Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 62: The Blacksmith Promise



Ccrreeaakkk...


Brraaakkk...


“selamat datang di workshop ku” bilang Zeke.


Tap..


Tap..


Reinherz dan Elron masuk kedalam workshop milik Zeke, workshop agak berantakan, Reinherz melihat beberapa senjata yang sudah jadi atau masih dalam pembuatan, dan Reinherz melihat banyak material mentah seperti Iron Ore, Orichalcum Ore dan lain-lain.


“Maaf agak berantakan, karena aku malas beres-beres, ahahaha...” bilang Zeke sambil tertawa bercanda.


“tidak apa-apa paman” bilang Reinherz dengan senyum.


“tapi.., paman bekerja sendirian?, apakah paman punya asisten atau karyawan?, pekerjaan paman banyak sekali” bilang Elron.


“*haa..*\, aku tidak punya asisten\, karena ketika aku bekerja di workshop\, aku tidak ingin ada orang-orang yang menggangu ku\, makannya pekerjaan pembuatan senjata sangat lama” bilang Zeke.


“bukankah itu hebat paman..., paman tidak punya asisten tapi paman bisa membuat senjata dengan jumlah yang banyak” bilang Elron yang kagum.


“ahahaha..., terimakasih telah memuji anak muda, semua ini kulakukan karena aku mencintai pekerjaan ini” balas Zeke dengan bangga.


Ketika Elron dan Zeke sedang mengobrol, Reinherz pun berjalan-jalan melihat workshop milik Zeke, Reinherz melihat sesuatu yang membuat Reinherz penasaran, Reinherz melihat perhiasan yang di pajang di tempat khusus, ada perhiasan yang sudah jadi ada juga yang belum jadi, perhiasan tersebut terlihat sangat mengkilap, Reinherz tidak percaya Zeke bisa membuat perhiasan.


“Paman..., paman membuat perhiasan juga?” tanya Reinherz yang penasaran.


“ya tentu, karena aku ini pengrajin handal” bilang Zeke.


“aku kira paman hanya membuat senjata, apakah ini di jual di kota?” bilang Reinherz.


“*haa...*\, asal kau tahu..\, untuk perhiasan awalnya aku tidak mau membuat\, tapi kakak mu Reed yang memaksaku membuatnya\, dan ternyata Reed pedagang yang handal\, dia berani membelinya dengan harga yang fantastis\, dan bagiku itu sangat menguntungkan” bilang Zeke sambil tersenyum dengan gigi yang bersinar.


“kalau dilihat-lihat bukankah perhiasan ini merupakan perhiasan yang di pakai untuk bangsawan dan orang kaya” bilang Elron.


“kau benar.., biasanya untuk perhiasan Reed selalu melelangnya, makannya dia selalu membawa material mentah yang bagus, dan dia juga memikirkan design perhiasannya agar orang tertarik membelinya” bilang Zeke


“memang kapten Reed adalah pedagang yang hebat” bilang Elron sambil menggangukkan kepalanya.


Ketika Elron dan Zeke mengobrol lagi, Reinherz pun meninggalkan mereka lagi untuk melihat senjata yang di buat oleh Zeke, ketika Reinherz berkeliling Reinherz melihat salah satu pedang yang menarik perhatiannya.


Reinherz pun menghampiri pedang tersebut, pedang tersebut memiliki ukiran Rune di ujung-ujung pedangnya, Reinherz pun mengambil pedang tersebut, Reinherz memutar-mutarkan pedang tersebut, Reinherz terpukau dengan bentuk pedang yang indah dan ukiran Rune yang menghiasi pedang tersebut.


“Sepertinya kau tertarik dengan pedang tersebut” bilang Zeke.


Reinherz yang mendengar suara Zeke yang tiba-tiba, Reinherz menjadi kaget dan langsung melihat kebelakang.


“aahh... paman...., kau membuat ku kaget saja” bilang Reinherz.


Zeke langsung menghampiri Reinherz, Zeke kemudian mengambil pedang yang di tangan Reinherz dengan pelan.


“apakah kau suka dengan pedang ini?” bilang Zeke.


“hhmmm..., aku suka designnya yang bagus, dan juga aku sedikit tertarik dengan Rune yang ada di pedang, apakah paman yang membuatnya?” bilang Reinherz.


“ya.., aku yang membuatnya, akan tetapi kekuatan Rune yang ada di pedang ini masi terbilang lemah, itupun masih berlaku dengan Dagger Of Moonlight Stone milik keluarga kamu” bilang Zeke


“ kenapa begitu paman?” tanya Reinherz yang penasaran.


“*haa..*\, aku hanya bisa menggunakan bahasa Rune kuno hanya sedikit dan yang mudah\, semakin rumit Runenya\, maka dibutuhkan tenaga yang kuat dan magic yang kuat untuk menempa senjatanya\, aku tidak mau mengambil resiko\, walaupun aku pandai besi ahli tapi untuk masalah menempa Rune aku terlalu ahli\, karena aku sudah tua\, dibutuhkan banyak mana untuk membuat rune asal kamu tahu” bilang Zeke.


Reinherz kemudian termenung mendengar Zeke menjelaskan tentang Rune dan Blacksmith, Reinherz menjadi penasaran dan tertarik tentang menjadi seorang pandai besi (Blacksmith), karena menurutnya akan menyenangkan bisa membuat senjata dan mempelajari tentang Rune kuno.


“(Sepertinya akan seru jika aku menjadi seorang Blacksmith)” bilng Reinherz dalam hati.


