
Disekolah.
Alby datang lebih awal ke sekolah dan langsung menemui Marsha di kelas.
"Apa kau sudah tau kalau Axelle kecelakaan?" tanya Alby dengan nada sinis.
Marsha tengadahkan wajahnya menatap ke arah Alby yang berdiri di haapannya.
"Ya, aku sudah tau. Bagaimana kedaannya seekarang?" tanya Marsha.
"Koma," jawab Alby singkat.
Marsha menundukkan kepalanya.
"Semoga Axelle cepat sembuh dan sadar dari komanya." Kata Marsha.
Alby menautkan kedua alisnya menatap Marsha yang masih menundukkan kepalanya.
"Hanya itu, kau tidak ingin menjenguknya?" tanya Alby kesal dan tidak puas dengan reaksi Marsha yang terkesan cuek dan tak terlihat rasa khawatir seperti yang dia rasakan.
Marsha mengangkat wajahnya menatap Alby sesaat.
"Aku harus apa?" tanyanya.
Alby di buat kesal dan bertanya tanya dengan reaksi pasif Marsha. Saat Alby hendak protes tiba tiba dari arah belakang, Haidar menarik bahu Alby dan berhadapan dengannya.
"Kau mau membelanya?" tanya Alby.
Haidar tersenyum penuh arti lalu berbisik di telinga Alby.
"Tidak perlu menunjukkan sikap berlebihan, atau nanti mereka tau siapa dirimu."
"Apa, maksudmu?" tanya Alby.
Haidar hanya tersenyum menanggapi pertayaan Alby, kemudian beranjak pergi meninggalkan kelas. Alby menoleeh ke arah Marsha yang terlihat acuh tak acuh pada sekitarnya. Setelah itu, Alby meninggalkan Marsha dalam hatinya ia bertanya tanya apakah Haidar sudah mengetahhui siapa dirinya.
"Mungkin Haidar mengenaliku waktu kejadian tempo hari," gumam Alby.
****
Satu minggu berlalu, akhirnya Axelle sadarkan diri. Hal pertama yang ia tanyakan adalah Marsha pada Ibunya.
"Marsha?" tanya Eva.
"Sudahlah, jangan kau pikirkan dulu hal lain, pulihkan saja dulu kondisimu." Jawab Eva sambil mengelus kepala Exelle.
Axelle pun tidak berkata apapun lagi, mengingat kondisinya memang masih sangat lemah. Eva dan Axelle menoleh ke arah pintu ruangan yang terbuka. Nampak Haidar tersenyum pada Eva dan menangggukkan kepalanya lalu berjalan menghampiri.
Eva terdiam memperhatikan wajah Haidar yang mengingatkannya pada seseorang, namun Eva sendiri tidak yakin. Sementara Axelle, melihat kedatangan Haidar perasaannya tidak enak.
"Halo tante..." sapa Haidar pada Eva.
"Tante tinggal dulu ya..."kata Eva, lalu mencium kening Axelle sekilas, setelah itu ia beranjak pergi keluar dari ruangan.
"Mau apa kau kesini?" tanya Axelle menatap tidak suka pada Haidar.
Haidar tersenyum menanggapi pertanyaan ketus dari Axelle.
"Kau jangan terlalu percaya diri dulu, aku datang kesini bukan untuk menjengukmu. Aku baru saja mengantarkan Marsha memeriksakan diri." Jelas Haidar membuat Axelle kesal.
"Marsha sakit?" tanya Axelle hendak bangkit dari ranjang, namun Haidar mencegahnya dengan menekan bahu Axelle supaya kembali tidur.
"Kau tenang saja, selama ada aku. Marsha aman, kemanapun dia pergi aku akan selalu ada buat dia."
Mendengar pernyataan Haidar membuat hatinya panas dan tidak dapat menahan emosi.
"Apa maksud uccapanmu?" tanya Axelle mencoba untuk bangun.
"Aku rasa sudah cukup jelas aku mengatakannya," jawab Haidar.
"Semoga kau lekas sembuh." kata Haidar lalu beranjak pergi dari hadapan Axelle.
Emosi Axelle semakin terpancing, tanpa pikir panjang, ia melepaskan selang infus dengan paksa hingga darah segar keluar dari tangnnya. Dengan langkahh terhuyung huyung, Axelle berusaha mengejar Haidar yang sudah jauh di depannya.
Disela sela langkahnya, Axelle berkal kali terjatuh lalu bangkit lagi mengejar Haidar dan tidak memperdulikan panggilan Eva dan Dokter yang mengejarnya di belakang.
"AXELLE!!"
Axelle terus berlari mengejar Haidar, hingga ia jatuh tersungkur karena sudah tidak kuat lagi berdiri. Kondisinya yang masih lemah, akhirnya Axelle menyerah.
Eva memeluk tubuh Axelle yang tersungkur.
"Kau mau kemana?" tanya Eva terus memeluk tubuh Axelle.
Namun Axelle tidak menjawab, matanya merah menahan emosi menatap ke arah Haidar yang berdiri di lantai bawah sambil melihat ke arah Axelle dan tersenyum menyeringai.