Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 31: Land Acquisition



dua jam kemudian....


Zzzzzzrrraaassshhhhhh.......


“(ha.... ha.... ha......, Sialan... dada ku sakit sekali...)” bilang Reinherz dalam hati


Baron Reinherz kemudian melepaskan efek [Fear] miliknya lagi, Reinherz pun bisa benafas dengan lega lagi, Baron Raven terus mengulangi [Fear] miliknya dengan memberikan jeda sedikit ke Reinherz, Baron Raven melatih ini agar anaknya bisa menangkal efek [Fear] ketika melawan musuh yang lebih kuat darinya.


“latihan hari ini sudah cukup sampai disini dulu, besok ayah akan lanjutkan lagi” bilang Baron Raven


Reinherz yang mendengar latihannya telah selesai , Reinherz langsung tiduran telentang di tanah dengan perasaan sangat lega, Reinherz akhirnya bisa istirahat setelah latihan yang cukup lama.


“aaaaahhhhh....... akhirnya selesai” bilang Reinherz sambil menghela dengan leganya


Baron Raven kemudian berdiri dari tempat duduknya dan melihat Reinherz.


“Dasar....., hanya segitu saja kau banyak mengeluh, hari ini hanya permulaan saja, besok akan ayah lakukan lebih keras lagi” bilang Baron Raven.


“uuuurrrggghhhh....., bisakah ayah mejadikan latihan ku sedikit lebih ringan” keluh Reinherz.


Baron Raven yang mendengarnya itu langsung menyentil kening Reinherz.


Plak....


“aaaawwwww......” teriak Reinherz.


“jangan banyak mengeluh..., kamu adalah laki-laki, kamu harus menjadi kuat untuk melindungi dirimu dan juga orang lain....”


“uuurrrgggghhh......., baiklah”


Setelah beberapa jam latihan tak terasa langit sudah menjadi orange, yang menunjukan waktu sudah sore.


“waktu sudah mulai sore, setelah ini kamu harus istirahat, dan pulihkan tenaga mu untuk mulai latihan besok” bilang Baron Raven


“baiklah ayah...” bilang Reinherz


“kalau begitu ayah pergi dulu, bersiap-siaplah untuk besok, karena semakin hari latihan yang ayah dan ibu berikan akan semakin keras”


“uuurrrgggghhh.....” bilang Reinherz nada menggerutu


Baron Raven pun langsung pergi setelah itu, Reinherz yang masih terbaring masih menggerutu karena badannya sangat lemas setelah latihan yang panjang.


“uuuuggghhh.... sial, badan ku sakit sekali, aku harus segera istirahat di kamar ku”


Reinherz kemudian berdiri dan langsung pergi ke kamarnya untuk beristirahat dan memulihkan dirinya untuk latihan di esok hari.


---------------------------------------------------------------------------------------


Dua hari telah berlalu......, Reed, Avianna dan Zerith berserta rombongan pergi menuju ke ibukota kerajaan Oakleigh, kota Edmund, mereka berjalan menggunakan kuda seperti biasa tanpa tempat untuk istirahat yang dipakai para bangsawan, tapi karena Reed adalah seorang pedagang, Reed membawa kuda pengangkut barang yang membawa barang yang akan di jual Reed di ibukota nanti, barang-barang tersebut adalah rempah-rempah, tanaman penyembuh, potion, dan senjata yang telah Reed pesan di Zeke akan dijual lagi.


Total orang yang berangkat adalah 6 orang, semuanya adalah anggota Night Hawk kecuali Avianna, walaupun Reed dan Avianna adalah anak bangsawan, Reed dan Avianna tidak mau manja, apalagi Reed yang seorang kapten dari Night Hawk, mereka akan bergiliran berjaga malam jika mereka tidur di luar.


Setelah dua hari berjalan, mereka tiba di sebuah desa dekat wilayah Klint yang masuk dalam wilayah kerajaan Oakleigh, Reed, Avianna, Zerith berserta rombongan pun berhenti didesa tersebut karena hari sudah mulai malam, mereka berencana untuk beristirahat sampai besok pagi mereka berangkat lagi.


“Kita istirahat dulu disini sampai besok pagi” teriak Reed ke yang lainnya.


Ketika yang lainnya merapihkan barang-barang yang dibawa, Reed pun pergi untuk mencari penginapan, selama Reed berjalan ke ibu kota, Reed biasanya selalu melawati desa ini, jadi Reed tidak tahu kondisi desa ini, ketika Reed berjalan, Reed melihat ada seorang kakek-kakek berdiri didepan salah satu rumah, kemudian dia melihat Reed, dan Reed pun menghampiri dia dengan bermaksud menanyakan apakah ada penginapan di desa ini.


