
Dua bulan kemudian.....
“haaa... haaaa.... haaa...., sialan semakin ku menambah kecepatan dia menjadi lebih cepat” bilang Reinherz.
Reinherz sedang bersembunyi di atas pohon, dia tidak melihat Direwolf milik ayahnya yang mengerjar dia.
Krrreesseekkk.... krrreesseeekkkk....
Reinherz mendengar suara dari atas pohon, Reinherz kemudian melihat ke atas, ketika melihat ke atas, Reinherz melihat di antara daun lebat pohon muncul dua mata berwarna merah.
“wwwooooffff......”
Direwolf yang menemukan Reinherz, kemudian melompat ke arah Reinherz dari atas pohon.
Whhhhooossshhhh....
“Aaaarrrggghhhh...., Sialan” bilang Reinherz.
Reinherz yang melihat Direwolf melompat ke arahnya, Reinherz langsung menghindar.
“ahahaha....., tidak kena... dasar serigala sialan” bilang Reinherz.
Kraaaakkkk... krrraaakkk...
“Huh!?”
Reinherz mendengar suara retakan batang pohon, dan ternyata batang pohon yang Reinherz pijak retak, Reinherz ingin melompat ke batang pohon lainnya yang masih kokoh, akan tetapi retakan pohon lebih cepat daripada Reinherz, batang pohon yang Reinherz pijak pun patah.
“SIALAN.....!!!!!” teriak Reinherz.
Baaaaaammmmm.......
Reinherz langsung jatuh ke tanah, Direwolf melihat Reinherz dengan tatapan kesal, Direwolf kemudian langsung menggigit lengan Reinherz yang bertanda kalau dia sudah kalah.
“wwwoooffff... Woooooffffff....”
“Aaaarrrrggghhhh....., serigala sialan lepaskan aku”
Direwolf langsung menyeret Reinherz untuk dibawa ke Baron Raven, selama dibawa oleh Direwolf Reinherz tidak bisa diam dan berusaha lepas dari gigitan Direwolf, akan tetapi Reinherz tidak bisa melawan Direwolf, walaupun gigitan Direwolf tidak terlalu sakit, tapi Direwolf menggigit Reinherz dengan kuat agar supaya Reinherz tidak lepas.
Clak....
Suara jentikan jari terdengar, Direwolf langsung melepaskan Reinherz dari gigitannya.
“Dasar..., sudah dua bulan kau masih tidak bisa mengalahkan Direwolf” bilang Baron Raven yang mengejek Reinherz.
“Huh...?!, Direwolf adalah monster...., dia bukanlah serigala biasa, bisakah ayah mengganti dengan yang lain?” bilang Reinherz yang berbicara sambil terbaring.
“tidak..., ayah tidak akan menggantinya, kamu harus berlatih dengan keras”
“argh..., sialan”
“ahahahah..., untuk latihan hari ini kita sudahi dulu”
“Aaahhhh..... bagus lah kalau begitu...., aaarrrgghhh.... sialan badanku masih terasa sakit” bilang Reinherz sambil berdiri.
“oohhh ya dan untuk beberapa minggu kedepan ayah tidak akan melakukan latihan fisik dulu”
“Benarkah..?!, horay....!!!! akhirnya aku tidak bangun pagi” bilang Reinherz dengan girangnya.
“apa yang kau fikirkan?!, latihan fisik mu akan diganti dengan latihan bersama ibu mu”
“Arrrrggghhh..... kufikir tidak ada latihan pagi hari”
“ahaha..., , lagi pula untuk fisik mu sekarang sudah banyak berubah, dan untuk Mana milik mu sepertinya belum ada kemajuan sama sekali, makannya dari itu ibu mu meminta untuk latihan Magic untuk diperbanyak, apakah kau menyadarinya Reinherz?”
“ibu tidak mengatakan apa-apa tentang Mana milikku, ibu hanya bilang “kau harus banyak latihan lagi”, begitu kata ibu”.
Baron Raven berjalan menghampiri Reinherz dan mengelus kepalanya.
“tenang Rein, selama kamu masih muda tidak ada kata tidak bisa, semua pasti bisa jika kamu melakukannya dengan sungguh-sungguh”
“Baiklah ayah”.
“Baiklah kalau begitu.., kamu harus menemui ibu mu dan ayah akan ada urusan selama beberapa minggu”
“kalau boleh tau ayah ada urusan apa?” tanya Reinherz yang penasaran.
“*haaa...*\, kamu tidak perlu tahu\, yang kamu cukup tahu ayah akan bertemu dengan beberapa orang-orang bodoh dan teman lama”
“teman lama?”
“ya... teman lama” bilang Baron Raven sambil menatap langit.
