Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 87: Blade Demon Dancer



Name: Eizarath Ryujin


Race: Demon


Class: Martial Artist, Swordman


Affiliation: 1st Son Of Head Ryujin Clan.


Wwwhhhoosshhh....


Baron Raven dan Eizarth saling mengeluarkan Aura yang sangat kuat, semua orang yang ada disana bahkan tidak bisa bergerak karena merasakan Aura Baron Raven dan Eizarth.


“bajingan sialan..., apa yang kamu lakukan disini” bilang Eizarth.


“haruskah aku memberitahu mu?” bilang Baron Raven yang sombong.


“hoo..., haruskah aku membuka mulut mu secara paksa”


“tentu saja.., kalau kamu bisa” bilang Baron Raven dengan nada mengejek.


“kukukuku...., baiklah kalau begitu, aku tidak akan menahan lagi” bilang Eizarath yang kesal.


Wwwhhhhoosshhh...


Eizarath mengeluarkan Aura Mana miliknya yang berwarna merah, Aura tersebut sangat kuat sampai menghembuskan angin yang sangat kencang di sekitar.


“aku sudah lama tidak melawan lawan yang kuat, rasanya sangat menyenangkan” bilang Baron Raven sambil tersenyum.


Wwhhoosshh...


Baron Raven juga mengeluarkan Aura Mana miliknya yang sama kuatnya dengan Eizarath, setelah melakukan persiapan, mereka pun langsung melakukan posisi siap menyerang.


Wwwhhhhoosshhh...


Baron Raven dan Eizarath menyerang secara bersamaan, Eizarath langsung mengeluarkan skill miliknya.


“[Azure Dragon Style, Severio Slash]” bilang Eizarath.


Wwwhhhoosshhh....


Eizarath mengeluarkan tebasan vertical dari atas, Baron Raven yang melihat Eizarath mengeluarkan skill miliknya, Baron Raven langsung menahan serangan miliknya.


Wwwhhhoosshhh...


Cccllaaannggg....


Baron Raven berhasil menahan serangan Eizarath menggunakan salah satu belati miliknya.


“apakah Cuma segini kemampuan mu?” bilang Baron Raven yang mengejek.


“cih.., bajingan”


Cccllaanggg...


Baron Raven menangkis pedang Eizarath, Baron Raven langsung mengepalkan tangan kanan miliknya, kemudian Baron Raven menyerang dengan membidik muka Eizarath.


Wwwhhhooosshhh...


Bbbrraakkkk....


“uuuugghhh...”


Eizarath terpental ke belakang dan jatuh terguling – guling di tanah, akan tetapi Eizarath langsung berdiri dengan tegap, semua orang yang ada disana sangat khawatir dengan Eizarath.


“Tuan muda...” teriak beberapa orang.


Setelah melihat Eizarath terpental jauh, semua bawahannya dalam posisi siap menyerang, akan tetapi Eizarath langsung menggunakan isyarat tangannya untuk berhenti.


“Berhenti...!!!, dia adalah lawan ku, kalian semuanya diam dan jangan ada yang bergerak, bawa saja orang yang terluka kedalam” teriak Eizarath


Semua bawahannya langsung menghentikan niat untuk menyerang, tapi di wajah mereka, mereka khawatir dengan tuan mereka.


Baron Raven pun tersenyum mengejek sambil melihat ke Eizarath. Eizarath yang melihatnya langsung jengkel.


“(bajingan sialan itu...)” bilang Eizarath dalam hati.


Eizarath melakukan posisi menyerang lagi, Eizarath mengeluarkan Aura Mana miliknya lagi dan langsung menyerang.


Wwwhhhoosshhh...


Eizarath menyerang Baron Raven, Baron Raven tidak ikut menyerang melainkan berdiam di tempat dia berdiri, Eizarath dengan cepat menghampiri Baron Raven, ketika sudah mencapai jangakuan serangan, Eizarath langsung mengeluarkan skill miliknya.


“Azure Dragon Style, Rapid Soaring” bilang Eizarath.


Wwwhhhoosshhh....


Eizarath langsung menyerang dengan serangan bertubi – tubi.


Wwhhoosshh...


Slashh....


Slasshh....


Ketika Eizarath menyerang, Baron Raven tidak menyerang, melainkan Baron Raven hanya menangkis dan menghindar dari serangan Eizarath.


Wwwhhoosshh...


Clang...


Clang...


“(Sial..., bajingan ini cepat sekali)” bilang Eizarath dalam hati.


Wwhhoosshh...


Wwhhoosshh...


Baron Raven tidak hanya sekedar menghindar, Baron Raven bermain dengan kaki dan badannya menghindari serangan Eizarath, seakan – akan Baron Raven sedang berdansa dalam pertarungan.


Semua orang yang melihat cara Baron Raven menghindar mereka menjadi terpukau, mereka melihat cara bertarung Baron Raven yang elegan, di sisi lain, teknik tersebut sangat berbahaya bagi mereka, karena mereka melihat Eizarath seperti di main – mainkan oleh Baron Raven, yang bisa menyebabkan Eizarath kalah.


“bajingan..., kau masih menggunakan skill itu” bilang Eizarath yang sambil menyerang.


“ya.., aku tidak pernah lupa siapa diriku yang dulu” bilang Baron Raven sambil menghindar dan menangkis serangan Eizarath.


“kau tidak pernah merubah gaya mu, sang Blade Demon Dancer, Murakhan” bilang Eizarath.


“sudah ku bilang aku sudah membuang nama Murakhan, tapi julukan Blade Dancer milik ku masih bagus menurutku”


“cih..., bajiangan sombong.., kali ini aku akan kalahkan dirimu” bilang Eizarath yang membara.


