
Reinherz masih terlentang di lapangan setelah kejar-kejaran sama Direwolf, Reinherz sepertinya tidak bisa menggerakan badan lagi, tapi itu hanya akting agar Reinherz tidak belajar bersama ibunya.
“Oi...., Reinherz bangun....” bilang Baron Raven sambil menusuk-nusuk Reinherz dengan batang kayu.
“uuugggghhhh...., aku tidak bisa menggerakan badan ku ayah, bisakah aku tidak belajar sama ibu?” keluh Reinherz.
“*haaa....*” hela Baron Raven.
Baron Raven kemudian menjentikan jarinya untuk memanggil pelayan.
Clack...
Dalam hitungan detik pelayan pun datang, dan sekarang bukan pelayan biasa, melainkan Elron, pengawal Reinherz pribadi.
“Elron bawa dia kekamar mandi, dan mandikan Reinherz jika dia tidak mau, setelah itu bawa Reinherz ke ruang istriku menunggu”.
“Baik Lord” jawab Elron.
Elron langsung membawa Reinherz ke kamar mandi dengan cepat dan segera menghadap ke Lady Lizbeth
------------------------
Beberapa saat kemudian, Reinherz selesai mandi, Elron mengantarkan Reinherz ke tempat ibunya menunggu.
“Elron..., aku tidak mau ke tempat ibu” keluh Reinherz.
“Anda tidak boleh melewatkan pembelajaran dari Lady Lizbeth tuan, apa anda mau Lady Lizbeth marah?”
“uuugghhh...., sepertinya tidak bagus juga kalau ibu marah”.
“hehehe..., kalau sudah tau tidak usah mengeluh”
“*haaa....*\, Baiklah...”.
Beberapa saat Reinherz dan Elron mengobrol, mereka sudah tiba di ruangan tempat latihan Magic, Elron hanya bisa mengantarkan Reinherz sampai luar ruangan, dan sisanya Reinherz harus melakukan sendiri, Reinherz yang sedikit malas kemudian mengetuk pintu dan membuka sedikit.
Tok.. tok...
“Ibu apakah kau ada didalam?”
Reinherz kemudian masuk ke ruangan tersebut, ruangan tempat latihan magic terdapat beberapa lemari buku, dan tempat duduk, Reinherz melihat papan tulis portable berbahan kayu dan roda, di ruangan latihan juga terdapat ruangan yang cukup luas dan beberapa dummy yang dilapisi oleh Rune untuk melakukan percobaan Magic.
Reinherz melihat Lady Lizbeth sudah menunggu di tempat duduk bersama dengan coretan yang dia buat, Reinherz langsung menghampiri ibunya yang menunggu.
Lady Lizbeth yang melihat anaknya, langsung menyambut Reinherz dengan pelukan hangat.
“Bagaimana latihan fisik bersama ayah mu Rein?”
“uuuggghhh..., aku seperti di siksa”
“hahaha...., seperti itulah ayahmu”
“uuugghhh...., sialan”
Setelah selesai mengobrol ringan Reinherz langsung ke intinya.
“jadi..., aku harus belajar Magic juga?”
Lady Lizbeth yang mendengar Reinherz ke pembicaraan utama mereka, Lady Lizbeth langsung mendudukan Reinherz di meja berhadapan dengan papan tulis.
“Ya.., karena Magic adalah elemental penting didunia”
“kenapa begitu penting ibu?”
“Magic tidak hanya digunakan untuk bertarung, Magic juga bahkan bisa untuk kegiatan sehari-hari, contohnya jika kamu ingin menyelakan api tidak ada pematik, cukup gunakan saja Magic tipe api”.
“Magic Api?”
“aahh...., sepertinya kamu belum mengerti sepenuhnya tentang Magic, sekarang kamu cukup duduk, dan ibu akan menjelaskan dasar Magic”
“Baiklah ibu...”.
Magic merupakan kekuatan alam yang tidak dapat dilihat, semua orang bisa memperlajari Magic, mulai dari usia dini hingga dewasa, dan setiap orang mempunyai bahan dasar Magic, orang-orang menyebutnya sebagai Mana, ketika orang tersebut kehabisan mana maka mereka tidak bisa mengeluarkan Magic dalam bentuk apapun.
Sebelum menggunakan Magic, maka orang tersebut harus mengaktifkan yang namanya Mana Circulation, Mana Circulation seperti sirkulasi darah bagi Magic, ketika Mana Circulation tidak di aktifkan maka orang tersebut tidak bisa menggunakan Magic, karena Mana tidak bisa mengalir ke seluruh tubuh, layaknya ketika sirkulasi darah berhenti maka orang tersebut akan mati.
Magic memiliki tingkatan-tingkatan, semakin kuat orang tersebut naik ke tingkat selanjutnya, maka Magic yang dikeluarkan semakin kuat. tingkatan Magic terbagi menjadi Lima yaitu:
- Beginner
- Intermediate
- Advance
- Master
- Superior
“Jadi itulah pengertian dasar Magic” bilang Lady Lizbeth.
“hehehe..., nanti juga kau akan merasakannya ketika dipraktekan, tapi tidak sampai disitu, ibu akan melanjutkannya lagi”.
