
Ccllaanngg...
Wwwwhhhooosshh...
Ccclllaaannggg....
Pertarungan antara Lady Lizbeth dan Baron Raven masih berlanjut dan sangat sengit, mereka berdua saling beradu pedang, mereka berdua terlalu menikmati pertempuran mereka, Aura mereka yang kuat saling bertabrakan membuat orang susah untuk menghentikan mereka, akan tetapi Reed mempunyai ide yang bisa membuat mereka berhenti.
Reed dan Ragnar memegang pundak Reinherz kemudian mengangkat Reinherz, Ragnar dan Reed bersiap-siap melempar Reinherz ke tengah-tengah pertempuran Baron Raven dan Lady Lizbeth.
“Apa yang kalian lakukan?” tanya Reinherz yang panik.
“sudah kubilang kan kamu akan jadi pahlawan” bilang Reed dengan senyum manisnya ke Reinherz.
“bersiap-siap untuk menerima apa yang akan terjadi nanti tuan Reinherz” bilang Ragnar.
“Aku tidak mau..!!!, Lepaskan aku...!!!” bilang Reinherz.
Reinherz memberontak tidak ingin melakukan apa yang kakaknya rencanakan, akan tetapi Reed dan Ragnar menghiraukan Reinherz.
“Lepaskan aku Ragnar...!!!, aku adalah tuan mu...!!!” teriak Reinherz.
“hehehe...., ini adalah salah satu cara untuk membuat ayah dan ibu anda berhenti” bilang Ragnar dengan rasa tanpa bersalah.
Reed dan Ragnar mengumpulkan tenaga mereka untuk melempar Reinherz ke tengah-tengah pertarungan Baron Raven dan Lady Lizbeth.
“Baiklah aku hitung sampai tiga kita lempar Reinherz” bilang Reed
“Siap...” bilang Ragnar.
“Baiklah..., tiga... dua... satu...” bilang Reed.
“Tidak kakak...., jangan...., aaaarrrrggghhhhh....” teriak Reinherz.
Wwwwwhhhhhhoooossshhhh.........
Reed dan Ragnar melempar Reiherz di tengah-tengah pertarungan Baron Ravend dan Lady Lizbeth, Ragnar tidak mau menerima konsekuensinya nanti semua akan dia limpahkan Reed, akan tetapi Ragnar melihat Reed santai-santai saja.
“apakah adik mu akan baik-baik saja Reed” bilang Ragnar yang khawatir.
“tenang saja.., dia pasti akan baik-baik saja, karena aku tahu ayah dan ibu ku sepertinya” bilang Reed.
“*hhhaaa...*\, terserah kamu saja\, tapi aku tidak mau menerima konsekunsinya” bilang Ragnar.
“ahahaha...., tenang saja aku yang tanggung jawab, karena jika aku tidak melakukan ini mereka tidak akan berhenti, ya kan Orlom.?” Bilang Reed sambil melihat Orlom.
“*hhaa...*\, terserah kau saja..” bilang Orlom.
“lihatkan...., semuanya dalam kendali....” bilang Reed
“Baiklah..” bilang Ragnar.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Ccclllaaannggg...
Wwwhhooosshhh...
Ccclllaaannggg....
Lady Lizbeth dan Baron Raven terus bertarung tanpa berhenti, mereka berdua saling tersenyum dan menikmati setiap detik pedang mereka beradu.
“Ayolah...!!!, apa Cuma segini kemampuam mu..!!!” bilang Lady Lizbeth yang mengejek Baron Raven.
“Ahahahah.....!!!!, bukankah itu berlaku pada mu juga?, rupanya kau semakin tua semakin lemah?” bilang Baron Raven yang mengejek balik Lady Lizbeth.
“Cih..., Suami sialan kau memanggil istri mu yang cantik ini tua” bilang Lady Lizbeth yang kesal.
“Majulah dan tunjukan kemampuan mu” bilang Baron Raven.
“SIALAN!!!!” bilang Lady Lizbeth yang kesal.
Serangan Lady Lizbeth dan Baron Raven semakin cepat dan kuat, karena mereka berdua saling mengejek satu sama lain.
Ccclllaaannggg....
Wwwhhhooossshhhh...
Lady Lizbeth dan Baron Raven beradu senjata kemudian mundur jauh, Lady Lizbeth dan Baron Raven mengumpulkan kekuatan mereka dengan dilapisi Aura Mana yang kuat, Lady Lizbeth dan Baron Raven dalam posisi siap-siap untuk menyerang untuk kekuatan penuh dan...
Whhhhooossshhhh...
Lady Lizbeth dan Baron Raven melesat dengan cepat untuk beradu senjata lagi, mereka berdua semakin dekat dan semakin dekat.
Wwwwhhhhhooossshhhh..
“aaaaahhhhhh......” teriak suara tersebut.
Lady Lizbeth dan Baron melirik sedikit dengan sebelah mata mereka ke arah suara yang datang, ketika mereka melirik, mereka menjadi tercengang yang datang ke arah mereka, Lady Lizbeth dan Baron Raven melihat Reinherz terbang meluncur ke arah mereka.
