Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 80: Go To The Mine



3 hari kemudian....


Tap..


Tap..


Reinherz berjalan menuju rumah Zeke, Reinherz ingin menepati janjinya ke Zeke untuk belajar tentang Blacksmith, Reinherz membawa tas dengan berisikan kebutuhan dia selama beberapa hari, Reinherz di beritahu Zeke untuk mempersiapkan barang – barang untuk dia bawa di perjalanan mereka.


Reinherz pun sampai di depan pintu rumah Zeke, ketika Reinherz ingin mengetuk pintu, Reinherz pun mendengar Zeke sedang berbicara dengan seorang pria, suara pria tersebut sangat tak asing bagi Reinherz, suara tersebut adalah suara kakaknya, Reed.


“Sepertinya kakak Reed sedang ada urusan dengan paman Zeke, sebaiknya aku tunggu saja sampai selesai, aku tidak enak menggangu” bilang Reinherz.


Reinherz pun berjalan mundur dari pintu rumah Zeke dan menunggu sampai mereka selesai.


Beberapa saat kemudian...


Ccrreeaakk...


Suara pintu terbuka, Reinherz yang sedang bersantai duduk di depan rumah Zeke mendengar pintu terbuka langsung melihat ke arah pintu, Reinherz melihat kakaknya keluar dari rumah Zeke.


“oohhh... Reinherz..., sepertinya kamu sudah siap” bilang Reed


“ya.. , paman Zeke memberitahuku untuk membawa barang – barang untuk aku bawa selama perjalanan” bilang Reinherz.


“sepertinya adikku yang kecil sangat menarik, kuharap telingamu tidak sakit karena omelan paman Zeke, hahahah” bilang Reed sambil tertawa kecil.


Tap..


Tap..


Reed dan Reinherz mendengar suara kaki melangkah ke arah mereka dari dalam, dia adalah Zeke.


“Sial.. Reed..., apa kamu fikir aku adalah orang yang menyebalkan” bilang Zeke yang kesal.


“sudah berapa tahun aku mengenal mu paman, kamu adalah orang menyebalkan yang aku pernah kenal seumur hidup ku, hahaha” bilang Reed sambil tertawa bercanda.


“aarrgghh..., anak kurang ajar” bilang Zeke yang sedikit kesal.


Reed tiba – tiba maju ke depan kemudian menghadap ke Zeke, Reed kemudian membungkukan badannya ke Zeke.


“paman Zeke mohon bimbingan untuk adikku” bilang Reed sambil membungkukan badannya.


Zeke yang melihat Reed seperti itu Zeke kaget, Zeke tidak percaya Reed akan melakukan sesuatu yang tidak terduga, Zeke melihat Reed berharap adiknya Reinherz bisa menjadi sesuatu di masa depan, Reed yang selalu membuatnya kesal ternyata mempunyai sisi baik jika menyangkut keluarganya.


“aaarrgghh.., sudah.. sudah.., jika ada orang yang lewat akan menjadi sangat merepotkan” bilang Zeke.


Reed kemudian kembali menegakkan badannya lagi, kemudian tersenyum ke Zeke.


“kalau paman Zeke adalah guru Reinherz aku percaya, karena kamu Blacksmith terbaik yang pernah ku kenal” bilang Reed sambil tersenyum.


“uugghh..., tidak ku sangka kamu memujiku berlebihan, kuharap kamu melakukan ini setiap kamu bertemu dengan ku bocah..” bilang Zeke ke Reed.


“ahahaha..., urusan keluarga dan urusan bisnis adalah urusan yang berbeda paman” bilang Reed yang tertawa bercanda.


“Dasar..., bocah menyebalkan” bilang Zeke yang kesal.


Reed mengetahui sudah waktunya dia pergi, Reed kemudian berjalan ke Reinherz kemudian memegang kepala Reinherz.


“Kuharap kamu berhasil Reinherz” bilang Reed.


Reed kemudian langsung pergi menggunakan kuda miliknya, Reed pun melambaikan tangannya sampai akhirnya dia menghilang.


“Dasar..., bocah sialan.., dia selalu merepotkan ku” bilang paman Zeke yang mengeluh.


“uumm.., paman Zeke?, apa kalian bicarakan didalam tadi” Reinherz yang penasaran.


“*haa..*\, dia ingin membuat senjata dengan material miliknya\, akan tetapi aku tidak bisa membuatnya karena butuh Blacksmith khusus untuk membuat senjata yang dia mau” bilang Zeke.