Setelah mengobrol sebentar dengan Reinherz, Baron Raven langsung pergi untuk melakukan urusannya, dan sementara Reinherz harus bertemu ibunya untuk latihan Magic.
-------------------------------------------------------------------------------------------
Tok... tok... tok...
Reinherz mengetuk pintu ruang latihan Magic, kemudian terdengar suara Lady Lizbeth dari dalam ruangan.
“Reinherz..., masuklah” bilang Lady Lizbeth.
Reinherz yang mendengar ibunya mempersilahkan masuk, Reinherz langsung masuk ke ruangan, ketika didalam Reinherz melihat ibunya sedang duduk di bangku sambil membaca buku.
“apakah aku telat ibu?” tanya Reinherz.
“tidak nak.., ibu tau kalau kamu mengobrol dengan ayah mu” bilang Lady Lizbeth sambil tersenyum.
“kalau begitu.., hari ini latihan seperti biasa?” tanya Reinherz.
“latihan hari ini tidak akan sama latihan dengan sebelumnya, kau sudah mendengarkan apa kata ayah mu tentang Mana milik yang belum ada kemajuan, semua itu karena aliran Mana milik mu belum terlalu stabil, makannya dari itu hari ini kita latihan Mana Flow”.
“Mana Flow?”
Mana Flow adalah latihan untuk membuat aliran Mana menjadi stabil dan terkontrol, Mana sama dengan darah yang mengalir didalam tubuh, akan tetapi aliran darah tidak bisa di kontrol, sedangkan Mana bisa di kontrol dan dimanipulasi, jika Mana seseorang tidak terkontrol maka akan membahayakan orang-orang sekitar.
“begitulah pengertian sederhananya Rein” bilang Lady Lizbeth.
“aaahhhh...., aku sedikit faham, terus latihannya bagaimana?” tanya Reinherz.
“pertama-tama liat ibu”
Lady Lizbeth kemudian membuka tangannya dan mengarahkan tangannya ke dummy.
“[Fireball]”.
Wwwwhhhhhoooossshhhh......
Lady Lizbeth membuat Bola api yang cukup besar dengan [Fireball] miliknya, berbeda dengan yang pertama ibunya praktekan, [Fireball] milik ibunya yang dia lihat sekarang lebih besar dari sebelumnya.
Lady Lizbeth kemudian menembakan [Fireball] miliknya ke dummy yang ada didepannya.
Duuuuaaaarrrrrrr......
Ledakan yang dihasilkan cukup besar, Reinherz sampai bisa merasakan api ledakannya walaupun jaraknya jauh, tapi karena ruangan dilapisi Magic yang kuat, ruangan latihan tidak hancur sama sekali.
Kemudian Lady Lizbeth melakukannya lagi, akan tetapi Lady Lizbeth mengatur Mana miliknya agar membuat [Fireball] menjadi bentuk yang lebih kecil.
“[Fireball]”
Reinherz kali ini melihat [Fireball] yang dihasilkan ibunya lebih kecil dari yang pertama, akan tetapi agak lebih besar dari yang dia lihat pertama kali melihat [Fireball] miliknya.
Lady Lizbeth kemudian menembakan [Fireball] miliknya ke dummy.
Ddduuuuuuaaarrrrrr......
Ledakan yang dihasilkan tidak terlalu besar, Lady Lizbeth kemudian melihat Reinherz setelah mencontohkan kegunaan Mana Flow.
“Begitulah kegunaan Mana Flow, selain kamu bisa mengatur kerusakan yang dihasilkan, kamu juga bisa menyembunyikan Mana milik mu ketika diperiksa”.
Setelah melihat ibunya mencontohkan kegunaan Mana Flow, Reinherz menjadi semakin tertarik dengan Mana Flow, akan tetapi Reinherz masih penasaran latihan apa yang akan dilakukan, apakah menembakan [Fireball] lagi seperti sebelumnya atau bahkan lebih susah lagi.
“Lalu untuk latihannya bagaimana?” tanya Reinherz.
“apakah kau bisa membuat api di tangan mu?”
“untuk apa ibu?”
“lakukan saja”
Reinherz kemudian mengalirkan mananya ke tangannya dan mengeluarkan element api di tangannya.
Whhoooossshhhhh......
“seperti ini kah ibu?”
“apakah kau bisa membuat apinya besar sampai batas maksimum yang kamu bisa?”
“aku akan coba”
Wwwhhhoooossshhhh.....
Reinherz kemudian membuat api yang ada di tangannya menjadi besar, api yang dikeluarkan Reinherz tidak besar seperti yang di buat ibunya, karena Reinherz masih Magician tingkat Beginner.
