
Pagi pun sudah datang, burung-burung berkicau di sekitar hutan, matahari pagi menyinari wajah Reinherz, dan Reinherz pun terbangun dari tidurnya.
“Huuuaahhh...., sial badanku masih sakit” bilang Reinherz sambil memijat-mijat punggungnya.
Reinherz kemudian melihat sekitar, dia pun masih tidak percaya apa yang terjadi kemarin, ketika bangun setelah makan bersama, Reinherz kemudian di telantarkan di tengah hutan dengan alasan latihan oleh orang tuanya.
“Dasar sialan...” bilang Reinherz yang kesal.
Reinherz kemudian memeriksa tasnya lagi, dia melihat masih ada makanan untuk lima kedepan, kalau bisa dihemat maka bisa sampai tujuh hari kedepan, tapi Reinherz berfikir dia tidak bisa terlalu mengandalkan makanan yang tersedia, dia harus membuat sesuatu untuk bisa membuat makanan tahan lama seperti daging hewan yang akan dia buru.
“aku harus berbuat sesuatu untuk mengakali stock makanan, jika tidak aku akan kelaparan, tapi aku harus membuat sesuatu yang penting hari ini”.
Reinherz melihat tempat tidurnya yang sangat terbuka, hal yang Reinherz sangat butuhkan saat ini adalah rumah, dia harus membangun rumah sederhana untuk melindugi dia dari hujan dan yang lain-lain, itulah Rencana Reinherz.
“Aku harus membangun rumah secepatnya hari ini”.
Reinherz kemudian berdiri dari tempat tidurnya.
“aaahhh....., sepertinya aku ingin mencuci muka dulu sebelum mencari kayu” bilang Reinherz yang sambil meregangkan badan.
Sebelum pergi Reinherz harus membawa sesuatu untuk berjaga-jaga.
“sepertinya aku harus membawa senjata untuk berjaga-jaga jika ada binatang buas yang muncul, dan sepertinya aku akan membawa pedang saja”.
Renherz kemudian mengambil pedang miliknya dan pergi menuju ke sungai yang tak jauh dari tempat dia berada.
Ketika sampai di sungai Reinherz langsung membasuk mukanya dengan air sungai yang sangat jernih.
“aahhh...., rasanya segar sekali” bilang Reinherz sambil membasuh mukanya.
Akan tetapi ketika Reinherz membasuh muka, Reinherz melihat ke pantulan air sungai, Reinherz melihat tangan yang sangat besar akan memukul Reinherz.
Wwwhhhoosshh....
Dduuaarrr....
Reinherz kemudian menghindar dari serangan tersebut.
“Sial..., yang benar saja aku baru bangun dan cuci muka, masalah selalu saja datang” bilang Reinherz yang kesal.
Reinherz melihat yang sosok menyerangnya adalah Grizle Bear, beruang berwarna coklat dan memiliki garis-garis berwarna silver di setiap bulu kakinya, cakar-cakarnya yang besar dan tenaganya yang kuat mampu membunuh orang dewasa dengan sekali pukul.
Grrrr.....
Grizle Bear menatap Reinherz dengan tajam, Grizle Bear sangat terganggu dengan kehadiran Reinherz, dan dia ingin membunuh Reinherz.
Reinherz tak punya pilihan lain selain melawannya, kalau tidak area tempat dia tinggal tidak akan aman.
“*haa..*\, sepertinya aku tidak punya pilihan lain”.
Reinherz kemudian melakukan posisi kuda-kuda dengan pedang miliknya, Reinherz pun menarik nafas dalam-dalam untuk membuat badannya tetap relax selama bertarung, dan Reinherz siap untuk bertarung.
“Majulah.., beruang sialan...” bilang Reinherz yang mengejek Grizle Bear.
RROOAARR.....
Grizle Bear meraum dengan sangat keras, kemudian maju dengan cepat memukul Reinherz dengan kekuatan penuh.
Wwhhoosshh...
Duuaarrr....
Reinherz dengan cepat menghindar serangan Grizle Bear, Reinherz kemudian mengeluarkan skill untuk bersiap menyerang balik.
“[Haste]”
Whoosshh...