Wwhhoosshh...


Eizarath menyerang dengan cepat secara horizontal dari kanan ke kiri, Baron Raven pun menghindari serangan Eizarath dan mundur sedikit, ketika Baron Raven mundur, Eizarath dengan cepat mengayunkan katana miliknya ke atas, kemudian mengumpulkan Aura Mana miliknya, Eizarath mengeluarkan Aura Mana yang sangat kuat untuk berfokus pada satu skill miliknya, katana miliknya menjadi warna merah tebal, Eizarath langsung mengeluarkan skill miliknya.


“Enoshima Engi, Blizt Meteor” bilang Eizarath.


Wwhhhoosshhh...


Dengan sangat cepat Eizarath menyerang Baron Raven, Eizarath menyerang secepat kilat, Baron Raven kaget Eizarath sudah berada didepan dia dan sudah siap menyerang.


Wwwhhoosshh..


Eizarath menyerang Baron Raven dengan kecepatan kilat, ketika tinggal beberapa cm lagi pedang milik Eizarath menebas Baron Raven, Baron Raven langsung mengeluarkan skill miliknya.


“Blade Dance, Cherry Blossom Plum” bilang Baron Raven.


Wwwhhhoosshhh....


Baron Raven bergerak dengan sangat cepat menghindari serangan Eizarath dan langsung menyerang Eizarath dengan sangat cepat, pola serangan Baron memberikan efek bunga Cherry Blossom yang mengelilingi dirinya, Baron Raven bergerak seperti menari dengan belati miliknya, sampai Eizarath tidak bisa melihat serangan Baron Raven yang cepat.


Wwwhhhosshhh...


Baron Raven dengan cepat meletakan belati di tangannya ke leher Eizarath, jarak antara leher dengan belati hanya berjarak 5 cm, Eizarath pun tidak bisa berkutik, Eizarath langsung melepas katana miliknya dan langsung mengangkat kedua tangannya ke atas.


“Aku kalah” bilang Eizarath.


Semua orang yang melihatnya tidak percaya kalau Eizarath kalah melawan orang yang mereka tidak kenal, Eizarath adalah orang yang terkuat setelah ayahnya.


Setelah Eizarath mendeklarasikan kekalahannya, Baron Raven pun melepaskan belati miliknya dari leher Eizarath, kemudian Baron Raven meletakan belatinya ke sarungnya dan menyudahi pertarungan.


“sial..., aku sudah berlatih dengan sangat keras tapi masih aku kalah dengan mu” bilang Eizarath.


“berarti latihan mu yang kurang, ahahaha...” bilang Baron Raven sambil tertawa.


“dasar... sialan...” bilang Eizarath yang kesal.


Para bawahannya yang ada di tempat merasa heran melihat tuan muda mereka akrab dengan seorang manusia, mereka pun mulai bertanya – tanya, kemudian salah satu pria dari mereka menghampiri Eizarath.


“maaf tuan muda, siapa manusia ini?” tanya salah satu pria.


“aahhh..., kamu tidak tahu ya..., dia adalah senior mu di perguruan ini, dia dikenal dulu di seluruh benua iblis sebagai Blade Demon Dancer, Murakhan, dan namaya sekarang menjadi Raven, akan tetapi suatu hari dia menghilangkan jejak dia, dan sepertinya dia pergi ke benua manusia” bilang Eizarath


“oohhh..., kalau begitu maaf kan perilaku kami senior” bilang pria tersebut sambil memberikan hormat yang diikuti sama lainnya.


“tidak apa – apa, lagian aku yang mengetes kalian” bilang Baron Raven.


“Baiklah sepertinya masalahnya sudah selesai, kalian sebaiknya kembali ke aktivitas masing – masing” bilang Eizarath


“baik tuan muda” bilang semua bawahannya.


Akhirnya semuanya pun kembali ke aktivitas mereka masing – masing, Baron Raven dan Eizarath masing berbincang sebentar di luar.


“sepertinya kita sudah lama berbicara di luar, bagaimana kalau kita masuk, ayah pasti senang melihat mu datang” bilang Eizarath


“baiklah.., akan tetapi aku tidak yakin orang tua itu akan senang setelah aku melemparkan tombak ke arahnya” bilang Baron Raven.


Ketika mereka berbicara, tiba – tiba ada suara seorang pria tua dari dalam perguruan.


“Siapa yang kau bilang orang tua?” bilang pria tua dengan nada kesal.


Wwwhhhoosshhh...


Tiba – tiba Baron Raven merasakan Aura yang sangat berbahaya, Baron Raven langsung pindah ke depan Eizarath.


“Sial..., tetap lah di belakang ku” bilang Baron Raven.


“Apa yang kau...”


Sebelum Eizarath menyelesaikan kata – katanya, tiba – tiba ada serangan berupa tombak yang di lempar, tombak tersebut di lempar dengan menggunakan Aura Mana sangat kuat.


“[Blood Barrier]” bilang Baron Raven.


Wwhhoosshhh....


Baron Raven langsung menggunakan skill Lyx miliknya, Baron Raven dan Eizarath di lindungi oleh cairan seperti darah yang mengeras mengelilingi mereka.


Wwwhhhoosshhh...


Ddduuuaaarrrr....


Benturan keduanya membuat sebuah ledakan Aura yang hebat, tapi Baron Raven berhasil menahan serangan tombak tersebut.


“Dasar bocah tak tahu diri, datang selalu membawa masalah” bilang suara pria tua.


“aku tidak mendengar suara ini sudah lama, lama tak jumpa, Master Shaka” bilang Baron Raven.