“sekarang.... buat api mu menjadi ukuran sedang”
“em...., baiklah”’
Reinherz kemudian membuat api miliknya menjadi ukuran sedang.
“Bagus..., sekarang buat api milik mu menjadi ukuran kecil sampai batas minimum”
“Huh...?!, baiklah”
Reinherz menjadi heran dengan apa yang ingin ibunya ajarkan, karena ibunya hanya menyuruh Reinherz untuk mengeluarkan magic tingkat paling dasar, bahkan semua orang pun bisa jika hanya membuat api.
“sekarang buat api milik mu menjadi besar sampai batas maksimum lagi”.
“aaarrrggghhh...., baiklah”.
Kemudian Lady Lizbeth menyuruh untuk mengulang-ngulang besaran api yang diperlukan, besar – sedang – kecil Reinherz terus mengulang-ngulang sesuai perintah ibunya, Reinherz yang melakukannya sulit untuk mengontrol mananya.
“hhhhaaaaa....., Ibu manaku sudah mulai menipis” keluh Reinherz.
“jangan banyak mengeluh!, tetap pertahankan api milik mu, sekarang... sedangkan lagi ukuran apinya” bilang Lady Lizbeth.
“uuugghhhhh......, Sial”.
Lady Lizbeth hanya duduk dan melihat Reinherz latihan, ketika Lady Lizbeth ingin mengakhiri sesi latihan, Lady Lizbeth memeriksa Mana Flow Reinherz.
“[Mana Essence]” bilang Lady Lizbeth dengan mengecilkan suaranya.
Lady Lizbeth melihat Mana Reinherz sedikit berkembang, akan tetapi Lady Lizbeth belum mendapatkan hasil yang puas, karena jalan yang akan di tempuh Reinherz masih sangat panjang.
----------------------------------------------------------------------------------
Beberapa hari kemudian di sebuah pegunungan di arah Timur Laut.
Wwwhhhhooossshhh.... wwhhhooossshhhh....
Suara kepakan dari sayap monster yang cukup besar, monster tersebut terbang di langit dengan cepat dan menuju ke puncak pengunungan, monster yang sangat kuat dan paling dihindari oleh manusia, Ras Dragonoid atau biasa disebut Naga (Dragon).
Di puncak terdapat istana yang cukup besar yang dihiasi dengan warna hitam dan putih, naga itu pun mendarat di veranda istana.
Ssssrrruuuuppppp.....
Naga tersebut merubah bentuknya ke wujud manusia, dia masuk ke kedalam ruangan yang besar, kemudian dia melihat seekor Naga berwarna hitam yang memiliki Aura yang cukup mengintimidasi.
“Saya menghadap ke yang mulia” bilang orang tersebut.
Ggggrrrr..... haaaaa.....
Hembusan nafas dari naga hitam menggema ke seluruh ruangan.
“Apa yang ingin kau laporkan?” bilang naga hitam.
“kami melihat sekelompok manusia berjalan kemari, apa kami harus musnahkan?”
“obervasi saja mereka dulu, jika mereka menjadi ancaman bagi kita, langsung musnahkan mereka”
“Baik yang mulia”
Setelah melakukan laporan orang tersebut pergi dari hadapan naga hitam.
Setelah melihat bawahannya pergi, naga hitam melihat ke salah satu pilar istana dengan disetai Aura Mana yang kuat.
“Bukankah saatnya kau keluar?” bilang naga hitam.
“Ahahahahah......!!!!, seperti biasa mata mu sangatlah tajam” bilang sosok misterius.
Kemudian sosok manusia misterius tersebut berjalan menuju naga hitam yang besar, naga hitam pun mengeluarkan Aura Mana yang cukup kuat, jika manusia biasa yang merasakannya, mereka hanya akan bisa menerima kematian mereka, akan tetapi sosok manusia tersebut berjalan ke naga hitam seperti biasa tanpa takut dan khawatir sama sekali, dan semakin mendekat sosok misterius tersebut terlihat wujud aslinya.
“Sekarang..., apa yang kamu mau, penguasa Phantom Harlow, Raven Itzbal” bilang naga hitam tersebut.
“Oi... oi...., bukankah Aura Mana mu menjadi mode menyerang” senyum Baron Raven.
Wwwwwhhhhhoooossshhhhh.......
Baron Raven pun mengeluarkan Aura Mana miliknya dan berenturan kuat dengan naga hitam.
“Lama tak jumpa, Black Dragon King of Valmar, Virnir”.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Skill Vocabulary
Name: Mana Essence
Type: Magic
Requirement: Intermediate Magician
Description: Mana Essence digunakan untuk memeriksa Mana seseorang, dengan hanya melihat Mana mereka, Magician akan tahu Tier Magic lawannya dan seberapa kuat dia.