
Setelah mengantar Marsha pulang, Axelle pun kembali ke rumah malam hari. Eva dan Toni sudah menunggunya disana.
"Sayang kau baru pulang?" tanya Eva seraya menghampiri Axelle.
"Ya Mom. Lelah banget hari ini." jawab Axelle.
Axelle pun merebahkan dirinya di sofa. Toni yang sedang menyeruput kopi nya hanya diam sambil melihat Axelle.
"Mau di buatkan coklat hangat?" tanya Eva.
"Kalau tidak merepotkan Mom." Ucap Axelle.
Eva tersenyum lalu pergi ke dapur untuk membuatkan Axelle coklat hangat.
Toni melirik ke arah Eva yang berjalan pergi ke dapur.
"Dady sudah menyingkirkan orang yang sudah mencelakai teman mu." kata Toni setelah Eva pergi.
"Apa?Dady serius?" Axelle terperanjat mendengar nya.
"Lalu siapa yang sebenarnya ingin mencelakaiku?" tanya Axelle .
"Itu..." Toni ragu untuk berkata yang sebenarnyapada Axelle.
"Katakan, Dad. Biar aku habisi orang itu." Axelle sangat geram.
"Sebenarnya mungkin itu terjadi karena kesalahan ku." Toni merasa bersalah.
"Apa maksud mu, Dad?" Axelle sama sekali tak mengerti .
"Angela. Dia yang sudah menerintahkan kedua orang itu untuk mencelakaimu." Akhirnya Toni berkata Jujur.
"Angela?!maksud Dady,,dia,,," Axelle ingat siapa Angela.
"Ya benar.sepertinya dia ingin mencelakaimu karena dia ingin menghancurkan keluarga kita."Kata Toni.
Axelle tak bisa berkata apa apa. Dia tak menyangka jika Angela bisa berbuat senekat itu padanya.
"Lalu sekarang dimana dia dan kedua orang suruhannya?" tanya Axelle.
"Akan ku habisi mereka."Raut wajah Axelle benar benar di penuhi amarah.
Toni menghela nafas.
"Itulah yang membuat aneh." Ucap Toni.
"Maksudnya?" tanya Axelle.
"Angela tak ada dirumahnya dan sepertinya sudah ada seseorang yang membawanya karena sampai sekarang tak ada kabar apapun darinya." jawab Toni.
Axelle mengernyitkan alis nya.
"Dan kedua orang suruhannya?"Axelle sangat penasaran.
"Dady yang menembak mereka?" tanya Axelle.
"Bukan aku. Aku pun tak tau siapa yang mnembak."jawab Toni.
"Anak buahku tidak ada yang mengaku sudah menembak keduanya, namun mereka juga tidak mengatakan siapa yang melakukannya.' Sambung Toni.
"Aneh sekali. Siapa yang melakukannya." Gumam Axelle.
"Ada apa ini?serius sekali." Eva datang dengan coklat hangat nya.
"Mom, Tidak ada apa apa." Axelle mengambil coklat hangat di tangan Ibunya lalu meminumnya dengan agak gugup.
Toni pun langsung diam karena takut Eva akan mendengar pembicaraan mereka.
"Syukurlah kalau tak ada apa apa." Kata Eva dengan senyuman manisnya.
Mereka tidak tau di balik senyum manis nya itu, dia sudah menghabisi orang yang akan menghancurkan keluarganya.
****
Axelle baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya memakai Handuk saja saat Dia terkejut karena Alby ada di kamarnya.
"A,,Alby!" Axelle langsung menutupi dadanya dengan tangan karena Alby datang dengan pakaian wanitanya.
"Kau sedang apa disini?" tanya Axelle .
Alby malah tersenyum senyum melihat Axelle yang malu malu di hadapannya.
"Kenapa?memangnya aku tidak boleh datang berkunjung?" Alby balik bertanya.
"Bukan begitu. Hanya saja kenapa tiba tiba ada di kamarku?kenapa tidak memberitahuku dulu?" Axelle berjalan cepat ke lemari pakaian untuk mencari baju.
"Kau malu aku melihatmu seperti ini?Kita kan sudah biasa bersama, kenapa harus malu?" Tanya Alby.
"udahlah, kau keluar saja dulu. Aku harus memakai baju ku dulu." Axelle membelakangi Alby karena sedang memilih baju yang akan dia pakai.
Tiba tiba Axelle terkejut karena tangan Alby memeluknya dri belakang.
"Alby, apa yang kau lakukan?" Axelle langsung menepis tangan Alby dan sedikit mundur ke belakang menjauhi Alby.
"Kenapa?Apa kau tidak menyukaiku walau aku berpakaian cantik seperti ini?" Tanya Alby.
"Bu,,bukan begitu.Hanya saja..."
Belum selesai Axelle dengn kata kata nya, Alby kmbali memeluk Axelle dengan erat.
"Alby, apa apaan ini." Axelle mencoba melepaskan tagan Alby namun pelukan Alby begitu kuat.
"Aku mencintaimu.Dan tak akan ku biarkan siapapun memilikimu." Ucap Alby dalam pelukan Axelle.