Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 97: Unwelcome Guest



Ssrraakkk...


“hhaa.. hhaaa.. hhaa..”


Reinherz terbangun dari pingsannya, ketika bangun, dia menemukan dirinya sudah ada di kamar miliknya di mansion milik keluarganya.


“aarrrgghhh..., sial bajingan itu sangat kuat” bilang Reinherz yang kesal.


Reinherz kesal dengan kekalahan yang dia alami, akan tetapi yang Reinherz sesali adalah bahwa Reinherz kehilangan kendali Lyx.


“aku tidak tahu apa yang terjadi setelah aku kehilanga kendali, tapi.., aku fikirkan saja nanti”


Ketika Reinherz berbicara dengan dirinya, tiba – tiba Reinherz mendengar sesuatu.


Tok..


Tok...


Suara ketukan pintu terdengar, Reinherz tahu yang biasanya mengetuk adalah pelayan, Reinherz kemudian mempersilahkan pelayan tersebut masuk.


“ya.., kamu boleh masuk” bilang Reinherz”


Cccllaakkk...


Ccrreeaaakk...


Pintu pun terbuka, seorang pelayan pria serba hitam masuk ke dalam kamar Reinherz, akan tetapi Cuma beberapa langkah dari pintu masuk kamar.


“Tuan.., Baron Raven menyuruh anda untuk makan malam bersama keluarga” bilang pelayan pria.


“aaahhh..., baiklah.. aku akan segera kesana” bilang Reinherz.


Reinherz bingung kenapa tiba – tiba ayah menyuruh dirinya untuk makan malam keluarga, apakah kakak – kakaknya pulang?, biasanya kalau makan keluarga semua keluarga berkumpul.


Ketika Reinherz memikirkan makan keluarga, tiba – tiba terbesit sesuatu di fikiran Reinherz, yaitu Zeke.


“Apakah kamu tahu kabar paman Zeke?!” tanya Reinherz yang panik.


“Paman Zeke baik – baik saja tuan, ayah anda sudah mengurusnya” bilang Pelayan.


“(hehehehe..., si bajingan itu pasti sudah mati)” bilang Reinherz dalam hati.


Reinherz merasa lega karena ayahnya sudah turun tangan, Reinherz yakin Zeke sudah di rawat dengan perawatan yang baik di rumah sakit.


“*haa..*\, sepertinya aku harus buru – buru pergi ke ruang makan\, dari pada ayah dan ibu ngomel” bilang Reinherz.


Reinherz bersyukur Skill milik [Rapid Regeneration] membuat dirinya cepat pulih, jadi Reinherz sudah sembuh total dalam waktu yang sangat cepat.


Reinherz kemudian bersiap – siap untuk makan malam keluarga, Reinherz mandi dan langsung memakai baju yang cukup rapih.


“baiklah semuanya sudah siap, sekarang aku harus pergi ke ruang makan” bilang Reinherz.


Tap...


Tap...


Reinherz berjalan menuju ruang makan, tak lama Reinherz pun sudah sampai di ruang makan, Reinherz langsung membuka pintu ruang makan.


Ccrreeaaakkk...


Mata Reinherz tertuju di pada bagian pojok kiri meja makan, kursi nya masih kosong, yang berarti Baron Raven dan Lady Lizbeth belum datang, akan tetapi Reinherz merasa aneh karena tidak mendengar suara kakak – kakaknya ketika masuk ruangan, akhirnya Reinherz pun melihat ke arah kanan meja, Reinherz langsung kaget dan kesal setelah melihat ke arah kanan, ada dua orang yang Reinherz sangat marah ketika melihat sosok mereka, dua orang tersebut tak lain adalah Shaka dan Eizarath yang datang duluan.


Eizarath yang melihat Reinherz menatap dirinya, Eizarath memberikan senyuman dan sapaan sama Reinherz.


“yo.., kita bertemu lagi” bilang Eizarath sambil menyapa dengan tangannya.


“(Bajingan dua itu kenapa disini, jangan – jangan..)” bilang Reinherz yang marah dan curiga.


Reinherz curiga ini adalah Illusion Magic yang mereka terapkan, Reinherz langsung mengerluarkan Aura Mana dan Aura Lyx miliknya.


Wwwwhhhoosshhh...


Akan tetapi ketika Reinherz sedang marah sambil menatap Eizarath dan Shaka, tiba- tiba ada sosok yang memukul Reinherz dari belakang.


Wwwhhhoosshh..


Bbrraaakk...


“Apa yang kau lakukan dasar anak bodoh, apakah kamu ingin menghancurkan rumahmu” bilang sosok yang memukul Reinherz.


Reinherz mengenali suara yang memukulnya, Reinherz langsung melihat ke belakang, Reinherz melihat ayah dan ibunya sudah datang.


“Kamu sangat tidak sopan di depan tamu” bilang Lady Lizbeth.


“Sudah.. sudah..., duduk saja dulu.., kamu bisa marah – marah setelah makan malam” bilang Baron Raven


Lady Lizbeth pun melihat ke arah Shaka dan Eizarath, dia penasaran dengan sosok guru dan teman dekat suaminya.


