Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 21: Solo Hunt



Di depan gedung Administrasi...


Orlom, Zerith, dan Ragnar sudah datang dengan cepat ke gedung Administrasi, mereka menunggu kedatangan Lady Lizbeth dengan yang lainnya, tak lama mereka menunggu terdengar suara kuda berjalan menuju gedung Administrasi.


Baduk... badukk....


Orlom, Ragnar, dan Zerith melihat tiga orang yang menaiki kudanya masing-masing, mereka tak lain adalah Lady Lizbeth, Reed, dan Avianna.


Lady Lizbeth yang mengendarai kuda paling depan kemudian berhenti tepat didepan Orlom, Zerith, dan Ragnar, setelah berhenti Lady Lizbeth turun dari kudanya diikuti dengan Reed dan Avianna, mereka mereka bertiga yang melihat Lady Lizbeth turun kemudian berlutut dan memberikan salam.


“terimakasih atas kerja anda, Madam Lizbeth” bilang mereka bertiga serentak.


Lady Lizbeth tidak merespon ucapan mereka betiga melainkan Lady Lizbeth melihat di sekitarnya seperti mencari sesuatu atau seseorang.


“Apakah kalian tau dimana suamiku?”


“Baron Raven pergi untuk berburu Madam” bilang Orlom.


Lady Lizbeth tidak menyangka suaminya akan pergi sendirian berburu, biasa dia membawa anak buahnya, tapi itu hal lain yang paling dia kesalkan Lady Lizbeth adalah kenapa tidak bertemu istirnya dulu yang sudah bekerja keras.


“*haaa.....*\, dasar suami tidak tau diri!\, bukannya menyapa istrinya dulu malah langsung pergi...” bilang Lady Lizbeth yang kesal.


Tapi disisi lain Lady Lizbeth tau apa yang sedang suaminya lakukan jadi dia sedikit memakluminya untuk kali ini.


Lady Lizbeth yang sudah mendengar laporan Orlom, Ragnar, dan Zerith, memutuskan untuk menyudahi tugas mereka.


“Kalau begitu, kalian bertiga sekarang bebas apapun, dan jika kalian melihat suamiku suruh dia cepat kemari”


“Yes Madam!” bilang Orlom, Ragnar dan Zerith.


Orlom, Ragnar dan Zerith pun pergi meninggalkan gedung Administrasi, sekarang tinggal Lady Lizbeth, Reed dan Avianna.


Setelah mereka pergi, Lady Lizbeth ingin sekali bertemu Reinherz yang masih terbaring di tempat tidur, Lady Lizbeth mengajak Reed dan Avianna untuk melihat juga adiknya.


“Reed, Avianna ayo pergi menemui adikmu”


“Baik Bu” bilang Reed dan Avianna.


Mereka pun masuk gedung Adminitrasi, ketika masuk, seorang perempuan berpakaian jas putih berdiri di aula gedung Administrasi, perempuan tersebut berdiri seperti sudah menunggu Lady Lizbeth dan yang lainnya untuk datang.


“Akhirnya kalian datang juga”


------------------------------------------------------------------------------------------------


Di hutan dekat dengan kota Phantom Harlow..


Seorang pria perpakaian tudung abu-abu yang menutupi sebagian wajah dan kepalanya, bersandar di sebuah pohon sedang memainkan sulingnya, sulingnya berwarna ungu dengan permata berwarna merah yang terdapat di ujung suling, suling tersebut mengeluarkan Dark Magic yang sangat kuat, suling tersebut tak lain adalah sebuah “Artifact”.


“Cih...., sialan monster ku mati semua” bilang pemain suling.


Pemain suling tidak percaya monster miliknya mati semua dalam waktu yang cukup singkat, apalagi monster yang dia kendalikan adalah monster tingkat A, menurut informasi yang dia dapat Baron Raven seharusnya tidak ada di kota sekarang ini.


“Arrrggg...., sialan rencanaku berantakan, aku perlu mengumpulkan lagi monster-monster yang kuat”


“semua ini untuk yang mulia Azog” bilang pemain suling sambil senyum.


Tak lama mengoceh sendiri, tiba-tiba ada suara di dekat pemain suling.


“Hoh!, jadi kau yang berani mengusik kedamaian kota ku?!” bilang suara misterius


Pemain suling pun kaget mendengar suara itu dan langsung refleks.


“Siapa kau?!, tunjukan dirimu!?” bilang pemain suling.


Kemudian muncul di atas pohon seorang pria yang memakai baju biasa dan berlumuran darah monster, orang tersebut tak lain adalah Baron Raven.


“RAVEN!!!!!” bilang pemain suling.


Baron Raven melihat pemain suling menunjukan raut wajah yang sangat marah dan kesal, tapi selain itu Baron Raven melihat pemain suling mempunyai simbol di tangannya, simbol yang sudah tak asing bagi Baron Raven.


“Apa yang dilakukan The Order of Azog disini?” bilang Baron Raven.


“AHAHAHAHAAH...., tentu saja untuk membunuh kau dan semua orang yang kau sayangi!, AHAAHAHAHA...”.


