AXELLE

AXELLE
Bab 51



"Dia siapa?" tanya Axelle menatap ke arah Rafka yang semakin mendekat.


"Dia sepupuku, ya sudah. Aku pergi dulu,' kata Marsha serya berlari menghampiri Rafka dan meninggalkan Axelle.


"Keponakan?" Axelle terlihat bingung saat melihat Marsha pergi begitu saja dan meninggalkannya.


Setelah beberapa saat berpikir, Axelle mulai berjalan perlahan mengikuti kemana Marsha pergi. Dia melihat Marsha yng berjalan terburu buru bersama Rafka, lalu mereka memasuki satu ruangan rawat inap.


Diam diam Axelle mengintip dari balik pintu yang sedikit terbuka. Di dalam kamar ada seorang wanita setengah baya yang sedang terbaring. Dia terlihat lemah namun masih bisa mengobrol dengan Marsha.


Marsha terlihat akrab bersama Rafka dan wanita itu.


" Mungkin itu benar saudaranya dan Marsha hanya mennengok saja." Kata Axelle dalam hati.


Axelle merasa sedikit lega karena dia pikir Marsha memang tidak membohonginya.


" Dasar bodoh. Aku terlalu mencurigai Marsha." Axelle tersenyum kecut.


Setelah merasa yakin tentang keb


benarannya, Axelle memutuskan untuk pergi saja. Saat Axele akan melangkahkan kakinya untuk pergi, samar samar Axelle mendengar sesuatu yang aneh di telinganya.


" Kau harus menjaganya dengn baik, dia istri yang baik." si wanita berbicara dengan suara pelan.


DEG..


Sontak langkah Axelle terhenti.


"Isrti? apa maksudnya?" pikir Axelle.


Saat akan menguping kembali, Axelle terkejut karena Marsh dan Rafka sedang berjalan keluar ruangan.


Dengan cepat Axelle berlari dan bersembunyi di balik tembok dekat kamar mandi. Marsha dan Rafka pun melewati nya dan tak menyadari kehadiran Axelle disana.


Axelle berdiri memandangi keduanya pergi. Pikiran Axelle masih di penuhi tanda tanya.


" Apa mmaksud nya istri? tidak mungkin kan kalau maksudnya pada Marsha? Dia masih sekolah?" Batin Axelle.


" Lagipula Marsha tidak mungkin membohongiku. Lalu siapa sebenarnya pria tadi? apa benar dia saudara Marsha?" Pertanyaan silih berganti di pikiran Axellle.


Keyakinan nya terhadap Marsha seolah akan runtuh karena sikp aneh Marsha dan karena perkataan wanita tadi.


" Haruskah aku tanyakan pada wanita itu apa hubungannya dengan Marsha?"


Axelle berbalik dan mulai berjalan menuju ruangan wanita tadi. Tapi saat dia akan membuka pintu, seorang perawat menegurnya.


" Oh ya, Maaf saya tidak tahu." jawab Axelle sembari melepaskan pegangannya.


Perawat itu mengangguk lalu pergi meninggalkan Axelle.


Axelle lalu berjalan pergi dan mengurungkan niatnya untuk pergi menemui wanita tadi. Axelle berjalan keluar dan tanpa dia sadari Dani memperhatikanya dari kejauhan.


****


Di kediaman Dirga Dewangga.


Dikamar mandi air shower terdengar menyala. Alby duduk sambil memeluk kedua kakinya dan membenamkan wajahnya di antara kedua kakinya. Tubuhnya basah karena tersiram air shower yang keluar.


Dok..Dokk.Dokk..


"Alana!! Alana ayo keluar !!!" Panggil Gerry sambil menggedor pintu kamar mandi nya.


Alby tetap diam dan tak menggubris panggilan Gerry. Alby semakin mengeratkan pelukan di kaki nya.


Gerry yang bosan memanggil, akhirnya keluar kamar Alby dan pergi ke ruangan Papah nya.


"Bagaimana?" tanya Dirga Dewangga.


"Dia tidak menjawab, Pah." Jawab Gerry sambil merebahkan tubuhnya di sofa.


"Sudah, jangan terlalu keras padanya untuk saat ini. Dia sudah berjanji padaku akan menuruti semua keinginanku.' Kata Dirga Dewangga .


Tersorot raut bahagia di wajah Dirga Dewangga saat membicarakan Alby.


" Apa Papah yakin dia akan melakukan semua yang papa inginkan?" tanya Gerry.


"Hmmm,,kita lihat saja dulu." jawab Dirga.


"Dia akan rasakan akibatnya jika melanggar janji padaku.' Raut wajah Dirga berubah serius.


Tokk Tokk Tokk..


Suara pintu ruangan di ketuk dari luar, Gerry langsung bangun dan membukakan pintu.


"Aku sudah siap, Pah."


Alby yang berdiri di depan pinttu dengan berpakaian seperti pria membuat Gerry terkejut sekaligus Dirga Dewangga tersenyum puas.