Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 95: Power Of Rage



Tap..


Tap...


Pria memakai baju kemeja berwarna putih dan memakai celana panjang biru tiba – tiba datang, pria tersebut sepertinya menyembunyikan hawa keberadaannya sampai – sampai Zeke tidak merasakannya, pria tersebut adalah Baron Raven.


“hhhmmm..., sepertinya kalian sangat bersemangat sekali..” bilang Baron Raven.


Shaka pun melihat Baron Raven yang datang.


“*haa..*\, ternyata kau..\, kukira siapa” bilang Shaka


Zeke melihat Shaka dan Baron Raven mengobrol biasa tanpa ada permusuhan, Zeke pun penasaran siapa sebenarnya pria tua yang ada dihadapannya.


“Sial..., sepertinya kamu mengenal pria tua ini Raven..., siapa sebenarnya dia?” bilang Zeke dengan ekspresi yang kesal.


“Tenang Zeke.., dia adalah kenalan ku, dia juga merupakan guruku, namanya Shaka Ryujin” bilang Baron Raven.


“terus orang yang menyerang Reinherz” bilang Zeke sambil menunjuk tangannya ke arah Eizarath dan Reinherz.


“aahh.., dia adalah temanku dan juga guruku, yang melawan Reinherz adalah anaknya, namanya Eizarath” bilang Baron Raven.


“*haa..*\, entah kenapa kamu mempunyai kenalan orang – orang yang aneh” bilang Zeke sambil menghela nafas.


Wwhhosshh...


Brak..


Braakk...


Zeke, Shaka, dan Baron Raven menonton pertarungan Eizarath dengan Reinherz, akan tetapi Baron Raven merasa bosan dengan pertarungan yang hanya biasa – biasa saja.


“pertarungannya sangat membosan kan..” bilang Baron Raven.


“apa yang kamu harapan Raven, Eizarath masih cukup halus sama anakmu” bilang Shaka.


“*haa...*\, akan tetapi aku ingin sesuatu yang lebih menarik\, hhhmmm...\, kira – kira apa ya..\, yang bisa membuat suasana menjadi lebih menarik” bilang Baron Raven sambil berfikir.


Tatapan Baron Raven seketika tertuju ke Zeke, Zeke melihat tatapan Baron Raven.


“Apa yang kamu inginkan?, apakah aku harus turun tangan?” bilang Zeke.


“tidak juga.., aku mempunyai ide yang lebih baik” bilang Baron Raven sambil tersenyum mencurigakan.


Zeke pun bertanya – tanya difikirannya, apa yang Baron Raven fikirkan, tiba – tiba Baron Raven melakukan sesuatu.


Wwwhhhoosshhh....


Ssssrraaahhh...


Baron Raven mengeluarkan Magic cairan yang berwarna merah darah sambil tersenyum ke arah Zeke, akhirnya Zeke pun menyadari maksud dari Baron Raven.


“Sial...., jangan – jangan...” bilang Zeke yang kaget.


“ya..., kuharap kamu menahan sedikit rasa sakit” bilang Baron Raven sambil tersenyum.


“BRENGSEK KAU RAVEN...!!!” bilang Zeke sambil teriak.


Wwwhhhoosshh...


Brraakkk...


----------------------------------------------------------------------------


Wwwhhhoosshhh....


Reinherz mengeluarkan Aura Mana dan Aura Void yang sangat kuat, Reinherz sangat marah melihat Zeke babak belur.


Eizarath yang melihat Reinherz mengeluarkan Auranya dia hanya bisa tersenyum, Eizarath merasakan Aura yang sangat kuat keluar dari Reinherz, akan tetapi Eizarath tidak takut sama sekali, Eizarath merasa Aura yang dikeluarkan Reinherz tidak seberapa.


“(untuk ukuran anak – anak dia memiliki aura yang cukup kuat, akan tetapi ini masih kurang)” bilang Eizarath dalam hati.


Reinherz melakukan posisi siap menyerang, Reinherz langsung menyerang Eizarath.


Wwwwhhhosshhh....


Reinherz menyerang dengan menusuk Varmound ke arah Eizarath.


Wwwhhoosshh...


Ddduuaarrr....


Akan tetapi Eizarath dengan cepat berhasil menghindar.


“Cih..., Bajingan berhenti menghindar..!!” bilang Reinherz yang marah.


Eizarath tidak mengeluarkan sepatah kata pun, yang dia lakukan ketika Reinherz marah hanya mengejek Reinherz untuk maju menyerangnya.


“Brengsek..., akan kubunuh kau..!!!” bilang Reinherz yang kesal.


