
Bbbrraaakkkk.....
Suara pintu Guild terbentur keras, semuanya melihat sosok seseorang yang masih sama-samar karena ditutupi debu dari luar.
“REINHERZ!!!!!” teriak sosok tersebut.
Kebanyakan para Adventure mengenali suara tersebut terutama Lady Lizbeth dan Reinherz, sosok tersebut adalah Baron Raven, dia telah menyelesaikan semua tugasnya hari ini, Baron Raven dengan sangat cepat menyelesaikan demi bertemu Reinherz yang sudah siuman.
Lady Lizbeth yang mendengar suaminya berteriak, membuat Lady Lizbeth menjadi kesal karena malu dan berisik, Lady Lizbeth kemudian menendang Baron Raven.
“Aaarrrggkkkk....”
Baron Raven pun terpental karena di tendang Lady Lizbeth, Lady Lizbeth kemudian menghampiri Baron Raven.
“Dasar...., bisakah kau tidak membuat keributan di Guild ku” bilang Lady Lizbeth
“Hahaha...., maafkan aku istriku” bilang Baron Raven sambil mengusap-ngusap kepalanya.
Setelah di marahi istrinya tatapan Baron Raven tertuju ke Reinherz, Reinherz kemudian menghampiri ayahnya yang masih dalam posisi belum berdiri.
“Ayah?” bilang Reinherz yang penasaran
Baron Raven kemudian berdiri dan menatap Reinherz sambil tersenyum.
“Kemarilah nak”
Reinherz yang melihatnya langsung menghampiri ayahnya, Baron Raven kemudian memeluk Reinherz dan mengendongnya.
“Bagaimana keadaan mu sekarang?” tanya Baron Raven.
“tubuh ku terasa menjadi lebih ringan ayah”
“ahahaha...., bagus lah kalau begitu”
“hehehe...., ini semua berkat semuanya”.
Reinherz tidak mempunyai dendam sama ayahnya sama sekali setelah menyiksa dirinya, karena Reinherz sudah merasakan manfaatnya, Reinherz sudah pulih lebih dari cukup, semua ini berkat kakaknya yan merawatnya.
Baron Raven sudah mempunyai waktu luang, dia ingin menikmati waktu luangnya bersama keluarga, begitu pun dengan Lady Lizbeth yang senang melihat anaknya suda pulih.
“Ah..., bagaimana kalau kita pergi ke kafe?” tanya Baron Raven ke Lady Lizbeth dan Reinherz.
“sepertinya ide bagus, kita bisa bersantai sambil duduk di luar menikmati suasana kota” bilang Lady Lizbeth.
“Sebenarnya apa itu kafe?” tanya Reinherz.
Baron Raven dan Lady Lizbeth baru ingat kalau anaknya belum pernah ke dunia luar, dia hanya melihat suasana Kota Phantom Harlow, tapi tidak dengan apa yang ada di kota, pengetahuan Reinherz untuk ilmu umum masih sedikit.
“kafe adalah tempat untuk minum-minum dan makan bersama teman atau keluarga, apakah kau tertarik?” bilang Lady Lizbeth.
“Kalau begitu aku ingin ke kafe ibu” jawab Reinherz.
“baiklah kalau begitu, kalau begitu ayah cari tempat kafe yang pemandangannya bagus” bilang Baron Raven.
“Yaaaaayyyy....” bilang Reinherz yang kegirangan.
Baron Raven kemudian melihat Elron, Baron Raven tidak mau terlihat mencolok di mata publik membawa pelayan, jadi Baron Raven menyuruh Elron untuk melakukn sesuatu.
“Elron” bilang Baron Raven.
“Yes Sir” jawab Elron.
“Kau tidak perlu ikut kami”
“Apakah anda yakin? Bagimana kalau terjadi sesuatu?” tanya Elron
“ahaha....., tidak perlu khawatir selagi masih ada aku semuanya akan aman” jawab Baron Raven
Baron Raven kemudian tersenyum sambil melihat anak dan istrinya
“lagipula..., aku hanya ingin menikmati waktu ku bersama keluarga ku”
“Baiklah Sir”
“Ah..., satu hal lagi, bilang ke yang lainnya untuk menyusul, Reed sebentar lagi akan tiba, dan untuk kafenya suruh mereka cari sendiri, ahahahaha....”
“*haaa...*\, Baiklah Sir”.
Setelah tuannya memberikan perintah, Elron pun pergi dengan cepat untuk menyampaikan pesan untuk ke anak Baron Raven yang lain.
