Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 84: Heart Of A Smith



“Ambil Metal Ore!” teriak Zeke.


Reinherz langsung mengambil Metal Ore yang telah telah dia tambang, dan memberikannya ke Zeke satu per satu.


“Aku tidak akan mengajarkan mu secara teori, yang harus kamu lakukan saat ini adalah lihat dan pelajari, perhatikan baik – baik cara ku membuat sebuah pisau” bilang Zeke.


Zeke mengambil satu Metal Ore yang ada didepannya, Zeke membawa Metal Ore tersebut ke sebuah bak besar yang berisikan air, Zeke menaruh Metal Ore tersebut ke dalam air. Zeke mengambil dua alat berupa sikat biasa dan sikat besi ringan kemudian Zeke mencucinya.


Ssrraakk..


Ssrrraakk...


“karena ini adalah material mentah, jadi kita harus membersihkan material mentahnya, dan yang kita butuhkan adalah material murni dan bersih” bilang Zeke.


Reinherz memperhatikan Zeke dengan tatapan serius, Reinherz berkonsentrasi melihat proses yang Zeke lakukan.


Setelah Zeke merasa Metal Ore sudah bersih, Zeke mengangkat Metal Ore dari bak Air, setalah proses pencucian selesai, sekarang Metal Ore sudah bersih, akan tetapi ukuran dari Metal Ore yang murni lebih kecil dari yang material mentahnya, karena material mentahnya masih tercampur sama batu dan unsur lain.


Zeke kemudian mengambil tungku besi tebal dan ukurannya lebih besar dari Metal Ore murni, Zeke menaruh Metal Ore nya ke dalam tungku besi, setelah Zeke menaruh ke tungku besi, kemudian Zeke mengambil arang dengan jumlah yang cukup banyak untuk bahan bakar di tungku pembakaran (Furnace), Zeke menaruh arang yang dia telah ambil di tungku pembakaran, dan tungku besi yang berisikan Metal Ore yang sudah besi di taruh ke dalam tunggu perapian dengan menggunakan tang besi yang panjang.


Zeke pergi mengambil tumpukan jerami yang sudah kering, Zeke mengambil jerami kering hanya sedikit dengan ukuran dua telapak tangan di satukan, setelah mengambil jerami kering, Zeke mendekat ke tungku pembakaran, kemudian Zeke menggunakan Magic miliknya.


“[Fire]”


Wwhhoosshh...


Zeke mengeluarkan Magic api yang sangat kecil untuk hanya sekedar membakar jerami yang ada di tangannya, setelah jerami mulai terbakar, Zeke menaruh jerami kering di tungku pembakaran yang sudah diisi dengan arang.


“*hhuu...*, persiapan sudah siap sekarang tinggal membakar” bilang Zeke.


Jerami kering mulai terbakar secara keseluruhan, arang – arang pun sudah mulai terbakar, Zeke langsung menghampiri pompa angin berbentuk corong yang di ujungnya ada bulat untuk mengeluarkan angin, terdapat dua handle atas dan bawah untuk memompa angin, pompa angin tersebut untuk membuat tingkat kepanasan api dan suhunya menjadi meningkat, Zeke langsung mempompa angin yang di arahkan ke tungku pembakaran.


Wwhhhhoosshhh...


Wwwhhoosshh...


Suara pompa angin terdengar begitu pun dengan suara arang yang terbakar dan api yang mulai membesar, Zeke terus memompa sampai membuat Metal Ore meleleh di tungku besi.


Setelah sekitar 30 menit membakar, Metal Ore pun meleleh, Zeke mengambil tungku yang berisikan Metal Ore yang meleleh dengan tang besi yang panjang, setelah mengambilnya, Zeke membawa tungku tersebut ke sebuah kotak yang berisikan pasir khusus yang tidak bisa menempel pada besi, Zeke kemudian menuangkan Metal Ore miliknya ke pasir, setelah menuangkannya ke dalam kotak pasir, Metal Ore yang meleleh lama – kelamaan menjadi berbentuk seperti batu berbentuk abstrak.


“ ini adalah cara untuk mengekstrak material yang mentah” bilang Zeke sambil melihat Reinherz.


