AXELLE

AXELLE
Bab 50



Dengan perasaan campur aduk, Axelle pergi menemui Ayahnya di kantor.


Saat datang ternyata Toni sedang meeting, lalu Axelle menunggu dan beberapa saat kemudian Toni pun datang bersama sekertaris Hans.


" Axelle, tumben sekali kemari. Ada apa?" tanya Toni saat melihat Axelle yang sudah menunggunya di ruangan.


" Dad, Aku mau minta bantuan sekarang." Kata Axelle.


" Ada apa, Nak? kau ada masalah apa?" Toni merasa aneh melihat raut wajah Axelle yang sepertinya sedang bingung.


Toni menyuruh Axelle duduk dan mereka duduk bersama.


" Ceritakan apa yang terjadi?" tanya Toni.


"Aku mau, Daddy membantuku menemukan orang yang sudah mencelakai Farel." jawab Axelle.


"Farel temanmu, memangnya dia kenapa?" Toni tak mengerti.


" Tadi ada mobil yang akan mencelakaiku, namun Farel menghalanginya dan dia mengalami kecelakaan itu.' Jelas Axelle.


" Apa? siapa yang berani melakukan itu pada mu?" Toni terkejut dan terlihat kesal.


" Itulah. Aku ingan Daddy membantuku menyelidikinya." kata AXelle.


"Baiklah. Serahkan saja pada ku." Ucap Toni.


" Hans, cepat suruh anak buahmu melakukan penyelidikan di daerah itu dan periksa semua cctv. " Kata Toni.


"Aku ingin penjahat ini di tangkap secepatnya."


" Baik." Hans langsung pergi setelah menerima perintah.


"Lalu bagaimana keadaan Farrel sekarang?" tanya Toni.


" Aku belum tau, Dad. Aku belum menemuinya." jawab Axelle.


" Tenanglah. Aku pasti akan menemukan siapa pelakunya dan aku tidak akan mengampuninya." Toni menenagkan Axelle.


"Baiklah, aku pergi duluu." kata Axelle.


" Hei, jangan beritau Momy mu. Dia pasti kan sangat khwatir." Kata Toni saat Axelle akan keluar ruangan.


Axelle mengangguuk pelan lalu pergi meninggalkan ruangnya Toni.


Axelle kembali ke rumah sakit untuk melihat keadaan Farel. Dia menanyakan pada suster tentang keberadaan Farel dan ternyata dia sudah di pindahkan ke ruang perawatan.


Ternyata masih ada Raymond yang menunggu Farel yang sudah siuman dan mereka sedang mengobrol.


Axelle ingin sekali masuk dan menyapa, namun dia mengurungkan niatnya karena ingat Raymond yang sangat marah padanya tadi.


Tapi dia brsyukur karena Farel sudah baik-baik saja sekarang.


Axelle kembali melangkahkan kakinya menjauh dari ruangan Farel.


Saat berjalan keluar, tak sengaja mata Axelle melihat seseorang yang mirip dengan Marsha lewat di depannya menuju ke ruangan inap.


" Marsha?"


Axelle ragu apakan itu Marsha atau bukan. Namun dia penasaran dan ingin memastikan itu bukan Marsha.


Axelle mengikuti wanita itu dan saat dia yain bahwa itu Marsha, Axelle pun memanggilnya.


" Marsha?!"


Marsha pun menoleh saat namanya di panggil.


" Axelle?" Marsha terlihat sangat terkejut saat melihat Axelle berlari ke arahnya.


"Sedang apa disini? apa ada keluargamu yang sakit?" tannya Axelle.


" Ah,,itu,,,"


"Kenapa tidak menggabariku jika kau mau kerumah sakit? aku bisa mengantarmu." Axelle terus bicara tanpa melihat sikap Marsha yang terlihat gugup.


" Ti..tidak.Hanya ada temanku saja yang sedang sakit." Jawab Marsha.


" Oh, kau mau menjenguknya? mau aku temani?" tanya Axelle.


" Tidak, tidak usah!" dengan cepat Marsha menolak.


"Kenapa?apa ada sesuatu?" Axelle merasa aneh dengan sikap Marsha.


"Tidak apa-apa. Kau pulang saja. Aku hanya menjenguk sebentar." Ucap Marsha.


"Kau yakin baik-baik saja?"


" Aku baik-baik saja.Kau duluan saja." Marsha mendorong Axelle untuk pergi.


"Marsha?!" Panggil seseorang yang membuat Marsha langsung membatu saat tau kalau yang memanggilnya adalah Rafka.