Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 72: Travel To West, Farookh Forest



Keesokan hari di Mansion keluarga Itzbal....


Seorang pelayan pria memegang seekor kuda didepan Mansion keluarga Itzbal, dia menunggu seseorang dari keluarga Itzbal untuk berangkat, Tak lama dia menunggu, pelayan mendengar suara langkah kaki dan pintu depan mansion terbuka.


Tap..


Tap...


Ccrreaaakkk....


Ketika pintu terbuka pelayan melihat Baron Raven, Lady Lizbeth, Reinherz dan Chealsea, Baron Raven dan Lady Lizbeth seperti biasa ingin melatih Reinherz lagi, sedangkan Chealsea, Chealsea membawa tas ransel yang lumayan besar di punggungnya.


“Apakah yang kamu bawa sudah cukup?” tanya Lady Lizbeth ke Chealsea.


“Iya bu..., ini lebih dari cukup” jawab Chealsea.


Di tas ransel Chealsea, Chealsea membawa makanan selama beberapa hari, obat – obatan dan juga alat – alat untuk memeriksa pasien.


“kakak mau pergi kemana?” tanya Reinherz yang penasaran.


“kakak akan pergi ke daerah barat untuk beberapa hari” bilang Chealsea.


“ke barat..?, apakah kakak ingin pergi ke desa – desa?” tanya Reinherz.


“kakak akan pergi daerah yang mungkin tidak ada pemukiman sama sekali, apakah kamu bisa menebaknya?” tanya Chealsea ke Reinherz.


“uuuuummmm...., aku tidak tahu, aku belum pernah pergi arah barat jauh – jauh” bilang Reinherz.


Baron Raven kemudian memegang kepala Reinherz sambil mengusap-ngusap kepalanya.


“kakak mu ingin pergi menemui orang atau bisa dibilang bukan orang, jadi kamu tidak perlu tahu” bilang Baron Raven.


“kenapa ayah..?, aku hanya ingin tahu” bilang Reinherz.


“ahahahah...., sepertinya adikku ini sangat penasaran sama sekali, kamu tidak perlu tahu kakak bertemu dengan siapa, dan yang pasti, cepat atau lambat kamu akan bertemu dengannya juga jika kamu sudah kuat” bilang Chealsea yang tertawa kecil dan sambil menunduk ke Reinherz.


“*haa..*\, kamu banyak bertanya\, biarkan kakak mu pergi” bilang Lady Lizbeth ke Reinherz.


“baiklah bu...” bilang Reinherz.


“oohh iya..., ibu lupa memberikan kamu sesuatu, tunggu sebentar ibu kedalam dulu” bilang Lady Lizbeth.


Lady Lizbeth masuk kedalam mansion untuk mengambil sesuautu, tak lama mereka menunggu, Lady Lizbeth membawa tongkat sihir kayu berwarna coklat agak keputihan, di ujung tongkatnya terdapat kayu bundar yang dibundarannya terdapat ruang kosong, dan tongkat sihir tersebut sudah ditanamkan Rune.


“ini.. tongkat sihir untuk kamu” bilang Lady Lizbeth sambil memberikan tongkat sihirnya.


Chealsea yang melihat tongkat sihir miliknya pertama kali menjadi sangat senang, Chealsea dengan senang hati mengambil tongkat sihit tersebut, Lady Lizbeth melihat ekpresi Chealsea sangat senang sekali, karena ini merupakan tongkat sihir miliknya pribadi.


Tongkat sihir sangat berguna bagi Magician, karena dengan menggunakan tongkat sihir, kapasitas mana seorang Magician akan bertambah, dan kekuatan serangan juga menjadi bertambah.


“terimakasih ayah... ibu..., aku senang sekali akhirnya bisa mendapatkan tongkat sihir” bilang Chealsea dengan senang.


“iya nak.., semoga dengan tongkat sihir ini, perjalanan kamu menjadi aman” bilang Lady Lizbeth.


“kami juga senang kamu menerimanya dengan senang, dan bukankah waktunya kamu berangkat?”


“oohhh iya.., kalau begitu aku berangkat ya ayah, ibu, Reinherz” bilang Chealsea.


Chealsea kemudian langsung pergi ke kuda miliknya yang telah disediakan oleh pelayan..


“Jangan lupa Chealsea.., sampaikan salam ayah dan ibu sama mereka” bilang Baron Raven.


“iya ayah.., aku akan menyampaikan salam ayah dan ibu, kalau begitu aku pergi dulu ya” bilang Chealsea sambil melambaikan tangannya.


