Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 68: Lyx Artifact, Varmound Spear



Sssrraaahhh...


Ssspppllaassshhhh.....


Cairan berwarna merah darah didepan Baron Raven menjadi pecah dan mengeluarkan senjata, senjata tersebut adalah belati berwarna merah darah yang Reinherz pernah lihat, itu adalah Twin Blood Mary.


“kamu tahu ini apa kan?” tanya Baron Raven.


“ya.., Twin Blood Mary, terus ayah mau aku mau melakukan apa?” bilang Reinherz.


“Twin Blood Mary adalah senjata Artifact milik Lyx ayah, kamu juga pasti memiliki Artifact yang sebagai kontraktor Lyx, ayah pernah melihatnya, jadi pertama-tama keluarkan senjata milik mu dulu” bilang Baron Raven.


“kalau ayah sudah tahu, bisakah ayah memberi ciri-ciri senjata Lyx miliku?” bilang Reinherz.


“tidak.., fikirkan sendiri, senjata Lyx akan muncul dari alam bawah sadar penggunanya, kontrol Void Mana milik mu, kau akan tahu sendiri” bilang Baron Raven dengan tegas.


“*haa..*\, baiklah aku akan mencobanya”.


Reinherz menarik nafas dalam-dalam dan memejamkan matanya, Reinherz merasakan Void Mana dalam dirinya, Reinherz perlahan-lahan mencoba mengolah Void Mana miliknya yang masih berantakan, Reinherz kemudian mengeluarkan Aura Mana miliknya.


Wwwhhosshh..


Ssrraahahh...


“Bagus terus konsentrasi” bilang Baron Raven sambil melihat Reinherz.


Reinherz berkeringat dingin pada saat mengendalikan Void Mana didalam tubuhnya, Reinherz terus merasakan aliran Void Mana yang sedang berontak didalam dirinya , ketika Reinherz sedang berusaha mengendalikannya, tiba-tiba ada celah didalam alam bawah sadar Reinherz, Reinherz melihat sebuah senjata yang memiliki Void Magic yang kental, senjata tersebut berbentuk tombak, Reinherz terus menggali senjata tersebut, kemudian terbesit difikiran Reinherz.


“Varmound...”


Wwwwhhhoosshhhh....


Sssrraahhh...


“akhirnya muncul..., akan tetapi ini adalah awal dari semuanya” bilang Baron Raven.


Didepan Reinherz muncul Aura Mana yang berwarna hitam yang bercampur dengan warna ungu kehitaman, Aura tersebut memanjang ke atas, Reinherz pun membuka matanya perlahan-lahan, ketika Reinherz membuka matanya, Aura Mana didepan menjadi hilang perlahan-lahan, dan senjata Lyx milik Reinherz pun muncul.


Ssrraaahhh....


wwhhhoosshhh..


Sebuah tombak berdiri tegak didepan Reinherz, tombak tersebut berwarna hitam dan dihiasi warna biru kehitaman, tombak miliknya memiliki hiasan berbentuk Rune dibeberapa sisi tombak.


“wow..., apakah ini Artifact Void milik ku?” bilang Reinherz yang kagum.


“tentu saja nak...”.


Reinherz yang kagum dengan senjata miliknya yang indah, tangan Reinherz perlahan-lahan meraih tombak miliknya, Reinherz ingin mencoba memakainya.


Tap...


Reinherz pun memegang tombak miliknya, ketika Reinherz memegang gagang tombak miliknya, tiba-tiba Rune yang terdapat di tombak menyala, dan sesuatu yang tak terduga terjadi.


Wwwhhhoosshhh...


“AARRRGGHHH..!!!” teriak Reinherz.


Tiba-tiba Aura Void Magic mengelilingi Reinherz ketika pada saat Reinherz menyentuh tombak Varmound, Void Mana didalam tubuhnya mulai tak terkendali akibat Aura Void Magic milik Varmound Spear masuk kedalam diri Reinherz.


