reinherz bergemetar karena merasakan Aura yang dikeluarkan Nuckelavee, Auranya sama persisi ketika Reinherz berlatih menahan skill [Fear] milik ayahnya.
“Sial…, ini sangat buruk sekali” bilang Reinherz yang berkeringat dingin.
Akan tetapi Reinherz seperti pernah merasakan Aura yang sama persos yang dikeluarkan oleh Nuckelavee di suatu tempat.
“sepertinya aku pernah merasakan Aura ini di suatu tempat?”.
Reinherz baru teringat, ketika Reinherz pergi ke suatu gua di daerah utara, Reinherz merasakan Aura yang sama persis dikeluarkan sama Nuckelavee.
“Sial…, Aura ini jangan-jangan…, adalah The Void Magic” bilang Reinherz yang terkejut.
The Void Magic merupakan magic yang merusak segala-galanya, dan terkadang menginfeksi makhluk, makhluk hidup yang teinfeksi The Void Magic, mereka akan mengamuk dan menghancurkan segala sesuatu yang ada didepannya, tak hanya itu mereka akan diberikan kekuatan yang luar biasa.
Reinherz baru pertama kali melihat The Void Magic, dan terlebih lagi yang terinfeksi The Void Magic adalah Nuckelavee Monster Rank S.
“aku baru pertama kali melihat makhul hidup yang terinfeksi The Void Magic, dan Aura yang dikeluarkan sangat luar biasa”.
Gggrrrr…
Nuckelavee menatap Reinherz yang berada didepan dia, Nuckelavee mengangkat tangan kirinya, kemudian menghunuskan ke arah Reinherz.
Whosh….
Nuckelavee mengeluarkan aura berwarna ungu kehitam-hitaman, Aura tersebut di membidik Reinherz.
“Sial…, aku harus menghindar” bilang Reinherz yang panik.
Whosh…
Reinherz menghindari serangan Nuckelavee.
Slash…
Duar…
“oi.. oi.., yang benar saja, aku bisa mati jika terkena serang tadi”.
Daya serang Nuckelavee sangat kuat, pohon-pohon terpotong sampai jarak 6 meter, dan terjadi ledakan yang cukup besar karena serangan aura Nuckelavee.
RRROOOAAARRRR…..
Nuckelavee berteriak dengan sangat keras, ketika Nuckelavee berteriak, Reinherz terkena efek [Fear], akan tetapi Reinherz mengatasinya dengan cepat.
“Sial…, aku harus lari, jika tidak aku akan mati” bilang Reinherz yang ketakutan.
Reinherz langsung berlari menjauh dari Nuckelavee.
Whosh…
Akan tetapi Nuckelavee sudah menandai Reinherz, Nuckelavee yang melihat Reinherz berlari melarikan diri, Nuckelavee langsung mengikuti Reinherz.
Whosh…
Clak..
Clak…
Reinherz terus berlari, Reinherz mendengar suara langkah kaki kuda yang mengejarnya, Reinherz sudah tahu kalau dia akan diikuti sama Nuckelavee dari belakang, Reinherz hanya berfikir keselamatannya saat ini dan berharap kalau dia akan selamat.
“Sial.. sial.. sial.., apakah tidak ada bantuan…!!!??” bilang Reinherz yang lari ketakutan.
RROOAARRR….
KKIIAAKKK….
Wujud manusia dan kuda Nuckelavee berteriak bersamaan sambil mengejar Reinherz, teriakan tersebut meneror Reinherz yang sedang dikejar, sosok manusia Nuckelavee menebas-nebas Reinherz dari belakang dengan menggunakan aura miliknya.
Whosh…
Slash..
Reinherz sesekali melihat kebelakang karena Nuckelavee menyerang dengan aura miliknya.
Whosh…
Slash…
Ketika Reinherz melihat kebelakang, ada serangan aura yang sangat cepat menyerang Reinherz, Reinherz tidak bisa menghindarinya, Reinherz mengalirkan Aura Mana miliknya ke pedang untuk memperkuat pedang miliknya.
Whosh…
Sring….
Reinherz menahan serangan aura milik Nuckelavee menggunakan pedangnya dengan sekuat tenaga.
“aaarrrgghhh…, kuat sekali..” bilang Reinherz yang sedang menahan serangan aura Nuckelavee.
Reinherz kemudian melemparkan aura milik Nuckelavee ke langit.
Clang..
Whosh…
“uuuggghhh….”
Sesaat Reinherz melemparkan aura milik Nuckelavee ke langit, ternyata tangan kanan Nuckelavee yang panjang meraih Reinherz, Nuckelavee dengan cepat memukul Reinherz dengan sangat keras.
“Sial…”
Brak…
Whosh…
Reinherz terpental jauh akibat serangan Nuckelavee yang keras, Reinherz yang terpental terhenti oleh pohon yang cukup tebal.
