Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 33: The Golden Assassins



Benang-benang biru yang menyala dengan Aura Mana berwarna biru menghiasi malam didesa, pemandangan itu sangat indah jika dilihat semata, akan tetapi [Aura Spider Trap Formation] adalah formasi untuk mengurung musuh, salah satu cara keluar dari [Aura Spider Trap Formation] adalah dengan memotong benangnya dengan Aura Mana yang lebih kuat, atau membunuh penggunanya untuk menghilangkan Aura Mana di benang kemudian memotongnya, akan tetapi para bandit tidak bisa memakai Aura Mana, jadi dari sejak awal pertempuran, para bandit sudah tidak bisa menang.


“Kau hanya omong kosong belaka, akan ku bunuh kalian semua” bilang pemimpin pasukan bandit.


“Majulah!” bilang Zerith dengan sombongnya.


“Serang.... ****** itu..!” teriak pemimpin pasukan bandit.


Bandit pun mulai menyerang, akan tetapi dengan tenangnya Zerith hanya diam ditempat, para bandit yang melihatnya Zerith, berfikir kalau Zerith sudah kelelahan karena telah bertarung dengan pemimpin mereka, para bandit pun langsung menyerang.


Zerith yang melihat para bandit datang ke arahnya untuk menyerang, Zerith dengan tenang mengalirkan Aura Mana miliknya ke pedang yang dipakainya, Aura Mana milik Zerith berwarna hijau seperti daun muda yang indah, seketika disekitar Zerith berhembus angin yang berkumpul di sekitar pedangnya.


“[Weapon Enchant, Whirlwind]” bilang Zerith.


Zerith kemudian mengangkat pedangnya ke atas kemudian mengunuskan pedangnya kedepan, dari pedangnya keluar Aura Mana dengan Elemental Angin yang sangat tajam dan cepat menyerang para bandit.


Sllaaassshhh....


Slllaaasshh.....


Whooossshhhh....


Whhooossshhh....


Para bandit yang melihatnya tidak bisa menghindar, karena tebasan angin milik Zerith sangat cepat.


Zrrrraaasshhh...


Zrrraaasshhh....


“Aaaarrrrrggghhhh.....!!!!” teriakan para bandit.


5 bandit pun mati seketika, pemimpin pasukan bandit yang melihat kekuatan Zerith menjadi ketakutan, semua bandit yang tersisa pun menjadi gemetaran, Zerith dan dua anggota Night Hawk melihat para bandit dengan tatapan yang tajam.


“Bunuh mereka semua” perintah Zerith ke dua anggota Night Hawk.


“Yes.. Captain” bilang dua anggota Night Hawk dengan serentak.


Whhhooosssshhhh.....


Dua anggota Night Hawk melaju dengan cepat menggunakan Aura Mana, senjata mereka dilapisi Aura Mana [Weapon Enchant].


Srrrriiinnnggg.... Srrriiiinnngggg....


Zrrraassshhhh... Zrrrraaassshh....


Bandit yang tersisa mati satu persatu, tidak ada tempat untuk melarikan diri, satu bandit mencoba melarikan diri keluar dari [Aura Spider Trap Formation], dia mencoba untuk memotong benang yang dilapisi Aura Mana, akan tetapi usahanya sia-sia, pedang yang dia pakai terpotong halus seperti kertas, menjadi kebalikan benang yang menjadi pedang sedangkan pedang menjadi seperti kertas yang mudah dipotong, dia pun bergetaran tidak mau mati, akan tetapi satu anggota Night Hawk melihatnya dan menebasnya.


Pertempuran ini bukan menjadi sebuah pertempuran, melainkan sebuah pembantaian, pemimpin pasukan bandit melihat Zerith dan dua anggota Night Hawk lainnya tidak terluka bahkan kelelahan sama sekali.


Tap.... tap... tap...


Zerith maju perlahan-lahan ke pemimpin pasukan bandit, Zerith berjalan tanpa mengkhawatirkan sekitarnya sama sekali, ketika sampai didepan pemimpin pasukan bandit, Zerith meletakan pedangnya di leher pemimpin pasukan bandit yang tidak berdaya.


