
Farrel di sambut baik di kelas oleh teman teman nya karena sudah bisa masuk lagi ke kelas. Farel pun senang karena kahirnya dia bisa bersekolah dan tak terus menerus ada di rumah sakit.
"Semua orang merasa senag kecuali dia." Kata Raymond sambil melihat ke arah Axelle yang duduk bersama Marsha dan sibuk dengan dunia mereka sendiri.
"Aku kekamar mandi dulu." kata Axelle lalu beranjak pergi.
Alby yang melihat Axelle pergi keluar kelas mengikutinya pergi.
"Aku ke toilet bentar, ya." kataya pamitan pada Raymond dan Farrel.
Marsha yang duduk tenang pun akhirnya menjadi tak tenang saat melihat Alby pergi mengikuti Axelle.
Marsha pun akhirnya pergi menyusul mereka.
Alby masuk ke toilet yang sama dengan Axelle. Marsha yang mengikuti mereka tak bisa masuk karena itu toilet pria dan menunggu di luar .
Alby keluar terlebih dahulu, dia tau kalau Marsha mengikutinya. Saat di pintu toilet Alby sengaja membetulkan bajunya da mengela bibirnya lalu tersenyum dan pergi.
Marsha melihat apa yang di lakukan Alby, pikiran jelek nya langsung muncul. Tak berapa lama akhirnya Axelle pun keluar toilet.
Marsha langsung menarik tangan Axelle.
" Apa yang sudah kau lakukan dengan nya di dalam?" tanya Marsha.
"Apa maksudmu?dia siapa?" Axelle tak mengerti pertanyaan Marsha.
"Jangan pura pura! tadi kau bersama alby kan di dalam?!" Marsha hampir menangis.
"Alby?apa sih maksudnya?aku sama sekali tak mengerti maksudmu."Axelle muali kesal.
"Bicaramu tak masuk akal dari pagi. Marah marah tak jelas." Axelle pergi meninggalkan Marsha.
"Axelle tunggu aku.Maafkan aku." Marsha mengejar Axelle.
Alby yang berdiri di balik tembok,tersenyum melihat Axelle mulai kesal dengan Marsha.
Ap yang dia rencanakan, mulai berjalan baik. Alby tersenyum puas.
"Ini baru permulaan saja." gumam Alby.
Marsha mengejar Axelle sampai ke kelas .Axelle sama sekali tak menoleh padanya dan terus berjalan.
"Aku janji tak akan berpikiran jelek lagi mulai sekarang," rengek Masha.
"Jangan marah padaku." Marsha menggenggam tangan Axelle.
"Aku hany tak mengerti dengan sikapmu. Sebenarnya kau kenapa aku tak tau." Kata Axelle.
"Aku,,,hanya takut kalau kau akan menyukai Alby.Aku merasa sangat cemburu." ucap Marsha.
Axelle menarik nafas lalu tersenyum . Dia mengusap kepala Marsha.
" Kenapa kau harus cemburu?kau tau kan aku sangat mencintaimu, jadi tidak mungkin aku menyukai wanita lain selain dirimu." kata Axelle.
Marsha langsung tersenyum sumringah mendengar kata kata Axelle.Tanpa sadar dia langsung memeluk Axelle dan membuat teman di kelasnya memperhatikan dan menertawakan tingkah Marsha.
BUGGG...
Raymond memukul meja dengan keras dan membuat semua berhenti tertawa karena terkejut.
"Aku keluar dulu. Rasanya muak berada di dalam sini." Kata Raymond dengan wajah marah .
Dia lalu pergi keluar meninggalkan Farrel sendirian. Alby yang melihat kejadian itu di balik jendela pun merasa kesal.
Alby menahan tangan Raymond saat melewatinya.
"Lepaskan aku. Aku sudah tak tahan dengan semuanya." Raymond menepis tangan Alby.
"Hei tenanglah. Aku masih disini bersamamu." Alby menenangkan Raymond.
"Bagaimana aku bisa tenang?kau lihat tadi?dia lebih memperdulikan wanita itu dari pada sahabat yang hampir kehilangan nyawa untuknya!" Raymond sangat marah.
" Aku tau apa yang kau rasakan." ucap Alby.
"Aku berjanji padamu, hal ini tidak akan berlangsung lama." sambungnya.
"Apa maksudmu?" tanya Raymond.
Alby tak berkata apapun hanya menjawab dengan senyum menyeringainya.