
“[Aerial Barier]”
Claaannggg...
Wwwhhhoooaaassshhhh......
“SUDAH CUKUP!!” teriak salah satu dari mereka.
Debu-debu bekas benturan yang kuat tidak melihat siapa yang menahan serangan Zeke dan siapa menahan serang seekor naga, lama-lama debu-debu pun mulai menghilang, dan mereka berdua melihat siapa yang menahan serangan mereka.
Baron Raven dan Virnir muncul diantara mereka untuk menyudahi perkelahian, Baron Raven menahan serangan Zeke dengan belati miliknya, sedangkan Virnir menahan serangan anak buahnya dengan Barier berwarna hijau dengan elemen angin, Virnir mengeluarkan skill [Aerial Barier].
“oi... oi...., bukankah kau terlalu berlebihan Zeke?, jika orang biasa yang menahan serangan mu pasti dia akan mati” bilang Baron Raven.
“Cih.., dasar sialan...., dari mana saja kau?, aku kesal sudah menunggu lama” bilang Zeke.
Zeke yang melihat Baron Raven yang ada didepannya menjadi tenang, Zeke menurunkan Warhammer miliknya, sedangkan bawahan Virnir yang melihat rajanya ada didepannya langsung berlutut meminta maaf.
“maaf kan saya yang mulia, saya tidak bermaksud menyerang anda” bilang prajurit naga dengan wajah yang ketakutan.
“Jadi bisakah kalian menjelaskan apa yang terjadi?” tanya Virnir sambil mengeluarkan sedikit Aura Mana miliknya.
Prajurit naga kemudian berubah wujud ke bentuk manusia.
Kemudian Zeke dan prajurit naga menjelaskan apa yang terjadi, awal mulanya adalah ketidak sukaan prajurit naga dengan seeorang Dwarf yang datang, Zeke yang melihat dirinya dihina dia langsung menghampiri prajurit naga tersebut dengan ekpresi marah, awalnya mereka adu mulut saja, dan pada akhirnya prajurit naga memulai perkelahian secara fisik dengan Zeke, Zeke yang ditantang langsung menerimanya dengan senang hati, dan pada akhirnya mereka bertarung.
Setelah menjelaskan perkara masalah, mereka berdua masih beradu mulut dan masih tidak suka satu sama lain, walaupun dihadapan Virnir dan Baron Raven.
“Dasar Dwarf sialan..., kau lah yang salah!!!” bilang prajurit naga.
“aaarrrgghhh......, naga sialan akan kuhabisi kau!” bilang Zeke.
Virnir yang kesal melihat mereka berdua terus bertengkar walaupun berjauhan membuat Virnir kesal, Virnir kemudian melepaskan Aura Mana yang kuat untuk mengintimidasi mereka berdua.
“APAKAH KALIAN BISA TENANG!!!!” bilang Virnir dengan kesal.
Zeke dan prajurit naga yang merasakannya langsung menjadi diam.
“*haa...* dasar....\, akhirnya kalian bisa tenang\, kau cepat kembali berjaga” bilang Virnir sambil menunjuk ke arah prajurit naga.
“aahhh...., baiklah yang mulia!” jawab prajurit naga dengan tegas.
Prajurit naga yang diperintahkan Virnir langsung pergi, dan pada akhirnya Virnir bisa berbicara dengan Baron Raven dan yang lainnya.
“kalian dari perjalanan jauh kan?, karena kalian tamu istimewa yang dibawa teman ku, ikuti aku, aku akan membawa kalian ke tempat istirahat yang nyaman” bilang Virnir.
“seperti biasa terima kasih Virnir” bilang Baron Raven.
“tidak masalah.., setelah semuanya pergi ke tempat istirahat, aku ingin berbicara lagi, kalau ditempat seperti ini, rasa tidak enak” bilang Virnir.
Virnir kemudian berjalan ke tempat istirahat dan diikuti Baron Raven serta rombongan, ketika berjalan Zeke berjalan sejajar dengan Baron Raven.
“Oi..., Raven apakah dia The Black Dragon King?” tanya Zeke.
“Ya..., apakah kau tidak menyadarinya dari tadi?, prajurit memanggil dia yang mulia” jawab Baron Raven.
“aahhh.... tidak apa-apa, yang ku tahu bangsa Dragonoid sangat arogan karena mereka memiliki kekuatan yang luar biasa, tapi kenapa kau seperti santai saja ketika berbicara dengan dia” tanya Zeke yang penasaran.
“ahahaha...., aku dan Virnir sudah lama berteman” bilang Raven sambil tertawa kecil.
“arrrgghh..., baiklah aku percaya pada mu” bilang Zeke dengan mencoba mengerti.
