Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 79: One And A Half Year



10 bulan kemudian...


Clang...


Clang..


“Bagus... bagus..., skill milik mu sudah bertambah” bilang Baron Raven.


Reinerz berusaha menyerang Baron Raven menggunakan tombak Varmound miliknya dengan sekuat tenaga, seperti biasa Reinherz bukan tandingan ayahnya, seberapa kuat dan cepat dia menyerang, kekuatan dan kecepatan adalah keunggulan ayahnya sebagai seorang Assassin.


Wwwhhhoosshhh...


Reinherz merasakan sesuatu yang menyerang dia dari belakang, Reinherz melihat kebelakang dan melihat tombak berwarna merah darah bejumlah 5 menyerang Reinherz, Reinherz pun menghindar dengan cepat.


Tap...


Wwhhoosshh...


Splash...


“cih..., sial..”


Reinherz tidak cukup cepat menghindar serangan dari [Blood Spear] milik Marie Rose, Reinherz terkena salah satu [Blood Spear] di pipinya dan berdarah.


“refleks milikmu sudah membaik, akan tetapi masih kurang” bilang Marie Rose yang berada di belakang Reinherz.


Sekarang Reinherz melawan dua orang di setiap sesi latihannya, Marie Rose dan Baron Raven, sudah satu bulan terakhir Reinherz melakukan latihan yang sangat keras.


Lady Lizbeth sudah selesai melakukan latihan Mana Circulation milik Reinherz, Mana Circulation Reinherz sudah bisa di kontrol lebih baik dari sebelum sama Reinherz, tinggal Reinherz melanjutkan latihannya secara mandiri, jadi tinggal latihan fisik Reinherz untuk meningkatkan power milik Reinherz.


Reinherz mundur ke samping dan melakukan posisi bertahan, Reinherz melihat Marie Rose dan ayahnya berdiri dengan santai, peraturan setiap kali latihan adalah Reinherz hanya bisa menyerang Baron Raven, sedangkan Marie Rose tidak boleh di serang Reinherz dan Marie Rose menyerang hanya menggunakan Magic miliknya, latihan ini dilakukan agar Reinherz bisa fokus jika melawan musuh yang banyak.


“cih... sial..., magic Lady Marie sangat menggangu sekali, aku hampir terkena lagi” bilang Reinherz.


Reinherz melakukan posisi bersiap menyerang lagi, Reinherz mengeluarka Void Mana miliknya untuk memperkuat serangannya.


Wwwhhoosshh...


Reinherz langsung menyerang Baron Raven, Marie Rose yang melihat Reinherz mulai menyerang, Marie Rose menggunakan [Blood Spear] miliknya lagi untuk menyerang Reinherz.


Wwwhhosshhh..


Tap...


Duar...


Reinherz menghindari serangan Marie Rose dengan cepat, Marie Rose yang melihat Reinherz sudah bisa cepat menghindar, cukup terkesima dengan Reinherz yang sudah ada kemajuan, ketika Reinherz menyerang Baron Raven, Reinherz mengumpulkan Mana dan Void Mana miliknya untuk di alirkan ke tombak Varmound, Reinherz yang sudah dekat mengeluarkan skill miliknya.


“[Black Flame Blast]”


Wwwhhhosshhh...


Tombak Varmound mengeluarkan api berwarna hitam di ujung tombaknya, Reinherz menyerang Baron Raven dengan cepat.


Wwhhoosshh...


Dduuuaarr...


Terjadi ledakan besar di tempat Baron Raven berdiri, debu – debu bertebaran yang menyebabkan Reinherz tidak bisa melihat serangannya berhasil atau tidak, perlahan – lahan debu – debu yang mengelilingi Baron Raven menghilang, Reinherz melihat area disekitar ayahnnya membentuk lubang yang cukup besar, akan tetapi Baron Raven masih berdiri di pijakannya, hanya sedikit tempat pijakan yang Baron Raven miliki, Baron Raven tetap menangkis serangan Reinherz.


“Cih..” bilang Reinherz.


“sepertinya kamu sudah berkembang, serangan mu cukup kuat dan gerakan mu sudah cukup cepat, tapi kita harus mengakhiri dulu latihan ini..., Marie..” bilang Baron Raven.


Wwwhhoosshhh...


Wwhhooshh...


Reinherz tidak bisa menghindar karena dia menjadi sedikit kaku akibat serangan terakhir yang dia lakukan, [Blood Spear] milik Marie Rose menusuk Reinherz di bahu, tangan, dan kaki Reinherz, Reinherz kemudian jatuh ke tanah, dan sampai [Blood Spear] menenbus ke tanah.


“AAARRRGGHHH!!!” teriak Reinherz yang kesakitan.


Ketika Reinherz terjatuh terkurap di tanah, Baron Raven dan Marie Rose menghampiri Reinherz.


“kita sudahi dulu latihan ini..” bilang Baron Raven sambil tersenyum menatap Reinherz.


