
“*haa..*\, sepertinya jalan mu masih sangat.. sangat.. panjang nak” bilang Baron Raven sambil menatap anaknya yang tergeletak di tanah.
Reinherz tergeletak di tanah terkena pukulan telat ayahnya.
“aaarrgghhh..., sial...” bilang Reinherz yang kesal dan juga sakit.
“dasar..., kamu masih banyak yang harus dipelajari, ayah akui kecepatan mu meningkat setelah mendapatkan kekuatan dari Lyx, akan tetapi kekuatan serangan milik mu masih lemah, cepat... berdiri lagi” bilang Baron Raven.
“aarrgghh.., baiklah..”
Reinherz perlahan-lahan berdiri lagi menggunakan tombak yang dia dirikan, Reinherz kemudian melakukan posisi bersiap-siap menyerang lagi, Baron Raven yang melihat anaknya sudah siap lagi Baron Raven menjauh lagi untuk memulai pertarungan lagi, Reinherz menari nafas dalam-dalam dan berkonsentrasi lagi, dan Reinherz pun bersiap untuk menyerang lagi.
“Bagus.., sepertinya kamu sudah siap lagi.., kalau begitu... serang ayah sekuat tenaga”
“hhuuff... hhaa..., baiklah..” bilang Reinherz sambil menarik nafasnya.
Wwwhhhoosshhh....
Reinherz pun maju menyerang ayahnya, akan tetapi ketika Reinherz sudah dekat dengan ayahnya, Reinherz dan Baron Raven mendengar sesuatu dari penghalang yang dia buat.
Tok..
Tok....
Tap...
Langkah Reinherz langsung terhenti, akan tetapi ketukan tersebut lebih kepada sebuah pukulan yang dilakukan seseorang, Baron Raven dan Reinherz melihat ke arah pukulan, mereka melihat seorang wanita yang melihat mereka berdua di balik penghalang, wanita tersebut membawa tombak yang di pegang di tangan kanannya, dia adalah Lady Lizbeth.
“*haa..*\, sepertinya ibu mu sudah tidak sabar lagi” bilang Baron Raven.
“terus apa yang harus kita lakukan..?”
“tentu saja kamu akan berlatih di dalam penghalang bersama kami berdua”
“aarrrgghhh.. siaall..., kenapa masalah selalu datang kepadaku..” bilang Reinherz yang kesal.
“dasar..., berhentilah mengeluh..., nikmati saja hidup mu ahahaha...” bilang Baron Raven sambil tertawa bercanda.
“uuugghhh....”
Ssrrruuttt...
Baron Raven membuka ruang di penghalang miliknya untuk membuat istrinya masuk, Lady Lizbeth berjalan perlahan-lahan menuju Reinherz dan Baron Raven.
“apakah kalian sudah selesai?” tanya Lady Lizbeth sambil berjalan.
“yah.. sepertinya.., aku sudah cukup melihat kekuatan Reinherz” bilang Baron Raven.
“kalau begitu sepertinya sekarang giliran ku”.
Tap..
Tap..
Lady Lizbeth kemudian berhenti di hadapan Baron Raven dan Reinherz, Reinherz kelihatan heran melihat ibunya membawa sebuah tombak, setahu Reinherz ibunya adalah Swordwoman dengan memakai katana.
“kenapa ibu membawa tombak...?” tanya Reinherz yang penasaran.
“sepertinya kamu belum tahu.., sebagai Guild Master ibu harus mengetahui cara kerja setiap senjata dan magic, walaupun ibu tidak mendalami semuanya, tapi ibu hanya tahu basic” bilang Lady Lizbeth.
“tapi asal kamu tahu.., walaupun ibumu hanya tahu basic dari setiap senjata, kekuatan ibumu tidak boleh di remehkan” bilang Baron Raven.
“baiklah... baiklah..., apakah aku harus bertarung dengan ibu dulu?” tanya Reinherz.
“*haa..*\, kenapa kamu sangat terburu-buru\, ibu disini mengajarkan kamu untuk mengontrol mana menjadi lebih baik\, lebih baik kamu duduk dan mulai melakukan Mana Circulation” bilang Lady Lizbeth
“sebelum itu.., apakah ayah akan pergi..?” tanya Reinherz.
“dia tidak akan pergi, dia akan tetap disini untuk meminimalisir kerusakan ketika bertarung nanti, jadi sayang bisakah kamu agak menjauh” bilang Lady Lizbeth.
“baiklah..., aku akan mengawasi kalian dari jarak jauh” bilang Baron Raven.
Baron Raven langsung menjauh dari Reinherz dan Lady Lizbeth, Baron Raven memberikan waktu untuk mereka berlati bersama, setelah Baron Raven menjaga jarak, Reinherz langsung duduk.
“baiklah kita mulai latihannya..., ibu ingin tahu bagaimana kemajuan mana kamu setelah melakukan latihan bersama ayah mu” bilang Lady Lizbeth.
Reinherz memejamkan matannya, Reinherz mengambil nafas dalam-dalam, kemudian Reinherz memulai melakukan memperbaiki Mana Circulation miliknya yang berantakan.
Wwwhhoosshh...
“lakukan perlahan-lahan.., Mana dan Void Mana milik mu harus sinkron satu sama lain, jika tidak kedepannya akan merusak tubuhmu” bilang Lady Lizbeth.