Brak..
“AARRGGHH…!!” teriak Reinherz yang kesakitan terbentur ke pohon.
Note sebelum tutup:
Reinherz melihat ke atas ada burung gagak Night Hawk, kemudian memberikan isyarat untuk dia meminta bantuan, akan tetapi Nuckelavee menyadari keberadaan burung gagak milik Night Hawk, Nuckelavee langsung melepaskan aura tebasan miliknya ke arah burung dengan cepat.
Whosh...
Splash...
“Sial..., dia mengetahuinya” bilang Reinherz yang kesal sambil memukul tanah.
RRROOOAARRR....
Reinherz sekarang tidak tahu apa yang diharus lakukan, apakah dia harus tetap kabur atau melawan Nuckelavee didepannya, Reinherz hanya tahu satu hal yang pasti, dia tidak akan bisa terhindar dari kematian kali ini.
Nuckelavee melihat Reinherz bersender di pohon yang jaraknya jauh dari dia, Nuckelavee langsung berlari untuk menyerang Reinherz yang masih kesakitan.
Clak..
Clak...
Reinherz mendengar suara kuda berlari menghampirinya, Reinherz tahu kalau Nuckelavee sudah bergerak lagi memburu dia, Reinherz harus berdiri dan terus bergerak untuk bertahan hidup.
“aarrrgghhh..., aku harus kabur” bilang Reinherz sambil berdiri.
Reinherz yang sudah berdiri kemudian berlari-lagi.
Whosh..
Akan tetapi Reinherz terteror oleh suara kuda berlari Nuckelavee, Reinherz menjadi tidak konsentrasi ketika berlari, Nuckelavee terus mengejar Reinherz dari belakang, Nuckelavee kemudian mengeluarkan tebasan aura miliknya lagi.
Whosh...
Slash..
Slash..
“huu..., tidak ada gunanya aku berlari, semakin ku berlari, semakin aku ketakutan dan menjadi lemah, lebih baik aku mati melawan daripada terus berlari dan mati konyol” bilang Reinherz.
Tak lama Reinherz berhenti, Nuckelavee sudah dekat di belakang Reinherz, Nuckelavee menghentikan larinya, Reinherz kemudian berbalik badan dan melihat Nuckelavee, kaki Reinherz bergetar ketika melihat Nuckelavee yang mengeluarkan aura yang sangat tajam, akan tetapi Reinherz sudah membulatkan tekadnya untuk melawan.
“Aku tidak akan lari lagi...” bilang Reinherz sambil mengarahkan pedangnya ke Nuckelavee.
RRROOOAARRR...
Nuckelavee kemudian berteriak dengan keras, tangan kiri pedang Nuckelavee langsung menyerang Reinherz.
Whosh...
Slash...
Whosh...
Reinherz berhasil menghindar dari serangan, Reinherz maju menyerang dengan kecepatan penuh.
“[Haste]”
Whosh...
Reinherz mmenyerang Nuckelavee dengan cepat, Nuckelavee melihat Reinherz yang menyerangnya, Nuckelavee menggunakan tangan kanan yang tajam miliknya untuk menyerang Reinherz yang menghampiri dia.
Whosh...
Kaki kiri Reinherz menginjak tanah untuk menjadi tumpuan untuk mengindar serangan Nuckelavee dan bermanuver ke arah kanan.
Whosh..
Duarr...
Reinherz tidak boleh lengah sedikit pun melawan Nuckelavee, jika dia salah membuat gerakan sedikit, maka dia akan mati.
“sial.., aku harus berhati-hati, seperti biasa daya serang dia sangat besar”
Nuckelavee mengeluarkan aura di tangan kirinya dan menyerang Reinherz menggunakan aura dengan cepat.
Slash...
Whosh..
Slash...
Reinherz terus menerus menghindar, seperti biasa keunggulan Reinherz adalah kecepatan, ketika Nuckelavee terus menyerang dengan menggunakan aura dengan tangan kirinya, Reinherz menghindar dan terus mendekat, ketika Reinherz sudah dekat, Reinherz mengumpulkan aura mana miliknya di pedangnya dan menyerang membidik salah satu kaki Nuckelavee.
“[Weapon Enchant]”
Whosh..
Reinherz dengan cepat menebas salah satu kaki Nuckelavee.
Slash..
Splash...
Ketika ditebas ternyata Nuckelavee hanya mendapatkan luka gores biasa, dagingnya sangat tebal, seperti dilapisi oleh Mythril, Nuckelavee yang diserang kemudian berteriak.
RROOAARRR..
Nuckelavee yang melihat Reinherz ada di dekat kakinya, Nuckelavee menyerang Reinherz menggunakan tangan kananya dengan mencoba memukul Reinherz.