Setelah Elron berangkat, Baron Raven bersama Reinherz dan Lady Lizbeth pergi mencari kafe untuk mereka bersantai sambil makan dan minum.
Ketika mencari kafe, Reinherz yang tidak tau apa-apa mulai banyak bertanya ke ibu dan ayahnya, tentang berbagai macam tempat mulai dari tempat membeli pakaian, pasar, restoran, dan yang lain-lain, Baron Raven dan Lady Lizbeth melihat Reinherz punya rasa penasaran yang sangat tinggi, Baron Raven dan Lady Lizbeth semakin penasaran anaknya menjadi apa dimasa depan.
Setiap mereka berjalan banyak orang yang menyapa Baron Raven dan Lady Lizbeth, Baron Raven dan Lady Lizbeth juga mulai memperkenalkan anaknya ke penduduk Phantom Harlow, Reinherz melihat semua orang yang menyapa ayah dan ibunya sangat ramah dan senyum, tidak memandang ras elf atau manusia dan yang lainnya, mereka semua hormat dengan Baron Raven dan Lady Lizbeth.
Setelah berputar-putar kota Phantom Harlow akhirnya mereka menemukan tempat yang cocok untuk mereka bersantai, Lady Lizbeth memilih untuk duduk di teras kafe, dengan spot pemandangan kota Phantom Harlow yang cukup bagus.
Setelah memilih tempat duduk, mereka pun duduk dengan santai tanpa mengganggu pelanggan yang lain, berbeda dengan para bangsawan pada umumnya, Baron Raven dan Lady Lizbeth tidak pernah memakai pakaian yang bagus seperti dipakai sama bangsawan lain, mereka berpakaian layaknya penduduk pada umumnya, jadi tidak terlihat mencolok di mata publik.
Reinherz duduk bersama Lady Lizbeth, sedangkan Baron Raven duduk berlawan sama Reinherz dan Lady Lizbeth.
“Kamu mau apa nak?” tanya Lady Lizbeth.
“Ahhh..., aku bigung sekali ibu, aku tidak pernah kesini sebelumnya, apakah makanan disini enak” bilang Reinherz.
“hehehe..., benar kata ayah mu semua makanan disini sangat enak, bahkan mungkin lebih enak dari pada di rumah”
“eeeemmmmm...., baiklah kalau begitu” bilang Reinherz yang sedikit ragu.
Reinherz kemudian memilih-milih menu yang ada di buku menu, kemudian mata Reinherz tertuju ke salah satu makanan desert yang belum dia makan, Reinherz melihat makanan dengan bulat-bulat yang di tumpuk dengan berbagai macam buah dan selai, yaitu Ice Cream Parfait, Reinherz yang penasaran langsung bertanya ke ibunya.
“Ibu..., Ice Cream Parfait bagaimana rasanya?” bilang Reinherz sambil menunjuk ke buku menu.
“Kau mau itu?, Ice Cream parfait memiliki rasa manis dan juga dingin karena dari es, dan kalau kamu mau ini sangat cocok di makan di siang hari” bilang Lady Lizbeth
“Iya aku mau ibu” jawab Reinherz dengan semangat.
“Baiklah ibu akan pesan”
Lady Lizbeth kemudian bertanya ke Baron Raven yang belum memilih menu.
“Raven kamu mau apa?” tanya Lady Lizbeth ke Baron Raven.
“Ahh..., aku minta susu dingin saja”
“Baiklah”
Kemudian setelah semuanya telah memilih menu, Lady Lizbeth memanggil pelayan dan memesan pesanan mereka bertiga, Baron Raven memesan susu dingin, Reinherz memesan ice cream parfait, Lady Lizbeth jus buah.
Setelah memberikan pesanan pelayan pun pergi, kemudian mereka bertiga mulai melakukan percakapan lagi, tak lama kemudian Reed datang ke kafe, Reed duduk di meja sebelah Baron Raven, Lady Lizbeth dan Reinherz.
“Kakak Reed...” bilang Reinherz yang melihat Reed
“Hahaha...., sepertinya kau sudah pulih Rein” bilang Reed sambil tersenyum ke Reinherz.
“Reed.., sepertinya kau datang sendiri” bilang Baron Raven
“Ya setelah baru sampai ke kota\, aku tak sengaja bertemu langsung sama Elron\, dia menyampaikan dengan cepat dan cepat pergi juga\, *haaa....*\, padahal aku kaptennya” bilang Reed.
“hahahah!!!..., kau harus mempunyai wibawa lebih Reed.” Bilang Baron Raven sambil tertawa kecil.