“Apa kata-kata terakhir mu?” bilang Zerith dengan nada mengancam.


“Dasar..... ******!” bilang pemimpin Pasukan bandit sambil tersenyum.


“Cih...., dasar bajingan..”


Tanpa berfikir panjang Zerith langsung menebas kepala pemimpin pasukan bandit, sisa-sisa bandit yang melihatnya meminta menyerahkan diri, akan tetapi Zerith memerintahkan untuk membunuh semuanya agar tidak ada lagi kejahatan yang datang ke desa ini lagi.


Beberapa menit kemudian.....


Mayat para bandit berserakan dimana-mana, tidak ada satu bandit yang tersisa sama sekali, semua di bantai habis. Dan [Aura Spider Trap Formation] di lepas.


“Haaaaa......, akhirnya selesai” bilan Avianna.


“hehehe..., kau menjaga dengan baik shelternya Lady Avianna” bilang Zerith.


“ya..., walaupun aku harus menghadapi dua bandit yang datang, tapi mereka tidak ada tandingannya buat ku” bilang Avianna dengan bangganya.


“hehehe bagus kalau begitu”.


Avianna pun teringat ada yang kurang, dia belum melihat kakaknya Reed kembali dari penyerangan markas bandit The Grey.


“Oh...!, apakah kakak Reed baik-baik saja?” bilang Avianna yang khawatir.


“Ah...., aku lupa juga dengan Reed.., tapi tenang saja Lady, kakak mu sangat kuat” bilang Zerith.


“mmmm..., baiklah”


Zerith kemudian melihat dua anggota Night Hawk.


“Kalian jaga Lady Avianna disini, aku akan menyusul Reed” bilang Zerith.


“Baik Captain” bilang dua anggota Night Hawk.


“Lady Avianna...., saya akan pergi menyusul kakak anda, jadi anda jangan pergi kemana-kemana” bilang Zerith ke Avianna.


“tapi aku ingin ikut” bilang Avianna.


“anda ada baiklah disini saja dan menolong para warga didesa, dan dua anggota Night Hawk akan menjaga anda, jadi anda tidak perlu khawatir” bilang Zerith.


“Baiklah...”


“Bagus kalau begitu, saya langsung pergi” bilang Zerith.


Zerith langsung pergi dengan cepat, malam yang gelap membuat Zerith menjadi menghilang lebih cepat, dan Zerith berharap Reed tidak mendapatkan kesusahan melawan para bandit.


------------------------------------------------------------------------


Didalam markas bandit The Grey.....


Didalam ruangan yang cukup besar, bos bandit duduk bersama dengan dua orang tangan kanannya sambil menyantap makanan dengan rakusnya. Satu orang duduk dengan tombak disampingnya dan satu orang lagi duduk dengan kapak yang sangat besar, kekuatan mereka seperti Warrior Class yang tinggi.


Tak lama datang seorang bawahan mereka membawa kan pesan.


Crreeaaakkk....


“bos...., semua upeti di area selatan telah kami kumpulkan” bilang bandit.


“AHAHAHAH.....!, hari ini kita panen besar...” bilang bos bandit sambil tertawa senang.


“Benar bos besar...., hari ini aku juga ingin bermain dengan wanita lagi HAHAHAHAH....” bilang pria pemegang tombak.


“Bos...., aku butuh senjata baru lagi, lihatlah senjataku sudah mulai tumpul, aku ingin bisa menebas orang dengan sekali tebasan, rasanya nikmat membunuh orang hehehehe” bilang pemegang kapak


“AHAHAHAHA....!, semua akan aku kabulkan permintaan kalian berdua karena kalian telah loyal kepada ku” bilang bos bandit.


“Hehehehe...!, terima kasih bos ku” bilang pemegang tombak.


“Kalau sudah selesai, pergilah dasar sialan ahahahah...” bilang bos bandit.


“ba.. baiklah bos..” bilang bandit sambil sedikit ketakutan.


