
Reinherz pun bingung dengan ucapan Eizarath, menyuruh dia memanggil orang asing dengan sebutan senior sangat tidak masuk akal, lagipula Reinherz tidak mengenal Eizarath.
“(huh...?!, apa yang bajingan ini bicarakan?, memanggil dia senior?, yang benar saja...)” bilang Reinherz yang bingung dalam hati.
Reinherz menatap Eizarath dengan tatapan aneh, Eizarath pun menyadarinya, Eizarath merasa kesal dengan tatapan aneh yang mengarah kepadanya.
“Apa yang kamu lihat bocah” bilang Eizarath yang kesal sambil mengepalkan tangannya.
“dasar gila..!!!, memanggil mu senior..!!!, aku bahkan tidak mengenali mu sama sekali” bilang Reinherz yang kesal.
“hoo..., sepertinya kamu butuh pelajaran”
Wwhhhoosshhh....
Eizarath dengan cepat menyerang, Reinherz tidak bisa mengikuti kecepatan Eizarath, dan tiba – tiba Eizarath sudah berada di samping Reinherz.
“(Sial..., cepat sekali..)” bilang Reinherz dalam hati.
Eizarath langsung menyerang Reinherz dari samping menggunakan kakinya.
Wwwhhhoosshh....
Bbbraaakkk...
“uuugghhh....”
Reinherz terkena tendangan Eizarath di bagian perutnya, Reinherz langsung terpental jauh dan jatuh ke tanah.
Wwhhhoosshh...
Bbraakk...
“aaarrgghh...\, *uhuk...* *uhuk...*\, sial..” bilang Reinherz yang batuk sambil memegang perutnya yang kesakitan.
“kau sangat lemah..., dilihat dari reaksi mu, kamu bahkan tidak bisa mengikuti kecepatan ku” bilang Eizarath.
Reinherz pun berdiri walaupun dia kesakitan, rasa sakit yang di rasa pun tidak bertahan lama, lama – lama rasa sakitnya hilang berkat Skill miliknya [Rapid Regeneration] yang memulihkan luka dengan cepat.
Reinherz yang tak mau hanya bertahan, Reinherz mulai melakukan posisi untuk bersiap menyerang, Reinherz mengeluarkan Mana miliknya dan langsung menyerang Eizarath dengan cepat.
Wwwhhhoosshhh....
Reinherz dengan cepat menyerang Eizarath, akan tetapi di mata Eizarath, Reinherz tidak ada apa – apanya, dia pun hanya tersenyum mengejek yang melihat Reinherz menyerangnya.
“hhooo.., apakah kamu akan menyerang sekarang bocah” bilang Eizarath.
Wwwhhoosshh...
Reinherz pun mengepalkan kedua tangannya untuk memukul Eizarath.
Wwhhoosshh...
Wwhhosshh...
Reinherz memukul dengan sekuat tenaga, akan tetapi Eizarath berhasil menghindari pukulan Reinherz, semakin cepat pukulan Reinherz, semakin cepat pula pergerakan Eizarath.
“Hah...!, apa hanya segini kemampuan mu bocah” bilang Eizarath yang mengejek Reinherz.
“(Sial.., tidak ada pukulan ku yang mengenai dia, kalau begini aku harus melakukan sesuatu)” bilang Reinherz.
Reinherz yang frustasi pukulan miliknya, Reinherz mengumpulkan Mana dikaki miliknya kemudian menghentakan ke tanah ketika didekat Eizarath..
Wwwhhhoosshh...
Ddduuuaarrrr...
Tanah di yang di injak Reinherz terjadi ledakan, akan tetapi Eizarath menghindar ketika melihat Reinherz menghentakan kakinya ke tanah, di sekitar mereka debu – debu berterbangan, Eizarath tidak bisa melihat jelas sekitar akibat debu yang cukup tebal.
“(hoo..., sepertinya dia menggunakan sebuah trik, lumayan juga)” bilang Eizarath dalam hati.
Wwwhhhoosshhh....
Tiba – tiba Reinherz menyerang dari bawah, akan tetapi Eizarath menyadarinya, Eizarath langsung memegang tangan Reinherz yang memukulnya.
“(Sial...)” bilang Reinherz.
“taktik mu cukup bagus bocah, akan tetapi kamu terlalu naif” bilang Eizarath.
Eizarath mengepalkan tangannya dan melakukan posisi untuk memukul Reinherz, Eizarath pun memukul Reinherz dengan kuat.
Wwwhhhoosshh...
Bbbrraakkk...
Reinherz terpental jauh akibat terkena pukulan Eizarath, Reinherz pun merasakan kesakitan yang sama lagi.
“aarrrgghhh... sial..., seandainya aku mempunyai senjata” bilang Reinherz.
Reinherz yang bicara seperti itu baru ingat dia punya tombak miliknya Varmound, akan tetapi menurut Reinherz sangat tidak adil jika dia menggunakan Varmound, dan Reinherz juga ingin mengetahui sampai mana batas dia bisa melawan musuh tanpa menggunakan Artifact Lyx.
Ketika Reinherz berfikir keras bagaimana mengalahkan Eizarath, tiba – tiba pandangan Reinherz tertuju sama sesuatu di belakang Eizarath, mata Reinherz menjadi sangat lebar dan Reinherz tercengang, Reinherz melihat sesuatu yang membuat dia sangat marah, dari kejauhan Reinherz melihat kakek – kakek tua memegang Zeke dengan waja Zeke yang babak belur dan mengeluarkan bercak darah di sekitar wajahnya.
Eizarath yang mengetahui ekspresi Reinherz berubah Eizarath menjadi heran dengan apa yang Reinherz lihat dibelakang dia
“hhhmmm..., apa yang kamu lihat bocah??” bilang Eizarath yang heran.