Reinherz dengan cepat menyerang Grizle Bear dengan membidik badan
Whosh...
Akan tetapi Grizle Bear langsung memukul Reinherz dengan cepat sehingga Reinherz terlempar ke pohon hingga terbentur dengan sangat keras.
Brak..
“aarrgghh...”
Reinherz menatap Grizle Bear dari jauh, dia melihat perbedaan kekuatan yang sangat jauh,, Reinherz masih belum kuat untuk mengalahkan Grizle Bear, dia membutuhkan taktik untuk bisa mengalahkannya.
“Sial..., sakit sekali” bilang Reinherz yang kesal.
Akan tetapi Grizle Bear tidak memberikan Reinherz ruang untuk beristirahat, Grizle Bear langsung mengayunkan tangannya untuk memukul Reinherz.
Roooarrr....
Whosh...
“Sial.., aku harus menghindar”
Dduuarr....
Reinherz berhasil menghindar dengan cepat, pohon tempat Reinherz terpental langsung tumbang seketika.
“bagiamana cara ku mengalahkannya?, haruskah aku mencoba itu untuk membunuhnya, akan tetapi mana ku mungkin akan habis” bilang Reinherz yang bimbang.
Reinherz berkonsentrasi memusatkan mananya di tangan dan mengalirkannya ke pedang, kemudian muncul aura berwarna merah yang melapisi pedangnya.
“[Weapon Enchant]”
[Weapon Enchant] milik Reinherz masih terlalu lemah, Reinherz juga merasakannya sendiri, dibandingkan ayahnya yang hanya mengalirkan mana walaupun sedikit, tapi [Weapon Enchant] milik ayahnya sangat kuat.
“Sial..., apakah milik ku hanya segini?” bilang Reinherz yang mengeluh tentang [Weapon Enchant] miliknya.
Akan tetapi Reinherz percaya diri kalau dirinya bisa mengalahkan Grizle Bear yang besar, Reinherz kemudian menarik nafas dalam-dalam dan melakukan posisi kuda-kuda untuk menyerang.
“*huu..*\, baiklah aku akan maju\, kemenangan dari pertarungan ini adalah kecepatan ku”
Whosh.....
Reinherz menyerang Grizle Bear, Grizle Bear melihat Reinherz yang menyerang dirinya, ketika Reinherz semakin dekat, Grizle Bear memukul Reinherz yang sudah mendekat.
Rooaarr....
Whosh..
Duar....
Whosh..
Reinherz yang melihatnya, membuka telapak tangannya dan langsung mengunakan skill untuk menghindar.
“[Wind Blow]”
Whosh..
Reinherz menggunakan [Wind Blow] untuk mendorong dirinya untuk menghindar dari gigitan Grizle Bear, kemudian Reinherz melihat kesempatan untuk menyerang.
Sring...
Splash....
Reinherz menebas di sebelah badan Grizle Bear dengan tebasan yang lurus dan panjang sampai ke belakang.
Roooaarrrr.....
Grizle Bear langsung kesakitan setelah di tebas Reinherz, tebasan Reinherz membuat luka yang cukup dalam di badan Grizle Bear, dan membuat Grizle Bear marah.
Roooaarrr....
Grizle Bear yang marah langsung menyerang Reinherz dengan sangat brutal.
Whosh..
Duar..
Duar..
Grizle Bear terus memukuli Reinherz, akan tetapi Reinherz terus menghindar, dan kecepatan Reinherz semakin meningkat.
Whosh..
Melihat Grizle Bear yang marah tidak terkendali, Reinherz memanfaatkan moment tersebut untuk terus melakukan strategi Hit and Run.
Whosh..
Sring...
Splash...
Reinherz terus menyerang Grizle Bear walaupun tebasan-tebasan kecil.
Sring...
Splash..
Grizle Bear pun semakin lemah karena serangan Reinherz yang terus menerus, Reinherz yang melihat Grizle Bear sudah melemah, berniat mengakhiri pertarungan.
“*huu...*\, ini adalah serangan terakhir ku” bilang Reinherz sambil mengacungkan pedangnya ke Grizle Bear.
Whosh..
