
Di benteng barat...
"Fuuhh..., akhirnya selesai!" bilang Lady Lizbeth dengan lega
Setelah Lady Lizbeth membasmi Elemental Basilisk yang tersisa, wajah Lady Lizbeth terlihat tidak terlalu senang, disisi lain Reed melihat ibunya seperti ingin pergi terburu-buru, kemudian Reed menghampiri ibunya dan memberi selamat untuk ibunya.
"Terimakasih atas kerjamu ibu" bilang Reed
"*haa...*\, ini bukan apa-apa?" bilang Lady Lizbeth
"Tapi ibu apakah ada sesuatu?, melihat dari wajah ibu sepertinya ada sesuatu"
"Ya, Adikmu Reinherz telah sampai di kota, dan ayahmu melawan sepuluh Elemental Basilisk sendirian di gerbang timur" bilang Lady Lizbeth
"APA?!" bilang Reed dengan ekpresi terkejut.
Reed tidak menyangka ada Elemental Basilisk muncul di gerbang timur, Reed juga bertanya-tanya apakah informasi yang diterima kurang atau memang ada orang yang merencanakan semua ini, dan selain itu Reed sangat khawatir sama adiknya.
"Apakah Reinherz baik-baik saja?" bilang Reed yang khawatir.
"Ya, ayah mu sudah mengurusnya, sekarang Reinherz sedang istirahat di salah satu kamar gedung Administrasi, dan sepertinya Chealsea ada di gedung Administrasi juga".
"Ahh..., syukurlah" bilang Reed dengan nada lega.
"di gerbang timur sepertinya Orlom, Ragnar, dan Zerith, sudah sampai disana, dan juga mereka bertiga melawan lima Elemental Basilisk di gerbang selatan"
"APA?!, masih ada Elemental Basilisk lagi....!?, Aarrrrgghhhh.... sialan....., akhir-akhir ini terlalu banyak masalah"
Lady Lizbeth kemudian berjalan dan menepuk pundak Reed.
"Sudah tidak usah difikirkan, masalahnya sudah selesai, ayo kita lihat adikmu"
"Baik mu"
Kemudian Lady Lizbeth memanggil Avianna untuk segera pergi ke gedung administrasi juga.
"Avianna!" teriak Lady Lizbeth.
Avianna sedikit kaget mendengar suara ibunya karena dia sedang mengurus orang yang terluka, Avianna yang mendengar ibunya memanggil, Avianna menghampiri ibunya.
"Ada apa ibu?" bilang Avianna yang menghampiri ibunya.
"Ayo kita pergi ke gedung Administrasi, Adikmu sudah ada disana".
"Ah.., Baik bu segera"
Setelah semua selesai Lady Lizbeth berjalan menghampiri Kapten Arnor untuk memberinya perintah.
"Arnor"
"Yes Madam!" bilang Arnor dengan tegas.
"saya serahkan semuanya ke kamu, saya dan anak-anak saya langsung menuju ke gedung Administrasi".
"Siap Madam Laksanakan!" bilang Kapten Arnor tanpa sedikit pun membantah.
"oohhh... ya, kirim salah satu prajurit ke benteng timur dengan cepat, dan sampaikan pesan kalau di benteng bagian barat sudah selesai dan sampai kan pesan ku ke suamiku seperti ini..."
Lady Lizbeth kemudian memberikan pesan ke Kapten Arnor untuk disampaikan ke suaminya.
"Siap Madam!"
"Bagus!, kalau begitu aku pergi dulu"
Lady Lizbeth pun pergi bersama Reed dan Avianna, Lady Lizbeth dan anaknya menaiki kuda untuk berjalan cepat ke gedung Administrasi bersama Reed dan Avianna untuk melihat keadaan Reinherz.
--------------------------------------------------------
Di benteng timur....
Srrruuutttt....
[Blood Field] milik Baron Raven menyusut dan sedikit demi sedikit menghilang, semua prajurit tercegang melihat sepuluh Elemental Basilisk dihabisi oleh seorang diri, dan yang mengahabisi Elemental Basilisk tersebut tak lain adalah tuannya sendiri yaitu Baron Raven.
Setelah selesai melawan baju Baron Raven berlumuran darah Elemental Basilisk, kemudian Baron Raven berbalik badan melihat ke gerbang timur ternyata disana sudah ada Orlom, Ragnar, dan Zerith, Baron Raven kemudian berjalan perlahan-lahan menuju gerbang timur, mereka bertiga yang melihat tuannya mendekat mereka membungkukan badan mereka, kemudian mereka pun menyapa Baron Raven
"Salam untuk Lord Crimson!" bilang mereka bertiga
Baron Raven menghampiri mereka bertiga, dan sambil senyum ringan Baron Raven menyapa mereka balik.