“sebelum itu.., aku akan memperkenalkan siapa mereka, pria tua yang disana adalah guru ku Shaka Ryujin, dan yang disampingnya adalah anaknya dan juga temanku Eizarath Ryujin” bilang Baron Raven sambil mengulurkan tangannya ke arah Shaka dan Eizarath.


Shaka dan Eizarath membalas dengan senyuman ramah mereka, mereka sedikit menunduk untuk menunjukan rasa hormat kepada Lady Lizbeth.


“Salam kenal nona, hohohoho...” bilang Shaka.


“salam kenal juga nona..” bilang Eizarath sambil menyapa dengan tangannya.


“aku juga.., perkenalkan nama ku Lizbeth Itzbal, karena kalian teman dan guru yang suami ku percayai, kalian bisa memanggilku Lizbeth saja” bilang Lady Lizbeth.


“baiklah sepertinya sudah cukup perkenalkannya, kalau begitu ayo duduk” bilang Baron Raven sambil menatap Reinherz dan Lady Lizbeth.


“TUNGGU DULU!!!” bilang Reinherz yang teriak.


Reinherz menunjuk ke arah Eizarath dan Shaka sambil menatap dengan tatapan yang kesal.


“Dua orang sudah melukai paman Zeke, kenapa ayah mempersilahkan mereka masuk kesini?, dua bajingan ini tidak pantas ada disini” bilang Reinherz yang marah sambil teriak.


Baron Raven yang mendengar anaknya berbicara tidak sopan menepuk dahinya sambil menggeleng – gelengkan kepalanya, akan tetapi Eizarath dan Shaka biasa – biasa saja, karena mereka mengganggap Reinherz masih kecil.


“*haa...*\, apa yang kamu bicarakan..?\, Zeke baik – baik saja\, kenapa kamu marah – marah” bilang Baron Raven.


“Tapi dua orang ini..?!!” bilang Reinherz.


“Dasar... anak ini, orang yang membuat Zeke seperti itu adalah aku” bilang Baron Raven.


“HUH..?!” bilang Reinherz yang kaget.


Ekspresi Reinherz menjadi kaget dan kosong, Reinherz tidak percaya ayahnya melukai.


“Asal kamu itu, itu hanya make up dari magic ku, jadi sebenarnya Zeke tidak apa – apa, dia tidak terluka sama sekali dan sehat – sehat saja” bilang Baron Raven.


“Jadi saat itu ayah...” bilang Reinherz.


“Ya.., aku disana dan melihat pertarungan mu” bilang Baron Raven.


Eizarath yang melihat Reinherz menjadi seperti orang bodoh, tidak tahan ketawa.


“AHAHAHAHAH..., dasar anak bodoh..., AHAHAHAH” bilang Eizarath sambil tertawa terbahak – bahak.


Reinherz yang tahu kenyataannya, dia menjadi malu, akan tetapi didalam hatinya dia kesal.


“(Dasar..., orang – orang brengsek)” bilang Reinherz yang kesal.


Baron Raven menepuk kepala Reinherz dan lansung berjalan.


“kalau kamu sudah mengerti, ayo duduk.., kita makan malam dulu” bilang Baron Raven.


Baron Raven dan Lady Lizbeth pun duduk di tempat duduk mereka, Reinherz duduk di depan Baron Raven dan Lady Lizbeth.


Reinherz menahan rasa malu dan juga kesal, dia pun melihat ke arah Eizarath dan Shaka, Reinherz melihat Eizarath memasang muka konyol sambil menutup mulutnya, Eizarath mengejek Reinherz yang melihat ke arahnya.


“pu..pu..pu.., anak bodoh..” bilang Eizarath dengan nada mengejek.


Reinherz yang mendengarnya menjadi kesal, Reinherz ingin memukul Eizarath, akan tetapi dia tidak bisa berbuat apa – apa.


Bbbrraaakkk...


“berhentilah mengejek anak kecil” bilang Shaka yang memukul Eizarath.


Setelah melakukan perbincangan yang cukup panjang, para pelayan membawakan makanan, kemudian mereka pun menyantap makanan mereka.


Beberapa saat kemudian setelah makan....


“aaahhh..., aku kenyang.., sudah lama beberapa hari aku tidak makan enak” bilang Eizarath sambil mengelus- ngelus perutnya.


“terimakasih atas makannya Raven” bilang Shaka.


“ahahaha.., ini bukan seberapa, lagian kalian sudah melakukan perjalanan panjang, jadi aku menyajikan makanan yang terbaik untuk kalian” bilang Baron Raven.


Eizarath melihat ke Baron Raven dengan tatapan serius.


“Sebelum itu aku ingin menanyakan satu hal kepada mu.., kamu mengundang kami kesini ada maksud tertentu kan” bilang Eizarath.


“ahahahaha..., seperti biasa kamu selalu to the point Eizar, ya.., sebenarnya aku mengundang kalian kesini untuk...”