“iya.., hati - hati..” bilang Baron Raven, Lady Lizbeth dan Reinherz dengan serentak.


Clak...


Clak...


Chealsea pun pergi menunggangi kudanya dengan cepat, Chealsea perlahan – lahan menghilang dari pandangan mereka.


-----------------------------------------------------------------------------------------------


Satu hari kemudian....


Tap...


Tap...


Farookh Forest...


“sebentar lagi aku sampai” bilang Chealsea.


Farookh Forest adalah hutan di bagian barat dari kota Phantom Harlow dan juga sebagai pertahanan terakhir, di Farookh Foresth banyak sekali tanaman – tanaman herbal yang berguna untuk medis, Chealsea juga sekalian mengambil beberapa tanaman herbal yang berguna untuk nanti dijadikan obat.


Chealsea pun masuk kedalam Farookh Forest, Chealsea berjalan perlahan – lahan menyusuri hutan, kuda miliknya dia titipkan di tempat penginapan didekat Farookh Forest jadi dia berjalan, kalau dia menggunakan kuda, akan menjadi susah melawan monster yang akan datang, Farookh Forest juga terkenal dengan monster yang sangat berbahaya, Chealsea selalu kesini bersama ibunya untuk berlatih, akan tetapi kali ini Chealsea sendiri, hanya dibekali dengan tongkat sihir yang diberikan ibunya.


“kuharap tidak ada sesuatu buruk yang terjadi” bilang Chealsea sambil berjalan


Tap..


Tap....


Sssrraakkk...


Tak lama Chealsea berjalan, Chealsea mendengar sesuatu dari atas, Chealsea pun melihat keatas, ketika Chealsea melihat ke atas, Chealsea melihat banyak mata yang menyala berwarna merah, sosok mata menyala tersebut semakin mendekat dan menunjukan dirinya, sosok laba – laba yang banyak menunjukan diri mereka, di bagian abdomen laba – laba tersebut ada goresan, mereka adalah monster Scar Spider Rank B.


KKKIIIAAAKKK......!!!!


“sial..., aku sepertinya sudah terkepung” bilang Chealsea.


Ukuran laba – laba yang Chealsea ligat tidak terlalu besar, yang berarti ini hanyalah laba – laba yang masih remaja, akan tetapi masih sangat berbahaya, sebelum mereka menyerang Chealsea langsung menggunakan Magic miliknya untuk menyerang, Chealsea kemudian mengaliri mana miliknya ke tongkat sihir miliknya.


“[Ice Spear]”


Ketika Chealsea menggunakan Magicnya, ujung tongkat sihir miliknya menyala menjadi Aura Mana miliknya berwarna biru.


Clang..


Clang...


Chealsea mengeluar lingkaran sihir di sekitarnya, dan Chealsea membentuk tombak es magic, jumlah tombak magic disekitar Chealsea ada 20 tombak, Chealsea langsung menembakan tombak es miliknya ke Scar Spider.


Wwwhhoosshhh...


Stab....


Stab...


KKKIIIAAAKKKKK.....


“sial...., jumlahnya terlalu banyak” bilang Chealsea.


Wwwhhhhoosshhh...


KKIIAAKKKKK


Scar Spider mulai menyerang Chealsea, Chealsea yang melihat Scar Spider mulai menyerang, Chealsea harus cepat menghindar.


Duar..


Duar...


Chealsea berhasil menghindar dari serangan Scar Spider, akan tetapi Scar Spider tidak berhenti sampai di situ, Scar Spider menembakan cairan racun miliknya ke arah Chealsea.


Ssspppllassshhhh....


Wwwhhoosshhh.....


Chealsea langsung dengan cepat membuat pertahan.


“[Barier]”


Chealsea membuat perisai magic untuk menahan ciaran milik Scar Spider, pandangan Chealsea tertutup sama cairan racun Scar Spider, tiba - tiba satu Scar Spider menyerang Chealsea dengan kakinya.


Wwwhhooosshhh...


Cccllaanngggg....


Perisai milik Chealsea hancur karena serangan kaki Scar Spider, Chealsea tidak membuat perisai yang cukup tebal untuk menahan serangan fisik dari Scar Spider, karena dia tidak menyangka akan diserang, Chealsea pun terkena pukulan Scar Spider.


Bbbrraakkk....


Wwwhhoossshhhhh....


Bbbraaakkkk....


“aaaarrrggghhh....!!!”


