
Di pagi hari di kota Phantom Harlow....
Tap... tap...
“ha... ha... ha...”
Reinherz sedang berlari di pagi hari di sekitar kota Phantom Harlow, suasana di kota agak gelap karena matahari belum terbit sepenuhnya, Reinherz melakukan kegiatan ini karena sudah menjadi biasa.
Awalnya setelah Baron Raven pergi Reinherz merasa sedikit lega, akan tetapi karena sudah terbiasa bangun pagi, Reinherz merasa ada yang kurang ketika bangun pagi, walaupun dia ingin sekali tidur akan tetapi tidak bisa tidur, dan akhirnya karena Reinherz bosan dan juga kesal, Reinherz memutuskan untuk berlari-lari santai di sekitar mansion, pada akhirnya berlari pagi menjadi rutinitas Reinherz.
Reinherz berlari tidak sendirian melainkan bersama Direwolf milik ayahnya, awalnya Reinherz melihat Direwolf sendirian dan kesepian, Reinherz yang merasa sedikit iba mengajak Direwolf milik ayahnya, dan Reinherz memberi nama Direwolf tersebut dengan nama Goofy.
Tak hanya mereka berdua, Reinherz ditemani pengawal pribadinya Elron untuk menjagannya jika terjadi sesuatu hal yang tidak diduga.
Setelah berlari cukup lama, Reinherz memutuskan berhenti di sebuah lahan dengan rumput yang cukup rimbun dan berwarna hijau, Reinherz pun tiduran di lahan.
“ha... ha... ha...., sepertinya aku sudah cukup berlari untuk pagi ini” bilang Reinherz dengan nafas yang masih berat.
woof.. wooofff...
Reinherz yang melihat Goofy menggongon, Reinherz berfikir Goofy masih ingin bermain lagi.
“ahaaha...., kau masih ingin bermain Goofy?, mainlah sana tapi jangan pergi jauh”
Wooff... wooofff....
Goofy kemudian pergi bermain disekitar tempat beristirahat Reinherz, Elron berdiri di samping Reinherz, Elron memberikan kantong air yang berisi air minum untuk Reinherz.
“ah.. terimakasih Elron” bilang Reinherz sambil mengambil kantong air.
Glup... glupp...
Reinherz meminum air dengan rakusnya.
“puuuaahhhh....., ah segarnya” bilang Reinherz.
“apakah anda memerlukan yang lain?” bilang Elron.
“aku sedang tidak membutuhkan hal lain, aku hanya ingin beristirahat sejenak sambil tiduran saja”
“baiklah tuan Reinherz” bilang Elron sambil tersenyum.
Reinherz menatap ke langit yang agak biru gelap, sudah berapa minggu Reinherz tidak mendengar kabar ayahnya, Reinherz kangen sama ayahnya, walaupun disisi lain ayahnya menjengkelkan dan keras dalam mendidiknya, rasanya sangat sepi jika tidak ada ayahnya disampingnya.
“Elron apakah kamu tahu dimana sekarang ayah?” tanya Reinherz.
“Lord Raven sedang menjalani urusan diplomat tuan, akan tetapi dalam waktu dekat ayah anda akan segera pulang” bilang Elron.
“bukankah paman Zeke sudah pulang?, kenapa ayah belum pulang juga?”
“sudah saya bilang, Lord Raven sedang ada urusan diplomat, jadi tuan harap bersabar jika ingin bertemu Lord Raven”
“aahhh... baiklah”
“ada yang ingin tuan tanyakan lagi?”
“tidak ada....”
Setelah Reinherz mengobrol dengan Elron, tidak terasa langit sudah mulai sedikit terang, waktu yang menunjukan Reinherz harus pergi ke mansion, Reinherz kemudian bangun dari tiduran, kemudian Reinherz memanggil Goofy untuk segera pulang.
“Goofy..., cepatlah saatnya pulang”.
Wooff... wooff...
Goofy kemudian berlari menghampiri Reinherz, mereka bertiga pergi ke mansion keluarga Itzbal.
Reinherz tetap melakukan latihan larinya walaupun pulang, Reinherz tidak jalan dan ingin melatih tubuhnya lagi, berharap ketika ayahnya datang Reinherz bisa memberikan kemajuan yang dia capai ketika ayahnya pergi.
Taappp.. tap... tap...
