Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 67: Devil Mentor



Tap...


Tap...


Reinherz seperti biasa ditemani Elron melakukan olahraga di pagi hari berlari mengelilingi Kota Phantom Harlow, setelah Reinherz merasa sudah cukup latihan dan olahraganya, Reinherz dan Elron pun pulang ke mansion, akan tetapi Reinherz dan Elron melihat dari jauh sosok yang tak asing bagi mereka, dia berdiri tepat sebelum masuk ke daerah mansion, dia adalah Baron Raven, Reinherz pun bertanya-tanya apa yang ayahnya lakukan.


“Elron apakah kamu tahu ayah sedang melakukan apa” bilang Reinherz sambil menatap Elron.


“Saya juga tidak tahu tuan” bilang Elron yang juga bingung.


Reinherz pun tidak ingin bertanya lagi ke Elron, karena sepertinya dia tidak tahu menahu, Reinherz berasumsi mungkin ayahnya ada urusan dengan seseorang dari Night Hawk, Reinherz merasakan akan ada sesuatu yang terjadi padanya, tapi Reinherz mencoba untuk menghiraukannya dan berjalan seperti biasa.


Tap..


Tap..


Reinherz berjalan dengan pelan - pelan, semakin dekat Reinherz berjalan ke mansion, Reinherz melihat ekspresi ayahnya sangat serius, ketika sudah dekat Reinherz menyapa ayahnya.


“ayah..., apa yang sedang kamu la-“


Sebelum Reinherz menyelesaikan kata-katanya, Baron Raven melesat ke arah Reinherz dengan cepat.


Wwwhhhoossshhh...


Bbbrraaakkk...


Baron Raven menyerang dengan memukul Reinherz tepat di perutnya, Reinherz sama sekali tidak bisa bereaksi karena serangan ayahnya terlalu cepat, ayahnya memukul Reinherz dengan sangat keras.


“UUUGGGHHHH...!!!”


Wwwhhoosshhh....


Bbbrraaakkk....


Reinherz terdorong jauh kebelakang, kemudian Reinherz terhenti oleh pohon besar, Reinherz pun jatuh ke tanah, tapi Reinherz bangkit kembali sambil senderan ke pohon yang ada dibelakangnya, mulut Reinherz keluar darah akibat pukulan keras yang dia dapat dari ayahnya.


“aaarrrggghhh...!!! sial....!!, apa yang ayah fikirkan menyerang anaknya tanpa menahan diri..” bilang Reinherz sambil mengusap darah yang keluar dari mulutnya.


Elron pun melihat kejadian didepan matanya, dia juga bahkan tidak bisa melihat serangan Baron Raven yang begitu cepat, Elron langsung memberikan salam ke tuannya yang ada didepannya.


“Salam Lord...” bilang Elron sambil menunduk.


“Elron..., sepertinya kamu melakukan tugas dengan baik” bilang Baron Raven.


“terimakasih Lord..” jawab Elron.


“akan tetapi tugas mu sampai disini dulu, sekarang aku yang akan mengurus Reinherz” bilang Baron Raven dengan tegas.


“Baiklah lord..., kalau begitu saya pamit pergi” bilang Elron sambil menunduk.


Elron tanpa bertanya ke tuannya langsung pergi, dia melihat Baron Raven sedang serius dan sepertinya tidak mau diganggu, Elron yang melihat Baron Raven seperti itu, berdoa agar Reinherz baik-baik saja.


“semoga anda baik-baik saja tuan” bilang Elron dalam hati mendoakan Reinherz.


Elron sudah pergi, sekarang tinggal Baron Raven dan Reinherz yang sedang bersender di pohon.


Reinherz memegangi perutnya yang kesakitan akibat serangan Baron Raven, dan Reinherz melihat ayahnya dengan tatapan yang penuh dengan kekesalan.


“apa yang ayah lakukan?” bilang Reinherz yang kesal.


“tidak usah manja, aku tahu kamu bisa meregenerasi bisa cepat, dan aku ingin lihat juga secepat apa kamu bisa meregenasi setelah terkena pukulan ayah” bilang Baron Raven.


“uugghhh..., sial”


“ayo cepat berdiri, kita akan segera melakukan latihan”


Baron Raven pun balik badan untuk pergi ke tempat latihan yang ada di mansion, Reinherz yang masih kesal karena ayahnya memukulnya secara tiba-tiba, Reinherz mengeluarkan aura Lyx miliknya, Reinherz kemudian mengepalkan tangannya.


Wwwhhhooosshhh...


Reinherz dengan cepat melesat menyerang ayahnya dengan mencoba memukulnya.


Wwwhhoosshh...


Akan tetapi tidak sesuai dengan ekspetasi, Baron Raven menghindari serangan Reinherz tanpa melihat kebelakang, Baron Raven hanya menghindar kesamping, ketika Reinherz sejajar dengan ayahnya, ayahnya membisikan sesuatu.


“Apa yang kau lakukan..?” bilang ayahnya.


Baron Raven yang melihat Reinherz melewatinya, Baron Raven langsung menendang Reinherz dengan kuat.


Wwwhhoosshh....


Bbrraakk....


