
Setelah pertemuan keluarga yang singkat, keesokan harinya Reed, Avianna dan Zerith pergi ke ibu kota, sedangkan Orlom yang seharusnya ikut, Baron Raven mengubah perintahnya yang seharusnya ikut ke ibu kota menjadi menjaga Kota Phantom Harlow bersama Ragnar, Chealsea seperti biasa di melakukan penelitiannya dan bekerja di rumah sakit di kota Phantom Harlow, Baron Raven tetap menjalani tugasnya sebagai penguasa Kota Phantom Harlow, Lady Lizbeth akan disibukan mengajar Reinherz tentang pengetahuan umum untuk satu bulan kedepan, walaupun Lady Lizbeth mengajar Reinherz, Lady Lizbeth kadang pergi ke Guild ketika Reinherz mendapatkan waktu libur.
Satu setengah bulan kemudian..................
Setelah Reinherz belajar pengetahuan umum selama satu bulan, pengetahuan Reinherz tentang dunia mulai meluas, ketika ada waktu luang Reinherz selalu berjalan-jalan keliling kota, dan tak lupa Reinherz selalu bersama Elron sebagai penjaga pribadi Reinherz.
Akan tetapi setiap pergi dari mansion ke kota, Reinherz tidak pernah diperbolehkan memakai kereta kuda sama sekali, pergi dan pulang harus berjalan kaki, Baron Raven dan Lady Lizbeth ingin mendidik Reinherz dari segi kemandirian dan juga stamina, awal-awal Reinherz terus mengeluh karena terus berjalan kaki, akan tetapi seiringnya berjalan waktu, stamina Reinherz terus bertambah, Reinherz menjadi tidak cepat lelah ketika pergi kekota.
Setiap pergi kekota, Reinherz selalu pergi ke kafe untuk memesan ice cream, setelah lelah berjalan, Reinherz selalu makan ice cream untuk melepaskan rasa lelahnya, dan juga semua orang di kota mulai mengenal Reinherz, terkadang Reinherz selalu membuat ulah juga di kota, tetapi Elron selalu mencegahnya, Elron di perintah oleh Lady Lizbeth untuk mengajarkan Reinherz hal yang boleh dia lakukan dan yang tidak boleh dia lakukan, dan tidak semua perintah Reinherz di jalankan oleh Elron, semua itu demi kemandirian untuk tuannya di masa depan.
---------------------------------------------------------------------------------
Tap.. tap...
Dipagi hari di mansion Baron Raven berjalan dengan cepat, Baron Raven menuju ke salah satu satu kamar di mansion, ketika Baron Raven sudah berhenti didepan kamar yang dia tuju, kamar tersebut tak lain adalah kamar Reinherz, didepan pintu sebelum masuk, Baron Raven mulai tersenyum ringan, kemudian Baron Raven mendobrak pintu dengan keras.
Brrrraaaaakkkkkk........
Suara pintu terbentur terdengar dengan sangat keras, Reinherz yang mendengar langsung terbangun dan loncat karena kaget, Baron Raven kemudian menarik nafasnya dalam-dalam kemudian berteriak.
"REINHERZ!!!" teriak Baron Raven.
Reinherz yang masih sangat ngantuk menutup kedua telinganya dengan tangan, jarang sekali ayahnya melakukan hal ini, Reinherz kemudian melihat ke jendela, Reinherz melihat langit masih biru agak kehitaman, yang menandakan waktu masih terlalu pagi.
"Apa sih ayah!?, masih terlalu pagi ayah sudah teriak-teriak" bilang Reinherz yang kesal ke ayahnya.
Baron Raven yang melihat anaknya kesal, tanpa lama-lama, Baron Raven membawa anaknya di pundaknya layaknya barang.
"Aaaaarrrghhhh......, ayah lepaskan aku!!" bilang Reinherz yang terus memberontak.
Baron Raven hanya terdiam dan berjalan cepat, Baron Raven membawa Reinherz ke kamar mandi, dan langsung menyuruh maid untuk memandikan Reinherz dengan air dingin. Setelah semuanya selesai Reinherz telah memakai baju, Baron Raven langsung membawa Reinherz ke lapangan latihan.
