AXELLE

AXELLE
Bab 23



Keesokan harinya,Axelleberangkat ke sekolah pagi sekali.Dia menunggu di petigaan jalan yang biasa di lalui Marsha.


Sudah beberpa hari,Axelle benar-benar tidak bisa bicara secara baik dengan Marsha. Axelle sudah sangat tidak sabar ingin mengatakan semua yang ingin dia tanyakan pada Marsha.


Setengah jam berlalu dan Marsha masih belum juga datang.Axelle celingak celinguk kesana kemari tapi masih juga belu melihat kedatangan Marsha dengan sepedanya.


Setelah beberapa saat dngan sabar menunggu kembali,akhirnya Axelle memutuskan untuk berangkat ke sekolah.


" Mungkin dia sudah ada di sekolah." Pikirnya.


Axelle pun memacu motornya dengan kencang untuk cepat sapai di sekolah.


Sesampainya di sekolah,Axelle masih belum melihat sepeda milik Marsha di parkiran.


" Apa mungkin dia belum datang." katanya sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Axelle memutuskan menunggu Marsha datang.Dia duduk di atas motor nya sambil sesekali mencari Marsha.


Tak lama kemudian terdeengar suara motor Haidar ang baru saja masu gebang sekolah dan menuju tempat parkir dimana Axelle sedang duduk menunggu Marsha.


Axelle memalingkan wajah nya saat Haidar datang . Dia tidak uka melihat Haidar yang pasti akan datang dengan wajah menyebalkannya.


Namun apa yang di lihat Axelle justru membuatnya sangta terkejut.Dia melihat Marsha datang berboncengan dengan Haidar!


Seketika Axelle langsung meompat dari atas motornya dan langsung menghampiri Marsha.


Marsha yang baru saja meleas Helm yang di pakainya terkejut saat Axelle menarik tangan Marsha dengan kuat.


"Aw,,sakit." Marsh memegang tangan nya yang kesakitan .


" Kau ini apa-apaan,sih?" Marsha terlihat kesal karena tiba-tiba Axelle menarik tangannya seperti itu.


Axelle menatap tajam ke arah Haidar yang masih duduk santai di atas motornya dengan senyuman puas.


Rasanya Axelle ingin sekali memukul Haidar saat ini,namun dia menahanny karena masalahnya dengan Marsha lebih penting.


Axelle menarik Marsha dan membawanya ke taman sekolah yang saat itu masih sepi karena hari masih pagi dan belum terlalu banyak murid yang datang.


Sedangkan Marsha hanya mengusap-usap tangannya saja tanpa mengatakan apapun pada Axelle.


" Kau ini apa-apaan?" tanya Axelle yang sangat berusaha menahan kemarahannya.


" Apa maksudmu?" Marsha balik bertanya.


" Kenapa kau bisa datang dengan Haidar?" Axelle mencengkram kedua bahu Marsha.


"Memang apa salahnya? Dia hanya mengantarku ke sekolah saaja." Jawab Marsha tanpa rasa bersalah.


" Apa salahnya?tentu saja itu salah!!!" Ucap Axelle dengan nada membentak.


" Kau tau aku tidak suka kalau kau pergi dngan orang lain!"


Marsha tiba-tiba menangis karena Axelle terus membentaknya dengan keras. Axelle seperti tak peduli saat Marsha menangis. Dia terus saja membntak Marsha dan memarahinya walaupun Marsha sudah menangis di depannya.


Marsha langsung pergi meninggalkan Axelle yang masih belum selesai dengan kemarahannya. Axelle semakin geram melihat Marsha yang tiba-tiba pergi meninggalkannya tanpa penjelasan apapun .


" Dasar sial!" Maki Axelle sambil memukul tiang lampu taman.


Axelle mengepalkan tangan sambil menggigit bibir bawah karen bnar-benar kesal.


" Nih."


Axelle terkejut saat melihat tangan Alby ada di sampingnya dengan menyodorkan ice cream di tangan kanannya dan kain yang berisi es batu.


" Al." panggil Axelle.


" Ambilah. Kau pasti sedang kepanasan." goda Alby sambil tersenyum.


Axelle yang tadinya hanya diam akhirnya mengambil Ice Cream di tangan Alby. Mereka duduk di bangku taman, lalu Axelle membuka Ice cream dan memakannya. Dia terlihat seperti anak kecil saat mndapatkan makanan yang dia sukai.Sedangkan Alby meraih tangan Axelle dan mulai mengompres tangan yang merah karena meukul tiang lampu tadi.


Alby diam-diam tersenyum saat bisa menenangkan Axelle. Suasana hati Axelle kembali tenang setelah menghabiskan ice cream dari Alby.