Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 39: Birthday Surprise



6 bulan kemudian....


6 bulan telah berlalu, Reinherz mendapatkan latihan yang sangat ketat dan keras, dalam waktu hampir satu tahun, Fisik dan Mana Reinherz telah meningkat dengan sangat pesat, semua itu berkat latihan yang ketat dari Baron Raven dan Lady Lizbeth yang sangat ketat.


“hhuuuffff..... haaa....., [Fire Bullet]” bilang Reinherz sambil menghela nafas.


Whhhooossshhh.....


Reinherz menembakan api berbentuk peluru ke arah Dummy didepannya.


Ssshhhh.....


Peluru dari [Fire Bullet] tidak membakar dummynya, melainkan hanya membuat bekas seperti terkena percikan api.


“haaa....., aku harus banyak berlatih lagi” bilang Reinherz yang sedikit kecewa.


Sudah beberapa minggu Reinherz berlatih sendiri tanpa ditemani Baron Raven dan Lady Lizbeth, Baron Raven dan Lady Lizbeth percaya anaknya bisa berlatih sendirian, dan memberikan waktu jeda untuk fase latihan selanjutnya.


“Anda sudah ada kemajuan tuan” bilang seorang pria dibelakang Reinherz.


“apakah kau fikir bergitu Elron?, aku bahkan tidak sampai membakar dummynya” bilang Reinherz.


“lama-lama anda pasti akan bisa, percayalah pada proses” bilang Elron.


“*haa...*\, tidak ku sangka kata-kata itu akan keluar dari mulut mu” bilang Reinherz sambil tersenyum kecil.


Elron selalu menemani Reinherz selama latihan, ketika pagi Reinherz latihan fisik dan ketika siang Reinherz berlatih Magic, Elron juga menjadi seperti guru bagi Reinherz, Elron memberikan banyak masukan juga walaupun dia hanya melihat.


“*haa...*\, aku sudahi dulu latihan untuk hari ini” bilang Reinherz.


“Baik Tuan, ini handuk anda” bilang Elron sambil memberikan anduk berukuran sedang untuk mengusap keringat Reinherz.


“terimakasih Elron” bilang Reinherz yang mengambil handuk dari tangan Elron.


Reinherz kemudian berjalan keluar ruangan sambil mengusap-ngusap keringat, Elron mengikuti Reinherz dari belakang, kemudian mereka berjalan sambil mengobrol.


“apakah ada kabar akhir-akhir ini?” tanya Reinherz.


“Tuan Reed dan Lady Avianna sudah sampai di kota Phantom Harlow, Lord Raven dan Lady Lizbeth pergi menemui mereka berdua”.


“Dimana mereka sekarang?”


“mereka sedang ada di gedung administrasi”


“ah.. baiklah, bagaimana dengan Kakak Chealsea”


“seperti biasa Lady Chealsea sedang berada di kilinik tempat dia praktik”


Reinherz yang tidak medengar ada kabar yang menarik dari Elron, Reinherz merasa sedikit bosan karena dia hanya latihan akhir-akhir, Reinherz berfikir untuk refreshing dengan berkililing kota bersama Goofy, sekalian menemui orang tua dan kakak-kakak Reinherz.


“Elron aku akan pergi ganti pakaian, aku ingin jalan-jalan membawa Goofy, jemput Goofy dan temui aku di pintu depan Mansion” perintah Reinherz.


“Baik Tuan” bilang Elron.


Elron kemudian berbalik badan dan pergi, Reinherz kemudian pergi kekamar untuk pergi ganti pakaian miliknya.


Beberapa saat kemudian.....


Wwoofff.... wwoooffff....


Serigala menggonggong didepan pintu mansion, dia menggonggong karena ada seseorang yang datang dari pintu, seseorang berpakaian rapih bergaya layaknya Butler bersama serigala tersebut menunggu seseorang.


Ccrreeaaakkk...


Pintu pun terbuka, muncul Reinherz dari dalam mansion, Reinherz telah berpakaian rapih untuk berjalan-jalan ke kota bersama Goofy dan Elron, sebelum pergi Elron menggunakan Illusion Magic untuk menyamarkan Goofy, karena Goofy adalah monster bukan binatang biasa, hal ini bertujuan untuk tidak membuat orang-orang di kota tidak takut dan melihat Goofy adalah anjing biasa.


“Baiklah.., haruskah kita pergi?” bilang Reinherz


Wooff... Woofff...


Reinherz pergi ke kota Phantom Harlow dengan berjalan kaki bersama Goofy dan Elron, seperti biasa pemandangan menuju kota berwarna hijau dan emas, hal itu dikarnakan bentangan lahan hijau dan padi di dekat mansion, orang-orang berkerja sampai sore dan keadaan saat ini banyak orang yang bertani, dan juga terdapat sungai kecil yang mengalir di dekat jalan, suara aliran air yang mengalir dan suara percikan air membuat Reinherz menjadi relax ketika berjalan.


