
Wwhhoosshhh...
Ssslllaasshhh...
Ddduuaarrr....
“*hhooaammm..*\, apakah kamu sudah selesai bocah..?” bilang Zeke sambil menguap.
“berisik..!!, kenapa aku harus melawan mereka sendirian” bilang Reinherz yang kesal.
Reinherz bertarung melawan Scorpion Crystal Scythe sendirian, sementara Zeke hanya menontonnya, Reinherz kesusahan melawan Scorpion Crystal Scythe bukan karena mereka kuat, melainkan jumlah mereka yang banyak dan terus berdatangan.
Wwwhhoosshh...
Kkiiaakkkk....
Salah satu Scorpion Crystal Scythe melewati Reinherz, Scorpion Crystal Scythe berlari menyerang Zeke yang sedang bersantai.
“(siall..., satu kabur dari pandangan ku)” bilang Reinherz dalam hati sambil melihat kebelakang.
Zeke yang melihat Scorpion Crystal Scythe menyerang dirinya, Zeke hanya tersenyum, Zeke mengeluarkan Aura Mana miliknya, Zeke kemudian melakukan posisi menyerang.
Kkkiiaakkk....
“monster sialan.., kau menggangu waktu santai ku” bilang Zeke sambil melakukan posisi menyerang.
Wwhhossshh...
Scorpion Crystal Scythe yang sudah dekat dengan Zeke menyerang menggunakan buntut sambil miliknya.
Wwhhoosshhh...
Ccllaannggg...
Zeke menangkis serangan buntut sabit Scorpion Crystal Scythe, buntut sabit milik Scorpion Crystal Scythe pun terpental ke atas, Zeke kemudian mengangkat palu miliknya, Zeke langsung menyerang Scorpion Crystal Scythe dengan membidik kepala miliknya.
Wwwhhhoosshhh...
Ddduuuaarr...
Sssppllaasshhh...
Zeke menyerang kepala Scorpion Crystal Scythe ke tanah, kepala Scorpion Crystal Scythe langsung hancur terkena serangan palu milik Zeke.
“Dasar.., sudah fokus saja yang ada didepan mu, jangan khawatirkan aku” bilang Zeke ke Reinherz.
Reinherz pun lega karena Zeke bisa melawan Scorpion Crystal Scythe, Reinherz baru pertama kali melihat Zeke bertarung, setelah melihat Zeke bertarung, Reinherz merasakan kekuatan Zeke tidak diragukan lagi, mungkin kekuatannya melebihi Kapten Arnor.
Clang...
Reinherz pun mundur dari kawanan Scorpion Crystal Scythe yang ada didepannya, Reinherz langsung mengeluarkan Aura Void miliknya yang kuat.
“kalau terus lama – lama seperti ini aku tidak bisa menyelesaikan tugas ku, aku harus mulai serius, matilah bajingan...” bilang Reinherz sambil maju melawan kawanan Scorpion Crystal Scythe.
Wwhhoosshhh...
Kkiiaakkk.....
30 menit kemudian...
“haa.., haa..., haa..., akhirnya selesai” bilang Reinherz yang duduk sambil memegang tombak Varmound miliknya.
Zeke yang melihat dari kejauhan, Zeke merasa Reinherz akan menjadi petarung yang sangat kuat dimasa depan, Zeke pun tersenyum sambil membayangkan orang yang dia kenal.
“(sepertinya buah jatuh tak jauh dari pohonnya, mereka berdua memang sama)” bilang Zeke dalam hati sambil membayangkan Baron Raven.
Zeke yang melihat semuanya sudah selesai, Zeke menghampiri Reinherz yang duduk kelelahan.
“kerja yang bagus nak” bilang Zeke sambil tersenyum.
“aarrrgghhh..., terima kasih atas pujiannya, apakah kita masih melawan monster – monster sialan ini ketika didalam?” tanya Reinherz
“sepertinya..., akan tetapi kita akan menambang tak terlalu dalam, maka kita akan aman” bilang Zeke.
Reinherz langsung bangun dari duduknya, Reinherz langsung menyimpan tombak Varmound didalam dirinya lagi, dan dia pun sudah siap untuk berjalan.
“baiklah paman..., tolong tunjukan jalannya” bilang Reinherz.
“baiklah.. baiklah..”
Reinherz dan Zeke pun langsung berjalan untuk menemukan tempat menambang mereka, sekitar 20 menit berjalan, Zeke berhenti dan Reinherz pun mengikuti Zeke, Zeke kemudian memegang dan meraba – raba dinding tambang.
“disini tempatnya, aku bisa merasakan ada beberapa Ore yang bisa kita ambil, kita akan menambang disini” bilang Zeke.
“Baiklah paman”
Reinherz menurunkan barang – barang yang dia bawa, Zeke memegang dinding tambang dengan tangan kanannya, Reinherz melihat Zeke berperilaku aneh, Reinherz pun penasaran dia menonton tanpa bertanya, Zeke menutup matanya dan menarik nafasnya dalam – dalam dan menghela nafasnya, Zeke langsung mengeluarkan Aura Mana miliknya.
Wwhhoosshhh...
Zeke melepaskan tangannya dari dinding tambang, kemudian Zeke melihat Reinherz yang hanya menontonnya.
“Apa yang kau lakukan bocah..!!, cepat tambang...” bilang Zeke dengan nada kesal.
“baik.. baik.. paman..” bilang Reinherz.