Kemudian bandit bawahannya pun pergi keluar ruangan dengan menutup pintu.


Crreeeaaakkkk.....


Bbrraaakkk....


Ketika pintu ruangan bos tertutup rapat, ada suara orang yang mereka tidak kenal sama sekali.


“Hooo....., Sepertinya kalian cukup senang hari ini” bilang sosok misterius tersebut.


Mereka pun bereaksi dengan suara tersebut, sang pemegang kapak mengambil belati yang ada didekatnya dan melempar ke sumber suara tersebut.


Wwwhhhhooossshhhh.......


Zzzeeeebbbbb.....


“siapa kau?, tunjukan dirimu dasar pengecut” bilang pemegang kapak.


Obor yang berada di ruangan menerangi ke arah pintu, dan di pintu terlihat sosok seorang pemuda yang bersender di tembok sebelah pintu, disamping dia ada belati yang dilempar oleh pemegang kapak, dan pemuda itu tak lain adalah Reed.


Bos bandit dan dua tangan kanannya langsung berdiri dan mengambil senjata mereka, bos bandit mengambil pedang miliknya, pemegang tombak memakai tombak miliknya dan pemegang kapak memakai kapak milik, dan mereka mengarahkan senjata mereka ke Reed.


“wow.... wow..., santai-santai kalian terlalu terburu-buru” bilang Reed dengan nada menghina.


Pemegang tombak tanpa basa-basi langsung menyerang Reed dengan cepat.


Whhhhooossshhhhh.....


Duuuaaarrr.....


Serangan kapaknya sangat kuat hingga membuat lantai hancur, akan tetapi Reed menghindar serangan pemegang kapak dengan mudahnya.


“Siapa kau sebenarnya dasar bajingan?!” bilang pemegang kapak dengan nada kesal.


“Huh?!, harus kah aku memberitahu aku ke orang yang akan mati?” bilang Reed dengan nada menghina.


“BAJINGAN....!!!!”


Pemegang kapak marah dan dia mengayunkan kapaknya dengan brutal.


Wwwwhhhooossshhhh...


Whhhooossshhhhh....


Duuuuaaarrrrr....


Duuaaaarrrr.......


Akan tetapi serangan kapak miliknya tidak mengenai Reed sama sekali, Reed menghindar tanpa menangkis serangan kapak miliknya.


“Cih...., Dasar bodoh begitu saja kau tidak kena sama sekali, bos izinkan aku untuk bergabung” bilang pemegang tombak.


“Ya silahkan.., bunuh orang yang berani masuk kedalam ruangan ku, jangan biarkan dia mati dengan mudah HAHAHAHAAH....” bilang bos bandit.


Wwwhhhoooossshhhh....


Whhhhoooossshhhh....


“Cihhh..., sialan” bilang Reed


Reed hampir terkena tombak milik pemegang tombak dan terkena luka goresan di pipinya, Reed kemudian mundur menjauh dari mereka berdua, pipi Reed berdarah sedikit dan Reed langsung mengusapnya.


“kekekek..., aku tidak akan membiarkan mu mati dengan mudah” bilang pemegang tombak.


“Cihh...., jangan menggangu ku bajingan, kau mengambil mangsa ku” bilang pemegang kapak.


“Huh?!, apa yang kau tahu dari tadi kau tidak sama sekali memberikan luka?”


“*haaa...*\, baiklah kau tahu kan apa yang harus kau lakukan?”


“Ya”


Reed melihat mereka berdebat kemudian seketika mereka diam sebentar, kemudian melihat Reed dan...


Whhhhooosshhhhh....


Dduuuaaarrrr....


Pemegang tombak dan pemegang kapak menyerang secara bersaman, Reed berhasil menghindar, akan tetapi tidak ada ampun bagi Reed, mereka terus menyerang Reed tanpa ampun, dan Reed menghindar serangan mereka.


“AHAHAHA......, kau tidak akan bisa terus menghindar dasar bajingan!” teriak pemegang kapak.


Whhhhhooossshhhh....