"Yo!, sepertinya hari ini banyak sekali kekacauan" bilang Baron Raven ke Orlom, Ragnar, dan Zerith
Mereka hanya diam karena telat membantu tuannya, Baron Raven tau mereka tidak bisa melakukan apa-apa selama tuannya sedang pergi, apalagi tuannya melawan sepuluh Elemental Basilisk sekaligus.
"*haa....*\, dasar...\, bersikap biasa saja dan jangan hanya diam saja\, laporkan apa yang telah terjadi" bilang Baron Raven dengan nada sedikit risih.
"Baiklah Lord" bilang mereka bertiga
Orlom, Zerith, dan Ragnar berdiri dengan tegap menghadap tuannya.
"Sekarang laporkan apa yang sudah terjadi selama aku pergi"
"Baiklah Lord, biarkan saya yang menjelaskan" bilang Orlom dengan sopan
kemudian Orlom pun melaporkan apa yang mereka ketahui selama Baron Raven pergi, kemudian Baron Raven menayakan keadaan yang lainnya.
"Bagaimana dengan istri ku, Reed dan Avianna?"
"untuk itu saya belum tahu kondisi mereka sekarang, setelah kami selesai di benteng selatan, kami langsung pergi ke benteng timur untuk membantu anda" bilang Orlom.
"*haa...*\, sepertinya aku harus bertanya ke yang lainnya"
Baron Raven tidak menyalahkan mereka bertiga, karena mereka sudah menjalankan tugas mereka, sebenarnya Baron Raven tidak terlalu khawatir dengan Lady Lizbeth dan yang lainnya karena dia tau mereka sangat kuat, dan prioritasnya saat ini yaitu memulihkan Reinherz dulu dan memberinya tempat yang nyaman untuk istirahat.
Baron Raven kemudian memanggil prajurit untuk bertanya apakah ada pesan datang.
"satu Prajurit kemarilah!" teriak Baron Raven
"Siap Sir Raven" bilang salah satu prajurit dengan tegas.
Satu prajurit berjalan menghampiri Baron Raven dan berdiri di hadapan Baron Raven dengan tegap.
"apakah ada pesan dari gerbang barat?" bilang Baron Raven
"Belum ada Sir!" bilang Prajurit dengan tegas.
"*Haa...*\, yang benar saja..\, sepertinya mereka belum selesai melawan Elemental Basilisk" bilang Baron Raven yang berbicara dengan dirinya sendiri.
Tak lama Baron Raven berbicara dengan salah satu prajurit yang berjaga di benteng timur, ada seorang prajurit berpakaian bertempur yang menaiki kuda menghampiri Baron Raven, prajurit tersebut kemudian turun di hadapan Baron Raven dan berlutut, dan sepertinya berita yang Baron Raven harapkan telah tiba, kemudian prajurit pun berbicara dengan Baron Raven.
"Apakah kau pembawa pesan dari gerbang barat?" bilang Baron Raven
"Benar Sir!"
"Bagus sebelum menyampaikan pesan dari gerbang barat, ceritakan dulu apa yang terjadi di gerbang barat".
"Baik Sir!".
Kemudian prajurit menceritakan semuanya yang terjadi ke Baron Raven, Baron Raven lega semuanya telah selesai dan Lady Lizbeth,Reed, dan Avianna baik-baik saja, dan sekarang tinggal mendengar pesan.
"Baiklah sudah cukup, terimakasih kau telah menceritakan semuanya" bilang Baron Raven.
"Yes Sir!" bilang Prajurit dengan tegas.
"Sekarang kau membawa pesan apa?"
"Ah.., aku ingin menyampaikan pesan dari Lady Lizbeth"
"Baiklah pesan apa yang istriku berikan?"
"Lady Lizbeth bilang (Mari bertemu setelah semuanya selesai dan melihat keadaan Reinherz, dan yang paling penting, jika anak ku Reinherz yang manis terjadi sesuatu, akan ku kurung kau dengan [Ice Prison] milik ku selama seminggu), begitulah pesan dari Lady Lizbeth Sir".
Baron Raven yang mendengarnya mendapatkan berita ancaman dari istrinya mengeleng-gelengkan kepala, tapi itu sudah biasa bagi Baron Raven yang menjadi seorang suami dan mempunyai istri yang sangat Killer seperti Lady Lizbeth, asalkan ada berita baik Baron Raven sudah lega dan senang.
"Sir?" bilang prajurit yang melihat Baron Raven diam dan juga menunggu jawaban dari Baron Raven.
"Ahh... maaf, kau bisa pergi nanti akan aku urus sisanya" bilang Baron Raven.
"Baik Sir, saya pamit pergi dulu"
Setelah selesai menyampaikan pesan prajurit pun pergi, dan prajurit yang tadi dipanggil sama Baron Raven ikut pergi juga karena keberadaan dia sudah tidak diperlukan lagi.
"*haaa....*\, seperti biasa istri ku sangat kejam sekali" bilang Baron Raven sambil mengeleng-gelengkan kepala.