Reinherz menyerang dan langsung membidik kepala Grizle Bear, Reinherz yang sudah berada di depan Grizle Bear, langsung mengarahkan pedangnya ke leher Grizle Bear yang sudah melemah.
Whosh...
Splash....
Pertarungan pun berakhir, dengan Reinherz yang menebas kepala Grizle Bear.
Reinherz kemudian langsung duduk karena kelelahan melawan Grizle Bear yang besar.
“*ha...*\, akhirnya berakhir...” bilang Reinherz yang lega.
Reinherz kemudian melihat sekitar, dia melihat banyak pohon yang tumbang akibat pertarungannya melawan Grizle Bear, dan ini adalah hal yang cukup baik bagi Reinherz.
“Sepertinya aku tidak perlu repot-repot lagi untuk mencari bahan untuk membuat rumah, dan sepertinya pohon-pohon yang tumbang lebih dari cukup”.
Reinherz kemudian menghampiri satu pohon yang tumbang, Reinherz kemudian menggunakan [Weapon Enchant].
Sring..
Sring..
Reinherz menebas pohon tersebut ke ukuran yang sedang, dan membaginya menjadi dua karena ukuran pohonya sangat panjang.
“sekarang..., aku akan membawa batang- batang pohonnya dulu” bilang Reinherz.
Reinherz kemudian membawa batang pohonnya satu-persatu dengan memikulnya, karena jika lebih dari satu dia tidak cukup kuat karena terlalu berat.
Setelah bolak-balik membawa batang-batang pohon, akhirnya Reinherz mengumpulkan batang kayu yang cukup banyak, bahkan lebihnya bisa untuk membuat sesuatu atau untuk api unggun.
“Setelah bahan-bahannya terkumpul, saatnya untuk berkerja...” bilang Reinherz yang sudah semangat lagi.
Reinherz kemudian membangun rumah kecil yang sederhana, dia membuat dindingnya dengan kayu, dan atapnya kayu dilapisi oleh daun-daun bekas pohon-pohon tumbang tadi agar supaya ketika hujan tidak terlalu bocor, dan untuk pintunya dia hanya membuat terbuka karena Reinherz tidak bisa membuat pintu.
“huh..., akhirnya jadi juga rumah idamanku” bilang Reinherz sambil menatap rumah buatannya.
Reinherz kemudian mengambil kulit Direwolf yang sudah di jemur ketika dia membangun rumah, kemudian menempatkannya sebagai tempat tidur di pojok rumah, dan membawa tas miliknya kedalam.
Reinherz kemudian beristirahat dengan duduk didalam rumah, Reinherz sedikit merasakan rindu sama keluarganya.
“*haa..*\, apa yang sedang dilakukan mereka saat ini ya..” bilang Reinherz sambil menatap atap rumahnya.
Reinherz sangat ingin pulang kerumah, terutama suasana kota Phantom Harlow yang sangat ceria, akan tetapi Reinherz sadar dia tidak bisa melakukannya saat ini, untuk keluar dari hutan ini dia harus menjadi kuat, karena dia terdampar di hutan yang penuh monster, untuk keluar dari Rohiri Forest Reinherz harus menjadi kuat, monster dan binatang buas di hutan ini sangat kuat, mereka tidak hanya melakukan penyerangan secara individu, bahkan sebagian monster menyerang dengan cara berkerja sama dan berkelompok.
Reinherz sadar kalau dia harus menjadi mandiri, berlatih sendiri tanpa mentor, dan tidak ada yang melindungi dirinya kecuali dirinya sendiri, semuanya serba sendiri karena tidak ada orang lain selain dirinya yang terdampar di tengah hutan, dan pada akhirnya Reinherz membulatkan tekad.
“Aku Harus menjadi kuat untuk melindungi diriku sendiri” bilang Reinherz sambil mengepalkan tangannya.
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Skill Vocabulary
Name: Wind Blow
Type Magic, Wind Element
Requirement: Beginner
Description: mengeluarkan Element angin yang untuk menghempaskan lawan atau dirinya sendiri, semakin kuat tingkat magic seseorang, maka akan semakin kuat hempasannya.