Magic banyak sekali tipenya, ada Magic dengan tipe Fire,Ice, Earth, Wind , Light atau Holy Magic, Thunder, Dark dan masih banyak lagi, setiap elemen alam adalah unsur dari Magic, akan tetapi hanya beberapa-beberapa tipe yang sangat berbahaya, salah satu tipe Curse Magic.
Tipe Curse Magic adalah tipe Magic yang menggunakan makhluk hidup sebagai alat Magic, makannya dari itu Magic tipe Curse sangat berbahaya dan sangat dilarang.
Dan untuk tipe yang satu ini, ini adalah tipe Magic yang sama persis seperti Curse Magic, yaitu tipe Magic The Void, tipe Magic The Void adalah tipe Magic yang tidak dimiliki orang melainkan dimiliki oleh sebuah Artifact yang hidup, Artifact tersebut akan mengkonsumsi orangnya jika tidak bisa mengontrolnya, akan tetapi tidak banyak orang tau dari mana Magic The Void berasal, dan orang-orang didunia ini memanggil Artifact tersebut dengan sebutan Lyx, banyak orang-orang pemegang Lyx menjadi orang yang kuat, dan mereka mempunyai kekuatan yang unik.
“Lyx kah...?, apakah aku bisa melihatnya?, aku sedikit penasaran dengan Lyx”
Lady Lizbeth kemudian tersenyum mendengar Reinherz yang bergumam sendiri, Lady Lizbeth kemudian menatap Reinherz.
“apakah kamu tau, salah satu pemegang Lyx ada didekat mu?”
Reinherz kemudian kaget dengan pernyataan Lady Lizbeth tentang pemegang Lyx.
“siapakah itu ibu...?!, apakah mereka ada Night Hawk?, atau mungkin salah satu kakak-kakak ku adalah pemegang Lyx?”
“untuk hal itu, ibu serahkan ke kamu”
“hhhmmm...., baiklah”
“Ok Rein.., cukup untuk materinya dan langsung ke praktek, ayo ikut ibu mu”
“Baiklah..”.
Reinherz kemudian berdiri dari tempat duduknya dan mengikuti ibunya ke area praktek.
“ibu akan mencontohkan magic yang paling mudah di pakai yaitu [Fire Ball], jadi perhatikan dengan baik-baik”
“Baiklah ibu”.
Lady Lizbeth dengan tenang mengulurkan tangannya dan membuka tangan mengarah ke dummy yang ada di area praktek, Lady Lizbeth melambatkan waktu mengeluarkan [Fire Ball] agar anaknya bisa memperhatikan ibunya sedikit demi sedikit.
“[Fire Ball]”.
Setelah merapalkan magic, keluar dari bola api dengan ukuran yang sedang, bola api tersebut dengan cepat mengarah ke dummy dan meledak.
Duuuuaaarrrr....
Ssssshhhiiisssss......
“sekarang kau sudah lihat kan sekarang giliran mu” bilang Lady Lizbeth.
“Baiklah bu”.
Reinherz mulai mengulurkan dan membuka tangannya ke arah dummy.
“Sekarang fokus..., pusatkan alirkan mana mu ketanganmu, dan bayangkan kamu menembakan bola api yang ibu lakukan tadi”
Setelah mendegar Lady Lizbeth, Reinherz kemudian memusatkan mananya ke tangannya, dan butuh waktu yang cukup lama untuk Reinherz memusatkan mananya ke tangannya, dan pada akhirnya Reinherz mengelurakan [Fire Ball].
“[Fire Ball]”
Whhhhoooossshhhh....
Muncul bola api di tangan Reinherz, Reinherz pun menembakan [Fire Ball], akan tetapi [Fire Ball] milik Reinherz masih terlihat kecil, [Fire Ball] kemudian melesat ke arah Dummy, dan ketika di sasaran, [Fire Ball] milik Reinherz hanya bisa meledak seperti kembang api.
“*haaa...*\, kenapa milik ku hanya meledak seperti kembang api\, bahkan tidak ada bekas ledekan di sekitarnya”. Keluh Reinherz
“tenang saja kamu masih pemula, maka dari itu kamu harus belajar”.
“hehehe..., kalau begitu apakah suda selesai pelajarannya?”
“hm?!, siapa bilang kau hanya melakukannya sekali?, kau harus melakukannya sampai mana mu terkuras habis” tatap Lady Lizbeth dengan kejam.
“ahahaha...., kau hanya bercanda kan ibu?!”
Lady Lizbeth hanya menatap Reinherz dengan tegas, dan Reinherz mau tak mau harus melakukannya.
“(SSSIIIAAALLLLAAANNN...!!!!!, aku terjebak lagi!!!!!)” teriak Reinherz dalam hati.
Dan pada akhirnya, Lady Lizbeth menguras Mana Reinherz sampai habis hanya untuk berlatih dengan menggunakan [Fire Ball].
---------------------------------------------------------------------
Skill Dictionary.
Name: Fire Ball
Type: Magic, Fire Element.
Requirement: Beginner Magician.
Description: Menembakan bola api ke arah yang dituju, semakin kuat tingkatan magicnya, maka [Fire Ball] yang dihasilkan akan semakin besar dan kuat ledakannya.