
Crip… crip…
Reinherz mendengar suara burung berkicau di pagi hari, Reinherz kemudian perlahan-lahan membuka matanya, ketika membuka matanya waktu sudah pagi, Reinherz pun langsung duduk.
“hhooaammm…., sudah pagi..” bilang Reinherz sambil meregangkan badannya.
Setelah melakukan pertarungan melawan Blood Serpent, Reinherz tidur di dalam goa, Reinherz tidur dengan sangat lelap dan ketika bangun badannya sudah agak baikan walaupun masih terasa sakit.
“aarrgghh.., badanku masih terasa sakit, resiko yang kuterima sangat sakit juga” bilang Reinherz sambil mengusap-ngusap badannya yang sakit.
Reinherz tidak punya waktu untuk bersantai, Reinherz langsung bangun dari duduknya dan bersiap-siap menelusuri goa.
“Sepertinya ini akan menjadi pengalaman yang mendebarkan” bilang Reinherz yang penuh semangat.
Reinherz memulai ekspedisinya menyusuri goa, Reinherz penasaran ada apa didalam gua, Reinherz berjalan perlahan-lahan, Reinherz menggunakan sihir [Fire] di tangannya untuk dijadikan obor untuk menerangi jalan, berkat kontrol Mana Reinherz baik, apinya tetap stabil dan tahan lama.
Ketika menyusuri goa, Reinherz melihat banyak sekali kristal-kristal berbentuk ungu ke hitam-hitaman yang menempel di sepanjang jalur, semakin Reinherz berjalan makin dalam, Reinherz merasakan sesuatu yang aneh baginya, Reinherz tidak merasakan adanya tanda-tanda kehidupan, walaupun itu binatang kecil, sampai ketika Reinherz sampai di sebuah ruangan didalam goa yang agak besar didalamnya terdapat kolam kecil.
“perasaan ku tidak enak, alangkah baiknya cukup sampai disini saja dan pulang” bilang Reinherz yang curiga.
Akan tetapi ketika Reinherz ingin pulang, Reinherz merasakan Aura yang menusuk sampai-sampai Reinherz melompat mundur jauh dari sumber Aura berasal.
Tap…
Tap…
Badan Reinherz bergemetaran merasakan Aura yang sangat tajam, Aura tersebut seperti Aura membunuh.
“Sial…, apa-apaan tadi?!, aku merasakan Aura yang sangat tajam sampai membuat badanku bergemetar” bilang Reinherz yang panik.
Anehnya Reinherz tidak merasakan adanya makhluk hidup disekitar, akan tetapi Aura tersebut masih terasa.
“Sial.., aku harus keluar dari goa ini sekarang juga, jika tidak aku bisa dalam bahaya” bilang Reinherz yang panik dan takut.
Reinherz kemudian lari ke luar goa untuk melarikan diri agar tidak terjadi sesuatu yang bahaya.
Setelah diluar goa….
“ha… ha… ha…, akhirnya aku keluar, sial… apa-apaan Aura yang tadi aku rasakan” bilang Reinherz yang capek setelah berlari.
Badan Reinherz masih bergetar Reinherz baru pertama kalinya merasakan Aura yang sangat tajam, Reinherz belum pernah merasakan Aura seperti itu, Reinherz bertanya-tanya pada dirinya, apakah itu adalah Void Magic, atau Aura monster yang sedang tertidur.
“aarrrgghhh…, lupakan sajalah lebih baik aku pergi ke gubuk ku”.
Reinherz kemudian bergegas pergi ke gubuk.
Setelah kejadian tersebut Reinherz terus melatih dirinya, fisik, magic, mana, semuanya dia lakukan, dari hari ke hari Reinherz melawan monster untuk menjadi kuat, Reinherz sudah beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya, dan di sekitar tempat Reinherz tinggal sudah menjadi tempat berburu baginya.
Dua bulan kemudian…..
Reinherz sedang duduk santai di samping mayat-mayat binatang buas yang dia bunuh.
