Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 57: Endless Death



“ha... ha... ha...”


Reinherz membuka matanya dan langsung duduk, Reinherz memegang lehernya, Reinherz seharusnya mati akibat serangan Sosok Lyx yang memenggal leher miliknya.


“ha.. ha.. ha.., apakah tadi hanya ilusi?” bilang Reinherz yang kaget.


“hooohhh..., apakah kau sudah bangun?” bilang sosok Lyx.


Reinherz kaget mendengar suara sosok Lyx lagi, Reinherz langsung mundur menjauh.


Whosh..


Tap..


Tap..


“apa yang kau lakukan sialan..?” bilang Reinherz kaget.


“apakah kau tidak sadar juga?” bilang sosok Lyx.


“jangan-jangan tadi hanyalah ilusi..?!”


“hhmm...?, bisa kau katakan seperti, akan tetapi.., apakah ini menurut mu ilusi?”


Whosh...


Sosok Lyx langsung menyerang Reinherz, sosok Lyx dengan cepat menyerang dengan membidik tangan kiri Reinherz.


Whosh...


Slash...


“aaarrrggghhhh...!!!”


Tangan kiri Reinherz langsung terputus akibat serangan dari sosok Lyx, Reinherz teriak kesakitan, Reinherz memegang tangan kirinya yang sudah putus, darah terus mengalir dari tangan kirinya yang putus.


“AHAHAHAH...!!!, sekarang apakah kau kira ini hanyalah ilusi..?, sekaramg jatuhlah kedalam keputusasaan sebelum kau menderita” bilang sosok Lyx sambil tertawa.


Ketika sosok Lyx sedang tertawa, Reinherz langsung mencoba menyerang Lyx yang ada didepannya.


Slash...


Whosh...


Sosok Lyx berhasil menghindari serangan Reinherz.


“keuk...., sial..”


“apa yang kau lakukan bocah.?!” Bilang sosok Lyx yang kesal.


Sosok Lyx yang menghindar dengan cepat memegang kepala Reinherz dari belakang, sosok Lyx langsung menusuk leher belakang menggunakan belati miliknya.


Whosh..


Splash...


Belati milik sosok Lyx menembus sampai ke depan leher Reinherz, sosok Lyx langsung melepaskan pegangannya dan melepaskan Reinherz, Reinherz jatuh ke tanah dengan darah yang mengalir dari lehernya, Reinherz pun perlahan-lahan lagi menutup matanya, Reinherz sekarat dan kemudian mati.


.........


“ha.. ha.. ha..”


Reinherz terbangun lagi dari kematiannya, Reinherz duduk dan meraba-raba badannya lagi.


“*haa..*\, jadi begitu...” bilang Reinherz.


Reinherz kemudian berdiri dan melihat ke arah sosok Lyx, Reinherz menyadari apa yang sedang terjadi, memang benar ini bukan ilusi, tapi mungkin ini semacam magic yang mempengaruhi alam bawah sadar, dan yang terpenting tubuh asli Reinherz masih selamat.


“sepertinya yang kau maksud [The Trial Of Void] adalah secama sihir Void”.


Clap..


Clap..


Sosok Lyx tepuk tangan dengan pernyataan yang Reinherz ucapkan.


“selamat kamu menyadarinya, akan tetapi itu hanya setengah benar” bilang sosok Lyx sambil tepuk tangan.


“ ini seperti setengah ilusi atau bukan, dan sepertinya sihir Void selalu merusak fikiran orang yang kendalikan, kalau begitu sepertinya tidak punya pilihan selain bertarung”.


Reinherz kemudian mewujudkan lagi senjata miliknya yaitu dua belati, Reinherz langsung dalam posisi menyerang, sosok Lyx yang melihat Reinherz masih tidak menyerah, Lyx senyum jahat yang lebar.


“Sepertinya tidak punya pilihan lain, walaupun ini merepotkan.., tapi ini sangat menyenangkan” bilang sosok Lyx sambil tersenyum jahat.


Whosh...


Sosok Lyx menyerang Reinherz dengan cepat.


Whosh...


Clang...


Reinherz berhasil menahan serangan Lyx yang membidik lehernya lagi.


“serangan yang sama tidak akan mempan lagi” bilang Reinherz sambil menahan serangan Lyx.


“benarkah begitu..?”


Tangan kiri sosok Lyx yang kosong langsung mewujudkan pedang, sosok Lyx menyerang dengan membidik dada Reinherz.


Whosh...


Clang....


Reinherz dengan cepat menahan serangan Lyx, Reinherz sedikit kewalahan karena tenaga Lyx sangat kuat, sosok Lyx tak punya senjata lagi untuk menyerang, Sosok Lyx kemudian mengumpulkan tenaga di kepala dan langsung menyundul Reinherz.


Whhosh...


Brak...


“aaarrrgghhh...!! sial...” bilang Reinherz yang kesakitan.


