
Dua hari yang lalu....
Kazram Port, Kazram Port adalah salah satu pelabuhan untuk menuju ke Benua Iblis atau sebaliknya, jalur yang sudah dipetakan oleh Ras Manusia dan Ras Iblis sudah aman, walaupun jalur yang dipetakan sudah terbilang aman, akan tetapi masih ada kemungkinan bahaya datang, karena pergerakan Monster laut sangat sulit di tebak.
Maka dari itu di pelabuhan banyak menawarkan jasa untuk mengawal mereka dari monster laut yang kadang – kadang menyerang, mereka biasanya adalah Magician atau orang yang memiliki Aura yang sangat kuat untuk melindungi kapal dari serangan Monster.
Kazram Port juga merupakan pelabuhan bisnis antara manusia dan iblis, banyak barang – barang atau bahan – bahan yang tidak ada di dunia manusia tapi ada didunia iblis dan begitu pun sebaliknya, di Kazram Port banyak Ras Iblis, mereka datang untuk urusan bisnis ada juga yang memutuskan untuk menetap di Kazram Port.
Tap...
Tap...
Dua orang pria turun dari sebuah kapal, satu orang adalah seorang pria, satu orang lagi adalah pria tua, pria memakai kimono berwarna biru dan emas, sedangkan pria tua memakai kimono berwarna emas dan perak, mereka merupakan dua orang dari dunia iblis, mereka tak lain adalah Eizarath Ryujin dan Shaka Ryujin.
“aaarrrgghhh..., akhirnya sampai juga, perjalanan yang melelahkan” bilang Eizarath sambil merenggangkan badannya.
“hhhhooo...., jadi ini benua manusia...” bilang Shaka.
“aaahhh..., ngomong – ngomong apakah ini baru pertama kalinya ayah ke benua manusia?” tanya Eizarath
“iya..\, aku selalu sibuk di dunia iblis\, masalah demi masalah selalu menghampiriku\, apalagi ketika aku menjadi ketua clan\, *haa...*” bilang Shaka sambil menghela nafasnya.
“tapi.., sebenarnya aku juga baru pertama kali ke benua manusia, ahahahah” bilang Eizarath sambil tertawa.
“cih.., dasar anak sialan.., kukira kamu bertanya seperti itu kamu sudah pernah kesini” bilang Shaka yang kesal.
“baiklah tenang lah ayah..., oohhh iya..., aku lupa mengeluarkan sesuatu yang di beri oleh Raven” bilang Eizarath
Eizarath pun mengeluarkan surat, surat tersebut memiliki lambang stempel Night Hawk, dan tak hanya itu, lambang stempel Night Hawk yang berada di surat itu adalah khusus, lambang Night Hawk tersebut merupakan lambang dari pemimpin mereka sendiri, tak lain adalah Baron Raven, lambang Night Hawk yang hanya pemimpin tertinggi yang boleh menggunakannya.
Akan tetapi Shaka dan Eizarath tidak tahu apa – apa tentang itu, setelah mereka menerima surat itu dari Baron Raven, mereka berdua disuruh Baron Raven ke sebuah tempat yang berada di Kazram Port.
Shaka pun mengambil barang lagi di sakunya, dia mengambil sebuah kertas yang tak lain adalah peta untuk menemukan tempat yang akan mereka hampiri.
Tap...
Tap...
Mereka pun berjalan ke tempat yang mereka tuju, ketika berjalana, Eizarath dan Shaka melihat – lihat di sekitar mereka, suasana kota sangat hangat karena mereka melihat bangsa iblis dan manusia berinteraksi satu sama lain, akan tetapi ketika mereka sudah dekat dengan tujuan mereka, suasana ketika mereka berjalan sedikit suram, tidak banyak orang yang lewat, dan yang paling membuat mereka risih, beberapa orang sepertinya membawa senjata tajam, Akan tetapi mereka hiraukan karena tidak ingin melakukan hal yang tidak diperlukan.
Tap..
Tap...
Pada akhirnya Shaka dan Eizarath tiba di tempat tujuan mereka, didepan mereka ada sebuah toko, kalau dilihat dari depan, toko tersebut memiliki plank berlambang pedang, yang berarti toko ini menjual senjata.
“hhhooo..., jadi ini tempatnya” bilang Shaka.
“kalau dilihat – lihat toko ini menjual senjata, tapi itu tidak penting, haruskah kita masuk ayah” bilang Eizarath.
“ya.., lebih cepat lebih baik” bilang Shaka.
Ccrreeaakkk...
Cclliinggg...
Pintu toko dibuka dan suara lonceng pintu berbunyi, Shaka dan Eizarath pun masuk, ketika didalam toko mereka melihat senjata seperti pedang, panah dan lain – lain tertata rapih, dan ternyata benar toko ini menjual senjata.
Shaka dan Eizarath pun melihat ke arah kasir didepan mereka, mereka melihat sosok pria yang sedang duduk melihat mereka, pria tersebut tak lain adalah anggota Night Hawk, kemudian pria tersebut pun menyapa mereka.