“uuummm....., permisi apakah di desa ini ada penginapan?” tanya Reed.


Kakek itu pun melihat Reed dengan tatapan yang tidak mengenakan, seperti kakek tersebut sedang dalam masalah, tapi kemudian kakek tersebut melihat Reed seperti biasa lagi.


“aahh..., maafkan aku anak muda, apa yang sedang aku cari” bilang kakek


“Kami sedang mencari penginapan, apakah ada penginapan disini?” tanya Reed


“di desa kami tidak ada penginapan, tapi kalau kalian ingin beristirahat, ada sedikit lahan untuk kalian berkemah”


“ooohhh... baiklah, terimakasih kalau begitu”


“kalau begitu ikuti saya”


Kemudian Kakek tersebut mengantarkan Reed ke tempat yang dia sebutkan tadi, ketika berjalan Reed bersama kakek, Reed penasaran kenapa suasana di desa ini suram sekali, seperti ada monster ingin Raid, padahal yang Reed tau disini jarang ada monster, akan tetapi Reed berfikir mungkin ini ulah bandit, dan penguasa wilayah Klint tidak bisa bertanggung jawab menjaga daerahnya, Reed ingin menyakan hal tersebut tapi dia ingin menyimpannya dulu sampai di tempat perkemahan.


Tak lama berjalan Reed dan Kakek pun sampai ke tempat perkemahan.


“Disini kalian bisa istirahat” bilang Kakek.


“Terima kasih kakek”


Reed kemudian melihat kakek lagi dengan tatapan yang penasaran.


“Kakek.., kenapa suasana disini sangat suram sekali?, dan tadi ketika saya bertemu kakek, kakek sepertinya ada masalah”


“ahahaha...., tidak apa-apa anak muda, saya hanya melamun” bilang kakek sambil tertawa.


“uummm...., baiklah kalau begitu, saya akan pergi ke teman-teman saya untuk segera bersiap-siap berkemah, dan sekali lagi terimakasih”.


“sama-sama anak muda”.


Reed kemudian segera pergi untuk mengabarkan ke yang lain kalau dia mendapatkan lahan untuk mereka istrirahat dengan tenang.


------------------------------------------------------------------------------------------------


Reed pun berjalan dengan santainya, Reed melihat sekitar desa dan sepertinya Reed mempunyai firasat yang buruk, walaupun kakek itu mengatakan baik-baik saja tentang situasi yang ada didesa.


Akan tetapi Reed melihat ada keributan di tempat rombongannya menunggu, ada empat orang pria membawa senjata berupa pedang dan belati, dari pakaian mereka Reed bisa menebak mereka adalah bandit..


“Apa kalian pendatang?, kekekek....” bilang salah satu bandit


“Huh...?!, kalian mau apa?” bilang Avianna


Kemudian salah satu bandit menodong kan pedang ke arah Avianna yang sedang berbicara dengan mereka.


“serahkan harta kalian jika kalian ingin selamat”


Zerith dan yang lainnya mendengar itu sudah dalam posisi siap ingin menyerang, seketika pandangan mata bandit mengarah ke arah lain, pandangan bandit mengarah ke arah sang kakek yang ternyata mengikuti Reed dari belakang.


Reed kemudian melihat kakek begitu ketakutan dan bergemetaran, dan Reed dugaan Reed ternyata benar ada yang salah dari desa ini, dan masalahnya adalah bandit.


“Kakek.., tenang saja biar aku yang urus” bilang Reed sambil berjalan ke depan.


“Anak muda apa yang.....”.


Reed berjalan tanpa menghiraukan kakek, dan kakek merasa bersalah apa yang terjadi, akan tetapi kakek itu tidak tahu kalau Reed adalah seorang petarung, kakek itu melihat Reed hanya seperti pedagang yang lewat untuk beristirahat.


“oi... oii....., bisakah kalian berbicara dengan damai” bilang Reed sambil menghampiri bandit dengan tangan di atas.


Bandit yang melihat Reed berjalan ke arah dia, kemudian bandit mengancam Reed.


“ahahaha....., apakah barang-barang ini milik mu?!, cepat serahkan sekarang atau kalian akan tahu aki....”


Whoooossshhhhh....


Reed dengan cepat melesat ke arah bandit kemudian mencengkram kepala bandit dan membantingnya ke tanah.


Dduuuaaarrrr......


“aaarrrrggghhhh......, APA YANG KALIAN LAKUKAN DASAR BODOH!, CEPAT SERANG MEREKA!” teriak bandit yang di pegang Reed.


