AXELLE

AXELLE
Bab 15



Maira duduk di kursi, menunggu Dani pulang dari tempatnya bekerja. Ia memikirkan kejadian tadi siang di sekolah. Marsha masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Axelle. Ia menganggap, Axelle hanyalah sedang bercanda.


Bayangan wajah Axelle dan Haidar terus bermain di benaknya, kedua cowok aneh dan populer di sekolahnya terus mengikuti kemanapun ia pergi. Hingga ia tak menyadari kedatangan Dani dan menegurnya.


"Apa kau sudah gila?"


Marsha mengerjapkan mata dan tengadahkan wajah menatap sang kakak.


"Kakak kau mengagetkanku saja," sahut Marsha bibirnya mengerucut seraya memukul pelan lengan Dani.


"Dari tadi kau melamunn, sampai kau tidak menyadari kedatangganku."kata Dani. "Apa yang kau pikirkkan?"


Marsha menggelengkan kepala cepat, lalu beranjak dari kursi dan berlalu dari hadapan Dani begiu saja dari hadapannya.


Dani terdiam sejenak.


"Apakah dia sedang jatuh cinta?" gumamnya.


Dani menggelengka kepalanya pelan, lalu melangkahkan kakinya menyusul Marsha.


"Jangan sampai anak itu menyukai laki laki lain, tamat sudah riwayatku," batinnya.


Langkah Dani terhenti di ambang pintu dapur memperhatikan Marsha tengah menyiapkan makan siang untuknya.


"Kakak, kenapa kau berdiri di ambang pintu?" tanya Marsha menatap ke arah kakaknya.


Dani tersenyum keemudian meklangkah mendekasti kursi lalu duduk dengan tenang dan memperhatiikan Marsha menyiapkan makan siangnya.


"Kau jangan pacaran dulu, sekolah yang rajin supaya kamu dapat nilai terbaik dan bisa meenjadi anak yang biisa di banggakan. Bisa sukses di masa depan supaya tidak aa orang yang berani merendahkan kita lagi." Celetuk Dani panjang lebar mebuat Marsha menghentikan pekerjaannya lalu menganggukkannn kepala pelan sebagai jawaban.


"Kak, persediaan di dapur sudahh habis." kata Marsha.


"Kau jangan khawatir, kebetulan aku mendapatkan uang tip dari bos, lumayan buat satu bulan ke depan" sahut Dani, seraya merogoh saku celananya dan mengambil beberapa lembar uang sseartuus ribu lalu di berikan pada Marsha.


"Cukup?"tanya Dani.


Marsha menganggukkan kepalanya lalu mengambil uang itu dan di masukkannya ke dalam saku celananya.


"Kak, bolehkah aku membeli buku?" tanya Marsha.


Dani mengangguk cepat.


"Boleh, beli saja buku yang kau mau. Asalkan kau menurut bpadaku untuk tidak paacaran dulu.' Dani kemali menegaskan.


"Iya kak,' sahut Marsha.


Dani tersenyum dan mepercayai uucapan Marsha, kemudian Dani mulai menyantap makan siangnya di temani Marsha. eteah selesai, Dani kembali bekerja sementara Marsha pamit untuk membeli keperluan dapur sekalian ke toko buku.


****


di tengah jalan yang sepi oranng lalu lalang, tiba tiba Marshha mendengar suara bising motor. Marsha terkejut sekaligus takut melihat geng motor yang sangat di takuti di kota tersebut. Marsha menghentikan langkahnya dan memperhatikan beberapa motor berhenti tepat di depannnya.


Marsha meletakkan semua barang bawaannya di bawah kakinya, tangannya mengepal siap menghajar salah satu laki laki yang mendekatinya dengan senyuman seringai.


Marsha memiliki ilmu bela diri tapi, melihat begitu banyaknya jumlah geng motor tersebut memmbuat nyali Marsha menciut, ia tidak mungkin menghadapi mereka semua.


"Jangn mendekat!" teriak Marsha seraya mengepalkan tangannya ke arah dua laki laki yang mendekatinya.


"Anak secantik kau tidak perlu jalan sendirian, bagaimana kalau kami temani?"


"Jangan mendekat!" seru Marsha.


"Tenanglah,kami hanya ingin mengantarmu pulang." kata salah satu pria yang sudah sangan dekat dengan Marsha.


"Jangan macam-macam!" Marsha semakin megepalkan tangan nya.


"Ahahaha,,lihat dia." semua tertawa melihat Marsha yang mencoba melawan.


"Hahahahahah.."


Marsha sebenarnya sangat takut dan rasanya sudah ingin menangis saja saat ini. Dia benar-benar ketakutan karena genk motor itu terlihat sangat tidak baik dan jahat.


"Apa yang harus aku lakukan?seseorang tolong aku." Teriak Marsha dalam hati sambil memejamkan mata nya.


semenntara itu dari kejauhan tampak Axelle, farell, Raymond dan Alby yang sedang mengendarai motor mereka dengan pelan dan santai sambil bercanda dan tertwa.


Tiba-tiba Axelle menghentikan laju motornya, di ikuti ketiga sahabatnya.


Mereka ber-empat, tatapannya tertuju pada sekumpulan genk motor dan seorang gadis yang tidak lain adalah Marsha.


"Bukan nya itu Marsha ,ya?" tanya Farrel.


"Wah dia di ganggu genk motor Rajawali. Bahaya banget ,tuh."Timpal Raymond.


Axelle dari tadi hanya diam dan melihat Marsha yang sedang di ganggu. Tangan Axelle mulai mengepal saat dia lihat salah satu pria mulai menyolek pundak Marsha.


"Mereka genk motor yang paling di takuti di kota ini." kata Raymond.


"Sebaiknya kita tidak berurusan dengan mereka, Xell." sahut Farrel


Marsha sepertinya mulai kewalahan menghindari para nak geng motor itu. Alby yang fokus terhadap Axelle, ia yakin kalau Axelle akan menlindungi Marsha.


"Kau mau kemana?" tanya Alby. Namun Axelle sama sekali tidak mendengarnya.


"Kau dengar kan tadi kalau mereka geng motor yang di takuti. Sebaiknya jangan berurusan dengan mereka." Kata Alby lagi.


Axelle tak mendengarkan Alby dan langsung menancap gas ,pergi ke arah Marsha yang sedang di ganggu para geng motor itu.