Reinherz yang terkena tendangan ayahnya, Reinherz mental jauh sampai ke depan rumahnya dan menabrak tembok didepan rumahnya.


Bbbrraaakkk...


Ccrreeaakkk...


Bbrraakkk...


Ketika pintunya terbuka, Reinherz melihat seorang wanita sedang memegang sebuah pedang dan siap untuk menyerang, dia adalah Avianna kakak Reinherz yang sedang pulang untuk beberapa minggu.


Avianna pun melihat ke arah sumber suara, dia melihat Reinherz tergeletak jatuh di tanah, Avianna pun khawatir dengan adiknya.


“Reinherz kamu tidak apa-apa?” bilang Avianna yang khawatir.


“uuugghhhh..., sial...” bilang Reinherz yang kesakitan.


“Siapa yang melakukan ini padamu?!, aku akan habisi dia sekarang juga” bilang Avianna.


Avianna langsung melihat ke arah dari mana Reinherz terpental, ketika melihat Avianna pun kaget, dia melihat ayahnya berjalan pelan menuju ke arah mereka berdua, keberanian Avianna langsung turun ketika melihat ayahnya.


“ahahaha..., sepertinya aku ada sesuatu yang belum lakukan di dalam rumah, kalau begitu sampai jumpa lagi Reinherz” bilang Avianna yang ciut.


“tidak... kakak tunggu...”


Ccrreeaakkk...


Bbrraakkk...


Avianna langsung berlari ke dalam rumah dengan cepat, dia sedang tidak ingin berurusan sama ayahnya, Avianna melihat sepertinya Reinherz sedang dilatih habis-habisan sama ayahnya, dan Avianna pun hanya bisa mendoakan adiknya yang sedang berurusan sama iblis yang kejam.


Tap...


Tap...


Baron Raven berjalan ke arah mansion dan sampai didepan Reinherz.


“*haa..*\, sepertinya kau masih harus belajar banyak” bilang Baron Raven sambil menghela nafas.


Baron Raven langsung memegang kerah baju belakang Reinherz, kemudian Baron Raven langsung menyeret Reinherz ke tempat dimana mereka akan melakukan latihan.


Ketika sudah sampai di lapangan, Baron Raven langsung melepaskan kerah baju Reinherz.


“apakah kamu sudah pulih sepenuhnya?” tanya Baron Raven.


“aaarrrgghh...!!!, sepertinya aku masih sakit” bilang Reinherz yang berpura-pura kesakitan.


“Baiklah jika kamu masih kesakitan, ayah tidak akan ragu-ragu lagi” bilang Baron Raven sambil mengarahkan tinjunya ke Reinherz.


“Baiklah.. baiklah..., aku sudah pulih”


Reinherz langsung bangun dan berdiri, ketika Reinherz sudah berdiri, Baron Raven berjalan agak menjauh, dan mereka pun saling berhadapan satu sama lain.


“kita akan melakukan latihan apa?” bilang Reinherz yang pensaran.


“kali ini ayah akan melatih kamu untuk melakukan bagaimana mengontrol kekuatan Lyx milik mu, karena ini akan menjadi kunci bagaimana kamu mengusai kekuatan Lyx sepenuhnya, jika kamu tidak bisa mengontrolnya, kamu akan termakan dengan Void Magic, dan itu adalah konsekunsi sebagai kontraktor Lyx”


“terus apa yang harus aku lakukan?, aku bahkan tidak tahu aku mendapatkan kekuatan spesial seperti apa” bilang Reinherz yang bertanya-tanya.


“*haa..* dasar...\, begitu saja kamu tidak tahu\, dari mana saja kamu kemarin setelah sembuh\, baiklah ayah akan menunjukan kekuatan Lyx ayah\, [Blood Spear]”


Wwwwhhhoosshhh...


Ketika Baron Raven menggunakan skill, muncul cairan berwarna merah darah di samping Baron Raven, cairan darah tersebut kemudian menggumpal dan membentuk sebuah tombak.


“ini adalah kekuatan Lyx milik ayah, Lyx tipe ayah adalah Mage, sekarang ayah ingin tahu kekuatan Lyx milik mu seperti apa?” bilang Baron Raven.


Reinherz kemudian berfikir tentang kekuatan Lyx miliknya, dia bahkan belum sama sekali menggunakannya, Reinherz mencoba berbagai cara mulai dari mencoba menggunakan Magic apakah ada yang berubah, dan kekuatan fisiknya pun bahkan tidak berubah.


“sepertinya kamu tidak tertolong” bilang Baron Raven.


“bagaimana lagi..., aku bahkan belum merasakan ada yang berubah dari diri ku selain bisa meregenerasi dengan cepat, aku pun menggunakan kekuatan Lyx milikku” bilang Reinherz yang kebingungan.


“baiklah sepertinya tidak ada cara lain, sekarang perhatikan baik ayah” bilang Baron Raven.


Wwhhhoosshhh...


Baron Raven kemudian mengeluarkan aura mana dan aura Lyx miliknya, kemudian muncul cairan berwarna merah darah yang besar muncul dihadapan Baron Raven.


“datanglah...”.


Sssrraaahhh...


Ssspppllaassshhhh.....