“*haa..*\, aku akui pergerakan mu sudah semakin halus nak..\, akan tetapi kamu masih perlu banyak latihan\, medan pertarungan sebenarnya adalah hidup dan mati seseorang\, apalagi jika kamu bertemu dengan Lyx\, kekuatan mu masih di tingkat rendah” bilang Marie Rose.


“uuugghhh..., baiklah terima kasih atas kritik mu, tapi bisakah Lady menghilangkan tombak yang menusuk ku dulu” bilang Reinherz.


“dasar..., baiklah.. baiklah..” bilang Marie Rose.


Wwhhoosshhh...


[Blood Spear] yang menusuk Reinherz menghilang, akan tetapi luka tusukan Reinherz masih belum sembuh, Reinherz pun berputar badan dan terlentang, dia pun melihat ayahnya dan Marie Rose menatap dirinya ke bawah.


“ tumben sekali ayah menyudahi latihan dengan cepat” bilang Reinherz yang penasaran.


“ya..., kamu sudah latihan kurang lebih 1.5 tahun, dan umur mu sudah hampir 12 tahun, untuk ukuran anak dengan umur 12 tahun, kamu sudah bisa di cap sebagai anak jenius di wilayah lain, akan tetapi ini tidak berlaku jika kamu disini, bahaya yang kita hadapi bukan dari orang lemah, melainkan orang yang kuat” bilang Baron Raven.


Reinherz yang mendengar ayahnya berkata seperti itu Reinherz menjadi penasara, sebab Reinherz tidak tahu bahaya apa yang akan dia hadapi.


“maksud ayah?” bilang Reinherz yang bertanya – tanya.


“*haa...*\, kamu belum cukup dewasa untuk menghadapi hal tersebut\, kamu cukup latihan yang rajin agar kamu menjadi lebih kuat\, tak lama lagi ayah akan pergi keluar kota” bilang Baron Raven.


“huh..?!, ayah mau pergi kemana” bilang Reinherz.


“tentu saja kami akan kencang, heheheh...” bilang Marie Rose sambil tertawa manis.


“*haa..*\, tentu saja tidak\, aku dan Marie mau pergi untuk memeriksa sesuatu” bilang Baron Raven.


“ayah mau memeriksa apa?” tanya Reinherz.


“ayah ingin memeriksa tikus yang sedang berkeliaran, dan ayah sendiri yang harus memeriksanya, sudah lama ayah tidak berburu sendiri, jadi ayah pergi membutuhkan waktu yang lama, segala sesuatu urusan kota Phantom Harlow, aku serahkan ke ibu mu” bilang Baron Raven.


“uummm..., baiklah.., kuharap ayah kembali dengan selamat” bilang Reinherz.


“ooohhh... iya.., aku dengar dari Zeke kamu ingin menjadi seorang Blacksmith?” bilang Baron Raven yang penasaran.


“ah..., awalnya paman Zeke menawarkan ku untuk membuat senjata setelah selesai aku latihan, tapi..., aku lebih tertarik bagaimana jika aku membuat senjata dengan tangan ku sendiri, jadi aku meminta paman Zeke untuk mengajarkan ku tentang Blacksmith setelah aku latihan” bilang Reinherz.


“ahahahahah..., sepertinya aku mempunyai anak yang sangat menarik, tak lama ini aku bertemu Zeke sepertinya dia menjadi sangat membara karena ada seorang anak yang akan menjadi muridnya, dan sepertinya Zeke tidak main – main” bilang Baron Raven sambil tertawa dengan senang.


“ngomong – ngomong kenapa kamu tertarik untuk menjadi Blacksmith?” tanya Marie Rose.


“*haa...*\, entahlah..\, tapi ketika aku melihat Zeke menempa besi\, aku merasakan jiwa ku menjadi membara\, jadi aku sesekali ingin mencobanya” bilang Reinherz.


“lakukan apa yang kamu mau selagi kamu masih muda Rein, ayah akan mendukung selama hal tersebut adalah sesuatu yang positif dan membuat mu berkembang, dan kamu juga memilih guru yang sangat bagus, aku kenal Zeke sudah lama sebelum menjadi seorang bangsawan, dia adalah orang yang baik walaupun sifat marah – marahnya yang kadang membuat ku kesal, tapi dia adalah orang mendedikasi dirinya untuk menjadi seorang Blacksmith, jadi kuharap kamu bisa menjadi seorang Blacksmit yang handal” bilang Baron Raven sambil tersenyum.


“baiklah.., terimakasih ayah sudah memberikan ku masukan” bilang Reinherz sambil tersenyum ke ayahnya.


“sama – sama anakku, kalau begitu ayah pergi dulu ya” bilang Baron Raven.


“baiklah..” bilang Reinherz.


“jangan lupa latihan nak.., ketika kamu bertemu dengan ku kembali, aku harap kamu tidak mengecewakan ku ahahaha” bilang Marie Rose.


Setelah Baron Raven dan Marie Rose berbicara dengan Reinherz, mereka berdua pun pergi, dan tak lama lagi perjalana Reinherz menjadi seorang Blacksmit dimulai.