
Reinherz membuka tas besar yang ibu dan ayahnya berikan untuknya selama ujian berlangsung, kemudian Reinherz membariskan barang yang ada di tas satu persatu.
“hhhmm.....”
Didalam tas terdapat dua kantung air, makanan untuk beberapa hari, busur dan panah, dua belati, satu pedang, peta, dan beberapa buku.
“Huh?!, buku apa ini?, di judul buku tersebut bertuliskan “Botani Explore”, juga ada buku “Rules”, dan ada buku yang bertuliskan “Tool Maker”, sepertinya aku harus membaca buku-buku ini dulu” bilang Reinherz.
Reinherz kemudian membacannya, dimulai dari buku yang berjudul “Rules”, karena menurut Reinherz ini mungkin bagian buku yang terpenting, di buku tersebut, bertuliskan apa saja yang harus dilakukan Reinherz dan yang dilarang, dari semua larangan kebanyakan hanya anjuran saja, akan tetapi ada tulisan yang menjadikan hal tersebut sangat dilarang, yaitu “Jangan Pernah Masuk Ke Deep Forest”, Reinherz yang penasaran kemudian mengambil peta.
“oohh.., baiklah kalau begitu, dan juga sepertinya sangat berbahaya masuk terlalu dalam juga” bilang Reinherz sambil melihat peta.
Ditulisan tersebut tidak di beritahu kenapa Reinherz tidak boleh masuk ke Deep Forest, akan tetapi Reinherz hanya menggapnya akan semakin sudah ayah dan ibunya menjemputnya, jadi dia juga tidak mau terlalu jauh masuk ke dalam hutan yang belum dia ketahui.
Setelah Reinherz membaca Buku berjudul “Rules”, kemudian Reinherz mengambil buku yang berjudul “Botani Explore”, Reinherz pun membaca buku tersebut hanya sekilas, buku tersebut hanya pengetahuan tentang tentang tanaman-tanaman yang bisa dimakan, dan juga bisa dipakai untuk bumbu makan.
Kemudian Reinherz membaca buku yang berjudul “Tool Maker”, di buku tersebut terdapat cara-cara membuat senjata dan alat-alat dengan bahan-bahan seadanya untuk bertahan hidup.
“buku-buku ini sangatlah penting aku akan simpan dengan baik” bilang Reinherz.
setelah membaca, Reinherz pun menaruhnya di tasnya, beserta barang-barang yang lain kecuali peta.
Reinherz kemudian membuka peta Rohirir Forest, peta yang diberikan cukup lumayan memberikan informasi, terutama masalah air, yang ada difikiran Reinherz saat ini mencari sumber air seperti sungai atau mata air, karena air adalah salah satu elemen penting untuk bertahan hidup.
“*haa...* sial...\, jarak dari tempat ku berada ke tempat sumber air mungkin sekitar 6-8 jam\, itu pun jika tidak ada halangan seperti monster\, tapi mau bagaimana pun aku harus kesana sebelum matahari terbenam\, karena malam sumber air sangat berbahaya” bilang Reinherz.
Reinherz tanpa lama langsung melipat petanya dan menaruhnya di tasnya, kemudian Reinherz memakai tasnya dan sudah siap untuk berangkat mencari sumber air.
“Baiklah walaupun ayah dan ibu ku bajingan karena menelantarkan ku, akan tetapi mau tidak mau aku harus bertahan hidup di hutan yang belum kuketahui ini, tapi aku akan melakukannya dan menjadi kuat” bilang Reinherz dengan penuh tekad.
---------------------------------------------------------------------------------------
Beberapa jam kemudian.....
Reinherz bersandar di sebuah pohon sambil menggengam belati miliknya yang masih ada darah.
“ha.. ha... ha.., sialan... banyak sekali monster, sepertinya aku membutuhkan waktu sekitar satu hari ke sumber air jika selalu seperti ini”.
Tak lama beristirahat Reinherz di kejutkan dengan suara monster yang mendekat.
Ggrr....
Muncul dua Direwolf yang mendekat ke Reinherz, Direwolf menunjukan taring-taringnya yang tajam yang menunjukan sifat aggresif mereka.
“Sial..., kenapa mereka selalu bermunculan” bilang Reinherz.
Reinherz kemudian melakukan posisi kuda-kuda dan bersiap untuk menyerang.
Ggrrr....
Wwhhosshh....