Pada saat berjalan orang-orang memberikan senyuman ke Reinherz dan Elron, Reinherz melihat senyuman mereka memberitahu kalau mereka senang tinggal di kota Phantom Harlow, walaupun ayah dan ibu Reinherz adalah orang yang menyebalkan menurut Reinherz, tapi mereka diperlakukan dengan baik di kota Phantom Harlow.


Setelah beberapa menit berjalan kaki, akhirnya Reinherz dan Elron tiba di gerbang bagian utara kota Phantom Harlow, di depan gerbang terdapat dua penjaga dengan berpakaian Armor berwarna biru tua gelap dengan lambang burung hantu di dada Armor, mereka yang melihat Reinherz langsung memberikan hormat ke Reinherz.


“Salam kepada Tuan Reinherz” bilang dua prajurit tersebut dengan serentak sambil memberikan hormat.


“Terimakasih atas kerja kalian” bilang Reinherz dengan senyum sambil melewati mereka.


Reinherz kemudian memasuki kota Phantom Harlow, pemandangan di kota adalah hal yang Reinherz sukai, banyak orang dari berbagai macam ras dan juga berbagai macam makanan khas daerah mereka, mereka semua beraktifitas dengan penuh semangat, walaupun kota Pahntom Harow terbilang kota yang terlalu besar, orang-orang sangat senang berdatangan ke kota Phantom Harlow.


Reinherz pun langsung jalan-jalan bersama Elron dan Goofy, Reinherz bersantai di kafe, makan, dan tak lupa Reinherz membeli ice cream kesukaan Reinherz, sampai akhirnya waktu menjelang sore.


Reinherz yang sudah puas jalan-jalan di kota, Reinherz kemudian pergi ke gedung Administrasi untuk menemui orang tuanya dan kakak-kakaknya.


----------------------------------------------------------------------


Reinherz kemudian tiba di depan gedung administrasi, ketika sampai Reinherz melihat orang tua dan kakak-kakaknya berkumpul di depan gedung, mereka semua lengkap, Baron Raven, Lady Lizbeth, Reed, Avianna, dan Chealsea.


Reinherz kemudian berlari ke arah mereka dan menyapa


“Ibu... Ayah... Kakak....” teriak Reinherz.


Semua yang mendengar suara imut tersebut langsung melihat ke arah suara, mereka melihat Reinherz berlari, mereka semua tersenyum melihat Reinherz senang dan baik-baik saja.


Avianna yang melihat Reinherz berlari ke arah mereka, Avianna merendahkan badannya dan membuka lengannya berharap Reinherz memeluk dia.


“Ayo Reinherz peluk kakak” bilang Avianna sambil tersenyum.


Akan tetapi Reinherz berjalan melwati Avianna dan berlari terus menuju ke ibunya, Lady Lizbeth yang melihat Reinherz menuju ke arahnya langsung memeluk Reinherz.


“ahahahah..... itu karena kau jelek...” ejek Chealsea.


“Apa kau bilang...?!” bilang Avianna dengan kesal.


Seperti biasa Chealsea dan Avianna masih suka bertengkar, Reed hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuakn adik-adiknya, Baron Raven hanya diam dan senang melihat keluarganya baik-baik saja.


Lady Lizbeth yang menggendong Reinherz, berbicara tentang keadaan Reinherz.


“Bagiamana latihan hari ini kamu sayang..?” bilang Lady Lizbeth.


“Aku masih belum bisa menggunakan [Fire Bullet] dengan sempurna” keluh Reinherz.


“hehehe.... lama-lama kau akan bisa” bilang Lady Lizbeth.


“bukankah kau hebat bisa menggunakan [Fire Bullet] Rein” bilang Reed.


“Kakak Reed...!” bilang Reinherz.


“yo... lama tak jumpa adikku” sapa Reed sambil memberikan senyum ke Reinherz.


Reinherz kemudian melihat sekitar dan mulai menyapa kakak-kakaknya.


“Kakak Avianna lama tak jumpa...” bilang Reinherz.


“*haaa....* lama tak jumpa juga Rein” bilang Avianna dengan ekpresi lemas.


Reinherz tidak tau apa yang terjadi sama Avianna, Reinherz melihat Avianna sangat lemas karena sesuatu hal, Reinherz berfikir mungkin karena dia capek, dan kemudian Reinherz menyapa Chealsea.


“Kakak Chealsea...” bilang Reinherz.