Reinherz melihat ayahnya dengan tatapan kesal, Baron Raven hanya menatap anaknya yang sepertinya kesal dibangunin pagi-pagi untuk melakukan latihan.
"Jadi sekarang aku harus ngapain?" bilang Reinherz dengan nada kesal.
"Apa lagi selain latihan untuk membentuk badan mu".
"*haaa...*. bisakah ayah membangunkan ku agak siangan.."
"hahahah..., ini adalah awal dari latihan mu nak, sekarang ayah akan menjadi guru pelatih fisik mu"
"HAH?" bilang Reinherz sambil bertanya-tanya.
"Kenapa muka kau terlihat heran?, ini adalah awal latihan untuk membentuk tubuh mu sebelum kau menggunakan senjata".
"kenapa aku harus melakukan latihan fisik dulu?"
"Otot-otot kamu perlu dilatih untuk memegang senjata, jika otot mu lemah senjata akan lepas dari tangan mu, ketika itu sudah terjadi, kau tidak akan bisa berbuat apa-apa".
"Aaarrrgghhhh....., baiklah, aku akan melakukannya, hanya untuk kali ini"
"Huh?!, siapa bilang kau melakukannya hanya beberapa kali?, kau harus melakukan latihan fisik setiap hari di pagi hari bersama ayah"
"APA?!"
Reinherz yang mendengarnya kaget, masa-masa damainya sekarang telah sirna, dia tidak bisa lagi bersantai-santai dan juga pergi kekota untuk memakan ice cream.
"kenapa aku harus melakukannya ayah?, apakah aku harus menjadi kuat seperti ayah?" bilang Reed yang protes ke ayahnya.
"AHAHAHA...., siapa bilang ayah melakukan ini membuat mu menjadi kuat?"
Baron Raven kemudian menjentikan jarinya ke dahi Reinherz.
"aaawwww..."
"Semua latihan ini ayah lakukan agar kamu bisa bertahan hidup" bilang Baron Raven sambil tersenyum ke anaknya.
"bertahan hidup?, bukankah di kota Phantom Harlow selama ini aman-aman saja?"
"*hhaaaa....* Dasar...\, tidak selamanya didunia akan menjadi aman\, suatu saat pasti akan terjadi masalah yang tidak bisa ayah lakukan\, salah satunya adalah menjaga kamu" bilang Baron Raven sambil menunjuk Reinherz.
Reinherz yang mendengarnya menjadi terdiam sejenak setelah mendengar kata-kata ayahnya, Reinherz tidak mengira kata-kata tersebut keluar dari mulut ayahnya, dan Reinherz tidak bisa melawan ayahnya.
"uurrrrgggg...., baiklah sekarang apa yang harus aku lakukan?". bilang Reinherz
"berapa kali aku harus berlari keliling lapangan?"
"sampai ayah bilang cukup, hehehe.."
"Sialan!..." bilang Reinherz dalam hati.
"Tidak usah banyak mengeluh...!, cepat mulai berlari.."
"Baiklah".
Reinherz pun mulai berlari di lapangan dengan kecepatan sedang, sedangkan Baron Raven hanya duduk di tanah menatap Reinherz yang berlari.
Satu setengah jam kemudian.....
"haa... ha.... haa..."
Reinherz duduk dan sudah mulai lelah, badan Reinherz menjadi sangat berkeringat, kaki-kaki Reinherz terasa lemas, ini baru pertama kalinya Reinherz latihan fisik dengan sangat capek, disisi lain Baron Raven hanya menatap Reinherz yang sudah lelah.
"Dasar..., kenapa kamu sudah lelah, cepat bagun lanjutkan lagi".
"ha... ha..., aku sudah lelah ayah, bisakah ayah tunggu sebentar".
"Ho..."