Reinherz yang terkena sundulan sosok Lyx mundur sedikit, sosok Lyx langsung menyerang Reinherz dengan menendang perutnya.


Whosh...


Brak...


Reinherz terpental jauh akibat tendangan Lyx, Reinherz memegang perutnya yang kesakitan, tanpa jeda sosok Lyx langsung menyerang lagi.


Whosh...


Reinherz yang melihat sosok Lyx menyerang, Reinherz langsung melakukan posisi bertahan, Lyx menyerang Reinherz menggunakan pedang miliknya.


Whosh...


Clang...


“hoh..., sepertinya kau masih belum menyerah” bilang sosok Lyx.


“Aku tidak akan menyerah, karena aku sudah berjanji” bilang Reinherz dengan tekad yang kuat.


“Kalau begitu aku tidak akan sungkan”


Sosok Lyx langsung bermanuver mendorong pedang miliknya menggunakan kakinya.


Whosh...


Clang...


Dua belati milik Reinherz hancur berkeping-keping.


Stab..


Pedang milik sosok Lyx menusuk dada Reinherz dan mengenai jantungnya, sampai pedang milik Lyx tembus sampai belakang.


“*bluegh....*”.


Reinherz muntah darah, Reinherz kemudian tumbang dan perlahan-lahan menutup matanya, ketika Reinherz menutup matanya, Reinherz berkata ke sosok Lyx.


“A..ku.. pas..ti.. a..kan.. me..nga..lah..kan..mu..” bilang Reinherz yang terbata-bata.


Brak...


Reinherz pun bertarung terus menerus, mati kemudian hidup lagi kemudian bertarung lagi dan mati lagi, kejadian tersebut berulang-ulang terus, Reinherz tidak tahu sampai kapan dia akan mati terus-terus, bahkan serangan Reinherz belum bisa mengenai sosok Lyx.


Whosh...


Slash...


Mati 100x


Whosh..


Slash..


Mati 1.000x


Mati 5.000x


Mati 10.00x


Mati 100.00x


Reinherz terus bertarung walaupun kematian terus datang kepadanya, akan tetapi semakin sering Reinherz bertarung dan mati, mental Reingerz menjadi semakin kuat, karena ada kata simple yang Reinherz ingat dikepalanya.


“Aku tidak akan menyerah, karena aku adalah keluarga Itzbal” bilang Reinherz dengan tekad yang kuat.


Slash..


Slash...


Mati 150.000x


Mati 200.000x


Mati 250.000x


Mati 260.000x


Mati 290.000x


Mati 310.000x


Mati 330.000x


Sosok Lyx melihat Reinherz berbeda ketika dia melawannya saat pertama kali, semakin lama mereka bertarung, Reinherz menjadi tersenyum dengan senang ketika mereka bertarung, sosok Lyx melihat Reinherz semakin menikmati pertarungan mereka.


Whosh..


Clang..


“AHAHAHA...!!!, pertarungan ini sangat mendebarkan, sepertinya lama-lama kau menikmatinya juga bocah” bilang sosok Lyx yang tertawa sambil menyerang.


Semakin lama Reinherz bertarung, semakin cepat dan semakin berat serangan Reinherz, sosok Lyx menyadari hal itu, akan tetapi Reinherz masih belum bisa menyentuh sosok Lyx sama sekali.


Whosh..


Slash..


Mati 350.000x


Mati 380.000x


Mati 395.000x


“ha.. ha.. ha..”


Reinherz tidak tahu sudah berapa kali dia mati, bahkan Reinherz sudah merasakan tidak takut mati, Reinherz bertarung bertarung tanpa henti, tapi Reinherz malah terbawa suasana dan menikmati pertarungan.


“kapan kau akan menyerah bocah..?” tanya sosok Lyx.


“AHAHAHAH...!!!, aku tidak akan menyerahkan tubuhku kepada mu, bahkan jika aku harus mati terus-menerus” bilang Reinherz sambil tersenyum ke Sosos Lyx.


“Bagus.., bagus.., sepertinya kau semakin menikmati pertarungan kita, aku akan terima tantangan mu” bilang sosok Lyx sambil tersenyum.


“Ya.., itulah yang ku inginkan, sepertinya ini menjadi sesatu yang menyenankan” bilang Reinherz sambil mengejek Sososk Lyx.


Whosh....


Clang...


Reinherz dan Sosok Lyx pun bertarung dengan sangat sengit, Sosok Lyx tidak pernah bosan membunuh Reinherz sampai ribuan kali, akan tetapi semakin Reinherz terbunuh, semakin kuat mental dan fisik Reinherz, Reinherz melakukan berbagai cara dan strategi untuk mengalahkan Sosok Lyx, tapi Reinherz tidak pernah menyerah.


Mati 397.000x


Mati 399.995x


Mati 399.996x


Mati 399.997x


Mati 399.998x


Mati 399.999x


MATI 400.000x.