AXELLE

AXELLE
Bab 7



Keesoan harinya, semua siswa sudah berkumpul di lapangan untuk mengikuti acara pertandingan olahraga antar kelas.


Semua sudah berkumpul termasuk Axelle dan kawan-kawan dan juga Haidar yang berada di pojok yang berbeda.


Kepala sekolah sudah ke lapangan bersama para guru dan mulai pidato pembukaan untuk membuka acara .


Para siswa mmperhatikan dan ada pula yang hanya mengobrol dan bercanda saja. Seperti contoh nya farrel yang menggoda para gadis di sebelah nya.


"Gimana?mau kan pulang sekolah jalan sama aku?" goda farrel pada salah satu gadis di sebelahnya.


"Hmm,,ya." jawab si gadis sambil malu-malu.


"Wah benar,nih?" farrel masih saja menggoda dengan memegang tangan gadis itu.


Raymond yang melihat langsung menarik telinga Farrel.


"Aw,,Aw,,sakit."


"Bisa kan sebentar saja tidak usah pecicilan seperti itu." kata Raymond .


"Lho knapa?kan hiburan." jawab Farrel sambil tertawa nakal.


"Dasar anak ini!" Raymond memukul pundak farrel.


"Aduh sakit tau." farrel malah tertawa.


Raymond menggelengkan kepala melihat tingkah farrel yang seperti itu. Mereka memang sudah terbiasa dengan sikap pecicilan dan genit pada setiap gadis yang dia temui. Tapi kadang Raymond kesal meihat farrel yang tak tau tempat jika sedang menggoda gadis.


Sementara itu, Marsha datang agak terlambat karena ban sepeda nya kempis dan dia harus ke bengkel sepeda dulu.


Dia berjalan mengendap-endap saat masuk . Marsha berniat pergi kebarisan kelas nya, namun tiba-tiba rambut panjang nya di tarik oleh seseorang.


"Ah.." Marsha mengerang kesakitan dengan memegang rambut nya .


ternyata itu adalah Haidar. Dia melihat Marsha mengendap-endap dengan lucu lalu dia berniat menjahili Marsha.


Haidar menarik rambut Marsha saat Marsha lewat di belakang nya hingga Marsha tak bisa brgerak maju.


"Kau?apa yang kau lakukan?" tanya Marsha .


"Lepaskan rambutku." Kata nya lagi karena Haidar masih memegang rambut nya.


"Kau mau kemana?diam-diam seperti pencuri." Ucap Haidar.


"Lepaskan!" Marsha menarik rambut nya namun Haidar balik menarik hingga tubuh Marsha semakin dekat dengan nya.


"Kau disini saja!" Kata Haidar memeluk pundak Marsha dengan kencang.


"Kau ini apa-apaan?!"Marsha mencoba melepaskan cengkramannya, tapi Haidar terlalu kuat.


Mereka tau Haidar bukan orang yang terlalu cuek, namun dia sulit di dekati dan hanya membuat masalah.


Marsha terpaksa diam karena dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dengan wajah kesal ,takut dan malu bercampur aduk membuat nya tertunduk dan dia tak menyadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.


Pertandingan demi pertandingan di mulai dan pertandingan puncak di lakukan dengan Taekwondo.


Axelle sebagai andalan kelas mengikuti pertandingan itu dan tidak terkecuali dengan Haidar. Mereka berdua selalu menjadi dua orang yang memperebutkan gelar juara.


semua lawan berhasil di kalahkan Axelle dan Hadar dan sampailah mereka berdua yang memperebutkan gelar juara.


Axelle dan Haidar sudah berada di ring pertandingan.


Mereka sudah memakai head guard,Groin protector,forearm protector, shin guard dan gum shield.


Dengan saling menatap mereka bersiap di ring dengan wasit di tengah yang akan memulai pertandingan.


Pendukung Haidar dan Axelle bersorak melihat mereka beada di ring. Tapi tidak dengan Marsha, dia baru pertama kali melihat pertandingan ini dan tidak tu mana yang harus dia dukung. Menurutnya kedua oarng itu sangat aneh.


TENGGGGG...


Pertandingan di mulai dan merek mulai bergerak. Axelle terlihat sangat serius menatap Haidar,sedangkann Hiadar selalu dengan senyum mengejek melihat Axelle.


Mereka mulai saling melakukan serangan.Tendangan dan pertahanan keduanya sangat baik hingga sangat sulit untuk menentukan siapa yang akan menang.


"Bukan kah Axelle akan menang seperti biasa?!"


"Ah tidak,sepertinya Haidar akan menang kali ini."


"Aku masih mendukung Axelle karena dia sealu menang."


"Kali ini aku mendukung Haidar."


itulah obrolan yang di dengar Marsha. Dia sendiri tidak tau siapa yang akan menang karena menurutnya keduanya hebat. Tapi apa peduli nya siapa yang menang tidak menguntungkan nya.


Pertandingan berjalan cukup lama karena kdua nya mmpunyai kkekuatan yng sama. Marsha merasa bosan dan dia berdiri untuk meninggalkan pertandingan.


"Aku haus sekali." batin nya lalu beranjak pergi.


saat akan pergi itulh dia medengar teriakan yang sangat ramai. Marsha pikir pertandingan selesai dan di menangkan salah satu nya. Namun saat dia melihat kembali ternyata pertandingan berubah menjadi brutal!


Mereka tidak melakukan sesuai pertandingan dan malah bertanding bebas.Bahkan wasit yang akan memisahkan pun kena pukul.


Entah kenapa semu siswa malah senang melihat pertandingan yangg tidak benr itu. Tapi Naluri Marsha merasa semua sudah tidak beres dan mereka berdua benaar-benar berkelahi.


Dengan cepat Marsha turun menuju Ring.


"HENTIKANN!!!!!" Teriakan Marsha membuat Axelle dan Haidar trkejut.