“*hhaaa....*\, tapi ya sudahlah” keluh Reed.
“bagaimana misi mu kali ini?” tanya Lady Lizbeth.
“Seperti biasa tidak ada masalah yang serius, tapi entah kenapa monster di tempat menambang kali ini bertambah dan ranknya naik” jawab Reed.
“tapi apakah kau sudah menemukan bahan mentahnya bersama Zeke?” bilang Lady Lizbeth.
“Ya kami sudah mendapatkan bahan yang cukup untuk membuatkan Reinherz Dagger of Moonlight Stone, seperti biasa dibutuhkan beberapa minggu atau sebulan untuk menghasilkan yang terbaik.” Jawab Reed.
“Baguslah kalau begitu kita tinggal tunggu saja hasil, semua Reinherz suka” bilang Lady Lizbeth sambil mengelus-gelus kepala Reinherz.
“Aku harap juga begitu, semoga Reinherz menyukainya, hehehe” bilang Reed.
“Apakah kau sudah memesan sesuatu Reed?” tanya Baron Raven.
“Oh..!, aku lupa untuk memesan” jawab Reed.
Reed kemudian memesan makanan dan minuman setelah beberapa hari tidak makan yang enak.
Tak lama kemudian Chealsea dan Avianna datang secara bersamaan, dan ketika datang mereka langsung duduk di meja yang sama bersama Reed.
“Akhirnya semuanya bisa berkumpul besama lagi” bilang Lady Lizbeth.
“Ya.., aku juga merindukan moment ini, lagi pula ini seperti menjadi perayaan setelah Reinherz membangkitkan Mana Circulation miliknya” bilang Avianna.
“dan juga sebagai perayaan Reinherz telah sembuh, juga Reinherz bisa melihat kota Phantom Harlow untuk yang pertama kali setelah 5 tahun” bilang Chealsea.
“*haaa...*\, sepertinya kalian terlalu bersamangat\, lagian kita adalah keluarga jadi kita harus mendukung dan peduli dengan sesama” bilang Baron Raven sambil tersenyum.
“apakah kalian sudah memesan sesuatu?, Chealsea, Avianna?” tanya Reed.
“Ahhh..., iya aku lupa..., aku juga ingin sesuatu yang manis” bilang Avianna.
“Aku pesan Pancake Coklat saja” bilang Chealsea.
Chealsea dan Avianna pun memesan makanan dan minuman mereka.
Reinherz yang dari tadi tidak berkata apa-apa hanya melihat ayah, ibu dan kakak-kakaknya saling berbicara dengan penuh senyum dan kehangatan, membuat Reinherz menjadi bahagia, tak hanya Reinherz atau orang-orang yang melihat kesederhanaan dan kehangatan keluarga Itzbal, membuat mereka yang melihatnya bahagia dengan kehangatan ketika mereka berkumpul.
Tak lama pesanan Reinherz, Baron Raven dan Lady Lizbeth telah datang duluan karena mereka memesan duluan, Reinherz yang melihat ice cream parfait yang bertumpuk besar membuat Reinherz ingin sekali memakanan, Reinherz kemudian mengambil sendok dan mengambil ice cream parfait miliknya sedikit untuk mencobanya, ketika Reinherz mencobanya Reinherz sudah ketagihan dengan rasa yang manis dan juga dingin.
“eeeeemmmm....., ini enak sekali” bilang Reinherz sambil menunjukan ekpresi terkejut.
“heheheh...., enak sekali kan...” bilang Lady Lizbeth
“Iya ibu, enak sekali manis dan dingin” bilang Reinherz.
“Makannya hati-hati Rein” bilang Baron Raven.
“hehehe..., imut sekali adik ku” bilang Aviann dan Chealsea dalam hati.
Reinherz pun memakan ice cream miliknya dengan perlahan-lahan sambil menikmatinya, tak lama kemudian pesanan Reed datang, disusul juga dengan Avianna dan Chealsea.
Mereka sekeluarga menikmati momen yang sudah lama mereka inginkan, yaitu berkumpul bersama-sama menikmati hidangan dan mengobrol.
Tapi setelah mereka berkumpul, perpisahan tidak bisa di pungkiri lagi, Reed dan Avianna akan pergi ke Ibu kota, Chealsea akan mulai sibuk lagi dengan penelitian miliknya, Baron Raven sibuk dengan urusan sebagai penguasa kota, Lady Lizbeth akan menghabiskan waktunya mengajari Reinherz, dan juga latihan Reinherz sebagai seorang Hunter akan dimulai........