Kemudian Baron Raven dan rombongan sampai di tempat peristirahatan, kemudian Baron Raven mengajak Virnir dan Zeke untuk diskusi untuk tentang senjata, mereka kemudian pergi ke suatu ruangan, kemudian mereka duduk berdua.
“nama mu Zeke kan?” tanta Virnir.
“Iya..., yang mulia” jawab Zeke.
“apakah kau bisa membuat senjata untuk ku?” tanya Virnir lagi.
“sebelum itu.., biasakah saya tahu senjata apa yang anda inginkan?” bilang Zeke.
“aku ingin dua pedang, karena aku ingin menjadi Dual Wielding, dan sepertinya menarik, benarkan Raven” bilang Virnir.
“Kenapa kau menanyakan aku..?, kau kan yang memakainya dan memilih Combat Style milik mu” bilang Raven.
“ahahaha....., aku hanya ingin meminta pendapat mu sedikit” bilang Virnir dengan nada bercanda.
“yang mulia bolehkah saya melihat tangan manusia anda?” bilang Zeke.
“aahhh... baiklah” bilang Virnir.
Zeke kemudian mendekat ke Virnir, kemudian Virnir mengulurkan tangannya ke Zeke, dan Zeke ingin mencoba menganalisa tangan Virnir untuk membuatkan dia senjata yang cocok, Zeke kemudian meraba-raba sedikit tangan Virnir.
“yang mulia bolehkah saya melihat Aura Mana anda?” tanya Zeke.
“apakah kau yakin?” tanya Virnir.
Aura Mana Virnir sangatlah kuat, jika orang biasa seperti Zeke atau Orlom pun pasti akan merasakan efek [Fear] dari radiasi Aura Mana Virnir.
akan tetapi Baron Raven mengulurkan tangannya ke arah Zeke untuk menahan efek dari Aura Mana Virni, agar membuat Zeke lebih berkonstrasi.
“Lakukan Virnir, aku akan menjaga Zeke dari Aura Mana mu” bilang Baron Raven.
“Baiklah..” bilang Virnir.
Wwwwhhhhoooossshhhh......
Virnir mengeluarkan Aura Mana miliknya, akan tetapi Virnir membatasinya, walaupun Virnir membatasinya, Zeke masih merasakan Aura yang cukup menusuk yang manusia biasa tidak bisa atasi.
“uuuggghhhh..... Sial, Aura Mana yang sangat kuat” bilang Zeke.
“Tahanlah Zeke, konsentrasi” bilang Baron Raven.
“uuggghhh...., baiklah” bilang Zeke.
Zeke kemudian menganalisa Aura Mana milik Virnir untuk membuat senjata yang bagus, tak lama kemudian Zeke selesai menganalisa.
“huh....,sial.... aku merasa ingin muntah” bilang Zeke dengan leganya.
“apakah kau benar bisa membuat senjata khusus buatku?” tanya Virnir.
“Iya yang mulai, saya akan usahakan, dan saya ingin permisi dulu” bilang Zeke.
“aaahhh... baiklah, sepertinya aku membuatmu repot” bilang Virnir.
Zeke langsung keluar dari ruangan dengan keadaan yang tidak enak, setelah Zeke keluar ruangan permbicaraan antara Baron Raven dan Virnir masih berlanjut.
“Raven, kau kesini tidak hanya ingin meminta bahankan?, karena akhir-akhir ini aku mendapatkan informasi kalau kau sedang dalam kondisi siaga” bilang Virnir.
“Ya ini menyangkut dunia iblis” bilang Baron Raven.
“APA?!, bagaimana bisa?!, yang ku tahu kau beberapa bulan kemarin di Phantom Harlow segerombolan Basilisk menyerang kota mu”
“Ya.., itulah salah satu dari insiden yang terjadi, dan dalangnya adalah orang dari dunia Iblis”
“Dasar...., bagaimana kau bisa berurusan dengan orang-orang dari dunai Iblis”
“aaahhh.... itu cerita yang sangat panjang, dan aku juga tidak ingin ada orang yang tahu banyak”
“*haaa...*\, sepertinya aku berteman dengan orang yang aneh dan misterius”
“ahahaha...., seperti itulah kenyataannya” bilang Baron Raven sambil tertawa kecil.
“tapi.... Ada yang aku bisa bantu?”
“Ya.., aku ingin hanya sebuah informasi, jika ada pergerakan yang mencurigakan sekitar wilayah mu tentang orang dari dunia Iblis, kabarkan aku”
“Baiklah aku mengerti..., ada lagi?”
“untuk saat ini itu saja dulu”
“Virnir maukah kau sparing dengan ku?”.
Virnir yang mendengar seseorang menantang dia untuk bertarung membuat Virnir menjadi menjadi semangat, karena sudah lama Virnir tidak mempunyai lawan yang kuat untuk bertarung sengit.
“ahahahah...., bukankah itu berlaku hanya untuk diri mu” tawa Baron Raven.
