
Axelle mulai merasa bosan dan ingin pergi ke atap utuk menikmati angin disana. Rasanya dia sudah muak dengan keadaan di sekolah ini yang begitu mengelu-eukan dirinya dan juga Haidar.
semua orang menganggap dirinya hebat dan rasanya dia tidak bisa hidup layak nya seorang siswa sekolah normal disana.
DEGG..
Tba-tiba bayangan Marsha terlintas di benaknya.
"Apa? kenapa dia yang muncul di kepalaku." Batin nya.
Axelle mengerjapkan mata, mengusir bayangan yang muncul dan mempercepat langkahnya.
Dia menaiki tangga dan saat akan membuka pintu atap, dia mendengar ada ribut-ribut disana. Axelle mencoba mendengarkan dan sepertiya itu suara para gadis.
Axelle berniat untuk kembali dan tak jadi pergi ke atap sekolah karena dia tidak mau repot mengurusi para gadis yang menggerumuti nya nanti.
Tapi saat Axelle akan melangkah pergi, dia mendengar suara teriakan yang sepertinya di kenal.
Entah kenapa Axelle langsung berbalik setelah mendengar teriakan suara gadis yang familiar di telinganya dan langsung membuka pintu.
Saat itulah dia melihat apa yang akan di lakukan Keyra terhadap Marsha. Tak tau karena jiwa keadilan nya melihat pembullyan atau karena melihat Marsha yang berteriak, secepat kilat Axelle berlari dan menahan tangan Key yang akan menapar Marsha.
"A..Axelle?!' Key sangat terejut melihat Axelle yang menahan tangan nya.
Ketiga gadis teman Keyra pun ikut mundur setelah melihat Axelle berada tepat di hadapan mereka.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Axelle.
Key langsung menurunkan tangan dan mengusap nya.
"Ah tidak,kami hanya sedang bermain saja.Iya kan?" Key terlihat gugup.
"Sudah bermain-main nya?sekarang pergilah."
Tanpa bicara apapun lagi, Key dan ketiga teman nya langsung pergi dari sana. Marsha sangat terkejut kenapa ada Axelle di saat yang tepat disaat dia membutuhkan bantuan.
Axelle mendekati Marsha dan menatap nya. Marsha terlihat takut dan mundur menjauh dari Axelle.
"Te,,terima kasih sudah menolongku." Kata Marsha dengan bingung karena Axelle hanya menatap nya dan tak mengatakan apapun padanya.
Marsha semakin takut dan merasa aneh karena Axelle terus menatapnya tanpa mengatakan apapun padanya. Dia hanya berdiri dengan kedua tangan di saku celana nya dan ta bergerak dari tempat nya sedikitpun.
" Aku..pergi dulu."
Marsha berjalan pergi melewati Axelle, dan saat iulah tia-tiba tangan Axelle menarik tangan Marsha dan membuat Marsha tertarik ke arah nya.
"Kau,apa hubungan mu dengan Haidar?" tanya Axellle.
Marsha sungguh tak mengerti apa maksud pertanyaan Axelle dan dia juga merasa takut dengan sikap Axelle.
"Maksudmu?" Marsha balik bertanya.
"Apa hubungan mu dengan Haidar? Apa kau pacar nya?" tanya Axelle lagi.
Ha???apa sih yang dia katakan?! batin Marsha.
bukan nya melepaskan, Axelle malah semakin kencang memegang tangan Marsha.
"Cepat katakan!jangan pura-pura!" Axelle kelihatan mulai kesal.
"Aku memang tidak tau apa maksudmu!" Marsha muulai kesakitan pergelangan tangan nya.
Axelle menatap Marsha dengan tajam. Dia mencoba mencari tau apa Marsha berbohong atau tidak dengan melihat ekspresi wajahnya.
Axelle begitu fokus pada Marsha hingga dia tidak menyadari kalau Haidar berjalan mendekati nya.
"Ho..Ho..ada apa ini?"
Axelle terkejut melihat Haidar yang tiba-tiba ada di belakang nya dengan senyum menyeringai.
"Apa yang sedang aku lihat ini?" tanya Haidar.
Axelle menatap tajam Haidar .
"Apa urusan mu?" Axelle balik bertanya.
Haidar tersenyum dan mendekati Marsha lalu mencengkram pergelangan tangan Marsha.
"Dia milikku."Jawab Haidar.
Marsha terkejut dengan apa yang di ucapkan Haidar sekaligus semakin kesakitan karena kedua tangan nya di pegang dengan kencang oleh kedua pria itu.
"Milik mu?sejak kapan gadis ini jadi milik mu?" tanya Axelle tanpa ekspresi apapun.
"Sejak kapan kau ingin tau urusan ku?" tanya Haidar.
Axelle tak menjawab dan hanya saling mentap tajam dengan Haidar.
Marsha yang merasa tidak nyaman mulai memberontak mencoba melepaskan tangan nya.
"Apa-apaan kalian, lepaskan tangan ku!!"
Axelle dan Haidar tak memperdulikan Marsha yang mulai kesakitan.
"Aku tau kau hanya ingin mempermainkan gadis ini." Kata Axelle.
Lalu apa urusan mu?" tanya Haidar.
'Kita tau siapa yang sudah mempermainkan,yang jelas bukan aku." Sahut Axele tegas dan terlihat ekspresi wajah Haidar berubah.
Haidar terlihat marah dengan mata yang mulai memerah dan cengkraman yang semakin kencang di tangan Marsha.
Axelle terdiam mendengar apa yang di katakan Haidar.
Marsha sudah tidak tahan dan akhirnya dia menggigit tangan Axelle lalu tangan Haidar dan berhasil melepaskan diri.
Marsha langsung berlari meninggalkan mereka berdua yang terkejut mendapat gigitan dari gadis itu. Keduanya termangu menatap punggung Marsha hingga hilang dari pandangan.