Baron Raven kemudian menjentikan jarinya, Reinherz yang mendengarnya hanya memandang ayahnya, tak lama seorang pelayan datang membawa seekor hewan yang cukup besar diikat, Reinherz melihat dari kejauhan bentuknya seperti anjing, tapi lama-lama semakin dekat itu bukanlah seorang anjing, ternyata itu adalah seekor serigala dengan bulu yang lebat berwarna abu-abu dan kehitaman, Monster Rank C, Direwolf.
Reinherz yang melihat Direwolf sangat patuh sekali dengan ayahnya, Baron Raven memegang Direwolf layaknya anjing biasa, dan Reinherz fikir ayahnya hanya ingin bermain dengan Direwolf, akan tetapi Baron Raven kemudian menatap Reinherz, tapi Reinherz menghiraukannya karena dia sedang kelelahan.
"Reinherz.., sekarang adalah waktunya kau bangun"
"Huh?!"
Baron Raven kemudian membisikan sesuatu ke Direwolf, kemudian Direwolf yang awal menjadi seperti anjing jinak, sekarang Direwolf berubah menjadi seperti serigala ingin berburu, tatapannya menjadi sangat tajam, taring-taringnya yang jatam dikeluarkan, dan tatapan Direwolf tertuju ke Reinherz, Reinherz yang melihatnya menjadi punya perasaan yang tidak.
"Reinherz, sudah saatnya kau berlari lagi" bilang Baron Raven sambil senyum.
"Huh?".
Reinherz masih malas untuk melanjutkan larinya, tapi Reinherz melihat ayahnya seperti melepas ikatan tali Direwolf, Direwolf mulai berlari ke Reinherz, Reinherz yang melihatnya menjadi panik, karena serigala tersebut seolah-olah melihat Reinherz seperti mangsanya.
AAAAUUUUUU........
"Reinherz....!, jika kau tidak lari Direwolf akan mengigit mu" teriak Baron Raven.
Reinherz yang mendengarnya itu langsung berlari sekencang-kencang.
"Dasar...!, ayah sialan.....!" teriak Reinherz dalam hati.
Reinherz yang ingin berlari kencang ingin keluar jauh dari mansion, ternyata terhalang oleh [Barier], dan ini sudah pasti adalah ulah ayahnya, Reinherz hanya bisa berlari di sekitar mansion saja dan bahkan mansion pintu dan jendela mansion tidak bisa di buka.
"Sialan..!, ini namanya menyiksa anak..!!!" bilang Reinherz yang kesal sambil berlari menyelamatkan diri dari Direwolf.
Baron Raven telah memasang [Barier] di sekitar Mansion, jadi Reinherz tidak bisa pergi jauh, Reinherz hanya akan berlari di sekitar mansion saja, karena akan merepotkan Baron Raven juga jika Direwolf berkeliaran terlalu jauh, serta pintu dan jendela mansion tidak bisa dibuka karena dipasang [Barier].
Beberapa jam kemudian......
Ting......
Reinherz diseret oleh Direwolf, dan badannya terdapat luka-luka kecil karena gigitan Direwolf, Direwolf kemudian menyerahkan Reinherz ke Baron Raven Raven yang sedang duduk sambil menunggu.
Baron Raven selama beberapa jam mendengar teriakan anaknya yang berlari dari Direwolf, tapi dia hanya menghiraukannya, dan pada akhirnya Reinherz tertangkap juga sama Direwolf, Baron Raven kemudian memberikan isyarat agar Direwolf melepaskan Reinherz.
"uuurrrggghhhh...., kenapa ayah menyiksaku....?" bilang Reinherz kelelahan.
"Ahahaha....., ini adalah awal nak, ya tapi ayah sudahi dulu latihannya"
Reinherz yang mendengar menjadi sangat girang, akhirnya Reinherz bisa bersantai, dan memulihkan badannya.
"ah..., ayah lupa bilang, kalau habis ini kau ada pelajaran Magic sama ibu mu"
Reinherz yang mendengarnya menjadi suram, kehidupannya yang damai tidak akan terjadi.
"SIALAN......!!!!!!!!" teriak Reinherz dalam hati.