*haa…, sudah berapa hari aku terperangkap disini” bilang Reinherz sambil menghela
Reinherz sudah terperangkap di hutan selama dua bulan, tidak ada tanda-tanda keluarganya akan menjemputnya, akan tetapi hanya satu hal yang Reinherz tahu, burung gagak milik Night Hawk kadang-kadang mengintai dirinya, akan tetapi burung gagaknya tidak selamanya mengintai, waktunya tidak tentu kapan burung gagaknya datang atau pergi.
“*haa…*\, sepertinya ada tim pengintai tidak jauh dari hutan”.
Reinherz tidak tau kapan dia harus berada di hutan lagi, akan tetapi dia sudah beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya, badan Reinherz sudah mulai terlihat berotot, Aura miliknya sudah sedikit berubah, untuk anak umur 10 tahun Reinherz memiliki kekuatan yang luar biasa, makhluk buas dan monster Rank C sudah bisa dia bunuh sendirian.
Reinherz yang sudah cukup berburu memutuskan untuk pulang ke gubuk miliknya.
“Sepertinya sudah cukup hari ini, aku harus berlatih Mana di gubuk hari ini”
Reinherz pun berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan menuju ke gubuk miliknya, ketika beberapa meter baru berjalan dari tempat kejadian, tiba-tiba ada sosok yang besar yang memukul Reinherz di depannya.
Whosh…
Duar…
Reinherz berhasil menghindar dari serangan tersebut, Reinherz melihat sosok yang memukulnya tadi, tubuhnya besar berwarna abu-abu, memiliki janggut dan rambut yang lebat, dia membawa senjata kayu pemukul yang besar sesuai dengan badannya, monster tersebut adalah Troll.
“Sial.. ada Troll” bilang Reinherz.
RRROOOAARRRR….
Troll mengaum keras ke arah Reinherz. Reinherz yang melihat Troll menjadi Aggresif Reinherz bersiap-siap dalam posisi menyerang menggunakan pedang miliknya, Reinherz melapisi dirinya dengan Aura Mana miliknya.
Whosh…
“Majulah Troll Sialan..”
Troll berlari ke arah Reinherz untuk menyerang, Troll mengayunkan kayu pemukul miliknya dari atas.
Whosh…
Duar..
Reinherz berhasil menghindar ke atas pohon, Daya serang Troll sangat kuat, Reinherz tidak bisa menyerang sembarangan, dia harus memanfaatkan pohon-pohon untuk menyerang.
“Huuu…, daya serangnya bukan main-main, baru pertama kali ini aku bertarung melawan Troll”
Reinherz kemudian mengumpulkan tenaganya untuk menyerang Troll dari atas.
Whosh…
Reinherz menyerang dari atas membidik mata Troll, Troll melihat Reinherz turun dari pohon, Troll menyerang dengan kayu pemukulnya.
Whosh…
Reinherz menghindar dari serangan Troll dan mendarat di atas kayu pemukul milik Troll kemudian langsung menyerang Troll.
Whosh…
Reinherz membidik mata Troll, akan tetapi Troll tahu niat Reinherz, Troll membuka mulutnya lebar-lebar untuk menggigit Reinherz.
“sial..”.
Reinherz tidak punya tempat pijakan untuk menghindar, Reinherz melihat tangan kanan Troll untuk memukul yang berada didekat dirinya, Reinherz menancapkan pedang miliknya untuk berhenti menyerang Troll.
Troll melihat Reinherz yang bertengger di tangannya, Troll menggunakan tangan kirinya untuk memukul Reinherz, Reinherz yang melihat langsung melepaskan pedangnya untuk menghindar dan menjauh dari Troll.
Tap..
Tap…
“Sepertinya ini menjadi tidak mudah” bilang Reinherz yang bersemangat.
RRROOAAARRR…
Troll berteriak dengan keras lagi.
“Perbedaan ku dengan Troll adalah kecepatan serangan, daya serangan Troll sangat besar, akan tetapi cukup lambat, sepertinya aku harus sedikit demi sedikit menyerang menggunakan kelincahan ku”.