Zeke pun melihat Reinherz yang termenung ketika menjelaskan tentang pedang tersebut, Zeke kemudian menegur Reinherz.


“oi.... Reinherz..., apakah kamu mendengar penjelasanku?” bilang Zeke.


“aahh.., iya paman, aku hanya sedikit bingung, ahahaha...” bilang Reinherz sambil tertawa bercanda.


“*haa...*\, dasar kau ini” bilang Zeke sambil mengusap-ngusap kepalanya.


“oohh ya... paman, tadi kau bilang jika aku bisa berhasil melewati latihan dari ayah dan ibuku, paman akan memberikan ku senjata kan?” tanya Reinherz.


“ya benar.., tapi jika kamu berhasil.., aku juga akan tanya ke ayahmu, apakah kamu berhasil atau tidaknya, jika kamu masih belum siap, ya.. aku tidak akan membuatkan senjata impian mu” bilang Zeke.


“tapi..., apakah aku bisa meminta lebih dari membuat senjata” bilang Reinherz.


“huh..?!, kenapa kamu ingin menambah beban ku bocah..., aku hanya bisa membuatkan senjata, tidak lebih dari itu.., dasar...” bilang Zeke yang jengkel.


“hehehe..., tenang saja paman aku tidak akan meminta yang macam-macam, tapi apakah paman mau mendengarnya dulu?” bilang Reinherz.sambil bercanda untuk menenangkan Zeke.


“hhhmmppp..., baiklah aku akan mendengarnya, tapi jika permintaan mu diluar kemampuan ku atau tidak masuk akal, aku akan langsung menolaknya” bilang Zeke yang sudah sedikit tenang.


Reinherz pun tersenyum melihat Zeke yang sudah tenang dan ingin mendengarkan Reinherz, kemudian Reinherz pun berbicara.


“Paman Zeke, tolong ajari aku menjadi Blacksmith” bilang Reinherz.


Zeke yang mendengar menjadi agak terkejut, sampai-sampai Zeke ingin mengulangi kata-kata yang terucap dari mulut Reinherz.


“Huh..?!, apa kau bilang..?, bisa kau ucapkan sekali lagi” bilang Zeke sambil mengarahkan telinganya ke arah mulut Reinherz.


“Tolong ajari aku menjadi Blacksmith” bilang Reinherz dengan lantang.


Zeke yang mendengar Reinherz berkata seperti itu, Zeke langsung mengarahkan kepalanya ke langit dan kemudian tersenyum lebar.


“AHAHAHAHA...!!!!, kau meminta sesuatu yang sangat diluar dugaanku bocah” bilang Zeke sambil tertawa dengan keras.


“uuummm..., apakah tidak boleh paman?” tanya Reinherz yang penasaran.


“hehehe.., kau satu-satunya anak Raven yang paling menarik bocah, baiklah Reinherz..., aku akan mengajarkan mu tentang Blacksmith, setelah kamu menyelesaikan latihan mu, datanglah kemari, aku akan membukakan pintu ku lebar-lebar untuk mu” bilang Zeke sambil tersenyum ke Reinherz.


“baiklah paman.., berarti paman sudah janji padaku ya..” bilang Reinherz.


“tentu saja nak..” bilang Zeke sambil tersenyum.


Setelah Zeke setuju menerima Reinherz menjadi muridnya, Reinherz dan Zeke kemudian berjabat tangan, mereka pun saling membuat janji, setelah latihan bersama ayah dan ibunya selesainya, jalan Reinherz menjadi seorang Blacksmith yang handal akan dimulai.


-----------------------------------------------------------------------------------------


Di suatu tempat di ibu kota kerjaan Huxleigh...


Reed sedang duduk di ruangan pribadi miliknya, tempat tersebut adalah kantor perusahaan miliknya yaitu Hellbore Company.


“*haa..*\, sepertinya ini akan menjadi merepotkan” bilang Reed yang sambil mengeluh.


Tap..


Tap..


Seseorang berjalan kaki ke ruangan milik Reed, tak lama orang tersebut pun mengetuk ruangan milik Reed.


Tok..


Tok...


“Captain Reed ini aku..” bilang suara orang tersebut.


Suara tersebut adalah suara seorang wanita, Reed yang mendengarnya langsung mengetahui orang tersebut.


“Silahkan masuk Diana” bilang Reed.


“baik captain.., permisi” bilang Diana.


Ccrreeaakkk...


Diana membuka pintu ruangan miliknya, Diana merupakan seorang manusia biasa, Diana memiliki rambut yang berwarna silver seperti cahaya bulan, tidak panjang dan juga tidak pendek, tak hanya itu, Diana memiliki tubuh yang sangat ramping dan menawan, dan wajah Diana sangat cantik bagaikan seorang putri kerajaan, akan tetapi Diana adalah seorang Assasins dan Mage yang ahli, dan dia adalah tangan kanan Reed.


Name: Diana Tyria


Race: Human


Class: Assasins, Mage


Affiliation: Night Hawk.


Diana pun menghadap Reed yang sedang duduk di kursi miliknya, sedangkan Diana berdiri didepan meja milik Reed.


“bagaimana dengan barangnya?” bilang Reed.


“barangnya akan ada di lelang nanti” bilang Diana.


“baiklah kalau begitu, bisakah kamu menjelaskannya kepada ku tentang situasi lelang” bilang Reed dengan serius.


“dengan senang hati tuan Reed” bilang Diana sambil tersenyum.