“hehehe... bukankah kau terlihat sangat aktif, aku bersyukur kau sehat-sehat saja walaupun menjalani latihan seperti neraka” bilang Chealsea.


“*haa...* ya begitulah ayah dan ibu melatih ku dengan sangat ketat\, apalagi ayah sangat kejam sekali” bilang Reinherz.


Baron Raven yang mendengarnya, langsung menaruh tangan ke kepala Reinherz dan mengosok-gosok kan tangan.


“Dasar kau...., seharusnya kau bersyukur” bilang Baron Raven.


“aaahhh..... hentikan ayah” bilang Reinherz sambil memegang tangan ayahnya.


Kemudian mereka pun mengobrol dengan satu sama lain, sampai waktu untuk mereka pulang ke mansion.


“sudah saatnya waktu pulang, ayo kita berjalan pulang bersama” bilang Lady Lizbeth.


“Baik...” bilang semua dengan serentak.


Kemudian mereka berjalan bersama pulang, ketika berjalan pulang mereka mengobrol dan bercerita.


Reinherz bercerita tentang dirinya menamai Direwolf ayahnya dengan nama Goofy, semua yang mendengarnya tertawa karena nama yang diberikan Reinherz terasa konyol, dan Reinherz bercerita tentang dirinya yang berlatih tiap hari agar menjadi kuat.


Sementara yang lainnya tidak ada cerita yang menarik, Reed pun bercerita tentang dirinya yang melawan bandit bersama Avianna dan anggota Night Hawk lainnya, Reinherz mendengar dengan sangat antusias dan serius, Reinherz yang mendengar ceritanya berharap dia sudah besar dia akan menjadi kuat, dan hari dimana Reinherz menjadi kuat akan segera tiba.


Mereka pun tiba di Mansion....


Mereka langsung masuk ke Mansion, akan tetapi suasana di Mansion terasa sepi, biasanya para Maid menyambut mereka dan membantu mereka, suasana Mansion terasa aneh, akan tetapi itu hanya difikiran Reinherz, Reinherz melihat orang tua dan kakak-kakaknya sangat santai, mereka pun tetapi berjalan seperti tidak ada sesuatu yang aneh di mansion, dan sampai ke ruang makan dimana mereka akan menyantap makan ketika sampai, tapi Reinherz masih heran apa yang akan terjadi, kemudian Baron Raven duluan yang membuka pintu dan....


Duaarrrr....... Duuuuaarrrr.....


“selamat ulang tahun tuan Reinherz....!!!!” teriak para maid.


Reinherz kaget dengan kejutan yang dia terima, karena dari awal Reinherz tidak mengira semua ini akan terjadi.


“Selamat ulang tahun anakku..” bilang Lady Lizbeth sambil mencium kening Reinherz.


“Selamat ulang tahun jagoan ayah..” bilang Baron Raven sambil mengusap-ngusap kepala Reinherz.


Kemudian ucapan selamat ulang tahun pun diucapkan sama kakak-kakak Reinherz, Reinherz yang diberi ucapan selamat ulang tersenyum lebar dan sangat bahagia.


Di meja tempat mereka makan terdapat kue yang dilengkapi topping makanan kesukaan Reinherz, dan juga makanan yang tidak terlalu mewah bagi bangsawan.


Pesta ulang tahun kecil-kecilan ini membuat Reinherz bahagia, walaupun hanya keluarga mereka yang merayakan tidak seperti bangsawan lain yang merayakan dengan mewah, tapi walaupun ulang tahun Reinherz sangat sederhana.


Kemudian mereka pun menyantap makanan yang ada didepan mereka dengan senyum menghiasi mereka semua.


-------------------------------------------------------------------------


Akan tetapi setelah momen bahagia yang Reinherz rasakan, tak disangka Reinherz setelah itu menjadi momen yang cukup suram.


Di suatu tempat di Curse Forest...


Reinherz melihat ibu dan ayahnya saling berhadapan satu sama lain, ibunya membawa samurai kesukan ibunya, sedangkan ayahnya membawa dua belati satu-satu di pinggang ayahnya, dari wajah mereka berdua, Baron Raven dan Lady Lizbeth memposisikan diri mereka untuk siap bertarung.


Reinherz yang melihat situasi ini hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala sambil memegang keningnya.


“*haaa....* apa yang terjadi saat ini???!!!!”


---------------------------------------------------------------------------------------------------


Skill Vocabulary


Name: Fire Bullet


Type: Magic, Element Fire


Requirement: Magician Beginner


Description: menembakan peluru api ke arah target, [Fire Bullet] tidak membakar target seperti [Fire ball], [Fire Bullet] memberikan damage menembus api ke target seperti laser, semakin kuat Magic Level seseorang, [Fire Bullet] bahkan bisa menembus dinding yang tebal sekalipun