Wwwhhoosshh...


Reinherz maju menyerang lagi, Eizarath pun hanya berdiri melihat Reinherz yang menyerang.


Wwwhhoosshh...


Sssllaassshhh...


Ssslllaasshh...


“apakah ayah mu mengajarkan mu bertarung dengan benar?, kau bahkan tidak bisa mengenai ku” bilang Eizarath yang mengejek Reinherz sambil menghindar serangan Reinherz.


Wwwhhoosshh...


Sssllaassshhh...


Reinherz terus menyerang Eizarath walaupun tidak pernah kena, akan tetapi Eizarath menyadari sesuatu, kecepatan serangan Reinherz semakin bertambah, Eizarath menjadi bersemangat karena mungkin sesuatu yang menarik terjadi.


Wwwhhosshh...


Reinherz mencoba menusuk Eizarath, Eizarath pun menghindar seperti biasa, akan tetapi ketika Eizarath menghindar, satu tangan Reinherz lainnya sudah bersiap – siap memukul, Reinherz mengalirkan Aura Void miliknya untuk melakukan momentum ini, Reinherz dengan kecepatan penuh menyerang Eizarath.


Wwwhhhosshh...


“(sial..., aku tidak bisa menghindarinya)” bilang Eizarath.


Wwwwhhhoosshhh...


Reinherz membidik pukulannya ke arah perut Eizarath.


Bbbrraaakkk....


“uuuggghhhh....”


Wwwhhhossshhh...


Sssrrraakk...


Eizarath terpental jauh akibat pukulan Reinherz yang keras, tapi Eizarath bisa menahan sakit dari pukulan Reinherz.


“Anak bajingan...., sepertinya kamu bu...”


Belum Eizarath menyelesaikan kata – katanya, Reinherz sudah menghilang dari pandangannya, Reinherz tidak menghilang untuk menyerang Reinherz, melainkan Reinherz berlari menuju ke arah Zeke dan Shaka.


“(paman Zeke..., aku akan menyelamatkanmu...)” bilang Reinherz dalam hati sambil gelisah.


Ketika beberapa meter lagi Reinherz sampai ke Zeke dan Shaka, tiba – tiba Reinherz dihadang oleh Eizarath yang bergerak lebih cepat dari Reinherz.


“Mau kemana kau brengsek...” bilang Eizarath.


Wwwhhhhoosshhhh....


Serangan Eizarath terlalu cepat sehingga tidak bisa Reinherz hindari.


Bbbrraakkk...


Reinherz terkena pukulan Eizarath tepat di muka, setelah terkena pukulan, Reinherz terpental dan terguling – guling di tanah.


Wwwhhoosshh...


Bbrraak..


Bbraakk...


“Dasar..., merepotkan sekali..” bilang Eizarath.


“mau sampai kapan kamu bermain – main?” tanya Shaka dari kejauhan.


“tenang saja ayah.., aku akan mengakhirinya segera, sepertinya anak itu mulai kelelahan, tapi sebelum itu.., apa yang kau lakukan dengan orang itu” bilang Eizarath yang merujuk ke Zeke.


“itu bukan urusan mu.., lebih baik kamu segera akhiri” bilang Shaka.


“baiklah.. baiklah...” bilang Eizarath.


Reinherz terbangun dari jatuhnya, tanpa sadar tangan Reinherz sedikit bergemetar, yang artinya dia sudah hampir di ambang batas.


“uuugghh.. sial.., tidak sekarang” bilang Reinherz yang melihat tangannya gemetar.


Eizarath melihat tangannya Reinherz yang sudah gemetar, Eizarath pun tidak mau lama – lama lagi.


“*haa..*\, sepertinya aku harus serius” bilang Eizarath.


Karena Eizarath tidak membawa senjata, Eizarath melakukan posisi kuda – kuda, Eizarath melakukan posisi serang seorang Martial Artist, Eizarath tidak hanya memiliki talent dalam berpedang, dia juga dikenal memiliki ilmu bela diri yang sangat kuat.


“haa.., baiklah persiapkan dirimu bocah” bilang Eizarath sambil menghela nafas.


Eizarath bersiap – siap menyerang Reinherz, dia memusatkan kekuatannya di kakinya terlebih dahulu.


Bbbraaakk...


Wwwhhhosshhh...


Tanah pijakan Eizarath retak, Eizarath dengan kecepatan tinggi melesat.


Wwwhhhoosshh...


Tiba – tiba Eizarath sudah berada di depan Reinherz, Eizarath mengepalkan tangannya dan bersiap – siap menyerang Reinherz, Eizarath langsung membidik perut Reinherz.