“Ikuti aku, aku ada tempat yang bagus untuk kita sparing”
“Baiklah..”
Setelah melakukan percakapan yang cukup panjang, Baron Raven dan Virnir keluar dari ruangan.
-----------------------------------------------------------------------
Waktu sudah mulai malam di Valmar, suasana di Valmar berbeda dari kerajaan bahkan suatu kota, dimalam hari selalu ada naga yang terbang di langit malam, jika naga terbang di daerah wilayah manusia, sudah pasti mereka akan merasa terancam, karena mereka tidak tahu naga tersebut baik atau jahat.
Whooossshhh....
Wwhhooossshhh.....
Suara angin yang kencang di malam hari ditambah dengan sayap-sayang naga berterbangan, naga-naga tersebut adalah prajurit yang bertugas menjaga kota dari langit, sehingga jika ada penyusup mereka langsung dieksekusi, apalagi mereka membawa senjata ataupun Artifact yang berbahaya.
Tapi terlepas dari suasana malam yang sunyi dan naga yang berterbangan, terdengar suara ledakan dan tanah kadang-kadang bergetar sedikit akibat gempa kecil.
Booommmm....
Boooommmmm......
Suara dentuman keras yang terdengar, akan tetapi warga di kerajaan Valmar tidak menanggapinya, mereka bahkan beraktifitas seperti biasa.
Di suatu ruangan tempat peristirahatan tamu.....
Zeke bangun karena suara yang mengganggu tidurnya, Zeke kira ada pertempuran di kerjaan, Zeke mengusap-ngusap matanya agar pernglihatannya semakin jelas, ketika penglihatan Zeke sudah jelas, Zeke melihat sosok Dark Elf yang menyender di jendela tempat para rombongan beristirahat, itu adalah Orlom.
Zeke melihat Orlom memandang keluar jendela, Zeke tidak bertanya ke Orlom dia memandang apa, Zeke langsung melihat keluar jendela juga, Zeke melihat Barier berwarna merah darah yang sangat besar yang berada di luar kerajaan, dan sudah pasti Zeke tahu siapa pelakunya, itu adalah ulah dari Baron Raven yang menggunakan skill [Blood Field].
“Orlom apakah kau tahu apa yang terjadi?” tanya Zeke ke Orlom.
“Lord Raven sedang bertarung dengan Virnir” bilang Orlom dengan santainya.
“APA...?!, apa yang dia lakukan?” bilang Zeke yang kaget.
“ahahah..., tidak sudah kaget paman Zeke, sudah menjadi kebiasaan Lord Raven mencari lawan yang kuat untuk dia lawan, salah satunya adalah Black Dragon King Virnir” bilang Orlom sambil tertawa kecil
“*hhaaa...* Dasar..\, sialan itu... bisakah bertamu dengan damai”
Orlom dan Zeke melihat [Blood Field] milik Baron Raven dikelilingi sekitar sepuluh naga, naga-naga tersebut ada yang terbang dan juga ada yang bertengger di bukit, mereka seperti menjaga dan menunggu Baron Raven dan Virnir selesai.
“Sudah berapa lama mereka bertarung” tanya Zeke.
“mereka mulai bertarung setelah melakukan pertemuan sama paman, dan sepertinya ketika paman tidur siang mereka mulai bertarung sampai malam dan tidak berhenti sama sekali” bilang Orlom.
“Manusia seperti apa dia bisa bertarung dengan seekor naga yang kuat sampai lama”
“itulah sebabnya kita mengikuti Lord Raven bukan?, tidak hanya kuat tapi dia sangat bijak dan baik” bilang Orlom sambil tersenyum.
“Dasar...., bisakah kau tidak memuji orang itu didepan ku”
“hehehehe...”
Tak lama mereka berbicara [Blood Field] milik Baro Raven menyusut dan menghilang, naga-naga yang berterbangan dan bertengger langsung turun, Zeke dan Orlom hanya melihat, tapi Zeke yang baru melihatnya, Zeke sedikit khawatir sama Baron Raven, apakah dia akan dilukai karena melawan raja mereka, atau Baron Raven akan dikucilkan sama seperti Zeke saat pertama kali datang kekota.
Kemudian naga-naga berterbangan satu persatu ke langit, Zeke dan Orlom melihat naga terbang tidak bersamaan, ada yang terbang ke istana dan ada juga yang terbang ke kota, dan di pundak salah satu naga yang menuju ke kota, mereka melihat ada manusia yang duduk di pundak naga, itu adalah Baron Raven.
Kemudian naga tersebut turun perlahan-lahan ke tanah, ketika naga sudah mendarat ke tanah, Baron Raven langsung turun dari pundak naga, ketika Baron Raven sudah turun, naga tersebut menundukan kepalanya sebagai rasa hormat dan kemudian langsung pergi.