Zeke kemudian menunggu selama beberapa menit sampai lelehan Metal Ore mengeras seutuhnya, setelah lelehan Metal Ore mengeras, lelelhan Metal Ore masih berwarna merah panas, Zeke mengambil Metal Ore tersebut dengan menggunakan tang miliknya, kemudian menaruh lelehan Metal Ore kedalam air supaya cepat dingin, setalah Metal Ore di sudah dingin, Zeke mengambil Metal Ore yang sudah jadi kemudian menunjukannya ke Reinherz.


“ini adalah bahan yang dibutuhkan untuk membuat pisau, dan sekarang adalah pembelajaran yang sebenarnya, perhatikan baik – baik” bilang Zeke.


“Baik paman” bilang Reinherz.


Zeke kemudian kembali ke tungku pembakaran yang apinya masih menyala, Zeke menambah lagi arang agar supaya suhu api meningkat, Zeke menaruh batu logam yang sudah jadi kedalam tungku pembakaran menggunakan tang yang panjang, setelah menaruhnya Zeke langsung menggunakan pompa angin miliknya agar batu logam menjadi panas.


Fffuuu...


Fffuuuu.....


Zeke terus memompa pompa angin sambil melihat batu logam sampai yang terbakar, lama - kelamaan batu logamnya menjadi berwarna merah cerah yang berarti batu logamnya terbakar sempurna, Zeke langsung mengambil batu logam yang masih panas dengan cepat menaruhnya ke atas paron (Anvil) miliknya, Zeke tak lupa menggunakan apron khusus untuk Blacksmith agar terhindar dari percikan apa yang kena ke pakaian miliknya, kemudian Zeke mengambil palu miliknya, Zeke memegang tang di tangan kirinya untuk memegang batu logam, sedangkan tangannya untuk menempa batu logam, kemudian Zeke langsung memulai menempa batu logamnnya.


Wwhhoosshh...


Zeke mulai menempa batu logam yang panas menggunakan palu, pada saat Zeke menempa, Zeke menyiram sedikit air pada batu logam, dan ketika Zeke merasa batu logam milik kurang panas, Zeke kembali membakar batu logam ke tungku pembakaran, kemudian Zeke kembali menempa batu logam miliknya.


Zeke terus menerus mengulang sampai batu logam miliknya membentuk menjadi sebuah pisau, setelah sempurna bebentuk menjadi sebuah pisau, Zeke menaruh batu logam yang sudah menjadi pisau kedalam air untuk di dinginkan. Setelah di dinginkan, Zeke mengambil pisaunya dari air dan pisau dengan bahan logam pun jadi.


“lihat ini Rein, inilah hasilnya” bilang Zeke sambil menunjukan pisau miliknya mengunakan tang yang panjang.


“wow..., jadi begini cara membuatnya” bilang Reinherz.


“Apakah kamu sudah mengerti?” tanya paman Zeke.


“aahh.., aku Cuma sedikit mengerti setelah melihat paman Zeke” bilang Reinherz yang ragu – ragu.


“kalau begitu apakah kamu ingin langsung mencobanya?” tanya Zeke.


“kalau begitu aku akan mencobanya” bilang Zeke.


“tapi sebelum itu..., tunggu sebentar, aku lupa untuk memberikan perlengkapan untuk mu” bilang Zeke.


Zeke berjalan ke sebuah lemari di dekat dia, kemudian Zeke mengambil sebuah sarung tangan dan apron yang baru dan muat untuk Reinherz pakai.


“pakai ini sebelum bekerja..” bilang Zeke.


“baiklah paman” bilang Reinherz yang senang.


Reinherz kemudian memakai sarung tangan dan apron yang diberikan Zeke, setelah memakainya Reinherz sudah tak sabar ingin mencoba.


“apakah aku sudah boleh mencobanya?” tanya Reinherz


“ ya silahkan” bilang Zeke.


Reinherz langsung memulai dari langkah awal lagi yaitu dengan mencuci Metal Ore, menaruh Metal Ore ke tungku besi, membakarnya dan seterusnya, tentu saja Zeke memperhatikan Reinherz yang sedang bekerja.


“apa yang kamu lakukan bodoh..!, jangan seperti itu” bilang Zeke yang marah.


“ahahaha..., baik paman” bilang Reinherz sambil tertawa kecil.


Tang..


Ketika Reinherz terus menerus menempa besi, Reinherz merasakan jiwanya menjadi membara, Reinherz bertekad kalau dia ingin menjadi seorang Blacksmith dan membuat sebuah maha karya miliknya di kelak nanti.