Kemudian tiga bandit lainnya mengangkat senjata mereka dan menyerang Reed, akan tetapi ketika mau menyerang, Zerith dengan cepat mengangkat busurnya dan menembakkan dua panah ke arah bandit.


Whhhooossshhhh....


“AAAaaaarrrghhhh.....” teriak dua bandit.


Zerith dengan akurat membidik ke jantung mereka dan dua bandit langsung mati di tempat, akan tetapi Reed masih memegangi salah satu bandit di tanah dan tidak bergerak.


Satu banditnya lagi dengan cepat menyerang Reed yang tidak bergerak sedikit pun di tanah.


“AHAHAHAHA.....!, MATILAH KAU.....!” bilang bandit yang akan menebas Reed.


Wwhhoooossshhh.........


Ketika lima cm lagi pedang bandit menyerang Reed, bandit merasa seketika pandangannya menjadi seperti melayang dan terbalik.


“HUH?!”


Bbbrrraaakkkk......


Salah satu anggota Night Hawk dengan cepat menebas kepala bandit, kepala bandit pun terbang dan terjatuh ke tanah.


“Sekarang..., aku ingin tahu apa yang kalian lakukan pada desa ini?” bilang Reed dengan tatapan yang tajam ke arah bandit yang dia jatuhkan.


“aaarrrgghhh....., ba... baiklah saya akan beritahu” bilang bandit yang ketakutan.


Akan tetapi kakek yang Reed temui, kemudian menghampiri Reed dan yang lainnya dengan ekpresi yang meminta tolong.


“apakah kalian bisa kami?” bilang kakek.


Avianna pun kemudian berinisiatif untuk berbicara dengan kakek sementara Reed masih memegangi bandit.


“Tentu saja kami akan menolong, karena kakek sudah mengizinkan kami untuk berkemah, jadi tolong jelaskan semua yang terjadi didesa ini” bilang Avianna.


“Baiklah saya akan jelaskan” bilang kakek.


Kakek kemudian menjelaskan secara detail tentang apa yang terjadi didesanya, saat ini desanya sedang dijajah oleh sekelompok bandit yang bernama The Grey, mereka adalah sekelompok bandit yang suka menjajah desa dengan mengumpulkan upeti dari desa-desa didekatnya, dan hingga saat ini tidak ada yang bisa membasmi The Grey, bahkan penguasa Klint pun tidak mau tahu apa yang terjadi didaerahnya, dan penduduk desa pun dengan putus asa menyerahkan harta mereka ke penjahat, kalau mereka tidak punya harta, The Grey akan mengambil wanita dan menjadikan wanita sebagai budak.


“Cihh...., dasar bajingan” bilang Reed dengan kesalnya.


Reed dan yang lainnya mendengar itu menjadi kesal, karena melihat keadaan orang lemah yang ditindas, akhirnya Reed membuat keputusan.


“Hei bajingan..., bilang bos mu untuk datang kemari!, jika kalian tidak datang aku akan membunuh kalian” bilang Reed ke bandit.


“Ba... baiklah.., lepaskan aku dulu..!” bilang bandit.


Reed kemudian melepaskan bandit, bandit pun dengan cepat berlari untuk menyampaikan pesannya ke bosnya.


“jadi apa rencana kita sekarang?” bilang Zerith.


“apa kau punya ide kakak?” bilang Avianna.


“aaahhhh....., aku juga tidak tahu” bilang Reed yang bigung ditanya.


“*haaa...* Dasar....\, kau selalu membuat repot saja Reed” bilang Zerith.


“kita akan melakukan dengan cara biasa, dan buat mereka takut jika berani melawan Night Hawk” bilang Reed dengan tegas.


-----------------------------------------------------------------------------------------


Di suatu tempat di sebuah benteng bekas.


Braaakkkk......


“ha.... haa...., bos kita ada masalah” bilang bandit yang di hajar Reed.


“HUH?!, ada masalah apa bodoh?!” bilang bos.


“Ada seorang pedagang yang mencoba mengancam kita, dan mereka sangat kuat”


“Terus apakah mereka membawa sesuatu?”


“Ya., mereka seperti pedagang dan membawa banyak barang bawaan”


“hehehehe....., sepertinya kita akan mendapatkan harta jarahan yang kali ini” bilang bos dengan senyum yang jahat.


“dan juga mereka akan mengancam jika bos tidak datang mereka akan membunuh bos”.


Bos bandit kemudian terdiam sejenak


“HAHAHAHAHAH......!, berani-berani mereka mengancam The Grey, mari kita tunjukan siapa yang terkuat, kerahkan pasukan yang kuat, biar mereka merasakan ketakutan dan rasa putus asa, HAHAHAHAHAH...!.