Reinherz berlari menuju mansion, jarak dia dengan mansion semakin dekat, ketika sudah mulai agak dekat dengan mansion, Reinherz mendengar suara-suara yang cukup bising di pagi hari.
Clang... clang..
Brakk... brakk....
Duaarr... duuaarrr...
Reinherz Suara pedang beradu, kayu yang dihajar, suara ledakan dan bahkan suara seperti orang dibanting terdengar jelas, suara tersebut berasal dari lahan dengan beberapa rumah kayu yang berada didekat Mansion milik keluarganya,Area tersebut dikelilingi pohon-pohon yang menutupi dipinggir jalan, lahan tersebut kalau dilihat dari luar hanya seperti desa biasa di luar benteng kota Phantom Harlow, Area tersebut adalah markas Night Hawk.
lahan tersebut adalah tempat tinggal, basecamp, dan tempat latihan bagi para anggota Night Hawk, mereka adalah unit khusus yang berada dibawah kendali langsung Baron Raven, Baron Raven selalu memeriksa unit Night Hawk secara berkala, dan Baron Raven melatih langsung mereka, jika tidak ada Baron Raven, Baron Raven akan menunjuk orang terbaik sebagai pelatih.
“seperti biasa disana selalu berisik” bilang Reinherz.
“harap memakluminya, karena mereka selalu berkerja di pagi hari tuan Reinherz” bilang Elron sambil senyum.
Reinherz tidak tahu kalau itu adalah markas Night Hawk, dan Reinherz melihat itu hanya desa biasa, dan terkadang Reinherz melihat orang-orang yang keluar dari desa, berpenampilan layaknya orang biasa.
“ah baiklah...” bilang Reinherz sambil berlari.
Reinherz pun terus berlari, tak lama kemudian mereka sampai di mansion keluarga.
Dari kejauhan Reinherz melihat ibunya berdiri dipintu depan seperti menunggu seseorang, Reinherz berfikir ibunya sedang menunggu dia, akan tetapi jarang sekali ibunya melakukan itu bahkan tidak pernah selama dia lari pagi.
“jarang sekali ibu menunggu ku datang didepan pintu” bilang Reinherz.
“Huh...?!, dasar... siapa bilang ibu menunggu kamu” bilang Lady Lizbeth
Reinherz yang melihat reaksi ibunya seperti itu, berarti ibunya sedang menunggu seseorang, akan tetapi tidak ada seorang pun yang datang secara langsung ke mansion, ketika ada tamu datang mereka harus menunggu di gedung administrasi, dan Reinherz sedikit penasaran ibunya menunggu siapa.
“Lalu ibu sedang apa?, jarang sekali aku melihat ibu berdiri didepan pintu?” bilang Reinherz dengan herannya.
“*haaa....*\, ibu merasakan ayah mu sudah datang” bilang Lady Lizbeth.
“Huh..?!, dimana...?, aku tidak melihat ayah sama sekalu ketika aku berlari, bahkan Elron tidak memberitahu ku kalau ayah akan datang” bilang Reinherz sambil melihat sekitar.
tak lama Reinherz dan Lady Lizbeth berbicara, seseorang menaruh tangannya di kepala Reinherz, Reinherz kira itu adalah Elron, akan tetapi itu mustahil karena Elron tidak pernah berbuat seperti ini, kemudian terdengan suara yang tidak asing bagi Reinherz.
“Yo..., sepertinya kau baik-baik saja” bilang suara tersebut.
Reinherz pun kaget mendengarnya suara itu, suara itu adalah suara ayahnya Baron Raven.
“aarrrgghhhh.... sial.... ayah membuatku kaget!” bilang Reinherz yang kesal.
“Ahahahaha....., kau harus pintar-pintar untuk mendeteksi keberadaan orang” bilang Baron Raven.
“*haaa....*\, seperti biasa skill [Stealth] milik mu sangat susah ditedeksi” bilang Lady Lizbeth.
“hehehe...., itulah aku, dan aku datang secara diam-diam untuk mengejutkan Reinherz” bilang Baron Raven sambil mengelus-ngelus kepala Reinherz.
“aarrrrgghhhh.... lepaskan tangan ayah dari kepala ku” bilang Reinherz sambil mencoba menyingkirkan tangan Baron Raven dari kepalanya.
