Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 66: Safe And Kill



Wwhhoosshhh...


Bbrraakkk...


Ssrraakkk...


Pukulan Pria Besar berhasil mengenai anggota Night Hawk yang sedang memegang Crystal Void Essence, akan tetapi ternyata tidak sesuai ekspetasi.


“Sial.., ternyata kau juga seorang Martial Artist” bilang Pria Besar.


Anggota Night Hawk berhasil menahan pukulan dari Pria Besar dengan menggunakan satu kakinya, anggota Night Hawk pun menatap Pria Besar dengan tatapan tajam.


“kau fikir aku hanya pajangan saja?” bilang Anggota Night Hawk.


Anggota Night Hawk menahan serangan Pria Besar, dia langsung menyerang balik dengan menendang Pria Besar.


Wwhhhoosshhh...


Bbrraaakkk...


Pria Besar berhasil menahan serangan anggota Night Hawk dan terseret jauh ke samping.


“Cih.. bajingan” bilang Pria Besar yang kesal.


Reed yang melihat anak buahnya ternyata baik-baik saja, Reed menjadi agak lega, Reed tak sia-sia membawa satu anggota Night Hawk untuk cadangan.


“Kerja bagus Dart” bilang Reed ke Dart.


Name: Dart


Class: Martial Artist


Affiliation: Night Hawk Knight Division.


Clang...


Reed menangkis serangan Pria Ramping dan langsung mundur mendekati Dart, Reed kemudian berbicara ke Dart sambil melihat ke depan musuhnya.


“apakah kau tidak apa-apa Dart?” bilang Reed yang khawatir.


“kapten tidak perlu mengkhawatirkan ku.., aku bisa bertahan sampai kapten bisa membunuh salah satu dari mereka” bilang Dart yang percaya diri.


“baiklah Dart.., jika kamu bilang seperti itu, aku menjadi sedikit lega, akan tetapi jika terjadi apa-apa, kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan” bilang Reed.


“ya.. kapten” bilang Dart.


Sementara itu disisi lain Diana sedang melawan wanita, Diana sedikit kesusahan melawan wanita tersebut, karena Diana sedikit khawatir sama Reed, akan tetapi ketika melihat Dart ternyata bisa melawan balik, Diana menjadi sedikit lega.


Wwwhhoosshh...


Clang..


Clang..


Bbrraaakkk...


Wanita Pembunuh menendang Diana di perutnya, Diana pun terseret beberapa meter ke belakang.


“hhaaa..., bisakah kau sedikit menghibur ku?, kau sangat lemah sekali..” ejek Wanita Pembunuh ke Diana.


Diana yang mendengar Wanita Pembunuh berkata seperti itu, Diana pun tersenyum ke Wanita Pembunuh.


“*haa..*\, kau bilang aku kurang menghibur mu..?\, baiklah aku akan menghibur mu dengan serius” bilang Diana dengan tatapan yang tajam.


Cccllaangg...


Wwhhoosshh...


Diana menghentakan pedangnya dan menghunuskan pedangnya, dan ketika Diana menghunuskan pedangnya, pedangnya menjadi panjang dan berubah menjadi sebuah cambuk pedang, pedang milik Diana memiliki tali yang besi yang elastis, pedang miliknya terbagi menjadi beberapa bagian yang terdapat pada tali cambuknya.


“sekarang aku akan bertanya balik..., bisakah kamu menghiburku?” ejek Diana.


Wanita Pembunuh yang mendengar dan melihat tatapan Diana yang mengejek dirinya, Wanita Pembunuh mulai kesal.


“Dasar... ******...” bilang Wanita Pembunuh yang kesal.


Wwwhhhoosshhh...


Wanita Pembunuh menyerang Diana dengan cepat, Diana tidak bergerak sama sekali, ketika Wanita Pembunuh sudah masuk jangkauan serangan Diana, Diana mulai menyerang Wanita pembunuh dengan cambuk pedang miliknya.


Whosh....


Slash...


Clang...


Clang...


Wanita Pembunuh terus menerus menagkis serangan Diana, dia kesusahan menghampiri Diana karena cambuknya yang begitu cepat dan tidak bisa diprediksi pola serangannya.


“apakah kemampuan mu hanya segini..?, mana rasa percaya diri mu yang tadi kau tunjukan?” bilang Diana.