The Order of Azog adalah organisasi milik salah satu jenderal iblis yang berada di benua iblis, Baron Raven belum pernah berhadapan dengan jenderal iblisnya secara langsung, tapi Baron Raven membantai setengah anggota The Order of Azog yang membuat mereka menjadi lemah selama bertahun-tahun, dan sekarang mereka datang untuk mengancam dan balas dendam.


“Dasar Iblis sialan!”


“AHAHAHAHA...., setelah jauh-jauh kau datang sekarang ini adalah akhir dari hidup mu!”


Pemain suling kemudian memainkan sulingnya, Baron Raven yang melihat dia memainkan sulingnya langsung tau itu adalah Artifact, Artifact yang dia pakai adalah [Irsakh Flute, (Duplicat)], Artifact untuk mengendalikan monster, walaupun suling yang dia pakai adalah jenis duplikat efeknya masih bisa mengendalikan Monster tingkat A, yang berarti Artifact duplikat yang dia pakai sudah mendekati versi originalnya.


Beberapa saat pemain suling memainkan sulingnya tanah pun bergetar, kemudian keluar monster dari bawah tanah.


Dddrrrrrr......


DUUAAARRRRR....


Baron Raven kemudian menjauh dan menghindari ledakan, dan ternyata muncul monster tingkat A+.


Sssssshhhhiiiiiii......


RROOOAAARRR.....


Cacing yang memiliki mulut dan gigi tajam yang banyak dan berbentuk bulat, cacing tersebut biasa suka berburu di bawah tanah, itu adalah Death Worm, dan binatang berbadan dan berkepala singa yang di setiap tubuhnya terdapat banyak organ tubuh hewan lain, itu adalah Chimera, terdapat tiga DeathWorm dan tiga Chimera.


“AHAHAHAHAHA......!!!!, inilah akhir dari hidup mu Raven!, atau kalau aku boleh ku panggil Blood Reaper?”


“Hoh?”


Baron Raven terkejut mendengar nama Blood Reaper, nama Blood Reaper adalah julukan Baron Raven dulu sebelum seperti sekarang.


“jadi kau tahu nama ku dulu?”


“siapa yang tidak kenal sang Assasins yang membunuh secara bersih seperti dirimu, berjalan tidak terdeksi, membunuh tidak pernah meninggalkan jejak”


Baron Raven tidak pernah kepikiran julukannya masih diingat orang, tapi ekpresi Baron Raven sangatlah tenang, bahkan setelah melihat 6 monster yang muncul di hadapannya dia sangat tenang sekali.


“AHAHAAHA..., tapi itu hanya lah nama, dan sekarang kau akan mati dan tubuh akan jadi makan bagi mereka, HAHAHAHAHA...” bilang pemain suling dengan puas.


Kemudian pemain suling membalikan badannya dan berencana untuk pergi melaporkan ke atasannya, kemudian pemain suling memberikan perintah ke monster miliknya.


“Serang dia dan jangan sisakan tubuhnya” bilang pemain suling sambil membalikan badannya.


“Apa kau ingin kabur?”


“HUH?!, aku tidak ada urusan untuk orang yang akan mati!” bilang pemain suling yang membalikan badannya.


Pemain suling pun pergi dan monster mulai menyerang Baron Raven.


Shhiiiiiiii.....


RRROOOOAAARRR.....


“Cihh..., sialan kerjaan ku menjadi tambah banyak” bilang Baron Raven yang kesal.


Death Worm mulai menyerang Baron Raven dari berbagai arah, Chimera menyerang dan tidak melepaskan pandangannya ke Baron Raven.


RROOOAARRR......


SSSShhiiiii......


DDUUUAAARRRR.....


Baron Raven tidak bisa berkutik, skill [Stealth] miliknya tidak berguna sekarang, Baron Raven melihat mata Chimera mendapatkan buff untuk merasakan mana seseorang menjadi lebih peka.


Clang... Clannggg....


Baron Raven terus menerus menghindari serangan monster, Baron Raven kerepotan melawan Death Worm yang selalu bersenyembunyi dan muncul dari bawah tanah, dan Chimera yang terus menyerangnya dengan cepat.


Claanggg....


RROOOAARRRR....


“Ciihhh...., sialan kalau begini aku bisa kehilangan iblis sialan itu!”.


Baron Raven terus serang habis-habisan sama Chimera dan Death Worm, tidak ada celah untuk melarikan diri, ketika Baron Raven menghindar di atas pohon, Kaki Baron Raven terpeleset yang membuat salah satu Chimera memukul Baron Raven dengan cepat dan keras.


“Aaarrrhgghhh..., sialan!”


Whhooossshhh.....


Baammm.....


Duuuaaarrrrr......


“Aarrgghhh....!!!!”


Baron Raven terpental jauh dan bersender di pohon, tak lama mulut Baron Raven mengeluarkan darah karena pukulan keras dari salah satu chimera.


“Aaaarrrgghhh....!, sialan..” bilang Baron Raven sambil mengusap darah yang keluar dari mulutnya


Baron Raven mengalami kesulitan melawan tiga Death Worm yang berada di tanah dan menyerang dari bawah, dan tiga Chimera yang menyerang dengan cepat.


