Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 22: Unexpected Effect



“Akhirnya kalian datang juga”


Gadis berwarna pirang dengan memakai jas putih berdiri di hadapan Lady Lizbeth, Reed dan Avianna, dia adalah anak keempat keluarga Itzbal, Chealsea.


“Chealsea!” bilang Lady Lizbeth


“ya... ya... ya...., akhir-akhir ini aku mendapatkan banyak pasien” bilang Chealsea yang mengeluh.


Lady Lizbeth kemudian menghampiri Chealsea dan mengusap kepalanya dan mengatakan sesuatu.


“Ya.., karena ada situsi yang tidak terduga” bilang Lady Lizbeth sambil mengusap kepala Chealsea.


Chealsea yang melihat ibunya kotor langsung melepaskan tangan ibunya dari kepalanya.


“aarrrgghhh....., lepaskan tangan ibu dari kepala ku, ibu masih kotor”


“hahaha...., maafkan ibu nak” bilang Lady Lizbeth sambil tertawa kecil.


“Humph....”


Setelah berbicara dengan ibunya Chealsea melihat ke belakang ibunya, dia pun menyapa kakaknya Reed dan Avianna.


“ah..., Kakak Reed dan Avianna”


“hai Chealsea, sepertinya kau akan sibuk hari ini” bilang Reed.


“Ya kakak Reed\, seperti yang ku bilang tadi\, kekuatan prajurit kita tidak berkembang sama sekali\, makannya mereka banyak yang terluka\, dan sepertinya aku hari ini akan sangat lelah\, *haaa....* ”. bilang Chealsea sambil mengelengkan kepala


“haha..., seperti itulah tugas dokter, kau harus mengobati yang terluka” bilang Reed sambil tertawa kecil.


“ya begitulah kak, entah kenapa aku melihat mereka kesal, karena pada akhirnya ibu yang menyelesaikan semuanya”


Setelah Chealsea menyapa Reed kemudian Chealsea menyapa Avianna, tapi Chealsea melihat Avianna dengan wajah yang membuat kesal Avianna.


“Oh.., bukankah kakak ku yang satu ini, tidak bisa berbuat apa-apa selama pertempuran?” bilang Chealsea dengan nada meledek.


“Ooohhhh...., seperti biasa hanya otak mu saja yang pintar tapi kelakuan mu masih bau bawang” balas Avianna dengan nada meledek.


“Apa kau bilang?!” bilang Chealsea denga kesalnya


“hahaha...., bau bawang”


Reed dan Lady Lizbeth hanya mengeleng-gelengkan kepala melihat mereka, setiap kali mereka bertemu, mereka seperti anjing dan kucing yang selalu bertengkar.


“*haa.....*\, seperti biasa mereka tidak pernah dewasa” bilang Lady Lizbeth sambil mengeleng-gelengkan kepala.


Lady Lizbeth kemudian menghentikan Chealsea dan Avianna yang sedang bertengkar, Lady Lizbeth ingin mengakhirinya karena ia ingin bertemu Reinherz.


“Kalian berhentilah bertengkar!” bilang Lady Lizbeth dengan nada tegas.


Chealsea dan Avianna yang mendengar ibunya langsung menghentikan pertengkaran mereka.


“Baik ibu” bilang mereka berdua.


Sebelum pergi untuk bersih-bersih, Lady Lizbeth menanyakan keadaan Reinherz.


“Chealsea dimana Rein?”


“Dia sedang istirahat diruangan khusus keluarga kita”


“bagaimana keadaan Rein?”.


“Nanti saja aku jelaskan di ruangan, sebaiknya ibu dan yang lain mandi dan ganti pakaian dulu”.


“Aaahhh...., baiklah kalau bergitu, Reed, Avianna, kalian mandi dulu dan kita akan berkumpul di ruangan tempat Reinherz dirawat”


“baik ibu” bilang Reed dan Avianna.


Mereka bertiga pun berjalan untuk mandi, ketika mereka bertiga jalan, Chealsea merasa ada yang kurang, yaitu Chealsea tidak menemukan ayahnya, kemudian Chealsea bertanya ke Lady Lizbeth.


“ibu, ayah dimana?, aku tidak melihat ayah sama sekali” bilang Chealsea.


Kemudian Lady Lizbeth menjawab sambil berjalan “Ayah mu sedang ada urusan, nanti juga dia kembali, karena jika tidak ayah mu akan ku kurung”


Setelah percakapan selesai Lady Lizbeth, Reed, dan Avianna pergi untuk mandi dan ganti pakaian, sedangkan Chealsea dia pergi ke ruangan Reinherz untuk menunggu yang lainnya.


Beberapa jam kemudian.........