Wwwhhhoosshh....


“Sial..., aku tidak bisa menghindar” bilang Reinherz yang kaget.


Bbrraaakkk...


Reinherz terkena pukulan Eizarath.


“uuggghhh...”


Eizarath tidak menghantam Reinherz dengan efek dorong, akan tetapi kekuatan pukulan Eizarath tidak berkurang.


“masih belum..” bilang Eizarath.


Wwwhhosshh...


Bbraakkk...


Bbraakk...


Eizarath memukul Reinherz bertubi – tubi, muka, lengan bahkan badannya terkena terkena pukulan.


Ketika terkena pukulan secara brutal, Reinherz menjadi hampir tak sadarkan diri, akan tetapi Reinherz masih ingin berjuang, dia masih ingin menyelamatkan Zeke.


“(aku butuh kekuatan lebih..., aku butuh kekuatan lebih...)” bilang Reinherz yang teriak didalam hati.


Ketika Reinherz berkata didalam hatinya, tiba – tiba Reinherz mendengar bisikan – bisisikan didalam alam bawah sadarnya, akan tetapi bisikan tersebut tidak jelas apa yang dikatakan, tapi pada akhirnya Reinherz mendapatkan kekuatan untuk bisa melawan balik.


Wwwwhhhosshh...


Ketika Eizarath sedang memukul, Eizarath merasakan Aura Void yang besar keluar dari Reinherz, Eizarath seketika merasakan bahaya yang cukup mengacamnya.


“Sial.., anak ini...” bilang Eizarath yang kaget.


Aura Void menyelemuti Reinherz, mata Reinherz menyala menjadi ungu kehitam – hitaman, Reinherz yang menggengam Varmound miliknya, Varmound miliknya tiba – tiba mengeluarkan percikan – percikan listrik, tak hanya itu, Varmound menjadi berubah bentuk seperti tombak petir, tapi disisi lain Reinherz tidak sadar diri yang sepertinya tubuhnya bergerak sendiri, setelah Reinherz mengumpulkan kekuatan, Reinherz langsung menyerang dengan cepat menusuk Eizarath.


Wwwhhhoosshhh...


Kecepatan serangan Reinherz sangat cepat sehingga Eizarath harus mengeluarkan semua kekuatannya untuk menghindar dan menahan serangan Reinherz.


Wwwhhhossshh...


Ssssppplllaaassshh....


Eizarath berhasil menghindar, akan tetapi tidak cukup sehingga Eizarath terluka di bagian kanan perutnya.


“cih.. bajingan..” bilang Eizarath.


Eizarath yang menghindar langsung memegang Varmound, Eizarath sudah sadar kalau Reinherz sudah tidak sadar, dia sudah dikendalikan oleh Lyx secara tidak langsung, ketika Eizarath memegang Varmound, Varmound langsung bereaksi.


Bbbzzzzttttt....


Bbbzzzttttt.....


Varmound mengeluarkan efek kejut petir yang sangat kuat, tapi Eizarath berusaha menahan serangan Varmound.


“aaarrrgghhh.., sial...” teriak Eizarath.


Ketika Eizarath menahan, Varmound mengeluarkan tembakan dari ujung tombaknya.


Wwwhhhoosshhhh....


Eizarath merasakan tembakan yang sangat besar dan kuat di belakangnya, Eizarath tidak menoleh ke belakang, akan tetapi tembakan tersebut memiliki kekuatan yang bisa menyebabkan kerusakan yang besar.


Wwwwhhhoosshhh...


Ddduuuaarrrr....


Terdengar ledakan dibelakang Eizarath, akan tetapi dia tetap tidak menoleh kebelakang, yang harus dia lakukan saat ini adalah melakukan sesuatu yang ke Reinherz, Eizarath mengumpulkan kekuatannya di tangan satunya lagi dan dengan cepat memukul Reinherz.


“SADARLAH BRENGSEK...!!!” bilang Eizarath.


Wwwwwhhhoosshh....


Bbbrraaaakkkk...


Pukulan Eizarath mengenai wajah Reinherz, Eizarath langsung membanting Reinherz ke tanah dengan pukulannya.


Wwhhoosshh..


Bbbraaak....


Reinherz langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri.


“haa.., haa..., anak sialan..., kamu sangat merepotkan sekali” bilang Eizarath yang terngengah – engah.


Pertarungan pun selesai dengan Reinherz yang sudah tak sadarkan diri di tanah, dan Eizarath pun akhirnya beristirahat.s