Eizarath pun melihat ke belakang, ketika melihat kebelakang, Eizarath melihat ayahnya memegang sosok Dwarf yang babak belur.
“(hah...!?, apa yang orang tua itu lakukan?)” bilang Eizarath dalam hati yang heran melihat Shaka.
Reinherz menjadi sangat marah melihat Zeke diperlakukan seperti itu, Reinherz pun sudah tidak tahan lagi.
“Oi.., brengsek..., apakah dia salah satu teman mu” bilang Reinherz dengan ekspresi yang sangat marah.
“DASAR BAJINGAN....!!”
Wwwhhhhoosshhh....
Reinherz mengeluarkan Aura Void yang sangat kuat, Reinherz langsung mengeluarkan Varmound.
“hhhooo..., jadi ini Lyx milik mu, tidak buruk bocah..” bilang Eizarath.
“DIAM KAU...!!, KAU AKAN MATI SAAT INI JUGA KARENA MELUKAI PAMAN ZEKE..!!!”
“hah..., jadi kamu menjadi sangat marah, majulah dasar bocah tengik” bilang Eizarath sambil mengejek Reinherz dengan tangannya.
“BRENGSEK...!!!”
Wwwwhhhoosshhh....
Ddduuaarrr...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Beberapa saat yang lalu...
Zeke sedang bekerja didalam workshop miliknya, ketika bekerja Zeke mendengar suara dari luar rumah, suara tersebut suara atap yang rusak, Zeke mengira itu adalah ulah Reinherz yang mungkin sedang berlatih di luar yang tak jauh dari rumahnya.
Bbrraakkk....
“Huh..?!, dasar bocah sialan itu selalu membuat masalah, sudah kubilang kalau latihan menjauh dari rumah ku, lihat saja nanti..., akan aku hajar nanti ketika pekerjaan ku sudah selesai” bilang Zeke yang kesal.
Wwwhhhoosshh...
Bbraaakkk...
Ddduuaarr...
Zeke pun tidak konsentrasi dengan pekerjaannya, kesabaran dia sudah habis karena Reinherz mengganggu pekerjaannya.
“aaarrrgghhh..., bocah sialan akan ku hajar kau” bilang Zeke yang sangat kesal.
Tap..
Tap...
Zeke yang marah pun berjalan keluar dari workshop miliknya sambil memegang palu miliknya untuk memukul Reinherz.
Cccrreeaakkk...
Ketika Zeke membuka pintu, tak jauh dari workshop Zeke melihat pria tua yang berjenggot dan memakai pakaian kimono, dia tak lain adalah Shaka, Zeke pun heran baru melihat orang berpenampilan seperti itu, akan tetapi pria tersebut menatap ke arah yang lain
“(huh..?!, siapa pria tua ini?)” tanya Zeke dalam hatinya.
Tapi Zeke tidak langsung menyapa pria tersebut, Zeke melihat ke arah yang Shaka lihat.
“(Huh..?!)” bilang Zeke yang kaget.
Zeke melihat Reinherz sedang bertarung melawan orang yang berpakaian sama seperti Shaka, yaitu Eizarath, Zeke melihat Reinherz tidak berkutik melawan Eizarath, tak lama melihat, Shaka pun menyadari kehadiran Zeke.
“hhooo..., Dwarf..?” bilang Shaka yang sambil bertanya – tanya.
Zeke pun mendengar perkataan Shaka, Zeke pun langsung waspada dengan nya, Shaka dan Zeke saling menatap satu sama lain.
“Apakah kalian adalah Ras Iblis?” tanya Zeke.
“Ya...” bilang Shaka.
“apa yang kalian lakukan disini?, apakah kalian ingin membuat masalah..?!”
“yaahhh..., bisa dibilang seperti itu” bilang Shaka sambil tersenyum.
Wwhhoosshh...
Bbraaakk...
Zeke pun melihat ke arah pertarungan Eizarath dan Reinherz, Zeke melihat Reinherz kalah telak, Zeke walaupun memiliki kepribadian yang keras kepala, Zeke masih merasa kasian sama anak kecil yang masih berumur 12 tahun, dan Zeke ingin membantu Reinherz.
“Reinherz...” bilang Zeke yang mencoba berlari ke arah Reinherz.
Akan tetapi Shaka memblokir jalan Zeke dengan tangannya.
“Apa yang kau lakukan orang tuan..!!” bilang Zeke yang kesal.
“*haa..*\, aku tidak akan membiarkan mu membantu anak itu” bilang Shaka.
“Cih..., Sialan..., baiklah kalau begitu pertama – tama, kau yang akan menjadi bahan kekesalan ku” bilang Zeke yang kesal.
Wwwhhhosshh...
Zeke mengeluarkan Aura Mana miliknya, akan tetapi Shaka tidak takut sama sekali.
“Baiklah kalau kamu memaksa, aku juga akan bertindak” bilang Shaka.
Wwwhhhoosshhh...
Shaka mengeluarkan Aura Mana miliknya juga, Zeke yang merasakan Aura Mana milik Shaka menjadi tak berkutik, level mereka sangat jauh, badan Zeke pun menjadi gemetaran, jika Shaka menyerang Zeke, Zeke bisa mati dalam sekali serangan.
Wwwwhhhhoosshh...
Ketika suasana menjadi tegang, tiba – tiba terdengar suara pria.
“hoo..., suasana yang sudah sangat memanas, aku menyukai ini, haruskah aku terlibat juga” bilang suara pria tersebut.
Zeke dan Shaka pun menoleh ke arah suara pria itu berasal, pria tersebut tak lain adalah....