Chealsea sedang duduk di samping Reinherz yang sedang berbaring tidur tidak sadarkan diri, kemudian datang Lady Lizbeth dan disusul oleh Reed dan Avianna, Lady Lizbeth duduk di kursi, Avianna duduk di kasur tempat Reinherz tidur, sedangkan Reed berdiri bersender di tembok.


Lady Lizbeth kemudian bertanya keadaan Reinherz.


“Bagaimana keadaan Reinherz?”


“setelah kuperiksa, Mana Reinherz sudah normal, aliran darahnya masih kencang dan belum normal, karena itu dia menjadi deman”


Kemudian Lady Lizbeth memegang kepala Reinherz dan benar Reinherz terkena demam.


“Seperti biasa setelah melakukan aktivasi Mana Circulation, otot-otot Reinherz menjadi kencang, dan setelah kuperiksa jantung Reinherz masih bertedak cepat”.


“Apa?!, bukannya setelah melakukan aktivasi Mana Circulation aliran darah dan jantungnya menjadi normal?”


“aarrrgghhh...., aku juga tidak tau, tapi sebaiknya nanti tanyakan saja sama ayah, mungkin dia tahu apa yang terjadi selama dia melakukan aktivasi Mana Circulation Reinherz”.


“sialan.., sekarang ayahmu tidak ada lagi”


“ya semoga saja ayah datang cepat”


Tak lama mereka berbincang ada angin bertiup kencang di jendela, mereka mendengar suara orang yang duduk di jendela, dan terdengar suara yang tak asing bagi mereka.


“Hoo..., sepertinya semuanya sudah berkumpul” bilang suara misterius


Semua pun mengenali suara itu, itu adalah Baron Raven, Baron Raven pun menghilangkan skill [Stealth] miliknya, tapi Lady Lizbeth kesal melihat Baron Raven, karena baju dan badan Baron Raven masih berlumuran darah, keadaannya yang seperti itu bisa mengotori kamar anaknya yang sedang istirahat.


Lady Lizbeth yang kesal kemudian menendang Baron Raven sampai keluar jendela, dan Lady Lizbeth berteriak ke Baron Raven dari jendela.


“Bersihkan Badan mu dulu!, kau sudah datang telat terus mau mengotori kamar anak mu yang sedang dirawat dasar suami bodoh!, pergi mandi dulu sana!, nanti kesini lagi”.


“hahah..., Baiklah” bilang Baron Raven sambil tertawa kecil.


Baron Raven kemudian membalikan badan dan berbicara sendiri “seperti biasa istriku sangat kejam”


“apa kau bilang?!, aku masih bisa mendengar mu!” teriak Lady Lizbeth.


Baron Raven yang mendengar itu langsung cepat pergi untuk mandi dan ganti pakaian.


Satu jam kemudian.....


Baron Raven masuk keruangan Reinherz di rawat, Baron Raven melihat semuanya masih di tempat yang sama, dan juga Baron Raven melihat istrinya sepertinya tidak dalam mood yang baik, Baron Raven pun berdiri didepan kasur Reinherz.


“Jadi..., aku ingin bertanya kepada mu, bagaimana aktivasi Mana Circulation milik Rein?” bilang Lady lizbeth ke Baron Raven.


“ya aku menggunaka metode biasa yang kupakai, akan tetapi aku menemukan sesuatu yang menarik”


“Apa itu?” bilang Lady Lizbeth yang penasaran


“Reinherz sepertinya mendapatkan tiga aura mana”


“APA?!”


Semua yang ada di ruangan pun kaget mendengar Reinherz mendapatkan tiga aura mana sekaligus ketika melakukan aktivasi.


“seperti apa warna aura milik Reinherz?” bilang Reed


“warna dasar miliknya yaitu hitam dan diselimuti warna biru dan merah” bilang Baron Raven.


“Haaa....., sepertinya adikku akan menjadi orang yang sangat menarik” bilang Reed sambil tersenyum.


“hehehe..., ya sepertinya Reinherz akan menjadi anak yang luar biasa di depan”. Bilang Avianna sambil tertawa kecil.


“hhaaa...., pantas saja ada yang salah, ternyata ketika aktivasi Mana Circulation yang keluar tiga warna” bilang Chealsea sambil mengelengkan kepala.


“dasar..., itulah penyebab efeknya menjadi sangat lama, ternyata ada tiga warna yang muncul” bilang Lady Lizbeth.


Semuanya kaget dan juga kagum, karena anak dan adik mereka mempunyai potensi yang besar di masa depan, tapi bukan berarti warna Aura Mana bisa menjamin mendapatkan masa depan cerah, seperti yang dialami......