Satu Direwolf melompat menyerang Reinherz dengan cepat, Direwolf mengeluarkan cakarnya yang besar untuk mencabik Reinherz, akan tetapi Reinherz dengan cepat menangkis Direwolf.
Clang..
Srriingg...
Ketika Reinherz sedang menangkis, Direwolf yang lainnya melompat dari atas dan membuka lebar mulutnya yang penuh dengan taringnya yang tajam, Reinherz langsung refleks dan mengayunkan pedangnya ke atas, Reinherz langsung membidik leher Direwolf untuk instan kill.
Whhhoosshh....
Splash...
Akan tetapi Direwolf menghindari serangan Reinherz dan hanya menggores bagian pipi Direwolf.
“Sial.. tidak kena..!!” bilang Reinherz yang kesal.
Kemudian Direwolf yang dari atas menendang dada Reinherz dengan keras.
Brak...
Ssrraaakkk....
Reinherz yang terkena serangan terpental beberapa 3 meter dari tempatnya dari berdiri.
“Sial..., kenapa sekarang menjadi dua, satu saja sudah sangat merepotkan”
Akan tetapi Reinherz tidak bisa bersantai, dua Direwolf tersebut mulai mengelilingi Reinherz untuk mencari titik lemah, Direwolf adalah tipe monster yang cerdas dalam berburu dengan berkelompok, Reinherz harus berhati-hati jika menghadapi Direwolf lebih dari satu, Reinherz kemudian mengamati Direwolf yang mengelilingi dia, Reinherz melihat Direwolf hanya meraung-raung dan mencoba menakut-nakuti Reinherz, kemudian satu Direwolf menyerang.
Wwwhhhoosshh...
Satu Direwolf menyerang Reinherz, kemudian Reinherz menghindar serangan tersebut, ketika menghindar Reinherz mendapatkan celah untuk menyerang, kemudian Reinherz menusuk salah satu mata Direwolf.
Splash.....
Direwolf tersebut mundur karena matanya kesakitan akibat tusukan Reinherz, kemudian Direwolf yang lainnya menyerang.
Whhossh...
Clang..
Brak...
Whosh...
Reinherz kemudian mundur beberapa langkah untuk menyusun serangan lagi, akan tetapi Reinherz melihat Direwolf menjadi sangat marah, Reinherz pun tak mau pertarungan ini menjadi lama, dan Reinherz ingin mengakhirinya dengan cepat.
“huu...!!, yang tadi sungguh menegangkan, aku harus mengakhirinya dengan cepat, karena tujuan ku saat ini untuk mencari sumber air” bilang Reinherz.
Reinherz kemudian maju dengan cepat, satu Direwolf yang masih belum terluka maju juga menyerang Reinherz.
Wwhooshh....
Reinherz mengayunkan belatinya membidik kepala Direwolf, akan tetapi Direwolf menerkam belati Reinherz, disisi lain Reinherz melempar satu belatinya di tangan kiri ke atas, kemudian Reinherz membuka tangannya dan menggunakan magic.
“[Fire]”
Whhoosshh...
Reinherz membuat api yang sedang untuk di arahkan kebagian badan kiri Direwolf tersebut, kemudian Reinherz menyerang dengan apinya, Direwolf tersebut kesakitan dan melepaskan belati di tangan kanan Reinherz, Reinherz yang melihat kesempatan langsung membidik leher Direwolf dan langsung menebasnya.
Whosh...
Splash...
Satu Direwolf mati, tidak cukup disitu, belati yang ditangan kiri yang di tangan Reinherz masih belum terjatuh ke tanah dan masih terlempar, ketika belati turun ke bawah, Reinherz kemudian mengambil belati tersebut dan langsung melemparkan belati yang kiri miliknya ke Direwolf.
Whoosh...
Direwolf yang melihat belati milik Reinherz datang ke arahnya langsung menghindar dan mundur, akan tetapi Direwolf kehilangan satunya, dan Reinherz kemudian langsung menerjang ke blind spot Direwolf.
Whosh...
Reinherz langsung menebas kepala Direwolf sampai lepas dari badannya.
Whosh...
Splash....
Pertarungan pun selesai, Reinherz kemudian duduk untuk beristirahat.
“ha.. ha.. ha..., sial... sangat merepotkan sekali” bilang Reinherz yang cukup lelah.
Akan tetapi Reinherz tidak punya waktu dia harus terus bergerak, akan tetapi sebelum dia melanjutkan perjalanan, ada yang harus yang dia lakukan dulu, kemudian dia melihat mayat Direwolf.