Whosh..
Duaarrr...
Reinherz dengan cepat menghindari pukulan Nuckelavee.
“Siall..., tidak kusangka dia ada di level yang berbeda” bilang Reinherz yang kesal.
Nuckelavee yang mendapatkan luka kemudian marah dan menatap Reinherz dengan mata merahnya dengan sangat tajam.
RROOAARRR...
Nuckelavee mengamuk dan mengeluarkan aura yang sangat besar dan tajam, dan terjadi hembusan angin kencang di sekitarnya, Nuckelavee mengeluarkan efek [Fear] yang sangat kuat.
“uuggghhh..., sangat kuat sekali...” bilang Reinherz yang berusaha menahan efek [Fear]
Nuckelavee yang marah langsung menyerang Reinherz, akan tetapi sekarang Nuckelavee menggunakan cara dekat.
Whosh..
Duar...
Reinherz terus menghindari serangan Nuckelavee yang berdatangan, Reinherz berusaha untuk mencari celah menyerang, sampai ketika dibelakang Nuckelavee ada pohon untuk Reinherz bermanuver, Reinherz dengan cepat melompat melewati Nuckelavee.
Whosh...
Nuckelavee kaget Reinherz menghilang dari pandangan, Nuckelavee terus mencari Reinherz, akan tetapi Reinherz sudah dia belakang pohon dan titik buta Nuckelavee, Reinherz yang melihat kesempatan, mencoba membunuh sosok orang Nuckelavee yang merepotkan dia, Reinherz mengumpulkan seluruh tenaga dan mana dia untuk membuatnya dengan cepat memantulkan diri dengan bantuan pijakan pohon.
“[Haste]”
Whosh...
Reinherz melihat Nuckelavee masih kebingungan mencari dia, Reinherz yang melihat kesempatan ini langsung membidik leher.
Whosh..
Reinherz menggunakan Aura Mana miliknya yang terkuat untuk menebas leher orang Nuckelavee, Reinherz semakin dekat kemudian dia mulai menebas.
Whosh...
Stab...
“*Blegh...*”
Tangan kiri Nuckelavee yang pisau menusuk Reinherz dari belakang, Nuckelavee menempatkan tangan kirinya ke belakang, dengan bantuan tangan kirinya yang berbentuk pisau dia berhasil menusuk Reinherz tepat di dadanya.
“*Blegh..\, sial...*” bilang Reinherz sambil memuntahkan darah.
Nuckelavee kemudian melempar Reinherz yang tertancap di tangan kirinya ke depan dia.
Whosh..
Brak...
“uuugghhh....”
Reinherz terlempar dan bersender di pohon, dada Reinherz sudah bolong, Reinherz tidak bisa berbuat apa-apa lagi, tidak sampai lima menit Reinherz sudah akan mati.
Clak...
Clak...
Nuckelavee berjalan mendekati Reinherz, ketika sudah didepan Reinherz, Nuckelavee menggunakan tangan kirinya lagi untuk menebas Reinherz.
Whosh..
Splash...
“AAARRRGGHHH...”
Nuckelavee memotong tangan kanan Reinherz, Reinherz sekarang sudah tidak berdaya, darah terus mengalir dari tangan, mulut dan dadanya, Reinherz sebentar lagi akan kehabisan darah, Reinherz sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi, Reinherz sangat sedih dia mati tanpa ada seseorang yang dia sayangi disisinya, ayah, ibu, dan kakak-kakaknya sekarang tidak ada disamping Reinherz.
“ayah..., ibu..., kakak...” bilang Reinherz sambil mengeluarkan air mata dan darah dari tubuhnya.
Reinherz pun perlahan-lahan memejamkan matanya karena sudah kehabisan darah, Reinherz juga meihat Nuckelavee sudah ingin melepaskan serangan terakhirnya untuk menebas Reinherz.
Reinherz mengeluarkan air mata didetik-detik terakhir miliknya sambil memejamkan matanya matanya, ketika Reinherz sedikit lagi menutup matanya, tiba-tiba Reinherz mendengar suara dari alam bawah sadarnya.
“Apakah kamu butuh kekuatan dasar bocah lemah” bilang suara misterius tersebut.
Reinherz tidak bisa menjawabnya karena dia sudah lemah, dia hanya berfikit suara tersebut adalah suara dari malaikat kematian, kemudian suara tersebut membisikan sesuatu ke Reinherz lagi.
“Serahkan jiwa dan raga mu kepada ku, dan ucapkanlah, Take Over”
Reinherz yang mendengar suara misterius tersebut mengucapkan satu kalimat, Reinherz tanpa fikir panjang mengucapkan kalimat tersebut dari mulutnya.
“Ta.. Ke... O.. Ver.....”.
Whosh...