Orlom dan Zeke melihat pakaian Baron Raven sudah mulai habis karena terkena api, akan tetapi Baron Raven hanya memiliki luka-luka gores di seluruh badannya, tidak ada luka fatal hanya sedikit darah dan sedikit luka memar di tangannya.
Orlom langsung bergegas menyambut Baron Raven.
“Salam Lord Raven” bilang Orlom.
“ooohhh.. Orlom, kau belum istirahat?”
“belum Lord, saya menunggu Lord selesai bertarung bersama paman Zeke”
“Zeke?, aku kira dia sudah tidur”
Beberapa saat mereka mengobrol Zeke keluar dan menghampiri Raven.
“Oi... oi..., sepertinya kau membuat masalah disini sampai kau seperti itu” bilang Zeke.
“aku hanya melakukan sparing sama Virnir, ya... walaupun sparingnya cukup ekstrim tapi aku puas” bilang Baron Raven
“Dasar... bocah, untung kau masih hidup..., ahahahah...” bilang Zeke dengan bercanda dan memukul Baron Raven di badannya.
“aaww.... badan ku masih sakit, sepertinya aku butuh istirahat” bilang Baron Raven.
“jangan mengeluh aku tahu kau kuat, dan sebelum kau istirahat bagaimana kalau kita mengobrol sebentar” bilang Zeke.
“ide yang bagus, Orlom kau mau ikut mengobrol dengan kami?” tanya Baron Raven.
“dengan senang hati jika anda memperbolehkannya” bilang Orlom.
“ahahahaha....., baguslah kalau begitu, semakin banyak orang semakin seru mengobrol” bilang Zeke sambil tertawa bercanda.
“Kalau begitu kita ngobrol saja didalam” bilang baron Raven.
Baron Raven, Zeke, dan Orlom masuk ke tempat tamu, kemudian mereka pun mengobrol sampai larut malam, mereka bertiga bercanda dan tertawa layaknya seorang teman dekat, sampai waktunya mereka tidur.
--------------------------------------------------------------------------------------
2 hari kemudian......
Baron Raven dan yang lainnya akan berangkat pulang ke kota Phantom Harlow, mereka membawa barang bawaan yang mereka butuhkan, pada saat pulang Baron Raven akan berangkat, Virnir dan Cithria datang untuk melihat Baron Raven sebelum pulang.
“Apakah segini sudah cukup Raven” tanya Virnir.
“ya.. segini sudah cukup, 100 Dragon Scale Virnir dan 100 Dragon Scale Cithria, jika aku kekurangan bahan lagi aku akan kesini lagi atau mengirimkan salah satu orangku” bilang Baron Raven.
“Baiklah.. kalau begitu” bilang Virnir.
Virnir menghampiri Zeke dan menepuk-nepuk pundaknya.
“Pastikan kau membuatkan senjata yang buatku kawan...” bilang Virnir
“saya akan usahakan yang terbaik yang mulai, saya akan menjamin bahan-bahan yang anda berikan akan membuat senjata anda menjadi kuat” bilang Zeke dengan percaya diri.
“Aku akan menunggunya, dan jangan membuat ku kecewa” bilang Virnir.
“Baik yang mulia”
Ketika Virnir berbicara dengan Zeke, Cithria menghampiri Baron Raven.
“Aku titip salam buat Lizbeth dan anak-anak mu Raven, pastikan kau memperlakukan istri mu dengan baik” bilang Cithria.
“hehehe.., aku akan sampaikan salam mu, dan untuk istriku dia akan baik-baik saja” bilang Baron Raven.
“*haaa...* kapan-kapan aku ingin mengunjungi kota mu dan aku ingin melihat anak mu yang kecil”
“Kamu selalu akan disambut jika datang ke kota ku”
“Sudah umur berapa anak mu?”
“kau bertanya tentang Reinherz?, dia sudah berumur 6 tahun, dan aku sedang melatihnya”
“Dasar.... seperti biasa kau adalah ayah yang cukup kejam, tapi kuharap aku bisa kesana dan memperkenalkan anak ku ke Reinherz”
“Baik... baik.., kabari saja jika kau ingin datang ke kota ku”
“baik... akan aku kabari jika suami ku dan aku pergi ke kota mu”
setelah mengobrol sebentar, akhirnya Baron Raven menyudahi obrolan dan akan berangkat.
Baron Raven dan yang lainnya langsung berangkat menuju kota Phantom Harlow, Virnir dan Cithria melambai-lambaikan tangannya sebagai bentuk perpisahan, dan semakin jauh Baron Raven dan yang lainnya menghilang dari pandangan mereka, Virnir dan Cithria berharap Baron Raven bisa menyelesaikan masalahnya untuk saat ini, dan juga Virnir dan Cithria akan selalu membantu temannya.