"hehehe.., seperti itulah istri anda" bilang Zerith dengan tertawa ringan.
Baron Raven pun kembali ke permasalahan utamanya, kemudian Baron Raven memberika perintah ke Orlom, Zerith Ragnar.
"Kalian bertiga pergilah ke gedung administrasi untuk menemui istriku" bilang Baron Raven.
Orlom, Ragnar, dan Zerith saling menatap satu sama lain, mereka tidak mendengar kata "kita" yang berarti Baron Raven tidak ikut bersama mereka, Ragnar pun sangat penasaran dan bertanya ke Baron Raven.
"Lalu bagaimana dengan anda, Sir". Bilang Ragnar yang penasaran.
"Aku?, aku akan berburu sebentar, jadi bilang ke istriku aku akan datang telat"
Orlom, Ragnar, dan Zertih tau maksud dari kata "berburu" untuk Baron Raven, dia akan menyerang langsung musuh, tapi mereka bertiga ingin ikut dan mereka pun memohon untuk ikut.
"Biarkan kamu ikut Lord!" bilang Ragnar dengan lancang
"Iya Lord, bagaimana jika ada jebakan dan anda tertangkap?, kami tidak bisa melindungi anda" bilang Zerith yang ingin ikut juga.
Ketika Ragnar dan Zerith keras kepala ingin ikut, disisi lain Orlom hanya terdiam karena perintah tuannya mutlah untuk dia, Orlom tau maksud Baron Raven ketika dia ingin berburu musuhnya sendirian, tidak ada yang bisa menghentikan dia ketika dia sudah ingin melawan musuh.
Baron Raven yang meladeni Zerith dan Ragnar keras kepala untuk ikut, kemudian memberikan sinyal ke Orlom untuk menahan mereka berdua, Orlom pun mengerti sinyal yang diberikan tuannya, kemudian Orlom menahan Zerith dan Ragnar.
"Tolong urus mereka berdua Orlom, dan sampaikan salam ku ke istriku" bilang Baron Raven.
"Baik Lord, semoga perburuan anda lancar" bilang Orlom
Baron Raven tersenyum mendengar Orlom yang percaya dengan tuannya, kemudian Baron Raven pamit dengan mereka.
"Baiklah, aku pergi dulu, [Stealth]"
Baron Raven pun menghilang dihadapan mereka bertiga dengan skill Assasins [Stealth], Orlom masih menahan Zerith dan Ragnar, mereka merengek seperti anak kecil yang ingin ikut sama ayahnya.
"Tidak Lord!, Biarkan kami ikut!" teriak Ragnar.
"Jangan tinggalkan kamu Lord!" teriak Zerith.
Setelah sekiranya Baron Raven pergi beberapa menit Orlom melepaskan mereka.
"Sialan kau Orlom!, apa kau tidak peduli dengan tuan mu!" bilang Ragnar dengan nada kesal
"Benar!, dasar pengecut!, apa kau takut dengan musuh?, HAH?!" bilang Zerith dengan marah.
Orlom yang mendengar ocehan mereka menjadi kesal dan Orlom mulai mengancam mereka dengan katana.
Srriiinngggg....
"Apakah kalian bisa diam?" bilang Orlom sambil mengancam akan menarik katana miliknya.
"Ahhh...., Baiklah kami mengerti" bilang Ragnar dan Zerith yang ketakutan.
Setelah mereka berdua diam Orlom menaruh katanya lagi.
"*haa...* Dasar...\, apa kalian tau?\, kalian hanya akan menghambat dia?" bilang Orlom
"Apakah tidak apa-apa meninggalkan Lord Raven sendirian?" bilang Ragnar yang khawatir.
Orlom terdiam sejenak dan kemudian dia senyum dihadapan mereka berdua.
"Apakah kau lupa siapa dia?, seorang dengan julukan Blood Crimson tidak akan pernah kalah" bilang Orlom dengan santai.
"*haaa...., baiklah kalau begitu, kita tidak bisa berbuat apa-apa" bilang Ragnar.
"Sayang sekali aku tidak bisa melindungi, Lord Raven kali ini" bilang Zerith dengan Ekspresi sedih.
"jika kalian sudah mengerti, ayo pergi ke gedung administrasi sebelum Lady Lizbeth datang!"
"Baiklah.." bilang Zerith dan Orlom.
Orlom, Ragnar, dan Zerith pun pergi ke gedung Administrasi, sementara mereka juga masih khawatir dengan tuannya yang sendirian berburu musuh, tapi mereka berharap Baron Raven bisa pulang dengan selamat.
-------------------------------------------------------------------------
Skill Dictionary.
Name: Stealth
Type: Magic
Requirement: Magic level Advance
Description: menghilangkan keberadaan atau berkamuflase, semakin tinggi level Magic seseorang maka semakin susah untuk mendeteksinya, dan ketika ingin menyerang efek dari skill Stealth akan menghilang.