Chealsea terpental akibat serangan Scar Spider yang cukup keras, Chealsea pun tertahan oleh pohon besar, Chealsea langsung berdiri, dia tidak punya waktu untuk bersantai, jumlah Scar Spider yang dia lawan sangat banyak, jika lengah dikit, Chealsea akan mati.


“Sial..., aku tidak bisa menyerang dengan sihir magic karena akan membakar hutan, aku butuh sihir yang cukup kuat akan tetapi tidak merusak hutan secara fatal” bilang Chealsea.


Chealsea kemudian ingat sihir yang diajarkan ibunya, Chealsea langsung berdiri tegak dan memegang tongkat sihir miliknya, Chealsea menarik nafas dalam – dalam dan berkonsentrasi, Chealsea mengeluarkan Aura Mana miliknya, tongkat sihir milik Chealsea menyala, Scar Spider yang melihat Chealsea hanya berdiam diri, Scar Spider langsung menyerang secara bersamaan.


Wwhhhoosshh...


Cheasea langsung bersiap – siap menyerang Scar Spider secara bersamaan, Chealsea membuat lingkaran sihir besar di atasnya, lingkaran sihir tersebut mengeluarkan percikan - percikan listrik.


Sssrriiinggg...


Bbbzzzztttttt....


Chealsea menunggu Scar Spider masuk ke jarak serangan miliknya, ketika Scar Spider sudah masuk dalam jarak serangan Chealsea, Chealsea langsung menyerang dengan magic miliknya.


“[Thunder Strom]”


Bbbzzztttt....


Duuaarr....


Duuaarrr.....


KKKKIIIIAAAKKKK.....!!!!!!


Muncul badai petir berwarna ungu yang menyerang Scar Spider, petir tersebut menyerang Scar Spider dengan sangat brutal, semua Scar Spider yang masuk jangkauan serangan [Thunder Storm] langsung mati dan hangus.


“sepertinya berhasil, akan tetapi sepertinya belum cukup...” bilang Chealsea.


Banyak Scar Spider yang mati karena serangan [Thunder Storm] milik Chealsea, akan tetapi tidak sampai di situ, masih ada Scar Spider yang masih hidup karena tidak masuk ke dalam jangkauan serangan [Thunder Storm].


“jumlah mereka sudah sedikit, sekarang aku bisa menghabisi mereka semua” bilang Chealsea yang percaya.


Sssrraakkk....


Dduummm....


Pohon – pohon di depan Chealsea banyak yang bergoyang secara serentak, Chealsea yang melihatnya memiliki firasat buruk, tak lama sosok Scar Spider yang sangat besar muncul di hadapan Chealsea.


KKKIIIAAAKKKKK........


“oi.. oi.. yang benar saja, aku tidak bisa melawannya karena mana mu tidak cukup untuk mengeluarkan serangan yang besar, apalagi banyak Scar Spider yang kecil – kecil disekelilingnya” bilang Chealsea.


Chealsea mulai kehilangan percaya dirinya, dia tidak tahu harus melakukan apa karena akan sangat sulit melawan yang besar.


Ddduummm...


Ddduuummm....


Chealsea mendengar suara lagi dari arah timur Chealsea, suara tersebut seperti monster yang sangat besar berlari ke arah dia.


“Siaalll...., apalagi...., aku harus kabur dari hutan ini segera” bilang Chealsea yang sudah pasrah.


Wwwwhhhhoosshhhh.....


Chealsea melihat sosok monster yang besar melompat ke arahnya dari arah timur, akan tetapi sosok monster tersebut tidak mengarah ke arah Chealsea, melainkan sosok monster tersebut mengarah ke Scar Spider yang besar.


Wwwhhhoosshhh...


Ssslllaaasshhh...


Ssspppllaassshhhhhh....


Sosok monster tersebut langsung membunuh Scar Spider yang sangat besar, Scar Spider lainnya langsung kabur melihat sosok monster tersebut.


Gggggrrrr.......


Chealsea melihat sosok monster yang datang dari arah timur, sosok monster tersebut adalah serigala yang sangat besar, memiliki bulu berwarna putih salju yang sangat tebal, dia menunjukan taring – taring miliknya yang sangat tajam dan besar, kemudian sosok serigala tersebut mengeluarkan Aura yang sangat tajam dan kuat, serigala tersebut menatap Chealsea dengan tatapan yang sangat tajam, Chealsea merasakan Aura yang muncul dari serigala tersebut sangat mengancam.


“sial...., yang muncul Fenrir....”