
Beberapa jam kemudian.....
Lady Lizbeth terus-menerus melatih Reinherz tanpa henti dengan Skill [Fire Ball], sampai Reinherz hampir kehabisan mana, [Fire Ball] milik Reinherz menjadi kecil dan bahkan tidak jauh beda dengan api unggun, hanya sebatas hebusan api saja
Whhoosss....
“Ha... ha... ha..., apakah sudah selesai ibu?, aku sudah kehabisan mana” keluh Reinherz.
Lady Lizbeth yang mendengar anaknya mengeluh, tanpa berbicara Lady Lizbeth memegang pundak Reinherz, Lady Lizbeth mengecek apakah mana Reinherz sudah benar tekuras habis atau belum, setelah Lady Lizbeth mengecek ternyata Reinherz masih ada sedikit mana, dan Lady Lizbeth tidak akan berhenti menyuruh Reinherz menggunakan [Fire Ball], sampai Mana Reinherz terkuras dan tidak ada sisa sama sekali.
“Lanjut....!, jangan mengeluh kamu masih menyempunyai mana” bilang Lady Lizbeth dengan tegas.
“Aaarrrgghhh..., tapi ibu [Fire Ball] milik ku sudah tidak membentuk bola api lagi”
“ho...., jika kamu mengeluh terus..., ibu akan menghukum mu” bilang Lady Lizbeth sambil menunjukan tangannya yang dikelilingi magic petir.
“hiiii....., baiklah bu” bilang Reinherz yang tidak bisa melawan.
Pada akhirnya Reinherz tidak bisa melawan ibunya, ekspresi muka dan gestur minta dikasihani Reinherz, tidak mempan terhadap Lady Lizbeth.
Satu jam kemudian...
Tiinnggg....
Reinherz sudah tidak bisa mengeluarkan lagi [Fire Ball], Reinherz kemudian duduk di lantai karena mana didalam tubuh Reinherz sudah tidak tersisa sama sekali.
“(ha.... ha.... ha..., sialan aku sudah tidak kuat lagi)” bilang Reinherz dalam hati.
Lady Lizbeth yang melihat anaknya duduk kemudian memegang pundaknya lagi, Lady Lizbeth sudah tidak merasakan lagi mana yang tersisa, dan Lady Lizbeth akhirnya mengakhiri sesi latihan untuk hari ini.
“Apa kau sudah selesai?” tanya Lady Lizbeth.
“ha... ha.... haa...., tentu saja ibu mana milik ku sudah tidak ada lagi”.
“kalau begitu sesi latihan untuk hari sampai disini dulu”.
Reinherz yang mendengarnya itu langsung tiduran telentang dan merasa lega.
“hhhaaaaa....., akhirnya sudah selesai” bilang Reinherz dengan lega.
Lady Lizbeth pun membiarkan Reinherz beristirahat, kemudian Lady Lizbeth melihat waktu sudah siang, Reinherz yang sedang berisirahat disuruh Lady Lizbeth untuk berdiri.
“Reinherz berdiri”
“huh.?, aku ingin istirahat dulu ibu”.
“cepat bangun.., sekarang sudah siang dan waktunya untuk makan siang”.
“aaahhhhh....., aku masih malas untuk bangun”
Badan Reinherz masih sedikit lemas untuk berdiri, dan Reinherz ingin istirahat terlebih dahulu, tapi disisi lain Reinherz ingin makan juga.
Gggrrruuuuu.....
Suara perut Reinherz yang lapar pun terdengar nyaring sekali sampai Lady Lizbeth mendengarnya, dan bertanda anaknya sudah lapar.
“ahahahah....., lihatkan perut mu sudah bunyi, ayo cepat bangun”.
“uuurggghhh..., baiklah ibu”
Reinherz kemudian berdiri, Lady Lizbeth dan Reinherz meninggalkan ruangan latihan magic, dan mereka pun berjalan ke ruang makan untuk menyantap makan siang.
-------------------------------------------------
Di ruang makan Mansion keluarga Itzbal.
Baron Raven telah menunggu istri dan anaknya yang sedang latihan untuk makan siang bersama, makanan pun telah hidangkan sebelum Lady Lizbeth dan Reinherz datang agar mereka bisa duduk dan langsung menyantap makanan.
“*haa....*\, lama sekali mereka datang\, apakah latihan Reinherz lancar?\, aku ingin sekali datang melihatnya\, tapi jika aku melihat dan menggangu\, istriku pasti akan marah” gumam Baron Raven.
Tak lama Baron Raven berbicara dengan dirinya sendiri, salah satu pintu ruang makan terbuka.
“Hooo...., itu pasti mereka”
Setelah pintu terbuka, muncul Lady Lizbeth bersama Reinherz, Baron Raven melihat Reinherz dengan ekpresi yang sudah lemas, Lady Lizbeth dan Reinherz langsung duduk di kursi mereka masing-masing.
“bagaimana dengan latihan mu Rein?” tanya Baron Raven.
“*haaa....”, aku seperti ingin mati...” keluh Reinherz.
“Dasar..., Cuma begitu saja mengeluh” bilang Lady Lizbeth.
“ *haaa....*\, aku ingin sekali tidur di kamar ku” gumam Reinherz.
“sudah lah jangan mengeluh.., ayo makan yang banyak, agar tubuh mu menjadi lebih baik lagi” bilang Baron Raven ke Reinherz.
