Between The Strongest and The Weakest Family

Between The Strongest and The Weakest Family
Chapter 44: Choose Your Class



Keesokan harinya di Mansion Keluarga Itzbal.....


Reinherz sedang berlatih seperti biasa di pagi hari bersama Goofy, Reinherz berlari bersama Goofy di sekitar Mansion, tak lama Reinherz melakukan latihannya, Elron datang menghampiri Reinherz.


“Tuan Reinherz...” bilang Elron.


Reinherz yang mendengar Elron memanggilnya, Reinherz berhenti sejenak.


“Ada apa Elron?” bilang Reinherz.


“Lord Raven dan Lady Lizbeth ingin menemui anda” bilang Elron.


“Dimana aku harus menemui ayah dan ibu ku?”


“Kalau untuk itu, tolong ikuti saya”


“*hhaa..*\, Baiklah..”


Reinherz kemudian melihat Goofy sebelum pergi sebuah ruangan untuk menemui ibunya.


“Kita sudahi latihan kali ini ya Goofy.., kau bisa main sekarang” bilang Reinherz sambil mengelus-ngelus kepala Goofy.


“Woof... Wooff...” gong-gong Goofy ke Reinherz yang menunjukan berkata iya.


Goofy kemudian pergi dari hadapan Reinherz, dan Reinherz pun sudah siap untuk menghadap ibu dan ayahnya.


“Baiklah.. sekarang tunjukan ruangannya” bilang Reinherz.


“Di mengerti tuan..” bilang Elron dengan sopan.


Elron kemudian berjalan di depan Reinherz untuk mengarahkan Reinherz ke ruangan yang dituju, kemudian mereka pun sampai ke ruangan yang Elron arahkan, Elron kemudian membuka-kan pintu untuk Reinherz masuk.


“Silahkan masuk tuan” bilang Elron.


“Terimakasih Elron” bilang Reinherz.


Reinherz masuk kedalam ruangan tersebut, Reinerz melihat ibu dan ayahnya sedang duduk bersebelahan dan didepan mereka ada meja yang panjang, di meja tersebut ada beberapa pion-pion seperti catur akan tetapi berbentuk orang memegang senjata yang Reinherz tidak pernah lihat sebelumnya, dan juga ada berbagai macam senjata di atas meja, serta beberapa kertas yang tersusun rapih.


Reinherz kemudian menghadap Baron Raven dan Lady Lizbeth didepan meja mereka.


“apakah ayah dan ibu memanggilku?” tanya Reinherz.


“Ya..” jawab Lady Lizbeth dengan singkat.


Pandangan Reinherz tertuju dengan benda-benda yang ada di meja, Reinherz penasaran apa yang ayah dan ibunya lakukan.


“Untuk apa benda-benda ini” Tanya Reinherz.


Akan tetapi pertanyaan Reinherz tidak di jawab, Baron Raven langsung mengalihkan pembicaraan.


“Rein..., apakah kamu tahu kenapa ayah dan ibu memanggilmu?” bilang Baron Raven.


“Huh..?!, mana aku tahu..., pertanyaan aku saja belum dijawab” bilang Reinherz yang heran dan sedikit kesal.


“*hhaa...*\, bisakah kalian berhenti..\, Raven langsung ke intinya saja” bilang Lady Lizbeth


“ehem...., baiklah.., tapi sebelum itu Rein, kamu ambil kursi untuk kamu duduk, karena ini akan jadi pembicaraan yang panjang, kamu harus fokus dan fikirkan baik-baik” bilang Baron Raven.


“Baiklah ayah ibu...” bilang Reinherz.


Reinherz kemudian mengambil kursi yang ada di ruangan, Reinherz duduk didepan Baron Raven dan Lady Lizbeth, setelah Reinherz duduk, Baron Raven langsung memulai pembicaraan yang cukup serius.


“Reinherz.., sekarang pilihlah Class mu” bilang Baron Raven.


“Huh..?!” bilang Reinherz yang heran.


Reinherz heran kenapa dia harus memilih Class, karena Reinherz belum sama sekali berlatih dengan senjata apapun, yang dia lakukan hanya latihan untuk membuat stamina dan Mana miliknya menjadi kuat dan tahan lama.


“Kenapa aku harus memilih Class ku sekarang?, aku bahkan belum berlatih pedang atau yang lainnya sama sekali” bilang Reinherz.


“Rein.., dengarkan dulu..., ayah dan ibu menyuruh mu memilih Class sekarang karena untuk masa depan mu, ayah dan ibu ingin membuat kamu memilih jalan yang akan kamu tuju” bilang Lady Lizbeth yang mencoba menenangkan Reinherz.


“jadi aku harus memilih sekarang?” bilang Reinherz.


“Ya..., tapi ini hanya sementara, karena ayah sama ibu hanya sebatas ingin tahu Class apa yang kamu minati” bilang Lady Lizbeth.


“*hhaa...*\, Baiklah...” bilang Reinherz


Kemudian Baron Raven pun memberikan Class yang akan Reinherz pilih.