Reinherz pun perlahan-lahan melakukan apa yang ibunya bilang, ketika Reinherz memulai mensinkronisasi Mana dan Void Mana miliknya, Reinherz mulai berkeringat, aliran darah di tubuhnya menjadi sangat panas, nafas Reinherz menjadi semakin berat, akan tetapi Reinherz bisa mengatasinya karena dia sering berlatih pernafasan.
“Coba satukan Mana dan Void Mana milik mu” bilang Lady Lizbeth.
Wwwhhoosshhh...
Sssrraaahhhh...
Reinherz mencoba menyatukan Mana dan Void Mana miliknya, ketika Reinherz melakukannya, Reinherz terjadi sesuatu yang pada badan Reinherz.
Bbbzzzztttt...
“aaarrrgghhh...!!!” bilang Reinherz.
Badan Reinherz seperti terserang sengatan listrik yang luar biasa, seluruh badan miliknya menjadi sangat kaku, Reinherz menjadi gemetaran, Reinherz langsung kehilangan kontrol Mana Circulation miliknya dan langsung menyudahinya karena tidak kuat menyatukan Mana dan Void Mana miliknya.
“hhaa... hhaa... aaarrrggghhh..., badan ku terasa sangat kaku, efeknya sangat luar bisa” bilang Reinherz yang melihat seluruh badannya bergemataran.
“hal itu sangat wajar, karena Mana asli didalam tubuh mu masih merasakan Void Mana milik mu adalah orang asing baginya, mereka akan terus berbenturan kalau kamu tidak membiasakan menyatukannya, ketika kamu bisa menyatukannya, Mana milik mu akan menjadi sangat kuat dan efisien, sekarang coba menggunakan [Fire]” bilang Lady Lizbeth.
“baiklah..., [Fire]”
Reinherz membuka lebar tangan miliknya dan menggunakan magic [Fire], kemudian Reinherz mengelurkan api berukuran biasa di tangannya
Wwwhhhoosshhh...
“terus apa yang harus aku lakukan selanjutnya” tanya Reinherz.
“coba injeksikan Void Mana milik mu sedikit” perintah Lady Lizbeth.
“baiklah.. aku akan mencoba melakukannya”
Reinherz mencoba melakukan apa yang ibunya lakukan, Reinherz menginjeksikan sedikit Void Mana miliknya ke [Fire] miliknya.
Wwwhhhoosshhh...
Ssrraahhh...
Tiba-tiba api ditangannya menjadi warna hitam kemerahan, dan api miliknya menjadi sangat panas, sampai Reinherz bisa merasakannya sendiri, Reinherz kaget karena dia tidak pernah merasakan apinya panas sama sekali, bahkan ketika mengeluarkan api yang cukup besar.
“aarrrgghhh..., sial panas...” bilang Reinherz yang sambil memegang tangannya dengan satu tangan lainnya.
Wwwhhhoosshhhh...
Api milik Reinherz tiba-tiba meledak dan menghilang.
“lihatkan... kamu mempunyai kelebihan dalam kekuatan, akan tetapi kekuatan itu harus ada perngorbanannya, jika kamu tidak kontrol kekuatan mu, kamu yang akan dirugikan ketika bertarung karena kecerobohan mu sendiri, dan latihan yang kamu jalani tidak akan mudah” bilang Lady Lizbeth.
“*haa...* baiklah...\, sekarang apa yang harus aku lakukan selanjutnya”
Lady Lizbeth yang mendengar Reinherz berkata seperti itu, Lady Lizbeth langsung tersenyum, kemudian Lady Lizbeth menjauh dari Reinherz sambil membawa tombak miliknya, Reinherz melihat ibunya sepertinya ingin menjaga jarak dari nya.
“Sekarang untuk yang terakhir ibu akan melihat dan merasakan kekuatan fisik milik mu” bilang Lady Lizbeth.
“aaarrrgghhhh... apa lagi..., sepertinya kalian bernar-benar ingin menyiksa ku”
“*haa...*\, jangan banyak mengeluh cepat berdiri dan bersiap”
“tapi sebelum itu.., apakah ibu baik-baik saja kalau aku menggunakan Artifact Lyx miliku untuk melawan ibu?” tanya Reinherz
“apa yang kamu bicarakan?, pertanyaan itu yang harus kamu tanya sendiri pada dirimu, apakah kamu bisa menang melawan ibu kalau kamu memakai Artifact Lyx milik?” bilang Lady Lizbeth yang mengejek Reinherz.
“*haa..*\, baiklah... baiklah...\, jika ibu memintanya..\, jangan menyesal nanti” bilang Reinherz yang percaya diri.
Reinherz kemudian berdiri dari duduknya, Reinherz langsung melakukan posisi siap untuk menyerang, Lady Lizbeth juga melakukan posisi siap untuk menyerang, akan tetapi Reinherz sangat percaya diri kalau dia bisa mengalahkan ibunya.
“apakah kamu sudah siap?” tanya Lady Lizbeth.
“ya aku sudah siap” bilang Reinherz dengan percaya diri.
Wwwhhhoosshhhh...
Reinherz dan Lady Lizbeth langsung menggunakan Aura Mana, akan tetapi Reinherz merasakan sesuatu yang aneh, Lady Lizbeth mengeluarkan Aura Mana yang berwarna hitam pekat dan kuat, Reinherz merasakan Aura yang sangat familiar yang datang dari ibunya, Reinherz pun kaget ibunya memiliki sesuatu yang tak terduga.
“Sial..., jangan-jangan itu adalah.....” bilang Reinherz yang kaget