“Silahkan kalian pilih senjata yang kalian suka” bilang sosok pria tersebut.
Akan tetapi Shaka dan Eizarath langsung menghampiri pria tersebut, kemudian Shaka langsung memberikan surat yang diberikan Baron Raven, ketika melihat surat tersebut pria tersebut pun langsung kaget.
“Apa...?!, bagaimana kalian mendapatkan surat ini” bilang pria tersebut.
“Raven menyuruh kami untuk memberikan surat tersebut ke sini” bilang Eizarath.
“aaahhh..., baiklah tunggu sebentar” bilang pria tersebut.
“(aku tidak pernah tahu kalau ada Ras Iblis yang memiliki hubungan spesial dengan Lord Raven, apalagi ini bukan lambang kebangsawanan, melainkan lambang Night Hawk)” bilang pria dalam hati.
Setelah mengecek, pria tersebut membuka isi surat, didalam surat terdapat sebuah kertas yang berisikan tulisan, pria tersebut pun membacanya, pria tersebut pun kaget setelah membaca surat yang dimana isinya adalah sebuah perintah
“apa isi dari surat tersebut?” tanya Shaka yang penasaran.
Sebelum menjawab pertanyaan Shaka pria tersebut pun menurunkan surat yang dia baca.
“Bolehkah saya bertanya nama tuan – tuan sekalian?” tanya pria tersebut.
“aku adalah Shaka dan ini anakku Eizarath” bilang Shaka.
“Baiklah tuan Shaka dan Tuan Eizarath, aku diperintahkan Lord Raven untuk memberikan kalian kuda dan supply selama perjalanan tuan – tuan, akan tetapi ada kendala” bilang pria tersebut.
“hhhmmm...?, apa kendalanya?” tanya Eizarath.
“Kami tidak bisa memberikannya saat ini juga, karena supplynya belum kami siapkan” bilang pria.
“terus sampai kapan kami harus menunggu?” tanya Eizarath.
“mungkin besok kami sudah menyiapkan persediaan untuk tuan – tuan sekalian” bilang pria tersebut.
“terus kami saat ini harus bagaimana?” tanya Shaka.
“aaahhh..., untuk itu tidak perlu khawatir, kami akan memfasilitasi tempat untuk tuan menginap, jadi tuan tidak perlu khawatir, selama tuan beristirahat, kami akan menyiapkan persediaan selama tuan melakukan perjalanan ke Kota Phantom Harlow” bilang pria.
“*haa...*\, baiklah\, sepertinya istirahat dulu lebih baik” bilang Eizarath.
“Baiklah terimakasih atas perngertiannya, tolong ikuti saya, saya akan mengantarkan tuan ke tempat penginapan” bilang pria.
Shaka dan Eizarath pun mengikuti pria keluar toko untuk ke tempat mereka menginap.
Shaka dan Eizarath pun sampai di tempat penginapan mereka, hotel tempat mereka menginap terbilang kelas menengah dengan fasilitas yang cukup nyaman, salah satunya di kamar mereka terdapat dua tempat tidur.
“Baiklah tuan Shaka dan tuan Eizarath, ini adalah uang untuk tuan pergunakan selama menginap disini” bilang pria sambil menyerahkan sekantong uang
“oohhh... baiklah” bilang Eizarath sambil menerima kantong uang.
“kalau begitu saya permisi dulu” bilang pria tersebut.
Cccrreeaakkk...
Bbrraakkk.
Pria tersebut pun menutup pintu kamar Shaka dan Eizarath, setelah pria pergi Shaka dan Eizarath pun duduk di tempat tidur mereka masing – masing.
“hhaaa..., aku tidak sabar untuk bertemu bajingan itu” bilang Eizarath.
“dasar..., aku tahu apa yang ada di otak mu, pasti ketika kalian bertemu kamu langsung bertarung kan?” bilang Shaka.
“ sudah jelas...!!, melihat mukannya saja dia sudah membuat ku kesal” bilang Eizarath.
“ berhentilah membuat kegaduhan di tempat orang lain, aku sudah tua, aku tidak mau ada masalah, apakah kamu mengerti?” bilang Shaka yang kesal.
“uuuggghhh..., baiklah, tapi ngomong – ngomong kenapa ayah setuju datang jauh – jauh kesini?” tanya Eizarath yang penasaran.
“karena aku menemukan sesuatu yang menarik” bilang Shaka sambil tersenyum kecil.
“apakah Raven memberitahu mu sesuatu?” tanya Eizarath.
“tidak juga, hanya saja Raven meminta tolong kepada ku untuk melakukan sesuatu, dan aku tidak bisa menolak, dan sekalian aku ingin liburan aahahahahah” bilang Shaka sambil tertawa.
“*hhaaa...* dasar...\, aku tidak mengerti apa yang ayah fikirkan\, tapi yang pasti\, aku harap aku juga menemukan sesuatu yang menarik ketika sampai disana” bilang Eizarath sambil tersenyum.
Keesokan harinya......