Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 63: The Auction



“Tapi sebelum menjelaskannya, aku akan memberikan kapten ini” bilang Diana sambil mengambil sesuatu dari kantung miliknya


Srreett...


Diana menaruh beberapa kertas di meja Reed, di kertas tersebut terdapat beberapa Item yang menurut Diana bagus.


Reed kemudian mengambil kertas-kertas tersebut, Reed pun mengecek satu persatu-satu Item yang ada di kertas, dia melihat tidak ada Item yang menarik perhatian miliknya, dan kemudian Reed berhenti di Item yang dia incar selama ini, Item tersebut berbentuk batu kristal berwarna hitam agak keunguan, Item tersebut adalah Crystal Void Essence.


“Akhirnya aku bisa mendapatkan Item ini” bilang Reed.


“kenapa kapten sangat terobsesi dengan Item Crystal Void Essence?, tidak seperti anda biasanya” tanya Diana yang penasaran.


“aku membutuhkannya untuk sentuhan terakhir senjata milikku”


“bunkahkah belati milik kapten sudah sangat kuat?”


“aku ingin mendapatkan senjata Void, senjata Void akan menjadi senjata yang lebih bagus dari sekarang, akan tetapi ketika mendapatkan senjata Void, pasti memiliki resiko, karena Mana Void akan masuk ke dalam tubuhku, dan aku ingin melampaui limit ku saat ini dengan mengusai Mana Void yang mungkin akan merusak tubuh ku”


“bukankah itu bahaya kapten?”


“*haa...* begitulah...\, tapi itu rencana jangka waktu yang panjang\, yang penting aku mendapatkan inti materialnya dulu”


“baiklah.. baiklah..., jadi kapten ingin mendengar informasi lebih lanjut?”


“ya.., tolong jelaskan”


Diana kemudian menjelaskan tentang tempat lelangnya, tempat lelangnya berada di sebuah gedung yang berada di sebelah barat ibu kota, berbeda dengan tempat lelalng lainnya, akan ada beberapa barang langka yang akan di lelang di sana, salah satunya Crystal Void Essence yang Reed incar, Diana juga memberi peringatan tentang salah satu organisasi dunia bawah juga yang mengincar Crystal Void Essence.


Ssrraaakkk...


Reed langsung berdiri dari tempat dia duduk.


“Baiklah aku akan langsung pergi” bilang Reed.


“bagaimana dengan rencananya?” bilang Diana.


“kamu tidak perlu khawatir, aku bisa mengatasinya ditempat nanti, dan kamu ikut dengan ku, jadi berpakainlah dengan bagus” bilang Reed sambil menunjuk ke Diana.


Diana kaget Reed menyuruhnya untuk ikut menemaninya, wajah Diana pun menjadi agak malu dan sekaligus senang, akan tetapi Diana membalasnya dengan reaksi yang sedatar mungkin.


“uuummm..... baiklah...,” bilang Diana dengan malu-malu.


“kalau begitu, kamu pergi duluan saja, karena pasti kamu akan berdandan lama, nanti kita ketemuan di dekat apartemen ku, aku akan menunggu mu”.


“Baiklah kapten..”


Tap...


Tap...


“*haa..*\, apa yang terjadi padanya?\, aku tidak mengerti” bilang Reed yang heran.


Reed kemudian pergi ke apartemen tempat dia tinggal di dekat kantor miliknya, Reed bersiap-siap berdandan rapih juga, dan Reed menyiapakan sesuatu jika ada hal buruk yang akan terjadi nanti.


Beberapa jam kemudian......


Reed sedang berdiri didepan apartemen miliknya, Reed sedang menunggu kedatangan pendampingnya.


Tap..


Tap...


“oohh.., akhirnya kau datang” bilang Reed.


Seorang wanita datang menghampiri Reed, dia memakai gaun yang berwarna hitam dan biru, wanita tersebut malu-malu melihat ke arah Reed, dia adalah Diana.


“aahh.., kapten maaf menunggu lama” bilang Diana.


“tidak apa-apa, tapi.., kamu terlihat cantik dengan gaun indah yang kamu pakai” puji Reed.


“iiihhh..., dasar kapten..., bisakah anda serius dikit” bilang Diana yang kesal akan tetapi malu-malu juga.


“ahaha.., baiklah... baiklah..., kalau begitu ayo kita berangkat” bilang Reed sambil mengulurkan tangannya ke Diana.


Reed kemudian jalan bersama Diana menuju gedung lelang, dan pada akhirnya mereka sampai di gedung lelang, ketika di gedung lelang, banyak sekali orang-orang yang ternama yang datang ke gedung gedung, mulai dari bangsawan sampai organisasi dunia bawah pun ada di tempat lelang, Reed dan Diana pun harus waspada dengan apa yang akan terjadi nanti, Reed dan Diana pun sampai di pintu depan gedung lelang, dua penjaga berpakaian hitam dan memakai kacamata berwarna hitam didepan pintu menghalangi Reed dan Diana.


“tolong tunjukan surat undangannya” bilang salah satu penjaga.


Reed kemudian memberikan surat berwarna putih disertai stempel berwarna emas yang berwarna di surat tersebut, penjaga tersebut pun mengecek keaslian surat tersebut, setelah mengecek, dia melipatnya lagi dan memasukan kedalam surat tersebut.


“surat ini asli, silahkan masuk, dan selamat datang di lelang” bilang penjaga tersebut.


Reed dan Diana pun masuk ke tempat lelang, ketika masuk Reed melihat banyak sekali organisasi dunia bawah.


“ini sangat di luar ekspetasi, mereka pasti mengincar Crystal Void Essence” bilang Reed.


“jadi bagaimana kapten..?, apakah anda punya rencana..?, atau haruskah kita membunuh orang yang berhasil mendapatkan Crystal Void Essence?” tanya Diana.


“*haa..*\, apa yang difikirkan?\, jangan terlalu gegabah dalam membaca situasi\, bagaimana pun aku akan mendapatkan Crystal Void Essence\, walaupun aku harus menguras habis uang miliku” bilang Reed sambil menunjukan wajah yang serius.


“baiklah kapten” bilang Diana.


Setelah melakukan percakapan di sepanjang jalan, Reed dan Diana pun masuk kedalam ruang lelang, ruang tempat lelang bentuknya seperti pertunjukan opera yang cukup besar, akan tetapi hanya sedikit orang yang ada di ruang tersebut, duduk mereka saling berjauhan satu sama lain, satu organisasi atau bangsawan mereka berjumlah tiga sampai lima orang, dan mereka duduk sampingan, Reed dan Diana pun langsung duduk di tengah-tengah ruangan.


Tak lama mereka duduk, kemudian muncul seorang pria berjas berwarna putih dan berdasi kupu-kupu yang muncul dari back stage panggung, pria tersebut memegang mic, pria tersebut mengambil nafas dalam-dalam, kemudian pria tersebut berbicara dengan sangat lantang di mic.


“Halo Tuan dan Nyonya, lelang malam ini akan segera dimulai”