Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 88: Head And Master Of Ryujin Clan



Tap..


Tap..


Terdengar suara langkah yang mendekati Baron Raven dan Eizarath, suara langkah tersebut adalah suara seorang memakai sendal bambu, ketika suara langkah semain dekat, Eizarath dan Baron Raven melihat sosok pria tua.


Wajah dari pria tersebut seperti orang yang berumur 60 tahun, terlihat keriput akan tetapi tidak terlalu keriput, dia memiliki warna rambut yang sama seperti Eizarath akan tetapi bercampur dengan warna abu – abu yang menunjukan dia sudah mulai beruban, dia memiliki jangut yang berwarna abu – abu, janggutnya tidak terlalu panjang hanya dua cm dari dagu ke bawah, dia memakai pakaian khas Martial Artist berwarna emas dan merah, dia tak lain adalah Shaka Ryujin, pemimpin dan kepala keluarga dari Ryujin Clan


Name: Shaka Ryujin


Race: Demon


Class: Martial Artist, Swordman.


Affiliation: Head Family Of Ryujin Family.


“terimakasih telah mengembalikan tombaknya” bilang Baron Raven sambil tersenyum.


“cih.., dasar bocah sialan.., apakah kau tidak bisa masuk dengan damai” bilang Shaka.


“kalau tidak seperti ini, maka tidak akan seru nantinya, ahahahaha...” bilang Baron Raven tertawa senang.


“*haa..*\, anak ini memang benar – benar...\, tapi...\, sepertinya aku melupakan seseorang” bilang Shaka


Shaka melihat ke arah Eizarath yang dibelakang Baron Raven, dia menatap dengan tatap yang tajam dan mengeluarkan Aura yang tajam, Shaka pun menunjuk ke arah Eizarath.


“Dasar anak bodoh..., kenapa kamu tidak bisa mengalahkan bajingan sialan ini.., selama ini latihan mu berarti percuma” bilang Shaka yang kesal.


“ahahahhaha...” bilang Eizarath sambil tertawa kecil.


Shaka yang kesal dengan anaknya, dia langsung menghampiri anaknya yang sedang berlindung di belakang Baron Raven, Shaka yang sudah dekat dengan anaknya, langsung menjewer telinga Eizarath.


“aaarrgghh.., hentikan ayah” bilang Eizarath yang kesakitan.


“Dasar lemah..., kenapa kamu bangga dengan title mu yang terkuat di turnamen, dan kamu malah kalah dengan bajingan ini” bilang Shaka sambil menunjuk Baron Raven.


Shaka pun terus memarahi Eizarath, tak lama Shaka memarahi anaknya, akhirnya Shaka melepaskan anaknya.


“dasar.., kamu masih harus latihan” bilang Shaka.


“berisik.. orang tua” bilang Eizarath yang kesal dengan nada kecil.


“apa yang kamu bilang.. huh!?” bilang Shaka yang kesal.


“ahahahaha..., tidak ayah.. tidak apa – apa” bilang Shaka.


Baron Raven yang melihat percakapan yang sudah panjang, Baron Raven langsung menggangu percakapan mereka berdua.


“baiklah.. sudah cukup dulu.., bukan kah saatnya Master kembali masuk?” bilang Baron Raven.


“apa kamu kira aku akan mengizinkan mu masuk kedalam?” bilang Shaka.


“terus...., bagaimana menurut mu apa yang akan aku lakukan jika aku tidak di perbolehkan masuk kedalam?” bilang Baron Raven.


“*haa...* sial...\, orang ini memang menyebalkan\, aku tahu apa yang ada di otak mu\, jadi kalian berdua ikut masuk” bilang Shaka sambil menepuk kepalanya.


“kalau begitu terima kasih Master” bilang Baron Raven sambil tersenyum.


Setelah melakukan percakapan yang cukup panjang, Eizarath, Baron Raven, dan Shaka masuk kedalam, ketika masuk kedalam, semua orang di sekitar dojo salam hormat karena melihat Shaka, Shaka langsung mengarahkan Baron Raven masuk kedalam, sedangkan Eizarath di cegah Shaka.


“Eizarath..., biarkan ayah dan Raven berbicara sendirian” bilang Shaka.


“tapi ayah.., aku ingin ikut” bilang Eizarath sambil memohon.


“Tidak..!!, lebih baik kamu latihan lagi” bilang Shaka.


“Cih..., baiklah..” bilang Eizarath yang kecewa.


Eizarath pun berbalik badan dan pergi, kemudian Baron Raven dan Shaka masuk kedalam, Shaka mengarahkan Baron Raven ke ruangan yang banyak lemari dan dipenuhi oleh dokemen – dokumen milik Shaka, secara tak langsung ruangan tersebut adalah ruangan tempat kerja Shaka, Shaka langsung duduk di kursi yang didepannya ada meja, sedangkan Baron Raven berdiri didepan Shaka.


