
Di sekolah.
Semua mata tertuju pada Alby, pemandangan yang tida biasanya kali ini Alby kesekolah menggunakan seragam sekolah. Ia terlihat sangat cantk dan terlihat beberapa siswa mengagumi kecantikan Alby.
Raymond dan Farel memandang Alby dari atas sampai bawah denga mulut menganga.
"Woww, Alby ternyata cantik juga," kata Farel.
Raymond ikut memuji dan berkali kali berdecak kagum, namun khayaln mereka buyar saat mengingat Alby masih menyamar menjadi laki laki.
"Hiyyyy!"Farel mengusap wajahnya lalu mengusap wajah Raymon yng masih melongo menatap ke arah ALby yang berdiri tepat di hadapan mereka.
BUKKK
Alby langsung menendang kaki Farel dan Raymond.
"Awww!' Farel dan Raymond meringis kesakitan.
"Kalian lihat cewek apa lihat hantu?" tanya Alby kesal.
"Liat cewek jadi jadian!" sahut mereka serempak sambil berlari ke arah kordor sekolah.
"Sialan!" umpat Alby sambil melepas salah satu sepatunya dan melemparkannya ke arah mereka, namun sayang. Sepatu Alby mengenai lengan Marsha yang sedang berjalan santai bersama temannya tyas.
Alby dengan percaya diri melangkah mendekati mereka. Alby dan Marsha saling menatap tajam.
"Sekarang aku sudh cantik, Aku kan ambil kembali Axelle dari tanganmu," kata Alby.
"Bermimpilah," sahut Marsha lalu menoleh ke arah Tyas dan mereka tertawa mengejek.
"Diam, seharusnya kau sadar diri. Aku lebih cantik, punya segalanya. Tapi lihat dirimu, kau tidak pantas buat Axelle." balas Alby lebih pedas.
"Terserah kau mau bicara apa, aku tidak perduli." Jawab Marsha.
"Kita pergi dari sini," ajak Tyas menarik tangan Marsha, namun Alby menahan tangan Marsha.
"Lepas."
Alby, marsha dan Tyas menoleh ke arah sumber suara, nampak xelle sudah berdiri di belakang mereka dan meminta Alby untuk tidak mengganggu Marsha. Alby yang sudah terlihat kasar dan hendak memaki Marsha lagi, tibba tiba diiam dan bersikap baik ketika di hadapan Axelle.
"Axelle.."sapa Alby tersenyum dan menundukkan kepalanya.
"Lepaskan tangan marsha dan jangan ganggu aku lagi." Tegas Axelle.
Alby menarik tangannya dan membiarkan Marsha dan Tyas pergi. Alby menahan tangan Axelle yang hendak pergi menyusul Marsha.
"Xell, dengarkan penjelasanku dulu. Aku punya alasan mengapa aku menyamar," kata Alby.
Namun Axelle sudah tidak mau mendengarkkan apapun penjelasan ALby, ia memilih pergi menyusul Marsha.
Alby tidak dapat membujuk Axelle dan memilih mengalah membiarkan Axelle pergi.
Alby balik badan dan dan menatap tajam wajah Hadr yang mengesalkannya.
"Kau terlihat lebih cantik," kata haidar memuji.
"Tutup mulutmu," tunjuk Alby pada Haidar.
Haidar tersenyum mengejek memperhatikan Alby yang berlalu dari hadapannya tanpa membalas ucapannya.
"Al, kau memang cantik. Anton pasti menyukaimu!' seru haidar meledek, namun Alby tidak menggubrisnya dan memilih terus berjalan menjauh dari Haidar.
****
Bel berbunyi tanda jam pelajaran telah selesai, semua anak anak berhamburan keluar kelas. Kelas sudah kosong yang tersisa tinggal Raymond, Farel dan Alby masih membereskan bukunya ke dalam tas.
Alby lebih dulu selesai, lalu bergegas meninggalkan kelas dan menyusul Axelle yang lebih dulu keluar dari dalam kelas bersama Marsha. Mata Alby terus tertuju pada Axelle yang berada di depan bersama Marsha sampai ia tidak menyadari adanya Haidar dan sengaja menghalangi langkah Alby, hingga jatuh tersungkur ke lantai karena tersandung kaki Haidar.
BUKKK
Axelle dan Marsha yang ada di depan, menoleh ke arah Alby yang jatuh telungkup di lantai dan di tertawakan teman teman sekelasnya termasuk Haidar. Axelle bereaksi hendak menolong Alby, namun ia mengurungkan niatnya karena teringat janjinya pada Marsha.
Axelle dan Marsha hanya memperhatikan Alby yang mencoba bangun dan menahan malu karena di tertawakan teman temannya. Raymond dan Farel yang berada di belakang langsung membantu Alby dan memaki teman temannya yang mentertawakan Alby.
"Bubar!!" teriak Raymond lantang dengan mata melotot ke arah mereka.
"HUUUUU!"
Satu persatu mereka membubarkan diri, Raymond mengalihkan pandangannya pada Alby yang sedang mengusap lututnya yang merah akibat benturan keras di lantai.
"Kamu ga apa apa kan?" tanya Raymond dan Farel bersamaan.
Alby hanya menggelengkan kepalanya, ia menatap lurus ke arah Axelle dan Marsha yang hanya memperhatikannya. Raymond dan Farel mengikuti arah pandang Axelle.
"Sudahlah, Axelle sudah berubah sekarang," kata kata Farel semakin membuat hati Alby terluka di tambah sikap Axelle yang hanya diam tanpa sedikitpun membantunya.
"Axelle!" seru Alby hendak menyusulny, namun Raymond mencegahnya.
"Jangan sakiti dirimu sendiri, biarkan Axelle pergi."
"Tidak, aku harus mengejar Axelle. Dia harus dengarkan penjelaanku dulu!' bentak Marsha pada Rayond.
"Hahahahahahhaha!"
Raymond dan yang lain menoleh ke arah Haidar yang masih berdiri bersandar ke dinding.
"Sampai matipun, kau tidak akan bisa memiliki Axelle.' kata Haidar lalu beranjak pergi begitu saja setelah bicara seperti itu.
"Ada amasalah apa dengnnya, kenapa dia ga berenti mengganggumu?" tanya Raymond pada Alby.
"Aku pun mempertanyakan itu," jawab Alby.