“sepertinya daging mereka bisa dimakan, sebelum pergi ada bagusnya aku menguliti dan mengambil daging Direwolf, dan memanfaatkan apa yang bisa dimanfaatkan”.
Reinherz kemudian mengambil daging dan menguliti Direwolf, setelah semuanya selesai, Reinherz mengambil tasnya dan melanjutkan perjalanan.
Ketika berjalan menuju sumber air, Reinherz menemukan banyak hal, seperti tanaman obat yang di lihat di buku kemudian dia mengambilnya, Reinherz tak lupa mengambil beberapa rempah-rempah yang bisa dia jadikan sebagai eksperimen untuk memasak.
Tak lupa selama diperjalanan Reinherz selalu mengobservasi berbagai tempat sebagai tempat dia untuk mencari lahan berburu dan mencari bahan-bahan, dia harus melakukan ini sendirian agar dia bertahan hidup.
Matahari mulai terbenam, akan tetapi Reinherz terus berjalan agar dia mencapai tujuannya, akan tetapi tak lama dia berjalan dia mendengar suara air mengalir.
“hooo...., sepertinya sebentar lagi aku sampai, kuharap ini benar” bilang Reinherz yang bersemangat.
Reinherz kemudian berlari menuju ke arah suara air mengalir tersebut, di malam yang sudah mulai gelap, Reinherz menemukan aliran sungai yang sangat jernih, Air sungainya mengalir dengan deras, dan pantulan bulan dia air yang mulai menyinari malam menjadi indah.
“aaarrrgghhh....., akhirnya aku menemukan sungai” bilang Reinherz yang sangat senang.
Reinherz kemudian mengambil air dengan kedua telapak tangannya dan membasuh mukanya.
“Aaahhh..., sangat nikmat dan segar”.
Ketika sudah mencapai tujuannya, Reinherz kemudian mencari tempat untuk dia membuat rumah selama latihan, Reinherz kemudian berjalan sekitar 15 meter dari sungai, tempat yang dia pilih tidak ada jalan setapak dan dikelilingi pohon-pohon, sehingga jarang ada binatang buas yang mungkin akan menghampiri dia.
“Sepertinya tempat ini bagus untuk dijadikan markas ku”
Reinherz kemudian menaruh tasnya, Reinherz kemudian pergi mencari kayu untuk dia jadikan sebagi api unggun, setelah mendapatkan kayu-kayu yang cukup, Reinherz kemudian menyusun kayu-kayu tersebut dan menaruh batu-batu di sekeliling kayu, Reinherz kemudian mengulurkan salah satu telapak tangannya ke kayu untuk menggunakan magic.
“[Fire]”.
Whosh....
Reinherz kemudian mengeluarkan magic api dan membakar kayu, tak lupa Reinherz mengeluarkan kulit Direwolf yang sudah dia kuliti, selama di perjalanan Reinherz melawan tiga Direwolf, walaupun kulit Direwolf belum dikeringkan dan masih basah, Reinherz tetap memakainya karena tak ada waktu untuk merasa jijik.
“*haa...* sial..\, mau tak mau aku melakukan ini”
Reinherz kemudian duduk didekat api unggun dengan alas tiga kulit Direwolf yang dia susun, Reinherz tak ingin banyak bergerak di malam hari untuk mengundang monster, dan memutuskan untuk beristirahat malam ini.
Reinherz pun berbaring di tempat tidur sementara dan sudah merasa lelah karena perjalanannya yang cukup jauh dan berbahaya, Reinherz kemudian melihat langit, mengangkat salah satu tangannya dan membukanya lebar-lebar.
“Apa yang akan kulakukan besok?, aku tidak bisa merasa aman selamanya, aku tak ingin mati disini, aku harus bertahan hidup hingga akhir, besok aku harus latihan, jika tidak aku akan terus menjadi lemah, dan di hutan memiliki aturan yang mutlak, yaitu “yang kuat akan memakan yang lemah”, selama ujian ini aku akan menununjukan ayah dan ibu kalau aku akan menjadi lebih kuat” bilang Reinherz dengan tekat yang kuat sambil mengepal tangannya ke langit.
Ketika sudah berbicara sendirian, Reinherz sudah merasa sangat lelah dan ngantuk, Reinherz kemudian mulai memejamkam matanya, dan dia pun tertidur dengan sangat lelap hingga besok pagi.