Wanita Pembunuh pun mengeluarkan Aura Mana miliknya.


Wwwhhhoosshh...


Cccllaanngg...


Wanita Pembunuh menangkis serangan Diana, dan akhirnya di mempunyai celah untuk menyerang langsung Diana.


Whoosshh...


Wanita Pembunuh melesat dengan cepat, akan tetapi Diana tidak tinggal diam, Diana kemudian mengalirkan Mana miliknya ke cambuk pedang miliknya, Diana mengarahkan cambuk pedang miliknya ke permukaan di dekat Wanita Pembunuh.


“[Froze]”


Ccllaanngg...


Kkrraakk...


Kkrraakk...


Kaki Wanita satu kaki Wanita Pembunuh terkena Ice magic dan terjebak dalam bongkahan es.


“Sial..., wanita itu juga bisa menggunakan magic dengan pedangnya” bilang Wanita Pembunuh.


Diana kemudian menyerang Wanita Pembunuh, Diana menangkap lengan kiri Wanita Pembunuh, Diana langsung menarik cambuk pedangnya.


Ssrraakkk...


Sssllaasshhh....


Sssppllaasshhh....


“AARRRGGHHH..!!!” teriak Wanita Pembunuh yang kesakitan.


Lengan kiri Wanita Pembunuh terkenal sayatan tarikan cambuk pedang, tangannya berlumuran darah akibat sayatan dari cambuk pedang.


“apakah aku sudah cukup menghibur mu?” bilang Diana sambil menatap tajam Wanita Pembunuh.


“Jalang sialan...!!!” bilang Wanita Pembunuh.


Kkrraakkk...


Bongkahan es Wanita Pembunuh mulai retak, Wanita Pembunuh yang menyadarinya mencari kesempatan untuk menyerang.


Ketika Diana belum menyelesaikan kata-katanya, kaki Wanita Pembunuh menghancurkan bongkahan es dan langsung menyerang Diana.


Wwwhhhoosshh...


Diana yang menyadarinya dengan cepat menyatukan cambuk pedang miliknya dan menjadi pedang lagi, kemudian Diana pun menyerang juga.


Wwwhhoosshh...


Clang...


Sssppllaasshhh....


Diana menebas Wanita Pembunuh di dadanya, Wanita Pembunuh mengeluarkan darah yang banyak dan langsung tumbang.


“Sepertinya kau tidak cukup menghiburku” bilang Diana yang membelakangi Wanita Pembunuh.


Diana berhasil membunuh salah satu dari tiga, sekarang tinggal Reed dan Dart yang masih bertarung, Diana yang melihat mereka bertarung, Diana lebih baik tidak menggangu mereka, apalagi Reed, karena Diana melihat Reed sepertinya dia menantikan pertarungan ini.


Clang...


Clang...


Reed dan Pria Ramping saling beradu pedang, ketika Pria Ramping semakin lama dia bertarung dengan Reed, Reed semakin menunjukan taring miliknya, tatapannya seperti tatapan seorang pembunuh berdarah dingin.


Wwwhhhoosshhh...


Pria Ramping mengeluarkan Aura Mana miliknya yang cukup kuat, kemudian Pria Ramping menyerang balik Reed.


“AAARRRGGGHHH...” teriak Pria Ramping


Wwwhhoosshh...


Cccllaannggg....


Ssrraakkk...


Reed terseret beberapa meter kebelakang, Reed kemudian melihat kebelakang, Reed melihat Dart sedang menghindari serangan Pria Besar, Dart menghindari serangan Pria Besar dengan sangat mulus.


Wwhhssoohh..


Wwhhosshh...


“jangan menghindar terus dasar bajingan..!!” bilang Pria Besar ke Dart.


“untuk apa aku mendengar mu..?, kau hanya memiliki badan yang besar tapi memiliki otak yang kecil” ejek Dart.


Pria Besar yang mendengar itu marah, dia langsung mengeluarkan Aura Mananya sekuat tenaga, kemudian menyerang Dart dengan sangat cepat.


Wwwhhhoosshh...


Bbbrraakk...


Pria Besar berhasil memukul Dart, akan tetapi Dart berhasil menahan serangan Pria Besar dengan kakinya, dan Dart terseret di belakang Reed, sekarang Reed dan Dart saling membelakangi satu sama lain.