“Sepertinya tidak ada cara lain selain memakainya”.


Baron Raven terdiam dan berkonsetrasi, sedangkan Chimera dan Death Worm semakin mendekat Baron Raven tidak sama sekali bergerak, Chimera mendekati Baron Raven dengan sangat cepat dan Death Worm melesat dengan cepat di tanah, ketika Chimera dan Death Worm melihat Baron Raven yang terdiam mereka pun menyerang dan....


“[Take Over]”


Wwwhhhooossshhhh.....


Chimera dan Death Worm terpental jauh karena hanya hempasan Aura Mana dari Baron Raven, penampilan Baron Raven menjadi berubah, dan Baron Raven menjadi dilapisi cairan seperti darah yang mengelilinginya.


Dua Chimera dan 1 Death Worm yang terpental mulai menyerang lagi.


RROOOAAARRR....


Sshhhiiiiii....


Baron Raven yang melihat Chimera dan Death Worm menyerang kemudian mengeluarkan, dua belati yang sangat indah dilapisi warna merah mengkilap dan sangat tajam.


Ssllllaasssshhhh....


Zrrraaashhh....


Spppllaaassshhhh....


Dua Chimera dan satu Death Worm mati dan terpotong secara cepat oleh Baron Raven, Baron Raven yang sekarang dikelilingi Aura yang berwarna merah darah sampai tidak terlihat dengan perwujudan Baron Raven sekarang.


Baron Raven berjalan perlahan menghampiri satu chimera, kemudian Baron Raven melesat dengan cepat menyerang Chimera.


Sllllaaassshhhh....


Zrrraaassshhhh.....


Chimera menjadi terpotong-potong karena tebasan Baron Raven, kemudian Baron Raven merasakan mana Death Worm yang berada di bawahnya, Baron Raven kemudian memegang tanah dengan telapak tangannya dan mengeluarkan skill miliknya.


“[Blood Thorn]”


Dduuuuaaarrrr....


Zzrrraaasshhhh....


Muncul duri darah dari tanah yang sangat tajam dan dua Death Worm muncul tertancap di duri.


Gyyyyaaakkk......


Baron Raven yang sudah melihat Chimera dan Death Worm mati semua langsung menyusul pemain suling untuk membunuhnya.


----------------------------------------------------------------------------------------------------


Pemain suling sudah pergi lumayan jauh dari Baron Raven, dia fikir sudah aman dan Baron Raven sudah mati, tinggal melaporkan ke jenderal.


“aku harus cepat melaporkan ke tuan jenderal, dia pasti senang mendengar kabar kalau Blood Reaper sudah mati, AHAHAHAH..” bilang pemain suling dengan ketawa puas.


Tak lama bicara sendiri, ada suara dari belakang pemain suling.


“Siapa yang kau kira mati?”


Pemain suling kaget suara ini adalah Baron Raven, pemain suling berfikir Baron Raven sudah mati karena melawan 6 monster tingkat A+, yang bahkan jenderal iblis pun kerepotan jika melawannya, tapi Baron Raven dapat membunuh dalam waktu singkat menurut pemain suling sangat mustahil.


Kemudian pemain suling melihat ke belakannya tapi telat, Baron Raven menusuk pemain suling di jantungnya dengan salah satu belati miliknya.


“Aaaarrrgghhhh....., mustahil!, kau hanyalah manusia rendahan!, kenapa kau bisa bertahan, gyyaakkk!!!!” bilang pemain suling dengan darah yang mengalir di mulutnya.


“dasar iblis sialan, inilah akibatnya jika kau melawa ku!” bilang Baron Raven dengan nada marah.


Tapi di saat kematian didepannya pemain suling tersenyum dan berteriak.


“AHAHAHAHA....!!!, suatu saat nanti kau akan hancur Blood Reaper, tunggu pembalasan dari Jenderal Azog, ORANG TERKUAT DI BENUA IBLIS!!!.., AHAHAH!!!”.


“Ciihhh...., kau banyak berbicara!”


Wwwhhhoosshhh....


Baron Raven langsung menebas kepala pemain suling dan langsung mati.


Ketika mendengar Jenderal Azog, Baron Raven sudah tak bisa menghindar lagi, di masa depan keluarganya akan menjadi incaran The Order of Azog.


--------------------------------------------------------------------------------------


Skill Dictionary


Name: Take Over


Type: ???


Requirement: ???


Description: ????


Name: Blood Thorn


Type: ???


Requirement: ???


Description: Baron Raven mengeluarkan duri dengan tepalak tangannya, dimana pun telapak tangannya menempel, Baron Raven bisa mengeluarkan duri.


----------------------------------------------------------------------------------------


Artifact Dictionary


Name: Irsakh Flute (Duplicat)


Type: Dark Magic


Desscription: Artifact suling duplikat yang bisa mengendalikan monster sampai tingkat A+, suling ini hanyalah duplikat dan tidak sekuat dari Artifact Original dari Irsakh Flute