“Jadi apa yang kamu ingin kan?” tanya Shaka.


Shaka yang mendengarnya kaget dengan tujuan Baron Raven, Shaka tak sangka Azog masih berurusan dengan Baron Raven.


“*haa..*\, bajingan sialan itu...\, sepertinya dia masih membuat masalah” bilang Shaka sambil mengeleng – gelengkan kepalnya.


“Ya dia menyerang ku dengan mengirim salah satu bawahannya dari dunia manusia, dan dia memberikan Artifact Void yang bisa mengontrol monster” bilang Baron Raven.


“aaarrrgghh...., bajingan itu sepertinya dia masih ingin balas dendam dengan mu” bilang Shaka.


“sepertinya begitu, jika tidak ada yang menggangu saat itu, dia sudah mati sekarang”


“aahh..\, yaa..\, dia memiliki bantuan yang cukup kuat\, akan tetapi aku ingin bertanya\, apakah dengan dirimu yang sekarang kamu bisa mengalahkan dia *(maksudnya orang yang membantu Azog)*?” tanya Shaka.


“Jika aku yang sekarang mungkin bisa, akan tetapi Azog sepertinya sudah membentuk organisasi bawah di dunia manusia, untuk itu bisa aku urus disana, akan tetapi untuk dunia iblis, aku membutuhkan orang dari sini untuk menggali informasi”.


Sssrraakk...


Shaka langsung berdiri dari kursinya, kemudian berjalan ke lemari – lemari yang ada diruangannya, dia pun mencari – cari dokumen, dan pada akhirnya dia menemukan dokumennya, Shaka langsung melemparnya ke Baron Raven.


“itu adalah dokumen tentang pergerakan Azog yang ku ketahui selama ini” bilang Shaka.


Baron Raven membuka dokumen yang diberikan Shaka, Baron Raven langsung membaca dokumennya, ketika membaca Baron Raven kaget dengan informasinya.


“Master.., apakah bajingan itu benar - benar membuat Artifact Void buatan?” tanya Baron Raven.


“*haa..*\, aku tidak tahu pasti\, akan tetapi kamu lebih baik berhati – hati dari sekarang\, aku tidak bisa selalu menolong mu sekarang” bilang Shaka.


“terimakasih atas kekhawatiran mu Master, ngomong – ngomong kapan Master akan mengunjungi Benua Manusia?” bilang Baron Raven.


“aku tidak tahu pasti, aku sudah nyaman berada disini, ngomong – ngomong kamu sudah punya berapa anak?” tanya Shaka.


“Aku punya empat anak, dan anak terakhir ku sangat menarik”


“seberapa menariknya dia hingga membuat dirimu sangat tertarik, aku bisa melihat dari ekspresimu”


“Anakku yang kecil adalah kontraktor Lyx”


“oohhh..., berapa umur anak mu”


“sekarang dia sudah 11,5 tahun, ketika dia mendapatkan Lyx umur dia sekitar 10 tahun”


“Apa..?!, sepertinya kamu memiliki anak yang menarik, dan bisa kutebak dia memiliki Lyx Rank rendah kan?” bilang Shaka yang sedikit kaget.


“ya.., kalau tidak tubuhnya akan hancur dan di ambil alih oleh Lyx”.


“terus apa yang akan kamu lakukan sekarang?” tanya Shaka.


“aku akan menyusun rencana”


“apakah kamu akan pergi kesana sendirian lagi”


“ahahahaha.., tentu saja tidak, aku ingin menyerahkan misi ini ke yang lebih muda, jika aku yang terus turun tangan, mereka tidak akan pernah menjadi kuat untuk melindungi sekitarnya” bilang Baron Raven sambil tertawa.


“Dasar..., bocah sialan ini...” bilang Shaka sambil mengeleng – gelengkan kepalnya.


Setelah cukup berbincang Baron Raven berbalik badan, setelah mendapatkan cukup informasi dia ingin pergi.


“Aku akan bawa dokumen ini, aku akan pergi, terimakasih Master” bilang Baron Raven sambil membelakangi Shaka.


Wwhhhoosshh....


Stab...


Shaka melempar sebuah pena ke arah Baron Raven, akan tetapi Baron Raven menghindar, kemudian Shaka mengeluarkan Aura yang kuat


“Bajingan sialan.., perbaiki dulu apa yang telah kamu perbuat, kamu tidak boleh pergi sampai selesai sialan..” bilang Shaka yang kesal.


“ahahahaha..., aku lupa” bilang Baron Raven sambil tertawa kecil.


Baron Raven pun akhirnya tinggal di Ryujin Clan selama beberapa hari.