Duuuaarrrr...


Duuaarrr....


Reed terus menghindar terus menerus, akan tetapi sudah saatnya Reed berhenti bermain dengan mereka.


“haaa....., haruskah aku akhiri segera” bilang Reed dengan nada pelan.


Wwwhhhooosshhhh...


Duuuaarrrr.....


Pemegang tombak dan pemegang kapak tidak bisa menggerakan senjata mereka, dan ternyata Reed menahan senjata mereka, mereka tidak bisa menarik kembali senjata mereka, bahkan Reed tidak bergerak satu cm pun saat mereka berusaha menarik senjata mereka.


“Bajingan apa yang kau lakukan?!” bilang pemegang tombak.


“Kenapa kalian kaget?, padahal kalian tadi percaya diri” bilang Reed dengan santainya.


“hoooo...., baiklah jika kamu mau kami akan serius” bilang pemegang kapak.


Ssssshhhaaaaa......


Tiba-tiba Reed merasakan kekuatan mereka meningkat, kemudian pemegang tombak dan pemegang kapak memukul Reed dengan cepat.


Wwwhhhooossshhhh....


Brrraaakkk.....


Reed terkena pukulan dan terpental jauh hingga terbentur dengan tembok, mulut Reed mengeluarkan darah, kemudian Reed melihat mereka.


“Cihh...., ternyata kalian menyembunyikan kartu turf kalian” bilang Reed.


Pemegang tombak dan pemegang kapak ternyata menggunakan Aura Mana, Pemegang tombak dan pemegang kapak mengeluarkan Aura Mana yang sama yaitu berwarna merah.


Wwwhhoooossshhh....


Whhoosshh....


Duaaarrr....


Serang pemegang tombak dan pemegang tombak menjadi sangat cepat dan lebih kuat, mereka menggunakan [Weapon Enchant] untuk menghasilkan serangan yang lebih kuat.


Whhhooosshhh....


Whhoosshhh...


Duuaarrr...


Serangan mereka menjadi sangat brutal dan kuat sampai Reed harus menangkis serangan mereka dengan tangan Reed, akan tetapi Reed tidak bisa berlama-lama lagi, dan Reed pada akhirnya harus menggunakan setengah kekuatannya.


Whhhoosshhh....


Duuuaarrr....


Kedua kalinya pemegang tombak dan pemegang kapak tidak bisa menggerakan senjata mereka lagi, mereka berusaha menggunakan kekuatan Aura Mana mereka ke tingkat maksimal mereka akan tetapi tidak bisa.


“Bajingan apa lagi yang kau....”


Belum pemegang kapak menyelesaikan kalimatnya, Reed dengan cepat melesat ke arah mereka.


Whhhhooossshhh....


Bbbrraaakkkk.....


Reed mereka dengan kuat tepat di muka mereka, pemegang tombak dan pemegang kapak pun terpental jauh.


“aaaarrrgghhhh.... kurang ajar kau bajingan, akan aku bunuh kau..” teriak pemegang tombak.


Ketika pemegang tombak dan pemegang kapak masih duduk setelah dipukul jatuh, mereka merasakan Aura membunuh yang sangat kuat, bahkan bos mereka merasakannya juga, kaki mereka bergemetar, seluruh badan mereka tidak bisa bergerak sama sekali, mereka terkenal efek [Fear].


Zrrrraaaaaaaahhhhhh.....


Kemudian mereka melihat ke arah Reed, Mereka melihat Aura Mana berwarna emas seperti emas murni yang sangat berkilau mengelilingi Reed, terlepas dari indah Warna Aura Mana milik Reed, Aura Mana miliknya sangatlah kuat, Reed mengaktifkan Aura Mana miliknya berserta dengan Crown Control [Fear] miliknya, Reed kemudian menatap mereka bertiga dengan tatapan yang sangat tajam.


“Kau tadi bilang ingin tahu siapa aku?, aku akan memberitahu kalian sebelum mati, orang-orang didunia bawah menyebut ku dengan julukan “The Golden Assassins” ”.