“ini adalah ujian pertama mu, menjinakan senjata Void milik mu sendiri, ketika kamu mendapatkan Lyx, belum tentu senjata Void milik mu mau menerima mu sebagai tuannya” bilang Baron Raven.


“AAAARRRGGGHHH...!!!, kenapa ayah tidak bilang..??!!” bilang Reinherz yang kesakitan.


“aku bukan seorang ayah sekarang, melainkan aku adalah mentor mu, tidak semua hal harus aku beritahu” bilang Baron Raven dengan tegas.


“Sial...!!!”


Reinherz terus berusaja mengendalikan Aura Mana dan Aura Void miliknya didalam Mana Circulation miliknya, Aura Void yang datang dari Varmound Spear sangat kuat.


Sssrraaahhhh...


Reinherz menarik nafas miliknya dalam-dalam lagi, Reinherz perlahan-lahan berdiri tegak, Reinherz berkonsentrasi mengendalikan Mana didalam dirinya yang terus-menerus berontak.


“Bagus.. bagus.., terus berkonsentrasi, perbaiki mana mu perlahan-lahan” bilang Baron Raven.


Ssrraahhh...


Wwwhhhoosshhh..


Reinherz dikelilingi Aura Mana yang sangat besar dan tak terkontrol di sekitarnya, akan tetapi lama-lama Aura Mana tersebut mengecil sedikit demi sedikit, Reinherz perlahan-lahan mulai berhasil mengendalikan dua mana yang saling bertabrakan, setelah Reinherz mengendalikan Mana didalam tubuhnya, Reinherz perlahan-lahan membuka matanya.


“hhuu..., sepertinya aku berhasil” bilang Reinherz yang lega.


Reinherz kemudian melihat Varmound Spear didepan dia, Reinherz memegang Varmound Spear yang begitu memukau didepan matanya.


Wwwhhhhoosshhh...


Wwwhhoosshh...


Reinherz langsung mencoba-coba mengayunkan tombak miliknya, Reinherz mencoba beberapa teknik menyerang menggunakan tombak sebagai pemanasan, ketika sudah selesai mencoba Varmound Spear, Reinherz menghadap ayahnya lagi.


Baron Raven kagum anaknya bisa mengendalikan senjata Lyx miliknya dengan lancar, tapi Baron Raven masih belum puas dengan pencapaian Reinherz.


“terus apa lagi yang harus aku lakukan?” bilang Reinherz


“sebelum itu..., pertama-tama harus ada yang ayah lakukan”


Baron Raven mengangkat tangan ke atas, kemudian Baron Raven menggunakan skill miliknya.


“[Blood Field]”


Wwwhhhhoossshhh...


Baron Raven mengeluarkan skill miliknya untuk membuat penghalang di sekitar mereka, kalau tidak, disekitarnya akan rusak parah, jadi lebih baik menggunakan penghalang untuk jaga-jaga, karena Artifact Void daya serangnya sangat kuat.


“ya..”


“jadi selanjutnya apa..?”


“lawan aku dengan senjata Lyx milik mu”


“*haa..*\, seperti ini akan menjadi pertarungan yang sangat merepotkan” bilang Reinherz yang mengeluh.


Baron Raven pun langsung menjaga jarak agak jauhan untuk memberikan ruang Reinherz menyerang dengan maksimal, kemudian Reinherz melakukan posisi siap-siap menyerang, disisi lain, Baron Raven terlihat sangat santai.


“gunakan Aura Mana dan Aura Void mu untuk menyerang, ayah ingin tahu kekuatan maksimal serangan mu”


“baiklah kalau ayah ingin seperti itu..., ayah jangan menyesal nantinya” bilang Reinherz sambil mengejek ayahnya.


“kamu fikir ayah siapa..?, sudah cepat dan lakukan apa yang ayah suruh”


Wwwwhhhhoosshhh...


Reinherz mengeluarkan Aura Mana miliknya, Reinherz langsung menggunakan skill miliknya untuk menyerang ayahnya dengan cepat.