“uurrggg...., baiklah” bilang Reinherz.
--------------------------------------------------
“aaahhhh....., aku sudah kenyang sekali” bilang Reinherz.
Reinherz yang sudah kenyang ingin sekali bersantai setelah latihan yang melelahkan, Reinherz pun keluar dari kursinya dan ingin pergi ke kamarnya untuk bersantai.
“Aku akan langsung pergi ke kamar ku...” bilang Reinherz sambil berjalan menuju ke pintu.
“siapa bilang setelah makan kau bisa bersantai-santai?” bilang Baron Raven.
Reinherz yang mendengarnya itu langsung berencana untuk kabur dari ayahnya, Reinherz pun langsung berlari ke pintu, akan tetapi ketika ingin membuka pintu, benang berwarna merah darah melilit kaki Reinherz dan mengangkatnya ke atas, sehingga kepala Reinherz dibawah.
“Dasar...., kau fikir kau bisa kabur dari ayah?”
“uuugghhh..... sialan, ayah ingin apa lagi?”
“ahahaha...., setelah ini adalah latihan yang sangat berat untuk mu jadi bersiaplah”
Reinherz pun menatap ibunya dengan muka yang ingin dikasihani, akan tetapi Lady Lizbeth menghiraukan Reinherz.
“ibu tolong aku...” bilang Reinherz dengan ekpresi imut ke ibunya.
Lady Lizbeth yang melihatnya menjadi ingin memeluk Reinherz, akan tetapi latihan yang Reinherz jalani saat ini sangat penting untuk masa depan dia, jadi Lady Lizbeth hanya diam dang menghiraukan Reinherz.
Baron Raven pun keluar dari bangkunya, kemudian menghampiri Reinherz, Baron Raven kemudian mengendorkan [Blood Thread] milik dia, Reinherz pun terjatuh akan tetapi di tangkap Baron Raven.
“Istriku aku pergi dulu” bilang Baron Raven.
“Baiklah” bilang Lady Lizbeth sambil mengangguk.
Baron Raven kemudian membawa Reinherz keluar dari ruangan, Reinherz pun terus merengek karena dia tidak mau latihan lagi.
--------------------------------------------------------------------------
Baron Raven kemudian membawa Reinherz ke lapangan lagi, dan Baron Raven menurunkan Reinherz di tengah-tengah lapangan latihan.
“jadi sekarang latihan apa?” bilang Reinherz dengan nada kesal.
“kali ini ayah tidak akan melatih fisik kamu”
“hooo..., benarkah?”
Reinherz yang mendengarnya menjadi sedikit senang, karena ketika pagi dia harus berlari keliling lapangan dan dikejar sama Direwolf.
“ya.., kali ini kamu akan latihan ini”
“Huh?” bilang Reinherz yang bingung.
Baron Raven hanya diam dan mengeluarkan Aura Mana miliknya, kemudian Baron Raven menatap tajam ke Reinherz, Reinherz yang melihat tatap tajam ayahnya menjadi tidak berkutik, Reinherz menjadi bergemetar merasakan Aura yang sangat luar biasa dari Baron Raven, kaki Reinherz menjadi kaku, Reinherz hanya bisa merasakan ketakutan yang sangat luar biasa dari ayahnya, inilah latihan yang sangat berat bagi Reinherz, status Crowd Control [Fear].
Zrrraaasssshhhh....
“Ini adalah latihan kamu selanjutnya, kamu harus melawan rasa takut dari lawanmu” bilang Baron Raven.
“kkuuuhhhh...., sialan”
Badan Reinherz mulai keluar keringat dingin, jantung Reinherz berdetak dengan sangat kencang, Reinherz bahkan tidak berkutik sedikit pun karena badan Reinherz terasa lemas, baru pertama kali ini Reinherz merasakan ketakutan yang sangat luar biasa.
Baron Raven kemudian menyudahinya untuk sejenak dulu.
“ha... ha... ha...., sialan...., aku seperti ingin mati” bilang Reinherz dengan nafas yang berat.
“Dasar..., baru segini saja kau sudah lemas, bersiaplah ayah akan melakukannya lagi!”.
“APA?!”.
Zrrraaaassshhhh.....
Baron Raven pun memulainya lagi, Reinherz menjadi terasa tersiksa secara mental maupun fisik.
“uuuurrrgggghhhh......, sialan” bilang Reinherz.
Pelatihan Mental adalah yang paling penting dalam menghadapi musuh yang kuat, efek dari Crown Control [Fear] adalah salah satu yang paling berbahaya, ketika merasa ketakutan oleh musuh, musuh akan sangat cepat membunuh, karena pergerakan akan menjadi kaku ketika terkena efek [Fear], jika mental tidak dilatih, yang terjadi adalah musuh akan dengan cepat membunuh.
Baron Raven menerapkan latihan ini karena dia telah menghadapi musuh yang sangat kuat, bahkan melebihi dia, tapi ketika mental sudah kuat, yang akan dilakukan adalah mencari celah untuk mengalahkan musuh, bukan melarikan diri karena ketakutan atau berdiam diri sampai di bunuh oleh musuh.
----------------------------------------------------------
Skill Dictionary.
Name: Fear
Type: Crown Control
Description: jika musuh terkena efek [Fear], musuh akan menjadi tidak berkutik, badan mereka menjadi kaku dan bahkan tidak bisa bergerak sedikit pun, skill ini juga bisa membuat musuh melarikan diri.