“emang kakak Reed ingin membuat senjata seperti apa?”


“sepertinya sudah..”


“baiklah tunggu sebentar, aku juga akan bersiap – siap pergi, sebelum itu kamu ambil kereta barang ku yang berada di samping kandang kambing milik ku, dan taruh di depan rumah ku, biar aku yang mengurus kambing - kambingnya” bilang Zeke.


“baiklah paman”


“kalau begitu aku masuk dulu untuk mempersiapkan barang – barang ku”


Zeke masuk kedalam rumahnya untuk mempersiapkan perlengkapan yang akan dia bawa, sementara Reinherz langsung melakukan tugasnya sambil menunggu Zeke keluar.


30 menit kemudian....


Tap..


Tap..


Zeke berjalan keluar dari rumahnya sambil membawa barang bawaannya dan langsung menghampiri Reinherz, Reinherz sudah menempatkan kereta kedepan kandang kambing, kereta tersebut cukup lumayan besar sebagai kereta barang, kereta tersebut kayu berlapis besi, begitu pun roda – rodanya, agar tidak licin ada gerigi – gerigi kecil di rodanya, dan tali kemudinya sekitar ada empat ekor total hewan yang bisa mendorong keretanya.


“ho.., sepertinya kamu kuat juga nak, tak heran kamu adalah seorang Lyx” bilang Zeke.


“ahahaha..., semua ini aku bisa melakukannya karena sering melatih otot – otot ku” bilang Reinherz sambil tertawa kecil.


“baiklah kalau begitu, masukan barang – barang ku ke kereta, aku akan mengurus kambing – kambingnya”.


“baik paman”


Reinherz kemudian membantu Zeke menaikan barang – barang miliknya, Zeke kemudian mengeluarkan kambing – kambing miliknya, kambing milik Zeke tak lain adalah kambing durin atau kambing perang, mereka sangat kuat dan kokoh jika dibandingkan kuda, bagi Dwarf kambing durin adalah kendaran terbaik mereka karena ukurannya yang sedang bisa dinaikan sama Dwarf.


Tak lama kemudian kereta pun sudah siap dikendarai, Zeke menyusun empat kambing untuk mendorong kereta milik mereka.


“naik kebelakang bocah, kita akan berangkat” bilang Zeke.


“baiklah”


Reinherz kemudian naik ke belakang, Reinherz pun duduk dibelakang.


“apakah kamu sudah siap Reinherz?” tanya Zeke.


“ya.., aku sudah siap paman” jawab Reinherz.


“baiklah kalau begitu kita langsung berangkat, hap...”


Plak...


Zeke memecut kambing miliknya dengan tali kemudi yang dia pegang, kambing miliknya pun berjalan.


Tap..


Creak...


Reinherz tidak di beritahu dia akan pergi kemana, Reinherz yang penasaran pun langsung bertanya ke Zeke sambil menikmati perjalanan mereka.


“ngomong – ngomong paman..., kita mau pergi kemana?” tanya Reinherz yang penasaran.


“kita akan pergi ke sebuah tambang di arah timur laut” bilang Zeke.


“Huh..?!, lalu hubungannya apa aku belajar tentang Blacksmith kalau aku harus ke tambang”


“Dasar.., diam saja dulu dan lakukan apa yang aku katakan, ini adalah hal yang harus kamu lakukan jika ingin menjadi seorang Blacksmith, tambang yang akan kita jumpai adalah tambang yang cukup berbahaya, letak tambang tersebut berada di dekat gunung, tambang yang kita akan kunjungi adalah tambang Haroldene Cliff” bilang Zeke.


“kenapa tambang tersebut sangat berbahaya?, apakah jalanannya yang terjal?, atau di tambang tersebut banyak jebakan atau jalan di tambang sangat berbahaya” tanya Reinherz yang berbahaya.


“*haa...*\, kamu banyak bertanya...\, sebenarnya kenapa aku memilih tambang ini karena tambang ini adalah tambang yang cocok untuk mu\, dan kamu sudah tidak lama keluar kan?\, pastikan kamu tidak mati\, ahahaha...” bilang Zeke sambil tertawa.


“*haa..* Dasar...\, apa yang paman fikirkan\, aku harap tidak ada sesuatu yang merepotkan terjadi di sana” bilang Reinherz sambil menghela