“Bagaimana situasinya kapten..?” bilang Dart sambil tersenyum.


“hahaha..., sepertinya ini agak merepotkan.., tapi kau tahu apa yang harus kamu lakukan kan?” bilang Reed sambil tertawa kecil.


“tentu saja kapten..” bilang Dart.


Pria Besar dan Pria Ramping saling menatap dalam satu arah, mereka saling memberikan kode untuk langsung menghabisi Reed dan Dart, Pria Besar dan Pria Ramping pun mengeluarkan aura mana mereka sampai maksimal.


Wwwhhoosshhh...


Pria Besar dan Pria Ramping menyerang secara bersamaan, Reed dan Dart hanya diam ditempat, ketika mereka berdua sudah mendekat dan masuk ke jangkauan serangan, Reed bermanuver ke atas menggunakan pundak Dart, Reed mengeluarkan aura mananya yang kuat dan langsung menyerang Pria Besar dengan sangat cepat.


Wwwhhoosshh...


Stab....


Splasshh....


Reed menusukan belati miliknya tepat di atas kepala Pria Besar sampai menebus ke dagunya, Pria Besar langsung mati seketika, Reed yang sudah melakukan tugasnya, Reed langsung mengambil Crystal Void Essence yang di pegang Dart.


Ketika Reed mengambil Crystal Void Essence, Dart langsung mengeluarkan aura mana miliknya dan dengan cepat menyerang Pria Ramping.


Wwwhhhoosshhh...


Bbbrraakkk...


Dart menendang dagu Pria Ramping dari bawah, ketika kepala Pria Ramping menghadap ke atas, Dart memusatkan mananya ke tangan miliknya


“[Tiger Stance, Fire Claw]”


Wwwhhoosshh...


Tangan Dart keluar api yang mengelilingi tangannya, kemudian Dart langsung menyerang Pria Ramping dengan membidik dadanya.


Wwhhosshh...


Bbrraakkk....


Dart memukul Pria Ramping dengan jurusnya, dadanya terbakar akibat api yang Dart keluarkan, dan Pria Ramping langsung terpental jauh dan menabrak tembok.


Wwhhhoosshh...


Dduuaarrr....


“hhuu..., sepertinya sudah selesai” bilang Dart yang lega.


Setelah pertarungan selesai, Reed dan Dart pun berdiri tegak, setelah pertarungan selesai Diana menghampiri mereka berdua.


“kalian lama sekali..” bilang Diana.


“*hhaa...*\, itu karena aku tidak mau terjadi apa-apa pada Crystal Void Essence\, tapi ternyata Dart bisa mengatasinya\, dan aku bersyukur” bilang Reed sambil menepuk pundak Dart.


“ahahah.., aku hanya menjalankan tugas ku kapten...” bilang Dart yang merendahkan diri.


“baiklah.. baiklah...” bilang Diana


“sebelum kita pergi, kita coba melihat mereka dari organisasi mana, sepertinya mereka mempunyai lambang di bawah leher belakang mereka” bilang Reed.


“Bagaimana kapten tahu?” tanya Diana.


“aku sempat melihat tadi” bilang Reed.


Mereka bertiga kemudian menghampiri mayat Pria Besar yang tak jauh dari tempat mereka berada, Dart membalikan badan Pria Besar, ketika sudah dibalikan, mereka bertiga melihat lambang Chimera di leher belakang mereka, mereka pun terkejut.


“Bukankah ini adalah lambang dari organisasi.....” bilang Reed.


----------------------------------------------------------------------------------------------------


Di Mansion Keluarga Itzbal...


Wwwwhhhoosshh...


Bbbrraakkk....


Reinherz terkena pukulan dan terpental jauh sehingga menabrak tembok, Reinherz langsung mengeluarkan darah dari mulutnya akibat pukulan yang di arahkan ke perutnya, Reinherz kemudian melihat ke arah depan, didepan Reinherz ada sosok yang mengeluarkan Aura Mana yang sangat kuat dan tajam, Reinherz mau tak mau harus mengalahkan sosok yang berbahaya lagi.


“Ciih..., dasar monster..” bilang Reinherz sambil mengusap darah yang keluar dari mulutnya.