Reinherz memegang beliung miliknya, Reinherz kemudian menarik nafas dalam – dalam, dan Reinherz langsung menambang.
Wwhhosshh...
Clang...
Clang....
Satu jam kemudian...
Clang....
Clang...
Reinherz telah menambang selama satu jam, Reinherz Cuma mendapatkan 10 Metal Ore berukuran sedang, Reinherz terus menambang dengan sekuat tenaga, sampai – sampai Reinherz tidak menemukan Ore lagi, akan tetapi Reinherz tidak menyerah maupun mengeluh, dan lagipula Reinherz masih kuat.
Zeke yang melihat kerja Reinherz, Zeke sangat kagum dengan Reinherz, Zeke kemudian tersenyum melihat Reinherz yang bekerja keras, Zeke merasa didikan ayah dan ibunya tidak sia – sia.
Clang...
“kita sudahi dulu menambangnnya” bilang Zeke.
Reinherz yang mendengar Zeke langsung berhenti menambang, Reinherz langsung duduk kelelahan dan melepas beliung yang ada di tangannya.
“hhaa..., aku Cuma bisa mendapatkan 10 Metal Ore” bilang Reinherz yang sedikit kecewa.
“dasar.., apakah kamu ingin terus menambang?, jiwa anak muda memang sesuatu sekali, sebentar lagi malam, jika kita terus didalam tambang, monster yang didalam akan keluar” bilang Zeke.
“APA..?!, apakah ada monster lagi didalam?” bilang Reinherz yang kaget.
“*haa..*\, kenapa kamu kaget?\, sudah cepat kita tidak ada waktu lagi\, masukan Metal Ore yang kamu tambang didalam tas\, biarkan aku yang membawa beliungnya” bilang Zeke.
“baiklah paman...”
Reinherz kemudian menaruh Metal Ore kedalam tas, sedangkan Zeke membawa dua beliung yang tadi di bawa Reinherz, dan mereka berdua pun pergi ke tempat mereka memakirkan kereta mereka.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sesampainya di kereta mereka berada, Reinherz menaruh Metal Ore kedalam kereta, dan Zeke pun menaruh beliung dan senjata palu miliknya.
“aaahhh..., sial berat sekali..., punggung ku sakit” bilang Reinherz yang mengeluh sambil memegang punggung miliknya.
“ahahaha..., sepertinya kamu belum terbiasa memikul barang berat, lama – lama kamu akan bisa, jadi berusaha lah” bilang Zeke sambil tertawa.
“uugghhh..., sial...”
“Sepertinya kita tidak pulang, karena sudah malam, jalan akan menjadi berbahaya jika berjalan, karena penerangan yang minim dan jalan yang kita lalui cukup terjal, jadi kita menginap dinisi” bilang Zeke sambil melihat langit yang sudah mulai gelap.
“Baiklah..” bilang Reinherz.
“sepertinya kamu tidak mengeluh.., apakah kamu anak bangsawan” bilang Zeke yang heran.
“hahaha..., aku sudah terbiasa tidur di alam liar selama dua bulan, jadi aku baik – baik” bilang Reinherz sambil tertawa kecil.
“*haa...*\, aku hampir lupa dengan itu\, memang metode ayah mu memang sangat ekstrim” bilang Zeke.
“yaa.., begitulah...”
“dasar.., aku akan mengambil tenda yang aku bawa di kereta, kamu juga ambil beberapa kayu yang aku siapkan di dalam kereta dan buat api unggun” bilang Zeke.
Zeke mengambil tenda didalam kereta, kemudian Zeke merakit tenda miliknya dan dibantu sama Reinherz karena tenda miliknya cukup tinggi bagi seorang Dwarf, setelah tendanya selesai Reinherz membuat api unggun didepan tenda, kemudian mereka pun makan, kemudian mereka mengobrol di depan api unggun sekalian menghangatkan tubuh mereka di malam yang dingin.
“Paman aku penasaran tentang tambang ini.., kenapa The Void bisa mengusir Dwarf, bukankah ras Dwarf cukup kuat, apalagi setelah melihat paman bertarung tadi” tanya Reinherz.
“*haa..*\, sepertinya kamu masih penasaran..\, sebenarnya aku menemukan info tentang Haroldene Cliff beberapa bulan lalu”
“Apa..?!, aku fikir paman pernah tinggal atau bekerja disini”
“tentu saja tidak, aku dulu tinggal jauh dari sini”
“terus..., paman tahu dari mana tentang tambang ini?”
“*haa...*\, aku tahu dari beberapa Dwarf yang ada di kota\, ternyata tambang Haroldene Cliff dulunya adalah tambang yang kaya dengan sumber dayanya\, tapi sekarang bisa kamu lihat\, banyak monster didalam tambang\, aku pernah kesini bersama Reed dan beberapa anggota Night Hawk untuk dikawal\, belum sampai ke tengah – tengah tambang\, kamu sudah kewalahan dengan jumlah monster yang ada”
“bukankah kah kakak Reed dan anggota Night Hawk berserta paman sangat kuat”
“Ya.., akan tetapi.., bedasarkan rumor, semakin dalam maka semakin bahaya, kami bisa saja melanjutkan ekspedisi, tapi menurut salah satu Dwarf yang selamat dari peristiwa tambang Haroldene Cliff, dia melihat monster yang sangat kuat”
“Monster apakah itu paman?”
“Balrog”