- Class Archer.


- Class Swordman.


- Class Spearman.


- Class Martial Artist.


- Class Magician.


Class Assasins, keahlian yang fokus dalam menyerang secara diam-diam dan Spesiallisasi Dagger.


Class Archer, keahlian yang fokus dalam pemanah.


Class Swordman, keahlian yang fokus dalam menggunakan seni pedang tertentu.


Class Spearman, keahlian yang fokus dalam menggunakan seni tombak.


Class Martial Artist, keahlian yang fokus dalam menggunakan seni bela diri tertentu.


Class Magician, keahlian yang fokus dalam menggunakan Magic tier tinggi.


Baron Raven hanya memberikan 6 pilihan Class yang akan Reinherz pilih, semua 6 Class tersebut adalah Class Fighter yang diperuntukan untuk menyerang lawan dan bertahan dari lawan.


Reinherz hanya boleh memilih maksimal dua Class, setelah memilih Class yang Reinherz, Reinherz akan di ajarkan oleh orang yang ahli pada bidangnya, termasuk Baron Raven dan Lady Lizbeth adalah guru yang akan mengajarkan Reinherz secara langsung jika Reinherz memilih Class tertentu, karena Class Baron Raven dan Lady Lizbeth ada di salah satu daftar yang mereka berikan.


“hhhmmm....” gumam Reinherz yang bingung.


Reinherz menghentak-hentakan kakinya karena bingung ingin memilih Class apa.


“(aku tertarik dengan Class Spearman, Swordman dan Assasins, tapi ayah dan ibu dan ayah hanya memberikan dua Class yang boleh diambil)” bilang Reinherz dalam hati.


Ketika Reinherz bingung memilih Class yang dia pilih, Reinherz melihat ke arah meja, mata Reinherz mengarah ke arah senjata, Baron Raven tahu kalau Reinherz ingin mencoba senjata apa yang dia pilih.


“Apa kamu mau mencoba senjata yang ada didepan mu dulu?” tanya Baron Raven.


“Apa boleh?” bilang Reinherz.


“ya.. silahkan saja”.


Reinherz kemudian maju ke meja untuk mencoba beberapa senjata.


“Apakah ini hanya senjata dengan kualitas rendah?” bilang Reinherz.


“tentu saja, karena ini hanya percobaan memilih, tapi jika kamu sudah menguasai salah satu Class, ayah akan membuatkan mu senjata khusus seperti kakak-kakak mu” bilang Baron Raven.


“Benarkah...?” bilang Reinherz.


“Ya.. tentu saja”


Reinherz kemudian mencoba senjata yang ia pilih, mulai dari pedang, katana, dagger dan tombak, Reinherz mencoba bergaya menyerang dan mengayun-ayunkan senjata-senjata yang dia pilih.


Whhooossshhh....


Whhhhooossshhhh...


“Bagaimana apakah ada class yang sudah kamu pilih?” tanya Lady Lizbeth.


“Tapi ibu.., apakah aku boleh memilih Class yang lain di kemudian hari?” tanya Reinherz yang masih bingung.


“Ya tentu saja, contohnya adalah kakak mu Chealsea, Class Fighter miliknya hanya Magician, dan Class satunya lagi adalah Alchemist, dan asal kamu tahu dia seorang Alchemist handal” bilang Lady Lizbeth sambil tersenyum dengan bangganya.


“pelan-pelan saja Rein dalam memilih Class mu, pilihlah yang membuat mu tertarik” bilang Baron Raven.


“Tapi ayah.., aku tidak memiliki bakat diantara Class yang ayah dan ibu bilang” bilang Reinherz yang bingung dan bimbang.


Baron Raven yang mendengar anaknya tidak percaya diri, Baron Raven kemudian berdiri dari bangkunya dan memegang kepala Reinherz.


“Rein.., didunia ini tidak ada yang namanya bakat, kamu sudah mempunyai semua bakat yang ada dalam dirimu, tinggal kamu arahkan saja maunya kamu kemana, selama kamu belajar dan bekerja keras kamu akan menjadi yang terbaik dibakat tersebut” bilang Baron Raven.


“Baiklah ayah...” bilang Reinherz.


Reinherz kemudian termenung sejenak untuk memikirkan apa yang akan dia pilih, setelah melihat ayah dan ibunya bertarung, Reinherz ingin menjadi kuat seperti mereka, setelah berfikir cukup lama, kemudian hanya ada satu Class yang membuat Reinherz tertarik untuk mempelajarinya, Class tersebut melambang dari keluarga Itzbal, Class yang bisa membuat Reinherz bisa melindungi keluarga yang berharga miliknya dalam bayang-banyang.


Reinherz kemudian sudah mematangkan pilihan Class yang akan dia pilih, Class yang bisa memunculkan potensi terdalam miliknya, Reinherz pun menatap ayah dan ibunya dengan pandangan yakin, dan berbicara dengan percaya diri.


“Class yang akan aku pilih adalah..., Assasins dan Magician”.