“Reinherz” teriak Lady Lizbeth dan Baron Raven.
Lady Lizbeth dan Baron Raven kemudian menghilangkan Aura Mana mereka, mereka berdua langsung memposisikan untuk menangkap Reinherz.
Wwwhhhoosshhh...
Ppllaaakkk.....
Baron Raven dan Lady Lizbeth berhasil menangkap Reinherz dengan kedua tangan mereka, Lady Lizbeth bersyukur melihat Reinherz tidak terluka, tapi Baron Raven melihat ke arah penonton dengan wajah yang kesal.
“Siapa yang melempar Reinherz?” bilang Baron Raven.
Semua yang ada di area penonton minggir ke samping kecuali Reed, kemudian mereka semua menunjuk ke arah Reed.
“hhooo...., jadi kau Reed” bilang Baron Raven.
Reed hanya tersenyum ke Baron Raven, dia tahu ayahnya akan menyerang dan Reed juga bersiap-siap untuk menghindar, Baron Raven kemudian melesat ke arah Reed.
Wwwwwhhhhooossshhhhh...
Duuuuuaaarrrrr....
Tanah di tempat area Reed berdiri retak, Reed berhasil menghindar dari serangan Baron Raven, dan Baron Raven sepertinya tidak menahan diri.
“woo... woo... wooo...., bukankah itu berbahaya?, kau hampir membunuh anak mu sendiri tau” bilang Reed yang menghindar di kejauhan.
“Dasar..!!! kakak sialan, kau hampir mencelakai adik mu sendiri” bilang Baron Raven yang kesal.
“*haaa...* harus bagaimana lagi?\, kalian tidak bisa berhenti bertarung\, kami sebuah bahkan tidak bisa menghentikan kalian” bilang Reed.
Baron Raven kemudian berfikir sejenak, Baron Raven merasa Reed ada benarnya, mereka berdua tidak bisa dihentikan dengan cara bisa, dan pada akhirnya Baron Raven memaafkan Reed.
“Cih..., baiklah aku akan memaafkan mu kali ini” bilang Baron Raven.
“Huuuuffftttt....” hela Reed yang membuatnya lega.
Akan tetapi Baron Raven masih kesal dengan perbuatan Reed yang bisa membahayakan adiknya.
“Tapi Lain kali kau berbuat seperti itu lagi, kau akan tahu akibatnya kan?” bilang Baron Raven sambil mengeluarkan Aura yang mengintimidasi.
“Baiklah ayah...” bilang Reed yang menciut.
Baron Raven kemudian berbalik badan dan menghampiri istrinya yang bersama Reinherz.
“Apakah kamu tidak apa-apa?” tanya Baron Raven ke Reinherz.
“Ya..., aku baik-baik saja ayah” bilang Reinherz.
“Dasar..., apa yang difikirkan Reed melempar adiknya sendiri” bilang Lady Lizbeth yang mengeluh.
“*haaa...*\, yang penting Reinherz baik-baik saja” bilang Baron Raven.
Setelah semuanya berakhir Reed, Avianna dan Chealsea menghampiri ayah dan ibunya yang bersama Reinherz, Reed kemudian melihat Reinherz.
“Sepertinya kau baik-baik saja Rein” bilang Reed yang mengejek Reinherz.
“Huh?!, begitukah menurut mu?” bilang Reinherz yang kesal.
“Ya... kakak bukankah kamu terlalu kejam ke adik mu yang manis” bilang Avianna.
“Ahahahah..., karena tidak ada cara lain” bilang Reed dengan tertawanya.
“Dasar..., untung Reinherz tidak terluka” bilang Chealsea.
Setelah sparing Lady Lizbeth dan Baron Raven yang cukup panjang mereka pun, mereka pun mengobrol sebentar dan akhirnya memutuskan untuk pulang.
“Baiklah semuanya.., haruskah kita pulang” bilang Baron Raven sambil berdiri.
“Baiklah...” bilang semuanya dengan serentak.
Baron Raven pun menghilangkan skill [Blood Field] miliknya, setelah [Blood Field] menghilang para anggota Night Hawk telah menunggu mereka, Baron Raven bertanya ke salah satu anggota Night Hawk apakah ada masalah, dia bilang tidak ada masalah sama sekali, Baron Raven pun lega tidak ada masalah selama mereka sedang berada di dalam [Blood Field],Kemudian Reinherz berserta yang lainnya pergi meninggalkan Drengr Forest dan pulang untuk beristirahat.
Keesokan harinya di Mansion Keluarga Itzbal.......
Reinherz di panggil ke salah satu ruangan di mansion, Reinherz pun masuk kedalam ruangan tersebut, Reinerz melihat ibu dan ayahnya sedang duduk bersebelahan dan didepan mereka ada meja yang panjang, di meja tersebut ada beberapa pion-pion yang Reinherz tidak pernah lihat sebelumnya, dan juga ada berbagai macam senjata di atas meja, serta beberapa kertas yang tersusun rapi, kemudian Baron Raven menatap Reinherz dengan serius dengan pertanyaan yang sangat singkat.
“Sekarang..., Pilihlah Class untuk mu”