“[Haste]”


Wwwwhhoosshhh....


Reinherz melesat dengan cepat ke arah Baron Raven, Reinherz langsung menyerang dengan mencoba menusuk langsung ke arah ayah.


Wwwhhhoosshhh...


Cccllaaannggg...


Baron Raven menahan hanya dengan satu tangan dengan satu Twin Blood Mary miliknya.


“apakah hanya segini kemampuan mu?” ejek Baron Raven.


“cih.., sial...”


Clang...


Tap...


Tap...


Reinherz pun mundur beberapa langkah, Reinherz mengumpul kan tenaga dan strategi untuk menyerang ayahnya, kemudian Reinherz menyerang lagi.


Wwwhhhoosshh...


Clang...


Clang...


Reinherz terus menerus menyerang ayahnya dengan sekuat tenaga, akan tetapi ayahnya bahkan menangkis serangan miliknya dengan sangat mudah, jika manusia biasa yang menahan serangan milik Reinherz, mungkin dia akan mati seketika karena Aura Mana Reinherz yang sangat kuat, tapi ayahnya bahkan tidak bergerak sedikit pun dari tempat dia berdiri, sekuat apa pun Reinherz menyerang ayahnya bisa menahan tanpa mengeluarkan Aura Mana miliknya.


“(Sial..., orang macam apa ayah..., dia bahkan tidak bergerak sedikitpun)” bilang Reinherz dalam hati.


Reinherz yang kehabisan cara, Reinherz langsung mengeluarkan Aura Mana dan Aura Void miliknya dengan sekuat tenaga, Reinherz mengalirkan mana miliknya ke tombak miliknya, tombak miliknya diselimuti oleh aura yang berwarna hitam, ungu kehitaman, dan biru.


Wwwhhhoosshh...


Reinherz langsung menyerang Baron Raven dengan cepat, ketika sudah dekat, Reinherz menyerang dengan menusuk lagi Baron Raven, Reinherz langsung mengeluarkan skill yang baru di dapat.


“[Spear Blast]”


Wwhhhoosshh...


Ddduuuaarrr....


Skill milik Reinherz mengeluarkan ledakan yang besar disekitar tempat ayahnya berdiri, debu-debu disekitar bertebaran dan sangat tebal, skill yang baru didapat Reinherz sangat kuat, akan tetapi tidak dihadapan ayahnya, Baron Raven masih bisa menahan serangan Reinherz, tempat di sekitar Baron Raven terdapat lubang yang kecil sementara pijakan Baron Raven masih utuh, Baron Raven menahan serangan Reinherz lagi.


“cciihhh..., sial..., bagaimana ayah masih tidak bergerak” bilang Reinherz yang kesal.


“*haa...*\, skill baru yang kamu dapatkan sangat bagus\, tapi ini masih belum kuat\, bagaimana kalau ayah berikan satu pelajaran untuk mu?”


“huh..?!”


Cccllaanngg..


Baron Raven menangkis serangan Reinherz, Baron Raven langsung bersiap untuk menyerang menggunakan kakinya.


Wwwhhoosshh..


Bbrraaakk...


Baron Raven menendang Reinher tepat di perutnya, Reinherz langsung terpental ke belakang sangat jauh.


Ssrraaakkk...


Reinherz berhasil menahan pijakannya.


“Sial...” bilang Reinherz sambil memegang perutnya.


Wwwwhhhoosshhh...


Tiba-tiba Baron Raven muncul di depan muka Reinherz, Baron Raven mengepalkan tangan miliknya, dan memukul Reinherz dari atas dan tepat di pipinya.


Bbbrraaakk....


Dduuaarrr...


Reinherz yang terkena pukulan telak ayahnya, Reinherz langsung terbentuk dan tergeletak di tanah.


“*haa..*\, sepertinya jalan mu masih sangat.. sangat.. panjang nak” bilang Baron Raven sambil menatap anaknya yang tergeletak di tanah.