Reinherz memejamkan matanya dan merasakan semua mana yang mengalir di tubuhnya, berkonsentrasi untuk menyerang dengan kecepatan penuh, Reinherz kemudian menggunkan skill.
“[Haste]”
Whosh….
Reinherz dengan cepat menyerang Troll, Troll melihat Reinherz datang untuk menyerangnya, Troll menyerang memukul-mukul.
Whosh….
Duar…
Whosh….
Duar…
Reinherz terus menghindari serangan Troll dan Reinherz kemudian menyerang Troll di kakinya dulu.
Whosh…
Sring…
Splash..
Reinherz melukai kaki Troll bertubi-tubi hingga kaki Troll tidak sanggup untuk menahan badannya lagi.
GGYYAAAKKK….
Kaki Troll tumbang dan Troll duduk dengan kaki dilipat ke belakang, akan tetapi Troll masih bisa menggunakan badannya untuk menyerang.
“Bagus…, sepertinya rencana ku berhasil” bilang Reinherz yang sambil menyerang.
Troll terus-terusan mencoba memukul Reinherz akan tetapi sia-sia, Reinherz lebih cepat dan lincah, serangan Reinherz kecil akan tetapi berpusat pada luka-luka yang telah ia buat.
“Harus kah aku mencobanya sekarang?, aku ingin tahu sudah seberapa kuat hasilnya” bilang Reinherz yang penasaran
Reinherz menggumpulkan Aura Mana miliknya di tangannya, Reinherz membidik tangan kanan Troll yang memegang senjata milinya, Reinherz berencana memotong tangan kanan milik Troll.
Whosh…
“[Aura Enchant]”
Pedang Reinherz di penuhi Aura berwarna hitam, Aura tersebut adalah Aura Mana milik Reinherz, Reinherz membidik dan menyerang sikut tangan Kanan Troll.
Sring…
Whosh…
GGYYAAAKKK…
Tangan Kanan Troll tertebas akan tetapi tidak sampai buntung Cuma setenganya saja.
“Sial… ini belum cukup kuat”
Setelah tertebas Troll menjadi tidak berdaya hanya tangan kirinya yang tersisa.
“pertarungan kali ini sangat bagus untuk mengetest hasil latihan ku, dan sepertinya aku harus mengakhirinya”.
Reinherz tanpa lama langsung membidik dan menyerang leher Troll.
Whosh…
Ketika Reinherz ingin menebas leher Troll, tiba-tiba leher Troll di tebas oleh sesuatu dari belakang.
Sring…
Splash…
Reinherz yang melihat kejadian tersebut langsung menghindar ke belakang.
“Sial…, ada apa lagi.., masalah terus berdatangan satu persatu” bilang Reinherz yang kesal.
Tubuh Troll jatuh ke tanah setelah kena tebas, tiba-tiba Reinherz merasakan Aura yang sangat kuat dari belakang Troll.
Srah….
Tubuh Reinherz sedikit gemetar dan insting mengatakan dia harus kabur.
“Sial..”
Tap…
Tap…
Reinherz mendengar suara kuda yang melangkah ke arahnya, lama kelamaan suara tersebut mendekat ke arah Reinherz, suara tersebut semakin mendekat dan memperlihatkan sosok, Reinherz awalnya melihat kaki kuda, ketika semakin mendekat, sosok tersebut adalah monster yang seharusnya dia tidak lawan.
Gggrrrr……
Sosok seekor kuda bermata satu di tengah-tengah kepalanya, dan sosok manusia ditengah-tengah kuda menyatu dengan kuda tersebut, tangan kirinya memiliki bentuk senjata yang tajam, tangan kanannya memiliki tangan biasa disertai dengan kuku yang tajam dan panjang, kedua lengannya sangat panjang sampai hampir menyatu ke tanah, badan mereka hanya terlihat daging dan otot-otot, monster tersebut sangat menyeramkan dan kuat untuk dilawan.
“Sial…, itu adalah Nuckelavee”