“dasar..., apakah kau tidak senang kalau ayah mu datang” bilang Baron Raven.
Elron hanya melihat saja dan tidak berkata apa-apa, tak lama Baron Raven melihat Elron dan menyapanya.
“oohhh... Elron bagaimana kabar mu?” tanya Baron Raven.
“Saya baik-baik saja Lord” jawab Elron.
“baguslah kalau begitu..., sekarang kau istirahat saja dulu, biar aku yang mengurus Reinherz bersama istriku, karena ada sesuatu yang ingin aku lakukan” bilang Baron Raven.
“Siap Lord” bilang Elron.
Elron tanpa basa-basi langsung pergi dengan cepat dan menghilang.
“apakah kalian sudah selesai berbicara?, ayo masuk” bilang Lady Lizbeth.
“Baik...” bilang Baron Raven dan Reinherz dengan serentak.
Kemudian Baron Raven, Lady Lizbeth dan Reinherz masuk bersama ke mansion.
Mereka bertiga berjalan bersama, Lady Lizbeth memegang tangan Reinherz layaknya ibu yang menjaga anaknya, sedangkan Baron Raven berjalan seperti biasa, mereka bertiga menuju ke tempat yang cocok untuk berbicara, yaitu tempat latihan Magic.
Setelah sampai di ruangan latihan Magic, Baron Raven dan Lady Lizbeth duduk sedangkan Reinherz berdiri, kemudian Baron Raven dan Lady Lizbeth menatap ke Reinherz.
“Jadi bagaimana latihan mu?” tanya Baron Raven.
“tanyakan saja pada ibu” bilang Reinherz.
Baron Raven kemudian menatap Lady Lizbeth, akan tetapi Lady Lizbeth menatap balik ke Baron Raven, Lady Lizbeth memberikan kode ke Baron Raven untuk melihat dengan mata kepalanya sendiri.
“*haa...* baiklah\, Reinherz lakukan gunakan skill [Fireball] seperti biasa” bilang Baron Raven.
“baik ayah..”
Reinherz membuka tangannya lebar-lebar dan mengulurkan tangannya.
“[Fireball”
Whhooosssshhh......
“terus lakukan seperti pada saat kamu latihan bersama ibu” bilang Baron Raven.
“Baiklah aku akan berusahan”
Reinherz kemudian melakukan latihan yang biasa dia lakukan bersama ibunya, membuat bentuk apinya menjadi kecil - sedang – besar dan terus berulang-ulang, kemudian diam-diam Baron Raven dan Lady Lizbeth melihat aliran mana Reinherz.
“[Mana Essence]” bisik Baron Raven dan Lady Lizbeth
Baron Raven dan Lady Lizbeth melihat aliran Mana Reinherz sudah semakin membaik, walaupun tidak terlalu lancar, akan tetapi untuk anak seumuran Reinherz bisa seperti itu adalah hal yang bagus.
“sudah cukup” bilang Baron Raven..
Wwwhhhooosshhh....
“hhhuuuuu.....”
Baron Raven tanpa berkata apa-apa langsung berdiri dan mengelus-elus kepala Reinherz.
“kau sudah ada kemajuan” bilang Baron Raven.
“Bernarkah..? semua ini berkat ibu” bilang Reinherz.
“hehehehe...., percayalah sama ibu mu yang hebat ini” bilang Lady Lizbeth dengan bangganya.
“ya akan tetapi ayah tidak bilang kau sudah selesai” bilang Baron Raven.
“Huh....?!”
“mulai hari ini kau akan menjalani latihan yang sesungguhnya, heheheh....” bilang Baron Raven sambil senyum jahat.
Baron Raven dan Lady Lizbeth merencanakan meningkatkan beban latihan Reinherz, akan tetapi Reinherz yang tahu maksud dari ekpresi kedua orang tuanya, Reinherz seperti masuk kedalam jurang.
“SSSIIIIAAALLLLL” teriak Reinherz dalam hati.
Kemudian Baron Raven dan Lady Lizbeth melatih Reinherz dengan sangat ketat, semua ini untuk mencapai target untuk fase latihan selanjutnya.
------------------------------------------------------------------------------------
Waktu pun sudah berlalu cukup lama, latihan Reinherz yang diberikan Baron Raven dan Lady Lizbeth membuahkan hasil.
6 bulan kemudian.....